Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Tas dari Aditya


__ADS_3

“Jangan, ini buat Hanum. Kamu pilih yang lain saja. Lebih mahal juga tidak apa-apa” pinta Aditya meraih tas karena melihat Hanum suka dengan tas nya


“Ih aku sebenernya meskipun mahal juga bisa beli sendiri, tapi karena itu pilihan kak Aditya jadi harus aku yang punya” batin Clara


“Kan Hanum nggak mau kak” ucap Clara


“Tapi kak Aditya maunya Hanum yang pakek ini” balas Aditya


“Mas, ikut aku” pinta Hanum membawa Aditya ke tempat lain agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh Clara dan pegawai store


“Kenapa sih Num?” tanya Aditya


“Itu harganya mahal banget, udah aku beli saja tas lainnya, atau online saja banyak yang murah kok” ucap Hanum


“Kamu kenapa sih nggak mau. Aku tuh pengen ngebahagian kamu. Lagian kenapa selalu mikirin harga? Kamu itu menikah dengan orang kaya, jadi jangan takut aku jatuh miskin hanya karena membelikanmu tas” ucap Aditya meninggalkan Hanum dan menuju ke kasir store tersebut


“Eh tapi mas...” ucap Hanum belum menyelesaikan bicaranya


“Mbak, saya jadi ambil yang itu ya” ucap Aditya dengan mengulurkan kartu kreditnya


“Baik pak” balas pegawai store


“Kamu jadi ambil yang mana Clara?” tanya Aditya


“Aku lihat nggak ada yang bagus kak. Gimana kalau ke store yang lain” ucap Clara iri melihat Aditya membelikan tas yang disukainya ke Hanum


“Oh ya sudah kita ke store lainnya saja” balas Aditya


Sudah ada 4 store tas bermerek yang didatangi, namun Clara belum mendapatkan tas yang cocok untuknya. Ia sengaja melakukan itu untuk mengerjai Hanum yang sedang hamil.


Aditya melihat istrinya kecapekan berjalan, apalagi dalam kondisi masih lemah.


“Clara belum ada yang kamu inginkan?” tanya Aditya


“Belum kak, nggak ada yang bagus. Gimana kalau kita ke store lainnya” pinta Clara memohon


“Hanum sudah capek, kak Adit tunggu di restoran bawah saja ya” ucap Aditya


“Yah nanti kalau Clara mau minta saran bagus yang mana, gimana? Nggak ada yang bantu pilihin” ucap Clara


“Kamu bisa beli dua kalau bingung memilih” jawab Aditya


“Kak Adit nggak peka banget sih, aku kan mintanya di temenin” batin Clara


“Satu store lagi saja ya kak” pinta Clara


Aditya melihat Hanum yang capek namun tidak berani bicara kepadanya. Mengetahui itu, Clara segera mendekati Hanum.


“Num, temenin ya” ucap Clara meraih tangan Hanum


“Eh... iiyyaaa deh” balas Hanum sungkan menolak


“Yeee, ayok kak” ucap Clara

__ADS_1


“Kamu nggak papa Num? Kalau capek jangan dipaksain” ucap Aditya


“Nggak papa mas, lagian kasihan Clara kalau belum dapet, aku saja sudah beli” balas Hanum


Mendatangi store lainnya, Clara tetap tidak menemukan tas pilihannya.


“Kak disini juga nggak ada yang aku suka” ucap Clara


“Clara, kamu gimana sih? Sudah lima toko tapi belum ada yang disuka. Kita capek nih nemenin kamu” ucap Aditya


“Ya udah ini terakhir kita balik saja ke toko pertama, kayaknya ada tas yang bagus deh disana” pinta Clara


“Kamu kembali sendiri saja, biar kak Adit tunggu di bawah dengan Hanum” balas Aditya


“Yah kak, ditemenin dong” pinta Clara lagi


“Kamu tau nggak kalau Hanum habis sakit dan dalam kondisi hamil, nanti kalau ada apa-apanya kamu mau tanggung jawab?” ucap Aditya


“Sudah. Ini pakek kartu kredit kak Adit. Kita tunggu di bawah, terserah kamu mau beli apa saja” ucap Aditya mengulurkan kartu kreditnya


“Ih kak Adit” ucap Clara mengambil kartu dan beranjak meninggalkan mereka.


