Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Clara (godaan lagi)


__ADS_3

“Oh” balas Clara singkat


“Kak Adit, aku mau makan di restoran langganan kita dulu” pinta Clara memohon


“Di rumah pasti sudah masak, kita makan di rumah dulu saja, kasian kan orang rumah sudah masak, nanti ngga ke makan lagi” jelas Aditya


“Yah padahal aku pengen banget” balas Clara


“Kak Adit janji nanti akan membawamu ke sana” jelas Aditya


“Ya sudah deh kak” balas Clara


Mereka bertiga sudah sampai rumah, bu Dena mendengar suara mobil dan berjalan keluar rumah menyambut kedatangan mereka.


“Tanteeee” panggil Clara bahagia bertemu bu Dena dengan memeluknya


“Clara, kamu gimana kabarnya?” balas bu Dena menyambut pelukan Clara


“Baik. Tante gimana kabarnya?” tanya Clara


“Seperti yang kamu lihat. Alhamdulillah sehat” balas bu Dena


“Tante ini masih terlihat cantik seperti biasanya” puji Clara


“Iya dong, tantenya siapa dulu?” ucap Bu Dena


“Clara dong” balas Clara


Mereka berdua terlihat sangat akrab bahkan seperti anak dan ibu.


“Ya sudah, ayo masuk. Kita makan dulu” ajak Bu Dena memasuki rumah


“Iya tante” jawab Clara


“Loh, Clara ngga lihat om Deri dimana?” tanya Clara


“Om mu masih di kantor” jawab Bu Dena


Mereka semua menuju meja makan, namun Hanum pamit untuk ke kamarnya karena masih kenyang.


“Ma, Hanum ke kamar dulu ya” pamit Hanum


“Loh kamu ngga makan dulu Num?” tanya Bu Dena


“Hanum masih kenyang ma, tadi sebelum jemput Clara sudah makan” jawab Hanum


“Ya sudah kalau begitu, kamu pasti capek. Istirahat saja” balas Bu Dena


“Num, ini makanan yang sisa tadi mau diapakan?” tanya Aditya


“Oh iya lupa. Nanti kasih saja ke sopir mas biar dibawa pulang” pinta Hanum


Aditya hendak mengikuti Hanum ke kamar, karena masih kenyang juga.


“Loh Dit, kamu mau kemana?” tanya Bu Dena


“Adit masih kenyang juga ma, mau ke kamar dulu” jawab Aditya


“Kamu nih, kan ada Clara. Kalau ngga makan ya temani saja” pinta Bu Dena


“Iya nih, kak Adit, sekarang udah punya istri, aku nggak diperhatiin lagi” ucap Clara cemberut


“Mana ada, kakakmu ngga begitu kok, dia masih sayang sama kamu. Iya kan Dit?” ucap Bu Dena


“Iya ma” balas Aditya

__ADS_1


“Ya sudah ayok makan” pinta Bu Dena


“Siap tante” balas Clara


Clara lahap makan makanan di piringnya.


“Ini” ucap Bu Dena sambil menambah lauk di piring Clara


“Makasih tante, sumpah enak banget. Aku lama ngga makan makanan Indonesia, makanya lahap banget” ucap Clara


“Iya, makan yang banyak ya” pinta Bu Dena


Selesai makan, Bu Dena segera meminta Clara untuk beristirahat.


“Clara kamu pasti capek kan?” tanya Bu Dena


“Iya tante, masih jet lag nih” jawab Clara


“Bi, kamar nya sudah siap kan?” tanya Bu Dena


“Sudah nyonya” balas Bi Iyem


“Ya sudah, ayo Clara. Tante antar kamu ke kamar mu, istirahat dulu” ucap Bu Dena


“Baik tante” balas Clara.


...****************...


Aditya segera menyusul Hanum di kamarnya.


“Klek” suara pintu terbuka


Hanum fokus ke laptop nya.


