PACAR 30 HARI BRIPDA MAHMUD

PACAR 30 HARI BRIPDA MAHMUD
Bab 25. Dinda Melanjutkan Cerita


__ADS_3

"Masya Allah kalian. Baiklah, ustadzah ganti baju dulu, ya." Dinda terharu dengan semangat mereka untuk belajar. Dinda mengelus kepala mereka satu persatu. 


Kemudian Dinda bergegas menuju ke ruang belakang untuk menyimpan sepatunya. Dan menyambar kain handuknya kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Tidak sampai lima menit kemudian Dinda keluar dari kamar mandi dan menuju ke kamarnya untuk ganti baju.


Dinda mengenakan baju jubah dan bergegas keluar dari kamar menemui anak-anak. Saat di depan kamar berpapasan dengan Maya yang sudah kembali dari dapur.


"Din, anak buahmu datang ke sini, noh!"


Tunjuk Maya dengan isyarat kepala.


"Iya, mbak. Biarkan saja mumpung mereka lagi bersemangat." Jawab Dinda sambil melangkah mendekati Alia, Iqbal dan teman-temannya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam Dinda setelah duduk di depan anak didiknya.


"Waalaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab anak-anak serempak. Terukir wajah ceria dan senyuman pada anak-anak. Mereka merasa berhasil atas tekadnya untuk menunggu ustadzah idolanya.


 "Yuk, bersama-sama membaca doa belajar!" Ucap Dinda.


"Bismillahi rahmaani rahiimi, Rodlittu billahi robba, Wabil islaamidiinaa, Wabimuhammadin nabiyyaa warasuula, Robbi zidnii ilmaan warzuqnii fahmaan."


Yang artinya : kami rida bahwa Allah SWT sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, serta Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, Ya Allah, tambahkanlah terhadapku ilmu serta berikanlah aku pengertian yang baik.


"Langsung saja ya, bergantian membaca Al-Quran satu persatu dan yang lain menyimak sambil menunggu giliran." Kata Dinda yang langsung diiyakan. Mereka satu persatu setor bacaan kepada ustadzah. Dinda sesekali membenarkan bacaan tajwid yang belum benar.


Beberapa menit kemudian, setor bacaan telah selesai. Dinda berniat akan mengakhiri pertemuan mereka. Tapi anak-anak menuntut Dinda untuk bercerita dulu tentang kisah nabi Adam yang kemarin belum sempat diceritakan.


"Ow, jadi kalian semangat sampai bela-belain datang ke asrama ustadzah karena minta supaya ustadzah melanjutkan bercerita?"


"Iya, hehe…." Jawab anak-anak sambil cengengesan dan malu-malu. Membuat Dinda ikut tertawa juga karena melihat mereka yang lucu dan menggemaskan.


"Kemarin sampai mana ceritanya?" Dinda bertanya karena sudah lupa. 


"Allah memerintah kepada malaikat untuk mengambil tanah di bumi." Jawab Alia dan Iqbal hampir bersamaan.

__ADS_1


Dinda tersenyum mendengar jawaban dari kedua muridnya itu. 


"Tajam juga ingatan kalian." Batin Dinda.


"Baiklah! Dengarkan baik-baik ya!" Dinda memulai bercerita.


"Tercantum dalam Al-Quran surat Al-Baqarah 30 yang artinya, Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat 'Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.' Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?" Allah berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."


 


Setelah itu malaikat Jibril diperintahkan Allah mengambil tanah dari bumi. Namun ternyata bumi menolak dan melarang Jibril mengambil tanahnya.


Diriwayatkan dari As-Suddi, dari Ibnu Mas'ud, dari seorang sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, mereka bercerita, “Allah mengutus malaikat Jibril ke bumi untuk mengambil tanah dari bumi, namun bumi menolaknya, bumipun memelas dan menangis kepada Jibril. Ia bersumpah dengan nama Allah bahwa ia tidak dapat menanggung beban manusia di bumi, 'Demi Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utusan-Mu, agar Anda tidak mengambil alih dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka'.” 


Malaikat Jibril kemudian kembali kepada Allah dan menceritakan alasan bumi yang tidak mampu menanggung azab Allah. 


