
“Sudah ayo pulang” ucap pak Rudi menarik tangan Clara
“Ih papa. Clara ngga mau pulang” ucap Clara berusaha melepaskan genggaman ayahnya
Mereka pun pulang, yang tersisa hanya Hanum dan Aditya.
“Ah akhirnya, kita mau ngapain ya?” ucap Aditya menggoda Hanum
Namun Hanum malah mengabaikannya dan menuju ke kamar mereka.
“Kenapa lagi dia?” ucap Aditya pelan mengejar Hanum
Aditya pun menyusul dan melihat Hanum yang sudah berbaring di ranjang menghadap ke arah jendela.
“Kamu kenapa?” tanya Aditya sambil merebahkan diri di samping Hanum
“Nggak papa” balas Hanum
“Ah, akhirnya hanya ada kita berdua, tidak ada yang menganggu lagi” ucap Aditya
Hanum hanya terdiam, tidak menanggapi ucapan suaminya. Aditya pun merangkul Hanum dari belakang dan mencoba menggelitik pinggang Hanum.
“Aduh mas, geli” ucap Hanum mencoba melepaskan pinggangnya dari tangan Aditya
“Kamu capek ya?” tanya Aditya
“Iya” jawab Hanum
Aditya kemudian memijat lengan Hanum dari belakang.
“Udah ngga usah mas, aku malah geli” ucap Hanum
“Kamu mancing aku ya?” ucap Aditya menggoda Hanum
“Siapa ya mancing? Udah sana tidur” pinta Hanum
“Aku masih mau bermain dengan mu, masak tidak boleh” ucap Aditya
“Kamu jahil banget sih. Udah ah aku mau tidur” balas Hanum
“Ya sudah kamu tidur dulu, nanti malam akan aku buat kamu tidak tidur” ucap Aditya menggoda
“Apaan sih, aku ngga mau” jawab Hanum
“Nggak mau apa?” tanya Aditya
“Ya.... pokoknya nggak mau. Emang maksud kamu apa mas?” tanya Hanum
“Ih kamu berpikiran jorok, maksudku aku akan membuat mu tidak tidur untuk memijatku. Kamu pasti bayangin yang aneh-aneh ya?” ucap Aditya sambil meledek Hanum
Seketika pipi Hanum langsung memerah, malu dengan dirinya sendiri.
“Ah udahlah” ucap Hanum menutupi tubuhnya dengan selimut
“Ye, ya udah. Aku harus menjadi suami yang bisa diandalkan. Akan aku turuti permintaan mu” ucap Aditya menggoda istrinya
“Sudah lah mas, aku mau tidur” balas Hanum malu dibalik selimutnya.
...****************...
__ADS_1
Hanum dan Aditya tertidur hingga sore hari. Aditya bangun duluan dan segera keluar dari kamarnya untuk minum.
“Bi, aku minta tolong buatin kopi ya” pinta Aditya
“Baik tuan” balas bi Iyem
“Nanti tolong antarkan ke taman ya!” pinta Aditya
“Baik” balas bi Iyem
Aditya pun berjalan menuju ke taman rumah dan duduk kursi taman.
“Ah rumah ini sepi sekali, mungkin aku harus beradaptasi lagi. Biasanya kan tinggal bersama orang tua” batin Aditya
“Alangkah baiknya kalau rumah ini ramai karena ada anak-anak” ucap Aditya pelan
Aditya memandangi sekitar rumahnya dan dikejutkan oleh Hanum.
“Mas” ucap Hanum
“Eh kamu sudah bangun?” tanya Aditya
“Sudah, aku mencari mu, eh ternyata ada disini” balas Hanum
“Sini duduk” pinta Aditya sambil mempersilahkan Hanum duduk di sebelah nya
Hanum pun menuruti permintaan suaminya.
“Num, rumah ini akan menyenangkan kalau kita punya banyak anak” ucap Aditya
Hanum menatap Aditya, seolah mengerti maksudnya.
