
“Aku akan tegaskan lagi meskipun pernikahan kita karena perjodohan, aku tidak mentoleransi perselingkuhan dalam bentuk apapun.” Tegas Aditya
“Ih siapa juga yang mau selingkuh. Aku cukup tau diri kok” jawab Hanum
“Akhiri semua hubungan mu dengan Lukas. Aku tidak mau melihat kalian terlalu akrab.
Orang-orang bisa mengetahui bahwa hubungan kita tidak harmonis.” Tegas Aditya lagi
“Lukas sahabatku. Apa mungkin memutuskan persahabatan, yang benar saja” jawab Hanum
“Tidak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan Hanum!” ucap Aditya dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya
...****************...
Sesampainya di rumah Aditya ikut masuk mengantarkan Hanum. Ia juga berpamitan dengan Ayah dan Ibu Hanum.
“Wah sepertinya kalian sudah akrab ya?” tanya Ayah kepada mereka berdua
“Ih Ayah. Udah Hanum capek mau istirahat. Kamu hati- hati ya.” Sambil meninggalkan Aditya yang masih mau berpamitan dengan orang tua Hanum.
“Om, tante. Aditya pulang dulu ya. Sudah malam juga.” Pamit Aditya.
“Iya hati-hati ya. Maafin Hanum, dia emang terkadang berbuat semaunya. Nanti akan Ibu tegur” ucap Ibu menyalami Aditya
“Ngga usah Bu. Ngga apa-apa lagian Hanum juga masih muda. Wajar melakukan tindakan seperti itu” jawab Aditya sambil tersenyum
“Hanum sangat beruntung mendapatkan laki-laki yang dewasa seperti ini. Iya kan Yah?” melirik ke arah Ayah
“Iya. Sampaikan salam Om dan tante ke orang tuamu ya” sambil mengantarkan Aditya
...****************...
“Cie..cie.. ada yang habis pulang kencan nih” ledek Kelen membuka kamar Hanum
“Eh anak kecil. Ga usah ikut- ikutan kamu. Masih bocil juga tau apa” jawab Hanum kesal
“Wek wek wek” sambil menjulurkan lidah ke arah Hanum
“Awas ya” kejar Hanum
Kelen lari turun ke bawah sambil diikuti Hanum di belakangnya
“Kalian apa – apaan ini? Sudah malam masih mainan saja!” ucap Ibu sambil sedikit marah
“Bu, Kelen ngeledekin Hanum terus nih katanya pacaran sama Aditya” jawab Hanum kesal
“Lah kan memang benar. Lagian kamu juga mau menikah dengan Aditya” tambah Ayah juga ikut meledek
__ADS_1
“Ih.... Hanum sebel. Udah mau tidur aja” sambil naik ke keatas
Setelah melihat Hanum pergi ke kamarnya. Ibu langsung memarahi Kelen dan menyuruhnya untuk berhenti mengganggu kakak nya.
“Kelen kamu jangan ganggu kakak terus. Nanti kalau Kakak menikah, kamu pasti kangen sama Kakak” ucap Ibu
...****************...
Tak terasa hari Minggu pun datang. Tepat pukul 10.00 pagi Pak Deri beserta keluarganya datang. Mereka membawa beberapa buah tangan serta beberapa set berlian yang ditata rapi di dalam box seserahan.
Dekorasi lamaran juga sangat indah didekor oleh teman Bu Rita. Pak Rendra mempersilahkan mereka untuk masuk. Setelah itu, Bu Rita memanggil Hanum di kamarnya serta menuntun nya turun.
Semua orang yang disana terkesan dengan kecantikan Hanum yang alami. Tak terkecuali Aditya yang melihat tanpa mengedipkan mata.
“Bagaimana Aditya pilihan mamah cantik bukan?” bisik Bu Dena ke Aditya dengan menyenggolkan tangannya
Aditya langsung tersadar dari kekagumannya.
“Ngga mah. Biasa saja” jawab Aditya
Setelah itu Hanum duduk berhadapan dengan Aditya, ia melirik ke arah Aditya yang terlihat tampan memakai baju batik.
Hanum dan Aditya juga saling bertukar cincin. Visual mereka sangat cantik dan tampan membuat beberapa saudara bergosip tentang keberuntungan mereka.