Allah kemudian mengutus malaikat Mikail dan Israfil untuk mengambil tanah dari bumi. Lagi-lagi bumi menolaknya sehingga kedua malaikat tersebut tidak membawa apapun.


Ketika Allah mengutus malaikat Izrail dan bumi menolaknya, malaikat pencabut nyawa tersebut langsung menyentuh bumi sehingga menciptakan getaran. 


Setelah mengambil tanah secara paksa, bumi pun menangis karena kehilangan tanahnya. Namun Allah berfirman bahwa tanah yang diambil tersebut kelak akan dikembalikannya lagi ke bumi."


*


Setelah makan malam, Yos dan Duki ingin mampir ke asrama putri seperti biasa. Ketika ingin melangkah masuk ke dalam, dilihatnya Dinda bersama anak-anak di dalam. Jadi mereka mengurungkan masuk, kemudian duduk di bangku panjang di teras.


Tidak lama Mahmud dan Andi juga keluar dari dapur. Ketika sampai di depan asrama putri, sebenarnya ingin mampir. Tapi karena jadwal malam ini padat dan harus berjaga di lokasi, mereka mengurungkannya.


"Ndan, nggak mampir dulu?" Tanya Yos.


"Besok saja, Tri, kalau sudah senggang. Soalnya mulai malam ini jadwal kita padat." Jawab Andi sambil terus berjalan.


"Oke, deh, selamat bertugas, Ndan."


Kedua polisi itu melambaikan tangan kepada Yos dan Duki.

__ADS_1


*


Di ruang tamu, Dinda terus bercerita kepada anak-anak.


"Setelah itu Allah membuat bentuk Nabi Adam yang terbuat dari tanah. Setelah bentuk  Nabi Adam jadi, Allah meniupkan ruh ke dalamnya. Maka hiduplah Nabi Adam di dalam surga.


Tercantum firman Allah QS. Ali Imran 59, yang artinya, penciptaan Adam Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.


Lalu, tibalah suatu hari Allah mengumpulkan para malaikat untuk diberitahu perihal penciptaan Adam sebagai manusia dan pemimpin di dunia. Para malaikat terperanjat dan protes. Menurut pengetahuan mereka, manusia adalah makhluk pembuat kerusakan yang paling nyata.


Menjawab protes malaikat, Allah berkata bahwa hanya Dia yang mengetahui segala sesuatu dan mereka tidak. Mendengar hal itu, para malaikat seketika menunduk dan memohon ampun. Allah kemudian memerintahkan mereka untuk bersujud kepada Adam. Serempak mereka sujud kecuali Azazil.


Azazil merasa dirinya lebih mulia dari Adam. Dia menganggap Adam yang diciptakan dari tanah berbeda dengan penciptaan dirinya yang dari api. Allah pun langsung menegur Azazil namun dengan sebutan yang baru yaitu iblis.


Azazil merespon teguran Allah dengan mengatakan 'tidak' untuk bersujud kepada Adam. Dia menerima ketetapan Allah menjadi iblis."


Dinda berhenti sejenak. Diperhatikannya muridnya satu persatu. Mereka dengan seksama menyimak cerita yang Dinda sampaikan. 


"Kalian besok pagi masuk sekolah, kan?" Tanya Dinda.


"Iya." Jawab anak-anak bareng.


"Kalau begitu, karena sudah pukul delapan lewat, ceritanya sampai disini dulu, ya,"


"Yaaa… kita maunya ceritanya dilanjutkan, ustadzah," anak-anak mengeluh.


"Iya, dilanjutin. Tapi nggak malam ini. Kalian harus belajar juga untuk sekolah besok, ya kan," Dinda membujuk mereka sambil tersenyum.


Dinda mengakhiri sampai di situ, dan menyuruh anak-anak untuk langsung pulang ke rumah masing-masing dan jangan keluyuran malam. Supaya besok bangunnya nggak kesiangan.


"Iya, ustadzah. Assalamualaikum." Jawab anak-anak. Mereka berpamitan bersalaman dan mencium tangan Dinda.


"Waalaikumsalam. Barakallah. Hati-hati di jalan, ya!" Jawab Dinda sambil mengusap kepala anak-anak itu bergantian satu per satu.


Anak-anak keluar dari asrama. Dinda pun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. 

__ADS_1


__ADS_2