
“Kan aku kesini dia belum bangun.” Jawab Hanum
“Nak kamu sekarang adalah seorang istri. Kemana pun kamu pergi, kamu harus ijin ke suami mu. Ibu yakin Aditya pasti khawatir mencarimu” jelas Bu Rita
“Ah ngga Bu. Aditya sekarang lagi sibuk, jadi dia tidak akan mencari Hanum” jawab Hanum
“Jangan begitu nak.” Ucap Bu Rita
“Hanum mau nginep disini selama 2 hari mumpung hari Sabtu dan Minggu. Jadi bisa kumpul seperti dulu lagi. Hanum rindu momen itu” pinta Hanum
“Boleh, asal Aditya mengijinkan. Ibu yakin kalau dia akan mengijinkan mu asal kamu bisa bicara baik-baik padanya.” Terang Bu Rita
Suara pintu di buka. Hanum dan Bu Rita melihat Kelen dari balik pintu.
“Kak di depan ada Kak Aditya. Ayah bilang kakak suruh turun untuk menemui Kak Aditya” ucap Kelen
“Bu, bilang aja Hanum ketiduran ya” pinta Hanum
“Ngga Hanum kamu harus menemui Aditya. Ibu ngga mau bohong” Bu Rita menolak
“Ayolah Bu.. ya.. ya!” Hanum merengek
“Kamu ada apa sama Aditya. Ada masalah? Bisa diselesaikan baik- baik nak”
“Ngga ada apa- apa Bu” balas Hanum
“Ya sudah temui kalau memang tidak ada apa- apa” pinta Bu Rita
Hanum tidak mau membebankan masalah sepele ini kepada orang tuanya. Dia takut mereka akan khawatir.
Hanum dan Bu Rita pun turun ke bawah. Mereka langsung menghampiri Ayah dan Aditya yang sedang mengobrol.
“Hanum, kamu kalau kesini kenapa tidak ajak Aditya. Itu dicariin” Tanya Pak Rendra
“Iya yah, tadi mas Aditya masih tidur” jawab Hanum
Hanum pun mengambil posisi duduk disebelah ayahnya.
“Ngga papa yah mungkin Hanum merasa ngga enak buat bangunin Adit” ucap Aditya
“Ya kalau begitu lain kali tunggu sampai Aditya bangun, baru bisa kesini” jelas Ayah
“Iya yah” balas Hanum.
Setelah selesai mengobrol Hanum ijin untuk istirahat di kamarnya. Pak Rendra pun mempersilahkan Aditya istirahat di kamar Hanum. Aditya berjalan di belakang Hanum. Ketika sampai di dalam kamar, Hanum tetap diam saja.
“Num, kamu pergi kenapa tanpa ijin dari ku?” tanya Aditya
“Ngga papa aku cuma kangen rumah saja” jawab Hanum
“Aku kan sudah pernah bilang kemanapun kamu pergi, aku harus tau. Hp mu juga tidak aktif dihubungi” ucap Aditya
“Hhhmmm... “Hanum berdeham seolah malas menjawab pertanyaan Aditya
__ADS_1
Aditya percaya kalau Hanum mungkin memang rindu pulang ke rumah orang tuanya.
Di dalam kamar Aditya melihat-lihat barang yang ada di kamar Hanum termasuk foto masa kecil Hanum. Namun Hanum, hanya menjawab seadanya.
“Lucu sekali” ucap Aditya pelan melihat foto masa kecil Hanum
Aditya duduk di tepi ranjang mendekati Hanum. Hari ini sebenarnya dia berniat untuk mengajak Hanum jalan- jalan ke luar.
“Num, kita keluar jalan- jalan yuk!” Ajak Aditya
“Ngga ah aku males keluar” balas Hanum
“Dulu kamu bilang kamu suka pemandangan pantai dekat hotel. Bagaimana kalau kita kesana?” tanya Aditya
“Ngga ah. Jauh” jawab Hanum singkat
“Kamu lagi menstruasi ya? Hari ini beda banget” tanya Aditya
“Ngga” jawab Hanum
Menurut Aditya, hari ini Hanum aneh sekali. Ia memang cuek tapi pasti menurut. Tindakan nya hari ini seperti memberontak.
