Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Berkunjung ke rumah ayah dan ibu.


__ADS_3

“Kenapa kamu memintaku untuk menemui mu kalau begitu? Jika memang pertemuan diadakan besok kamu bisa infokan langsung ke Lutfi. Terus pertemuan kita ini untuk apa?” tanya Aditya dengan sedikit emosi


“Pertemuan kita ini untuk perayaan kerjasama kita.” Jawab Diara puas


“Kamu jangan main-main dengan alasan kerjasama kita Diara.” Balas Aditya kesal


“Main-main bagaimana? Bukannya kita memang perlu perayaan. Semua kerjasama pasti ada perayaan bukan? Cuman kita merayakan nya di awal bukan di akhir” ucap Diara


“Kamu kemarin sudah mengganggu dan memintaku untuk segera menemuimu dengan alasan akan membahas beberapa dokumen kontrak tapi sekarang malah hanya main-main. Keterlaluan kamu.” Ucap Aditya tambah emosi


“Tenang Adit. Harusnya kamu bahagia kita bisa reuni lagi dengan kerjasama ini” ucap Diara


“Apa papa kamu tau kalau kamu memanfaatkan kerjasama ini untuk sengaja bertemu denganku?” tanya Aditya


Aditya langsung pergi meninggalkan Diara sendiri di restoran. Ia langsung pulang ke rumah.


...****************...


Sesampainya di rumah, Aditya langsung menuju ke kamarnya.


“Klek” suara pintu kamar terbuka


“Dari mana kamu mas?” tanya Hanum yang melihat Aditya memasuki kamar


“Hhmm.. ketemu klien” jawab Aditya mengambil posisi duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya mengadah ke atas


“Malam-malam begini?” tanya Hanum


“Iya, ini proyek besar jadi aku harus siaga kapan pun diminta” jawab Aditya


“Tadi aku telfon kamu kenapa tidak diangkat?” tanya Hanum


“Oh” jawab Aditya sambil mengeluarkan HP dari sakunya memeriksa layar


“Maaf, aku tadi sedang meeting jadi tidak bisa mengangkat telfon” jelas Aditya kepada Hanum


“Oh ya sudah ngga papa. Kamu sudah makan?” tanya Hanum


“Sudah tadi kami sekalian makan malam” jawab Aditya


Mendengar penjelasan Aditya, Hanum berinisiatif membuatkan minuman kepada Aditya. Ia turun ke bawah dan langsung membuatkan segelas lemon tea.


“Ini mas” ucap Hanum sambil menyodorkan segelas minuman


“Makasih” balas Aditya


“Maaf kan aku Num, aku sudah berbohong. Aku hanya tidak mau membuatmu khawatir, lagian ini juga cuma kerjasama. Aku cuman tidak mau kamu kepikiran kalau aku kerjasama dengan Diara” batin Aditya


Aditya merasa bersalah dengan Hanum, tapi ia bingung harus melakukan apa.


...****************...


Keesokan hari nya seperti biasa setelah sarapan bersama, Aditya berangkat kerja sedangkan Hanum mengunjungi kedua orang tuanya. Hanum berniat untuk memberikan oleh-oleh yang mereka beli dari Lombok.


“Num, aku harus berangkat pagi. Kamu tidak apa-apa kan berangkat sendiri ke rumah ibu dan ayah” tanya Aditya hendak berangkat kerja


“Iya ngga papa, mas. Sudah berangkat sana. Nanti kamu telat lagi” jawab Hanum


“Ya udah mas berangkat dulu ya” ucap Aditya sambil mencium kening Hanum


“Iya mas hati-hati” jawab Hanum.


Setelah Aditya berangkat, Hanum langsung bergegas ke kamarnya untuk mengganti baju bersiap ke rumah orang tuanya. Ia membawa satu kantong besar.

__ADS_1


“Aku pesen grab car aja, ngga mungkin kan naik motor kalau bawa barang sebesar ini” ucap Hanum berbicara sendiri.


Hanum pun turun dari kamarnya. Dibawah Bu Dena melihat Hanum membawa kantong besar.


“Biar diantar saja Num sama Pak Udin” ucap Bu Dena menawarkan


“Eh iya mah makasih” jawab Hanum.


...****************...