Acara pun sangat meriah dan khidmat. Semua orang disitu sangat bahagia. Hanya saja Hanum masih tidak percaya kalau dia sampai pada tahap ini.
Di acara ini juga mereka menentukan hari pernikahan. Rencana nya resepsi pernikahan akan dilaksankan satu bulan lagi.
...****************...
Tidak terasa kalau dia sudah dua bulan PKN. Ia ingin segera menyelesaikan laporannya sebelum pernikahan mereka di gelar dengan maksud supaya bisa cepat selesai dan hanya folus pada skripsi setelah itu.
Setelah mengerjakan laporannya, Hanum termenung memikirkan nasib nya, banyak sekali yang terjadi akhir-akhir ini. Apalagi bulan depan ia juga akan menikah.
“Drrttt...drrrtt..drrrt” suara telepon membubarkan lamunan Hanum.
“Halo” mengangkat tanpa melihat layar HP
“Num” suara Lukas di seberang telepon
Hanum langsung melihat ke layar HP nya
“Kas. Ada apa? Jawabnya
“Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini sama sekali tidak ada cerita darimu?” tanya Lukas
Sebenarnya Lukas sudah tau bahwa Hanum akan menikah, ia tau kabar ini melalui Bu Rita, Ibu Hanum. Tapi ia tetap diam seolah tak tau apa- apa berharap Hanum akan memberitahukan langsung dari mulutnya.
__ADS_1
“Oh baik Kas. Bagaimana dengan PKN mu?” tanya Hanum balik
“Berjalan baik. Kita lama tidak bicara ya Num. Kapan kamu ada waktu luang. Aku mau mengajakmu berbicara berdua di kafe langganan kita” tanya Lukas
“Kas, aku juga mau bilang sesuatu ke kamu. Bagaimana kalau sabtu ini kita ketemu?” pinta Hanum
“Boleh. Aku akan menjemputmu Sabtu ini” jawab Lukas
“Oke.” Jawab Hanum sambil mau mematikan panggilannya
Hanum ingin memberi jawaban nya ke Lukas. Ia juga mau bilang kalau sudah dijodohkan. Sebenarnya ia merasa bersalah kepada Lukas karena membiarkannya menunggu tanpa ada kabar.
...****************...
Pagi itu Aditya tiba- tiba sudah datang ke rumah Hanum untuk menjemput Hanum kerja sekaligus hari ini ia juga mau ke kantor, ada rapat yang harus dihadiri.
“Assalamualaikum” salam dari orang yang berapa tepat di depan pintu.
Ayah Hanum yang berada di ruang TV, langsung melihat karena lebih dekat ke pintu ruang tamu.
“Walaikumsalam. Eh Aditya. Masuk. Pagi ini kamu mau menjemput Hanum? Tumben!” tanya Ayah Hanum
“Iya Om, Aditya mau menjemput Hanum sekaligus ke kantor karena ada beberapa urusan” jawab Aditya
“Oh sini duduk dulu. Kita sarapan. Kamu harus makan. Lagian ini juga masih pagi. Hanum masih bersiap-siap. Kata Ayah
“Iya Om . Terimakasih” sambil mengikuti Pak Rendra
“Eh nak Aditya, mau jemput Hanum ya?” tanya Ibu menyadari ada calon menantunya itu
“Iya Bu” sambil menganggukkan kepala
“Num... num.. num” panggil Ibu dari meja makan
“Iya Bu” jawab Hanum menuruni tangga
Hanum kaget disana sudah ada Aditya yang duduk dan menatapnya.
“Loh kamu ngapain disini?” tanya Hanum langsung
“Kamu apa - apaan sih Num. Kok malah tanya gitu. Kan wajar kalau Aditya kesini. Dia kan calon mantu Ibu” jawab Bu Rita
“Aku mau jemput kamu buat berangkat bareng” ucap Aditya ke Hanum
“Oh. Kenapa ngga ngabarin dulu?” tanya Hanum
“Kenapa mesti ngabarin. Kan ini juga rumah calon mertua nya. Dia bisa bebas datang kapan pun” tegas Ayah Hanum
__ADS_1
“Iya belain terus dia, belum apa –apa saja sudah berhasil merebut hati kedua orang tua ku” batin Hanum
Mereka pun makan dengan tenang. Aditya menikmati masakan Bu Rita yang sangat enak. Tanpa sadar dia sudah makan dua piring.