“Aku kira kamu tidur Num?” tanya Aditya


“Ya sudah istirahat dong” pinta Aditya


“Ngga ah. Nanti malam saja” ucap Hanum


Aditya mengambil beberapa dokumen di ruang kerja nya dan membacanya di samping Hanum. Sudah ada dua jam mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


“Hhhmmm” ucap Hanum meregangkan badannya


“Kenapa capek?” tanya Aditya


“Iya” balas Hanum sambil menyandarkan kepalanya


“Mau aku pijit?” tanya Aditya


“Eh mas, boleh” ucap Hanum bersemangat menengok ke arah Aditya


Aditya memijat bagian leher Hanum dengan pelan.


“Kamu kalau capek mending istirahat saja, jangan dipaksa. Atau nanti aku akan panggilkan tukang pijit?” ucap Aditya


“Jangan mas, lagian juga enakan kok dipijit mas Aditya" balas Hanum


Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Clara langsung memasuki kamar.


“Kak Adit” ucap Clara memasuki kamar tanpa ijin


Hanum dan Aditya kaget melihat Clara yang masuk seenaknya.


“Clara” ucap Adit masih bengong

__ADS_1


“Cie romantis banget pakek dipijitin” ucap Clara dengan raut wajah tak enak


Hanum segera mengganti posisi duduknya agar tidak dipijit lagi sama Aditya.


“Kamu kalau masuk ketuk dulu dong” ucap Aditya


“Biasanya aku masuk kamar kak Adit juga tanpa pamit kok. Kenapa sekarang ga boleh ya?” ucap Clara dengan raut wajah sedih


“Kak Adit sekarang kan sudah menikah, jadi ini bukan kamar milik kak Adit saja.” Balas Aditya


“Hanum ngga ngebolehin?” tanya Clara menyudutkan Hanum


“Eh, ngga kok. Udah mas ngga usah dimasalahin” ucap Hanum merasa tidak enak


“Karena kata Hanum ngga papa, jadi kak Adit ngga boleh marah” ucap Clara dengan wajah senang


Clara mengambil posisi duduk ditengah-tengah mereka. Mengetahui itu, Hanum segera bergeser dari tempat duduknya.


“Num, dulu aku sering lihat kak Aditya topless lo. Apalagi kalau olahraga pagi-pagi” ucap Clara mencoba memancing emosi Hanum


“Oh!” balas Hanum bingung menjawab


“Aku juga sering kok tidur di kamar kak Aditya” ucap Clara kembali memancing reaksi Hanum


“Kalian akrab banget ya” balas Hanum


“Iya lah, bahkan orang yang tidak tahu silsilah keluarga kita pasti menyangka kalau aku sama kak Adit terlihat seperti pasangan” jelas Clara


“Oh begitu!” ucap Hanum menanggapi


“Sudah-sudah, kamu kembali ke kamar mu sana” pinta Aditya


“Kenapa sih? Aku kan kesini untuk bermain sama kak Adit, sekarang malah mengusirku” ucap Clara memasang raut muka sedih


“Kamu ngga capek? Kan habis perjalanan jauh” ucap Aditya


“Ngga kok, kalau liat wajah Kak Aditya capek ku hilang seketika” balas Clara


Hanum segera berdiri dan merasa cemburu dengan kata-kata yang didengarnya.


“Aku mau mandi dulu ya” pamit Hanum menuju ke kamar mandi


“Eh Num” balas Aditya belum menyelesaikan kata-katanya karena Hanum sudah masuk kamar mandi


Di dalam kamar mandi Hanum berbicara pada dirinya sendiri.


“Num, kamu sudah dewasa masak mau cemburu? Ah lupakan lupakan” ucap Hanum menepuk nepuk kedua pipinya


Selesai mandi, Hanum lupa membawa baju ganti nya. Ia pun memutuskan untuk minta tolong ke suaminya.


“Mas” panggil Hanum dari kamar mandi


“Mas” panggilnya lagi karena tidak ada respon


“Mas Aditya mana sih?” ucap pelan


Ia pun membuka sedikit pintu kamar mandinya.


“Pantesan dari tadi ngga denger ternyata mereka sedang seru bercanda” batin Hanum melihat Aditya dan Clara


“Mas” panggil Hanum


“Kenapa?” tanya Aditya menengok ke arah Hanum


“Tolong ambilkan jubah mandiku di lemari” pinta Hanum

__ADS_1


“Udah kak aku saja” ucap Clara menghentikan Aditya.


__ADS_2