“Assalamualaikum” ucap Hanum memasuki rumah orang tuanya


“Walaikumsalam” jawab Pak Rendra dan Bu Rita serentak


“Ibu, Ayah” ucap Hanum sambil mencium punggung tangan orang tuanya


“Kamu sudah pulang nak? Bagaimana liburan nya?” tanya Bu Rita


“Menyenangkan Bu. Hanum juga naik kapal lo Bu selama 3 hari terus kapalnya bagus banget di dalam nya sudah ada semua fasilitas seperti kamar tidur, ruang karaoke, dan pemandangan nya juga bagus” jelas Hanum antusias mengingat liburannya


“Wah seru ya” ucap Pak Rendra


“Iya yah. Kemarin liburan yang paling berbeda bagi Hanum” jawab Hanum


“Ayah bilang apa! Kamu pasti akan bahagia kalau menikah dengan Aditya” ucap Pak Rendra


“Iya yah, ayah memang yang terbaik.” Balas Hanum


“Oh iya ini Hanum bawakan oleh-oleh buat ayah, Ibu, dan Kelen” lanjut Hanum sambil membuka kantong yang dibawa


“Wah makasih ya nak” jawab Bu Rita


“Kelen mana Bu?” tanya Hanum


“Drrtt... drrrtt... drrrtt” suara HP Hanum bergetar


Nama Anin tertera dalam layar HP Hanum. Ia pun langsung mengangkatnya.


“Halo, Nin” ucap Hanum


“Num, kamu sudah pulang dari liburan?” tanya Anin


“Sudah dong!” jawab Hanum


“Kamu sekarang dimana?” tanya Anin lagi


“Aku lagi di rumah ayah dan ibu” jawab Hanum


“Oh ya udah aku ke sana ya” ucap Anin


“Iya, kesini saja” jawab Hanum.


...****************...


“Assalamualaikum” ucap seseorang


Hanum mendengar suara yang tak asing tersebut dan bergegas keluar menyambut.


“Walaikumsalam” jawab Hanum


“Aniiiiinnnn” ucap Hanum sambil memeluk Anin


“Haannuuummmm” balas Anin membalas pelukan Hanum

__ADS_1


“Yuk masuk yuk” pinta Hanum


“Iya” jawab Anin


Di ruang keluarga ada Pak Rendra dan Bu Rita yang masih menata oleh-oleh dari Hanum


“Bu, Yah Anin datang” ucap Hanum kepada orang tuanya


“Om tante” ucap Anin sambil mencium punggung tangan orang tua Hanum


“Wah Anin, sini duduk sini” ucap Bu Rita


“Bagaimana om tante kabarnya?” tanya Anin


“Alhamdulillah baik. Kamu gimana?” tanya Pak Rendra ke Anin


“Alhamdulillah baik juga om” jawab Anin


“Orang tuamu bagaimana baik juga kan?” tanya Bu Rita


“Alhamdulillah sehat tante” jawab Anin


“Num, kamu buatkan minuman untuk Anin sana” pinta Bu Rita


“Iya Bu” jawab Hanum


“Ayok Nin, kita sekalian ke atas saja” pinta Hanum ke Anin.


Anin menuruti Hanum dan berjalan di belakangnya.


“Kamu langsung naik ke atas saja. Aku mau buatkan minuman dulu” pinta Hanum


“Ngga deh bareng aja” ucap Anin


“Ya udah kalau gitu” jawab Hanum


Sementara Hanum sibuk membuatkan dua es jeruk dan menyajikan beberapa camilan di dapur.


“Gimana num liburan nya?” tanya Anin


“Menyenangkan seru juga” jawab Hanum


“Sepertinya sudah mencair nih. Cerita dong” ucap Anin menggoda


“Iya kemarin pas liburan hari pertama kan kamu tau sendiri aku sama mas Aditya berantem, tapi hari berikutnya kita berbaikan kok” jelas Hanum


“Bagaimana bisa?” tanya Anin penasaran


“Ngikutin saran kamu lah” jawab Hanum


“Gimana-gimana?” tanya Anin antusias


“Ntar dulu ceritanya di kamar aja. Nanti kalau disini didengerin ayah sama ibu lagi” jawab Hanum sambil membawa nampan.


“Oke” balas Anin


Mereka berdua berjalan keatas menuju kamar Hanum.


“Ini nin, diminum” ucap Hanum


“Iya, makasih ya. Ayo dong cerita. Penasaran nih aku” pinta Anin kepada Hanum


“Aduh aku malu. Kamu belum nikah jadi nanti pengen lagi” jawab Hanum menggoda.

__ADS_1


__ADS_2