“Jangan bilang kamu suruh aku hamil lagi?” ucap Hanum
“Mas satu saja belum keluar, kamu mau minta lagi?” tanya Hanum balik
“Ya, kan nggak papa program hamil lagi selanjutnya” ucap Aditya
“Mas ngurus anak itu berat, nanti saja deh kita pikirkan lagi, kalau aku sudah melahirkan. Aku yakin kamu juga pasti akan stress mendengar tangisan bayi” balas Hanum
“Mungkin akan stress tapi aku sudah merasakan sepinya dirumah hanya dengan adikku saja. Ketika dia ke luar negeri, hanya ada aku di rumah rasanya kesepian banget, begitu juga dengan dia. Terlebih dulu orang tua kami sering berpergian ke luar kota” ucap Aditya
Mendengar ucapan Aditya, Hanum pun juga berpikir mungkin besok anaknya akan merasakan hal yang sama jika dia dan Aditya sibuk.
“Lagian apa salahnya jika punya anak banyak. Mas Aditya juga orang yang sangat bertanggung jawab” batin Hanum
Bi Iyem pun datang membawakan segelas kopi.
“Ini tuan kopinya” ucap bi Iyem menyodorkan segelas kopi
“Makasih bi” balas Aditya
“Non Hanum mau minum apa? Biar bibi buatkan” ucap bi Iyem
“Bi, buatkan dia teh ya” pinta Aditya
“Baik tuan” balas bi Iyem
Bi Iyem pun berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
...****************...
Hari ini Hanum memasak sesuatu dibantu dengan bi Iyem untuk makan malam. Ia membuatkan suaminya sop sayur dan ayam goreng serta sambal terasi. Setelah selesai menyiapkan makan malam, Hanum segera mencari Aditya untuk memanggilnya makan malam.
“Mas, ayok makan” ucap Hanum kepada Aditya
“Sebentar, aku selesaikan file ini dulu” balas Aditya fokus dengan laptop dan berkas di depannya
Hanum melihat Aditya yang sangat berbeda dengan kacamata yang dipakainya. Terlebih ketika suaminya sedang berfokus pada pekerjaannya, terlihat keren.
“Mas, apa kamu juga memakai kacamata seperti ini kalau di kantor?” tanya Hanum kepada Aditya
“Hhmmm” balas Aditya belum menanggapi Hanum
“Mas” ucap Hanum mencoba melepaskan kacamata Aditya
“Ada apa?” tanya Aditya
“Apa kamu juga memakai kacamata kalau di kantor?” tanya Hanum
“Ya terkadang aku memakainya jika dibutuhkan” balas Aditya
Hanum pun memakaikan kacamata Aditya lagi.
“Mas, aku minta kamu jangan pakai kacamata di depan wanita lain. Cukup aku saja yang bisa melihat mu memakai kacamata” pinta Hanum posesif
“Kenapa? Aku kan sudah jadi milikmu” balas Aditya sambil menarik tangan Hanum dan mendudukan di pangkuannya
Tatapan mereka terlalu dekat membuat sepasang suami istri tersebut terbuai. Aditya mengambil inisiatif mencium bibir Hanum.
“Sebentar” balas Hanum menahan ciuman Aditya
“Kamu belum jawab aku” lanjut Hanum
“Iya. Aku tidak akan memakai kacamata di depan wanita lain” balas Aditya
Aditya pun melancarkan aksinya, hingga ia berhasil ******* habis bibir Hanum. Ketika Aditya hendak meluncurkan aksinya turun mencium leher Hanum, namun aksinya dihentikan oleh Hanum.
“Mas, kita makan dulu, nanti sop nya dingin lagi” pinta Hanum turun dari pangkuan Aditya
Suaminya hanya tersenyum melihat Hanum dengan wajah yang kemerah-merahan. Hanum pun melangkah keluar kamar menuju ruang makan diikuti oleh Aditya.
Hanum mengambilkan sepiring nasi untuk Aditya, kali ini ia tidak malu lagi seperti sebelumnya di rumah orang tua Aditya.
“Makasih” ucap Aditya
“Ini non Hanum sendiri lo yang masak tuan” ucap bi Iyem menata beberapa lauk di meja
“Oh iya. Kamu yang masak Num?” tanya Aditya menatap ke Hanum
“Iya mas” jawab Hanum
Aditya memakan suapan pertama.
“Hhmmm sop nya lumayan enak” ucap Aditya
“Serius mas? Kalau ga enak bilang saja” ucap Hanum meminta Aditya jujur
“Enak kok” balas Aditya
__ADS_1
“Terus kalau ayam nya bagaimana?” tanya Hanum
“Hhmmm... e..enak kok” balas Aditya.