
“Aku ke atas dulu ya Bu” pamit Hanum
“Iya” balas Bu Ratna
Selama berjalan menuju ke ruangan Aditya, Hanum juga disapa oleh beberapa karyawan disana.
Keluar dari lobi, Hanum langsung ke meja sekertaris Aditya.
“Siang” sapa Hanum
“Siang Bu” balas Lutfi salah satu sekertaris Aditya
“Pak wakil direktur ada?” tanya Hanum
“Pak Aditya masih rapat di ruang rapat Bu. Biar saya panggil” ucap Lutfi
“Oh ngga usah. Saya tunggu saja di ruangan nya” balas Hanum
“Baik Bu. Silahkan” mempersilahkan Hanum
Hanum memasuki ruangan Aditya dan duduk di sofa. Lima menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar. Lutfi sedang membawakan secangkir teh untuk Hanum.
“Mari Bu, teh nya” ucap Lutfi dengan sopan
“Iya makasih. Eh kamu bisa panggil aku Hanum saja” Balas Hanum
“Tapi Bu Hanum sekarang sudah menjadi istri dari Pak Aditya. Jadi panggilan tersebut sebagai bentuan penghormatan kita ke Bu Hanum” jelas Lutfi
“Yaudah deh terserah saja mau dipanggil apa” ucap Hanum.
Beberapa saat kemudian Aditya masuk ke ruangannya. Dia mendapati Hanum sedang tertidur menunggu nya. Ia membiarkan Hanum tidur. Tidak lupa juga menyelimuti Hanum. Kemudian membuka bekal yang ada di depan nya. Makan siang hari ini lebih enak daripada makanan yang ia makan sebelum-sebelumnya.
Selesai memakan bekal yang dibawa Hanum. Aditya kemudian melanjutkan kerjanya.
“Hhmmm...” Hanum terbangun dari tidurnya
“Sudah bangun?” tanya Aditya
“Eh udah dateng?” tanya Hanum balik dengan membenahi posisi duduknya
“Iya, kamu tadi terlihat tidur dengan pulas jadi tidak ku bangunkan” ucap Aditya
“Oh, kamu udah makan?” tanya Hanum
“Sudah. Kamu belum makan kan? Makan dulu sana” ucap Aditya
“Oh. Ya ampun aku sudah tertidur hampir 2 jam” ucap Hanum sambil melihat jam di tangannya
“Kenapa kamu buru-buru? Ada janji?” tanya Aditya
“Ngga, cuman bagaimana aku bisa tertidur lelap di ruangan kerja mu. Biasanya aku gampang bangun ketika ada orang beraktifitas di sekitarku” ucap Hanum
“Yaudah cepat makan sana.” Minta Aditya
__ADS_1
“Iya” sambil membuka bekal di depan nya
Hanum menikmati makanan bekal itu yang menurutnya lebih enak dimakan di ruangan Aditya. Setelah selesai makan, Hanum langsung membersihkan nya.
“Yaudah aku pulang dulu ya!” ucap Hanum
“Kamu tidak ada kegiatan kan?” tanya Aditya
“Ngga sih, aku langsung pulang saja” jawab Hanum
“Yaudah kalau begitu bareng aku saja pulangnya, kan 3 jam lagi sudah waktu pulang kantor” minta Aditya
“Oh yaudah kalau begitu” jawab Hanum
“Kalau kamu bosan nonton saja.” Ucap Aditya sambil memberikan tablet nya ke Hanum
“Oke” jawab Hanum
Karena Hanum kira akan sangat lama jika menunggu dengan diam, maka ia memutuskan untuk melanjutkan menonton drama korea yang belum dia selesaikan.
Aditya memperhatikan Hanum yang sangat serius melihat tontonan di depan nya. Ia pun langsung bertanya.
“Serius amat” tanya Aditya
Namun Hanum tidak mendengarnya. Kemudian Aditya berdiri dari tempat duduk kerjanya dan menuju ke sofa tempat Hanum duduk.
