Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Hati-hati Num


__ADS_3

“Kalau aku menantangnya begini bisa membuatnya mengulangi kejadian semalam. Ah aku capek, harus ke kampus lagi” batin Hanum


“Eh nggak kok mas, aku percaya kalau kamu kuat” ucap Hanum


Aditya puas mendengar ucapan Hanum lalu melepaskannya.


“Hah, untung saja di lepaskan” ucap Hanum


“Mending aku buatin dia kopi, daripada dia minta lainnya” lanjut Hanum


“Eh non, mau buat apa?” tanya bi Iyem


“Mau buatin mas Adit kopi bi” balas Hanum


“Biar saya saja non” ucap bi Iyem menawarkan


“Sudah nggak usah, bibi lanjutin masak saja” balas Hanum


Selesai membuatkan kopi, Hanum segera ke kamar untuk membawakan Aditya kopi yang diminta.


“Mas, ini kopinya” ucap Hanum masuk ke dalam kamar


Tidak ada Aditya di dalam, ia sedang mandi.


“Aku taruh sini saja deh, dia juga lagi mandi” ucap Hanum


Ketika Hanum hendak pergi, Aditya memanggilnya dari celah kamar mandi.


“Num” ucap Aditya mengagetkan Hanum


“Eh, Ya Allah mas ngagetin aja” ucap Hanum


“Bantu aku membersihkan belakangku” pinta Aditya


“Hah? Masak gitu saja nggak bisa” ucap Hanum


“Cepetan” pinta Aditya


“Iya... iya” balas Hanum menuju kamar mandi


Hanum pun membantu membersihkan punggung Aditya di bath up.


“Sudah mas, aku keluar dulu ya” pamit Hanum


“Kamu mau kemana? Mandi bareng saja. Sini aku bersihkan juga punggung mu” ucap Aditya


“Eh nggak usah, aku bisa sendiri” balas Hanum


“Kemarin saja kamu liar, kenapa sekarang malu-malu” ucap Aditya


“Bukan begitu, aku mau bantu bi Iyem menyiapkan makanan di dapur” ucap Hanum mengelak


“Biar bi Iyem saja yang menyiapkan. Kamu sini temani aku mandi” pinta Aditya


“Kalau aku tidak menurutinya, nanti dia pasti akan memaksaku, lebih baik aku menurut saja” batin Hanum


“Iya mas, sebentar aku ambil jubah mandi ku dulu” ucap Hanum


Hanum pun mengambil jubah mandinya di laci yang terletak di dalam kamar mandinya.


“Sini masuk” pinta Aditya


“Iya mas” balas Hanum masuk ke dalam bath up bersama Aditya


Aditya begitu telaten membersihkan punggung Hanum.

__ADS_1


Selesai mandi mereka berdua keluar dari kamar mandi. Hanum malu dengan perlakuan Aditya yang menurutnya terlalu romantis.


Mereka berdua segera berganti baju dan menuju ruang makan.


“Eh non tuan saya tungguin nggak sarapan-sarapan” ucap Bi Iyem


“Ini sayurnya saya panasin dulu ya” tambah bi Iyem


“Ngga usah bi, ini saja” balas Hanum


“Semua gara-gara kamu mas” ucap Hanum berbisik


Aditya hanya tersenyum melihat Hanum yang malu-malu.


...****************...


Hari ini orang tua Hanum akan datang ke rumah baru mereka. Rencananya juga akan menginap bersama dengan adiknya Kelen. Hanum pun mempersiapkan makanan dan beberapa camilan untuk menyambut orang tuanya.


“Ibu sama ayah mau datang jam berapa Num?” tanya Aditya


“Kata ayah sih siang ini mas” balas Hanum


“Oh, biar mas telfon saja” ucap Aditya


“Iya mas” balas Hanum


Hanum senang Aditya begitu perhatian dengan keluarganya.


“Halo, Assalamualaikum” sapa Aditya di seberang telepon


“Iya, Walaikumsalam” jawab pak Rendra


“Kesini jam berapa yah? Apa mau Aditya jemput?” ucap Aditya menawarkan


“Nggak usah, lagian jauh juga. Ini ayah sudah bersiap-siap pergi kesana” balas pak Rendra


“Iya” jawab pak Rendra


Panggilan telepon berakhir.


“Gimana mas?” tanya Hanum


“Ayah sudah siap-siap kesini” balas Aditya


“Oh. Akhirnya. Aku juga sudah kangen sama mereka” ucap Hanum bahagia.