...****************...


Aditya dan Hanum pun turun ke bawah.


“Mas, aku mau makan ayam gorengnya M*D deh” ucap Hanum


“Oh ya sudah ayo kita kesana” ucap Aditya


“Enak banget” ucap Hanum


“Nanti aku pesankan kalau kamu mau lagi” ucap Aditya


Hanum melihat dua anak kecil yang asyik bermain di depannya dengan makan es krim.


“Mas” panggil Hanum


“Kenapa?” tanya Aditya


“Aku mau es krim deh” ucap Hanum memandang dua anak di depannya


“Hanum Hanum... kamu ini” ucap Aditya dengan tersenyum dan beranjak dari duduknya


“Tunggu sebentar biar aku pesankan” pinta Aditya kepada Hanum


“Iya” balas Hanum dengan menganggukkan kepalanya


Hanya menunggu lima menit saja, es krim yang dipinta Hanum sudah ada ditangan Aditya.


“Nih” ucap Aditya memberikan es krim


“Makasih suamiku” jawab Hanum dengan tersenyum

__ADS_1


Dari kejauhan Clara melihat Hanum dan Aditya yang asyik bercanda dan tertawa tanpa dirinya.


“Kak” panggil Clara dengan wajah yang tidak enak


“Iya” ucap Aditya sambil melihat ke arah datangnya suara


“Sudah selesai?” tanya Aditya


“Sudah. Aku nggak jadi beli” jawab Clara sewot dengan mengembalikan kartu kredit Aditya.


Aditya mengerti kalau Clara sedang marah.


“Loh kenapa?” tanya Aditya


“Lagi males” balas Clara


“Tadi katanya kakak kan mau nemenin, eh ternyata ditinggal sendiri” balas Clara


“Kamu mau makan disini sekalian?” tanya Aditya mengalihkan fokus pembicaraan mereka


“Nggak usah. Lagian aku nggak makan makanan murah seperti ini” balas Clara


Hanum menatap Aditya mendengar perkataan Clara, seolah memberikan kode untuk tidak melanjutkan pembicaraan.


“Ya sudah kita pulang saja kalau begitu” ucap Aditya


Clara hanya diam, tanpa berkata sepatah katapun.


“Clara, kak Adit transfer uangnya ke rekening kamu” ucap Aditya di dalam mobil


“Nggak usah” balas Clara


“Kenapa? Kan kakak sudah janji akan membelikan kado wisuda untukmu” ucap Aditya


“Kalau kak Aditya peduli sama Clara. Beri waktu buat Clara dong, kan kita juga lama tidak bertemu. Clara dicuekin terus” ucap Clara dengan wajah cemberut


“Iya maaf. Tapi kak Adit sudah tidak ada waktu lagi untuk mengantarkan mu, jadi nanti biar kak Adit transfer saja, terserah kamu mau beli apa” jelas Aditya


Hanum hanya diam, tidak mau terlibat perseteruan antar sepupu tersebut.


“Ini kak Adit antar kamu pulang ya, soalnya kak Adit mau ke suatu tempat sama Hanum” ucap Aditya


“Lah kenapa aku nggak diajak sekalian sih? Kalian nggak nyaman kalau aku ikut?” ucap Clara


“Bukan begitu. Kak Adit nanti bisa sampai malam disana” balas Aditya


“Kalau begitu turunkan aku disini saja, aku bisa pulang sendiri” ucap Clara


“Ya udah kalau begitu, terimakasih ya sudah pengertian sama kak Adit” balas Aditya


“Ih kok malah begitu sih responnya, harusnya kan melarangku dan mengantarkan ku pulang” batin Clara


Aditya segera menurunkan Clara dan meninggalkannya menuju rumah yang akan ditempati Hanum dan Aditya.

__ADS_1


“Mas, kamu kok tega sih nurunin Clara di jalanan seperti itu? Nanti kalau ada apa-apa bagaimana?” tanya Hanum di dalam mobil.


__ADS_2