
Pagi harinya mereka sarapan bersama. Lima koper sudah siap di depan rumah dan ditata di dalam mobil Aditya oleh sopir.
“Loh Dit kamu mau kemana?” tanya pak Rudi
“Oh, Aditya hari ini mau pindahan om” balas Aditya
“Terus kak Adit nggak bakal balik ke rumah ini lagi?” tanya Clara
“Ini kan juga rumah kak Adit. Pasti sering main-main kesini juga” jelas Aditya
Clara terlihat sedih mengira tidak ada lagi kesempatan baginya untuk mendekati Aditya.
“Gini lo Rudi, kan Aditya sudah dewasa juga jadi ia mau mandiri tinggal sendiri bersama istrinya. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung keputusan mereka saja” jelas pak Deri
“Iya benar” jawab pak Rudi mengiyakan
Selesai sarapan bersama Aditya dan Hanum segera berangkat menuju rumahnya ditemani oleh orang tuanya, om Rudi serta Clara.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, sampailah ke rumah tujuan.
“Silahkan masuk pa, ma, om” ajak Aditya memasuki rumah
“Wah bagus ya Dit, sudah lama juga mama tidak berkunjung ke rumah ini” ucap bu Dena
“Kan Adit selalu rawat ma” balas Aditya
“Om bangga sama kamu Dit, di usia semuda ini kamu bahkan sudah mapan mempunyai rumah dan pekerjaan yang bagus dengan usaha mu sendiri” puji pak Rudi
“Ah om, bisa saja. Muji Aditya mulu” balas Aditya
“Aku saja papanya juga bingung sama pemikiran dia yang tidak seperti anak muda lainnya” puji pak Deri
“Coba saja Aditya masih sendiri, pasti akan kujadikan mantu ku” ucap pak Rudi
Hanum yang mendengar ucapan pak Rudi seketika langsung merasa minder bersanding dengan Aditya, sementara banyak orang menginginkan Aditya sebagai pasangan anaknya. Hanum pun mengambil langkah sedikit menjauhi suaminya yang awalnya berjalan bersanding dengannya.
Aditya yang mengetahui keanehan Hanum menjaga jarak langsung menarik Hanum agar berjalan bersamanya.
“Mas” ucap Hanum pelan
“Kamu kenapa menjauh begitu?” tanya Aditya berbisik
“Apaan sih, siapa yang menjauh? Aku hanya ingin langsung ke kamar menata barangku disana” ucap Hanum
Clara yang berada di belakang mereka, melihat kedekatan Hanum dan Aditya langsung menatap sinis dari belakang.
“Kenapa sih kalian selalu mesra di depan ku? Mau membuat ku iri?” tanya Clara dari belakang
__ADS_1
Hanum dan Aditya seketika melihat Clara yang ada di belakangnya.
“Mas, kamu mending jauh-jauh dulu deh dari aku, nanti ada yang cemburu lagi” ucap Hanum bercanda berbisik pelan
Sementara orang tua mereka sudah memasuki rumah duluan dibanding Aditya, Hanum, dan Clara.
“Adit, kenapa lama sekali?” ucap pak Deri memanggil mereka yang tertinggal di belakang
“Iya pa. Ayo Num” ucap Aditya menggandeng tangan Hanum
Aditya dan Hanum pun berjalan ke dalam menghampiri orang tua mereka yang asik melihat isi rumah.
“Gila!!! Terus aja begitu? Kalian jangan merasa tenang dulu. Tunggu pembalasan ku Hanum. Aku akan mengambil kak Aditya cepat atau lambat” ucap Clara
“Bi, aku minta tolong bantuin Hanum untuk menata baju nya di lemari ya” pinta Aditya
“Baik Tuan” jawab bi Iyem melangkah menuju kamar mereka berdua
“Pa, ma, om. Hanum mau menata pakaian dulu ya di kamar. Hanum tinggal nggak papa kan?” tanya Hanum
“Nggak papa kok. Lagian kita juga cuman mau lihat-lihat saja” ucap pak Deri
Hanum pun meninggalkan mereka dan menuju ke kamar.