...****************...


“Assalamualaikum” ucap seseorang di depan pintu rumah


“Kayak suaranya ayah, mas. Iya itu pasti dia. Aku lihat dulu” ucap Hanum girang ke suaminya


“Hati-hati jangan buru-buru” ucap Aditya takut Hanum jatuh


“Walaikumsalam” jawab Hanum menuju ke ruang tamu


“Eh ayah, ibu, Kelen” ucap Hanum sedikit berlari ke arah mereka


“Num, hati-hati” ucap bu Rita


“Duk” suara kaki Hanum terbentur ke meja


Hanum pun terjatuh, dan membuat ia kesakitan di area perutnya.


“Aduh” ucap Hanum kesakitan

__ADS_1


Ayah dan Ibunya pun segera berlari ke arah Hanum diikuti Aditya yang melihat Hanum jatuh.


“Kamu ngga papa Num?” tanya Aditya khawatir


“Aduh mas, perutku sakit” balas Hanum


Aditya segera mengangkat tubuh Hanum dan meminta sopir mengantarkan mereka ke rumah sakit.


“Yah, Bu, Aditya antar dulu Hanum ke rumah sakit ya” pamit Aditya


“Ibu dan Ayah ikut ya” pinta bu Rita khawatir


“Iya” balas Aditya dengan menganggukan kepalanya


Mereka semua pun mengendarai mobil menuju rumah sakit.


“Aduh mas, kenapa perutku sakit” ucap Hanum


“Sabar ya, ini kita menuju rumah sakit” balas Aditya menenangkan Hanum


Sesampainya di rumah sakit Aditya segera meminta pelayanan yang paling bagus.


“Panggilkan dokter terbaik di rumah sakit ini” pinta Aditya


“Sebentar pak, biar diperiksa dokter dulu” ucap perawat kepada Aditya


Dokter segera memeriksa Hanum. Sementara Aditya terlihat cemas jika terjadi sesuatu ke Hanum.


“Anggota keluarganya mana?” tanya dokter


“Saya suaminya dok” balas Aditya


“Jadi pak, sudah saya periksa. Beruntung tidak terjadi apa-apa pada kandungannya. Tapi saya harap hal seperti ini tidak terulang lagi, karena akan membahayakan kandungannya” jelas dokter rumah sakit tersebut


“Alhamdulillah” ucap orang tua Hanum bersamaan


“Iya dok, terimakasih” balas Aditya


“Saya lihat tadi ada memar di bagian perutnya untung tidak mengenai kepala bayinya, jadi dalam beberapa hari ini istrinya harus istirahat” ucap dokter


“Baik dok, apa perlu di opname?” tanya Aditya


“Bisa di bawa pulang kok pak, tapi nanti lakukan pemeriksaan kandungan secara berkala ya. Agar bisa kita cek kondisi perkembangan bayinya” balas dokter


“Baik dok” balas Aditya


Mereka pun akhirnya pulang. Di dalam mobil Ibu dan ayah memberikan nasihat kepada Hanum.


“Num, lain kali kamu harus lebih hati-hati” pinta pak Rendra


“Iya, untungnya tidak terjadi apa-apa” tambah bu Rita


“Iya yah bu” balas Hanum


“Suami mu sampai panik seperti itu, untung Aditya sigap” ucap pak Rendra


Aditya kecewa dengan Hanum, ia hanya diam tanpa berkata apa-apa.


“Kenapa mas Aditya diam saja” batin Hanum


Ia hendak menanyai suaminya tapi masih ada orang tuanya, ia memutuskan untuk menanyai Aditya nanti setelah tiba di rumahnya.


Sesampainya di rumah, Aditya segera mengangkat badan Hanum dan membawanya masuk ke dalam kamar. Ia meletakkan Hanum di ranjang dan merebahkannya.


“Bu, yah, maaf ya,baru tiba langsung merepotkan ayah dan ibu” ucap Aditya meminta maaf

__ADS_1


“Iya ngga papa, ayah bersyukur tidak terjadi apa-apa. Kalau sampai terjadi sesuatu, kami pasti akan merasa bersalah, karena kami Hanum berlari dan hampir membahayakan janin nya” jelas pak Rendra


“Biar Aditya suruh bi Iyem membuatkan minuman dan menyiapkan makanan dulu buat ayah dan Ibu” ucap Aditya.


__ADS_2