“Aku ada salah ya?” tanya Aditya
“Entah” ucap Hanum
“Kamu kalau ada yang salah ngomong” ucap Aditya
Namun, Hanum hanya terdiam.
...****************...
“Hanum mana yah?” tanya Aditya
“Dia pergi berbelanja dengan Ibu di supermarket” jawab Pak Rendra
“Sudah dari tadi yah?” tanya Aditya lagi
“Sekitar 30 menit yang lalu berangkat. Sini kamu duduk dulu nge teh. Tadi Hanum sudah menyiapkan teh untuk kamu sebelum berangkat” jawab ayah
“Oh iya yah.” Sambil duduk
“Adit, ayah harap kamu bisa menjadi laki- laki yang bisa pengertian ke Hanum. Ayah tidak perlu meminta lain nya karena yakin kamu sudah memiliki kriteria lainnya baik, tanggung jawab, dan dapat diandalkan. Kamu tau kan Hanum anak yang keras kepala dan masih muda. Jadi beritahu dia mana yang benar dan salah dengan caramu.” Minta ayah
“Iya yah Aditya mengerti” balas Aditya
Ayah tersenyum puas mendengar jawaban Aditya.
“Bagaimana kabar papa dan mama mu?” tanya Pak Rendra
“Baik om, sekarang papa dan mama lagi ada di Yogyakarta, ke rumah nenek” jawab Aditya
“Oh. Kapan pulangnya?” tanya ayah
__ADS_1
“Tadi pagi papa nelfon sih katanya 2 hari lagi akan kembali” kata Aditya
...****************...
“Assalamualaikum” ucap Bu Rita dan Hanum memasuki pintu
“Walaikumsalam” jawab Pak Rendra dan Aditya bersamaan
Ibu dan Hanum langsung memasuki rumah dan menuju dapur untuk menata belanjaan. Setelah selesai, Hanum membantu Ibu nya menyiapkan makan malam.
“Hanum, sana panggil ayah mu sama Aditya untuk makan malam” perintah Ibu
“Baik Bu” balas Hanum
Hanum menghampiri Ayahnya dan Aditya di ruang keluarga.
“Yah, mas ayok makan” ucap Hanum
“Iya” jawab mereka bersamaan mengikuti langkah Hanum
Setelah selesai makan, Hanum kembali ke kamarnya. Aditya mengikuti di belakang.
“Ayo kita pulang” ucap Aditya
“Aku mau tidur disini saja malam ini” balas Hanum
“Hanum, mas mau tanya serius. Ada apa dengan kamu hari ini?” tanya ulang Aditya
“Ngga ada apa- apa mas!” ucap Hanum
“Aku tidak bisa kalau menerka- nerka kesalahan ku. Kamu bilang saja, nanti akan kuperbaiki” ucap Aditya
Hanum hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Aditya.
“Hari ini kamu bilang tidak ingin keluar. Tapi buktinya kamu bisa keluar sama Ibu” ucap Aditya
“Kenapa? Ngga boleh kalau aku keluar sama Ibu ku” ucap Hanum dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya
“Bukan itu maksudku Num. Kamu selalu menolak ku, tidak biasanya kamu seperti ini” ucap Aditya
“Aku capek mas, udah kamu pulang saja” pinta Hanum
“Ngga, aku tidak akan pulang sebelum kamu menjelaskan dimana letak kesalahan ku. Aku juga tidak suka jika kamu menolak terus” ucap Aditya
“Oke. Akan aku jelaskan. Kamu menuntutku untuk tidak melakukan perselingkungan. Nyatanya kamu sendiri yang mengingkari?” jelas Hanum
“Aku selingkuh? Kapan? Jangan sembarangan kamu” balas Aditya tidak terima
“Terus kenapa kemarin Diara mengirim teks mengetahui keberadaan mu di luar kota. Bagaimana dia bisa tau?” ucap Hanum
“Kamu salah paham Num. Aku juga tidak tau siapa yang memberitahu nya. Mungkin dia tau dari temanku lainnya” jelas Aditya
“Udah lah mas terserah.” Jawab Hanum mengakhiri
__ADS_1
“Kamu punya bukti kalau aku selingkuh? Ha! Kamu marah dengan alasan yang tidak jelas Num” ucap Aditya