
“Kamu awasi saja dia, jangan sampai pergi, aku akan segera kesana” pinta Aditya
“Oke” jawab temannya
Aditya segera meluncur ke tempat dimana Clara berada.
Sesampainya di lokasi, ia segera masuk, dan mencari keberadaan Clara.
“Wow, itu bukannya Aditya ya? Dia kan pewaris grup Cakrawala Putra” ucap beberapa gadis berbisik menatap Aditya
“Ganteng sekali” puji beberapa gadis
Aditya mengabaikan gadis-gadis tersebut dan melalui mereka. Aditya melihat Clara yang sudah mabuk duduk di meja bar tepat di depan waiters meracik minuman.
“Clara” panggil Aditya
Clara menoleh ke arah Aditya.
“Hah, kak Aditya, halo kak!” ucap Clara mabuk
“Kenapa bayangan mu saja bisa sampai kesini. Sadar sadar Clara, dia tidak mungkin mencarimu” ucap Clara sendiri
“Ayok pulang” ajak Aditya
“Eh bayangan kak Adit bisa berbicara. Aku pasti sangat mabuk” ucap Clara belum sadar atas keberadaan Aditya
Aditya memberikan kode kepada kedua pengawalnya untuk membawa Clara ke mobil.
“Eh apa-apaan ini? Kalian mau apakan aku?” ucap Clara mencoba melepaskan diri
Aditya segera menghampiri temannya.
“Makasih ya bantuannya. Lain kali akan aku traktir kalian makan” ucap Aditya
“Siap bos” ucap salah satu temannya
“Sekarang aku balik dulu ya, aku harus mengurusnya” pamit Aditya
“Iya, hati-hati. Kalau ada apa-apa hubungi kita saja” pinta temannya
“Siap” balas Aditya menepuk bahu temannya
Aditya segera keluar dari bar tersebut dan menuju mobil.
“Lepaskan lepaskan!! Kalian siapa? Berani sekali berbuat seperti ini kepadaku. Apa kalian tidak tau kalau aku keponakan pemilik perusahaan terbesar di kota ini” ucap Clara melawan pengawal Aditya
Kedua pengawal hanya diam saja dengan manghalangi Clara yang hendak keluar dari mobil.
Aditya segera masuk mobil dan duduk di sebelah Clara.
“Clara” ucap Aditya dengan nada tinggi
“Kak Adit!” ucap Clara sedikit sadar
“Kamu tau nggak kalau sudah membuat khawatir orang satu rumah?” tanya Aditya masih dengan nada tinggi
“Huaaaa... kak Adit kenapa membentak Clara” ucap Clara menangis
Aditya menghela nafas, mencoba mengontrol emosi nya.
“Ayo kita pulang” ucap Aditya
__ADS_1
“Jalan” lanjutnya memberikan instruksi kepada pengawal untuk mengemudikan mobilnya.
Selama perjalanan pulang Clara terus menangis, sementara Aditya menyangga kepala dengan tangannya seolah pusing dengan kelakukan Clara.
...****************...
Sampai di rumah Clara segera masuk ke rumah duluan. Aditya menyusul di belakangnya.
“Kalian pulang saja, nanti bonus kalian akan aku tambahkan di gajian bulan depan” ucap Aditya kepada pengawalnya
“Baik pak” balas kedua pengawalnya
Bu Dena dan pak Deri yang menunggu dari tadi di ruang tamu lega melihat Clara pulang.
“Clara” panggil bu Dena
“Tanteee....” ucap Clara memeluk bu Dena
“Kamu kenapa sih? Kenapa baru pulang, kami semua mengkhawatirkanmu” ucap bu Dena membalas pelukan Clara
“Kak Adit, tante. Dia membentak dan kasar sama Clara” ucap Clara
“Itu karena kakak mu takut terjadi apa-apa dengan mu” ucap bu Dena
“Tapi....” ucap Clara belum menyelesaikan bicaranya
“Sudah Clara, om harap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Sana kamu kembali ke kamarmu” pinta pak Deri mengakhiri drama yang dibuat Clara
“Iya om” ucap Clara berhenti menangis dan menuju ke kamarnya
“Mama khawatir deh, kenapa Clara jadi seperti ini? Tidak seperti biasa” ucap Bu Dena
“Mungkin lebih baik kita pulangkan dia ke rumahnya” pinta Aditya
“Ya sudah kalau begitu, Adit ke kamar dulu ya ma pa” ijin Aditya
“Iya kamu istirahat sana” pinta pak Deri
Aditya segera menuju kamarnya.