Sementara Clara melihat situasi ini segera memanfaatkannya untuk mendekati Aditya.
“Boleh, mau ngomong apa?” tanya balik Aditya
“Jangan disini, aku nggak enak. Bagaimana kalau di taman depan saja?” pinta Clara
“Emang kamu mau ngomong apa sih? Kenapa nggak disini saja?” ucap Aditya
“Ayolah kak” ucap Clara manja sambil memegang tangan Aditya
“Ya sudah” jawab Aditya meninggalkan orang tuanya yang sibuk melihat isi rumah
Di taman, Clara segera menarik perhatian Aditya agar bersimpati kepadanya.
“Kak, apa kak Aditya sudah tidak sayang lagi sama Clara?” tanya Clara
“Maksud kamu apa? Kak Aditya masih sayang kamu sebagai adik sepupu kok” balas Aditya
“Tapi kenapa aku merasa kak Aditya sekarang tidak seperti dulu yang selalu memprioritaskan aku?” tanya Clara
“Clara, dulu mungkin karena om Rudi yang meminta kak Adit untuk menjaga kamu. Sekarang kan kamu sudah besar, jadi kak Adit yakin kamu bisa menjaga diri sendiri” ucap Aditya
“Aku masih membutuhkan kak Adit kok” ucap Clara dengan memasang wajah sedih
__ADS_1
“Sudah ayok masuk, nanti kita dicariin lagi” ucap Aditya hendak berjalan meninggalkan Clara
Namun langkah Aditya dihentikan dengan Clara yang memegang tangan nya dan segera memeluk Aditya.
“Kak, aku kan belum selesai bicara” ucap Clara
“Kamu mau bicara apa lagi?” tanya Aditya
Tanpa disadari Clara sengaja mengajak Aditya berbicara tepat di depan kamar utama miliknya. Hanum yang sedari tadi menatap ke arah Clara dan Aditya merasa penasaran perbincangan apa yang terjadi antara mereka berdua. Terlebih Clara berani memeluknya.
“Kak, aku janji nggak akan gangguin kalian lagi, tapi ijinin aku kerja di perusahaan kak Aditya” pinta Clara
“Kalau itu bukan wewenang aku, coba kamu bicarakan dengan papa ku. Dia yang menawarkan pekerjaan kan kepadamu kemarin” jelas Aditya
Tanpa menunggu jawaban Clara, Aditya langsung pergi meninggalkannya. Sementara Clara puas membuat Hanum cemburu.
“Kak Aditya nggak bakalan jadi milikmu seratus persen. Akan aku pastikan itu” batin Clara menatap Hanum yang sedari tadi melihat mereka dari jendela kamarnya
“Oh jadi dia sengaja melakukan ini untuk membuatku cemburu” batin Hanum menatap balik ke arah Clara
Selama dua jam keluarga Aditya melihat-lihat rumah, mereka pun pamit pulang.
“Ya sudah Dit, kalau begitu papa, mama, dan om pulang dulu” ucap pak Deri
“Loh kenapa buru-buru?” tanya Aditya
“Iya pa disini dulu saja” pinta Hanum
“Kalian juga butuh istirahat kan capek setelah pindahan. Jadi papa nggak mau ganggu kalian” ucap pak Deri
“Iya benar kata papa mu. Yah rumah bakalan sepi deh” ucap bu Dena sedih
“Kan kita juga bisa kapan-kapan menginap di rumah sana ma” balas Aditya
“Iya, ya sudah kami pulang dulu ya” pamit pak Deri
“Kak, boleh Clara nginep sini? Clara pengen merasakan tinggal di rumah ini juga” ucap Clara kepada Aditya
“Nggak boleh, kamu nanti sore harus ikut papa pulang” balas pak Rudi
“Yah pa, sehari aja. Kita delay aja penerbangannya untuk besok. Ya pah ya” pinta Clara
“Clara, papa kamu sibuk. Jadi menurut kak Adit kamu harus ikut om pulang” balas Aditya
“Iya benar, kapan-kapan lagi saja kamu main kesini, nanti tante temenin” ucap Bu Dena
“Drama apa lagi yang akan dibuat” batin Hanum.
__ADS_1