“Hanum, kamu serius amat!” tanya Aditya
“Hhmm.. oh iya ini aku lagi nonton drama Korea yang kemarin belum aku selesaikan” ucap Hanum sambil tetap menatap layar tablet nya
“Ini tentang kehidupan rumah tangga, suaminya berselingkuh dengan wanita lain.” Ucap Hanum
“Oh” sambil melirik ke tablet dan ikut menonton dengan Hanum
“Eh kamu ngga kerja?” tanya Hanum
“Nanti saja. Aku mau coba lihat apa yang kamu tonton. Kamu suka nonton drama Korea?” tanya Aditya
“Hmm.. kamu tidak pernah nonton drama Korea sebelumnya?” tanya Hanum
“Belum pernah” jawab Aditya
“Oh kamu akan suka nanti dan ga bisa lepas” ucap Hanum
“Terus biasa kamu nonton film apa?” tanya Hanum
“Aku jarang nonton film. Kalaupun nonton pasti film Hollywood atau barat lainnya” jawab Aditya
“Hhmm” jawab Hanum
...****************...
Pulang kerja, Hanum dan Aditya pun pulang bersama. Aditya mengajak Hanum ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan. Ia rencana nya akan memasakkan Hanum makanan yang biasa dia makan saat di luar negeri.
__ADS_1
“Kita mampir ke supermarket dulu ya” ucap Aditya
“Mau ngapain? Nanti mama nyariin, aku belum pulang dari tadi siang” ucap Hanum
“Ngga papa, mama pasti ngerti kok. Kamu juga kan tadi pamitnya mau nganter makan siang ke aku. Mama pasti berpikir kalau kamu bersamaku. Jadi aman” ucap Aditya
“Yaudah deh” ucap Hanum
“Kamu suka makanan apa Num?” tanya Aditya
“Oh aku suka makanan Indonesia semua sih. Tapi aku tidak bisa makan ikan, kecuali dimasak dengan teknik presto, karena menurutku itu akan mengurangi bau amis pada ikan. Oh iya aku juga tidak makan ikan air tawar. Tapi aku bisa makan seafood lainnya seperti cumi, kepiting” Ucap Hanum
“Oh” Aditya sambil tersenyum karena ia pikir ia bisa lebih dekat dengan Hanum
“Kapan- kapan kita nonton yuk! Bagaimana kalau weekend ini?” tanya Aditya
“Boleh, aku juga lama tidak nonton” balas Hanum senang
...****************...
Sesampainya di supermarket Aditya mengambil beberapa sayuran, ikan dan daging. Ia juga menawari Hanum untuk mengambil apa yang dia suka.
“Kamu ambil camilan yang kamu suka saja” ucap Aditya
“Oke” jawab Hanum
Hanum mengambil beberapa snack dan es krim. Ia suka makan snack ber MSG, beda dengan Aditya yang mengambil semua bahan serba sehat seperti buah-buahan, roti gandum untuk camilannya.
“Kamu makan begini, ga takut?” tanya Aditya
“Kenapa? Enak kok. Ntar cobain saja” ucap Hanum
“Kamu bisa sakit kalau makan makanan seperti ini tidak sehat” kata Aditya
“Ah buktinya juga ngga apa-apa. Malah kamu nih jangan makan yang serba sehat. Jadi nanti kamu kalau kena kuman sedikit bisa langsung sakit” debat Hanum
“Ih di bilangin malah nyeramahin balik” ucap Aditya
Hanum kagum dengan Aditya yang terbiasa mandiri. Bahkan meskipun ia kaya dan seorang wakil direktur, tidak malu untuk belanja sendiri.
“Kalau begini terus aku bisa suka sama dia” batin Hanum sambil melihat Aditya yang memilih- milih buah
“Kenapa ganteng banget sih. Mandiri lagi. Paket lengkap” batin Hanum lagi
“Num, ayok!” ajak Aditya membubarkan lamunan nya
“Oh iya” jawab Hanum
Selesai belanja mereka langsung pulang. Hanum dan Aditya membersihkan diri dulu. Setelah itu Aditya turun duluan. Melihat Aditya tidak ada di kamar, Hanum langsung mencarinya dan melihatnya di dapur sedang masak dibantu dengan ART.
“Ada yang bisa aku bantu ngga?” ucap Hanum dari belakang Aditya
“Ngga usah, kamu tungguin saja di meja makan. Aku cepat kok masaknya” pinta Aditya
__ADS_1
“Aku bisa kok membantu” Hanum menawarkan bantuan lagi
“Sudah ngga usah” ucap Aditya.