“Klek” suara pintu terbuka
Ia melihat Hanum sudah tidur pulas. Lantas segera membersihkan diri dan menyusul Hanum untuk tidur.
...****************...
Keesokan harinya, keluarga pak Deri sarapan bersama.
“Clara, om sudah hubungi papa kamu dan menceritakan kejadian semalam. Papa kamu masih di luar kota, dan dia akan menjemputmu lusa” ucap pak Deri
“Om, kenapa Clara dipulangin? Apa gara-gara kejadian semalam?” tanya Clara dengan wajah memelas
“Om kecewa sama sikap kamu kemarin, jadi ini adalah yang terbaik” pinta pak Deri
“Tapi kata om Deri, Clara boleh bekerja di perusahaan milik om?” tanya Clara
“Kamu lebih baik menenangkan diri dulu pulang ke rumah, nanti biar om carikan posisi yang bisa kamu isi di kantor” ucap pak Deri
“Ya sudah kalau begitu Clara tunggu disini saja. Please, jangan dipulangin om” pinta Clara
Pak Deri pun memberikan isyarat ke istrinya untuk memberi pengertian ke Clara.
__ADS_1
“Clara, kamu kan sudah lama tidak pulang ke Indonesia, orang tua mu pasti merindukanmu. Jadi lebih baik kamu pulang dulu. Nanti kamu boleh kapan saja mau main kesini” jelas bu Dena memberikan pengertian
“Benar-benar bahkan satu keluarga juga sudah membenciku, bagaimana aku bisa mendekati kak Aditya kalau aku pulang. Sial” batin Clara
“Om, Clara janji nggak bakal melakukan hal seperti kemarin, jadi beri Clara kesempatan ya” pinta Clara
“Begini saja, lusa papa mu akan kesini kalau dia memperbolehkan kamu untuk tinggal disini. Om juga akan mengijinkan mu” ucap pak Deri
“Makasih om” ucap Clara senang
“Aku harus meyakinkan papa untuk tinggal disini, sudah sejauh ini tindakan ku, aku tidak akan mundur dan menyerah atas kak Aditya” batin Clara.
...****************...
Aditya hari ini mengantarkan Hanum ke kampus untuk mengurus sidangnya minggu depan.
“Selesaikan administrasi mu hari ini, karena kita akan pindah ke rumah baru besok” pinta Aditya di dalam mobil
“Iya mas” balas Hanum
Selesai mengantarkan Hanum Aditya langsung ke kantor karena ada meeting dadakan dengan klien. Ia mengemudikan mobilnya menuju ke kantornya.
“Selamat pagi pak!” ucap Lutfi menyapa Aditya
“Pagi” balas Aditya
Aditya memeriksa beberapa dokumen dan menandatanganinya.
“Lutfi, masuk ke ruangan saya” pinta Aditya melalui sambungan telepon
“Baik pak” jawab Lutfi
“Tok tok tok” suara ketukan pintu
“Masuk” ucap Aditya mempersilahkan
“Pak Aditya ada apa?” tanya Lutfi berdiri di meja kerja Aditya
“Kemarin saya dengar Cakra Utama milik pak Dipta mengalami krisis?” tanya Aditya
“Iya pak, beberapa petinggi terlibat korupsi” jelas Lutfi
“Ini akan mempengaruhi kontrak kita, jadi jika ada sesuatu yang aneh segera laporkan ke saya” pinta Aditya
“Baik pak” balas Lutfi
“Saya juga minta carikan data pak Bagus dan laporkan ke saya, dia mungkin mendapatkan uang suap dari pak Dipta dalam kerjasama ini” pinta Aditya
“Baik pak” balas Lutfi
“Ya sudah kamu boleh keluar sekarang” pinta Aditya
“Baik pak, saya permisi dulu” pamit Lutfi dan berjalan keluar ruangan Aditya.
...****************...
“Ting” suara pesan masuk HP Aditya
Ia segera memeriksa HP nya.
“Dit, boleh aku minta tolong?” pesan dari Diara
__ADS_1
“Kenapa lagi dia?” batin Aditya
“Akhir-akhir ini banyak masalah” ucap Aditya dengan kepala yang disandarkan di kursinya.