Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Staycation


__ADS_3

“Iya sebentar, ini lagi ambilin bajumu” ucap Aditya berbohong dan masih menatap ke arah bercak merah tersebut


“Udah ambil sembarang aja yang penting enak dipakai. Lama banget sih” ucap Hanum


“Iya, bawel” jawab Aditya sambil berjalan menuju kamar mandi


“Sini aku pakaikan. Kamu pasti kesulitan kalau pakai sendiri!” ucap Aditya


“Ngga usah, aku bisa sendiri kok.” Jawab Hanum


“Sini” sambil menarik baju yang ada di tangan Hanum


Aditya pun memakaikan baju Hanum, tapi sebelum itu Hanum sudah memakai bra dan ****** ***** miliknya. Setelah memakaikan baju, Aditya langsung menggendong Hanum keluar kamar mandi. Mata Hanum tertuju pada ranjang di depannya yang terdapat bercak berwarna merah.


Aditya menurunkan Hanum di sofa.


“Udah kamu disini dulu, biar aku minta pegawai hotel untuk mengganti spreinya” minta Aditya ke Hanum


“Mas, itu ada bercak merah” ucap Hanum


Hanum sebenarnya mengerti itu tanda keper*w*n nya yang hilang, akibat kejadian kemarin. Ia cukup malu.


“Iya biar diganti dulu, nanti kamu bisa istirahat lagi ketika sudah diganti.” Ucap Aditya


Aditya hendak mengangkat telepon untuk menghubungi resepsionis di bawah.


“Mmmaaassss jangan” Hanum berteriak


Aditya kaget mendengar Hanum


“Ada apa?” tanya Aditya


“Nanti kalau sampai pegawai hotel tau bagaimana. Aku malu” ucap Hanum dengan polosnya


“Memang tugasnya membersihkan hal seperti ini.” Jawab Aditya


“Ih mas, ini itu aib apalagi terdapat bercak merah di sprei. Mereka pasti akan menertawakan kejadian ini” ucap Hanum


“Sudah tenang saja. Dia tidak akan menertawakan mu. Aku janji. Lagian kalau bukan pegawai hotel, siapa lagi yang akan mengganti sprei ini” jawab Aditya.


...****************...


“Halo, ada yang bisa dibantu?” tanya orang diseberang telepon


“Halo, saya dari kamar nomer 102. Saya minta ganti sprei.” Pinta Aditya


“Baik pak, pegawai kami akan ke kamar bapak untuk mengganti sprei. Ditunggu sebentar ya pak.” Ucap pegawai hotel


“Baik. Terimakasih” balas Aditya


“Iya pak sama-sama” jawab pegawai hotel


Selang lima menit. Pegawai hotel datang dengan membawa sprei baru.


“Pak. Saya ditugaskan untuk mengganti sprei kamar” ucap pegawai hotel di depan pintu


“Iya, silahkan masuk” jawab Aditya


Pegawai hotel segera mengganti sprei tanpa berkata apapun. Sementara Hanum masih merasa malu, ia takut kalau ditertawakan. Hanum tidak melihat ke arah pegawai hotel mengganti spreinya. Namun melihat ke arah HP nya membelakangi pegawai hotel yang sedang sibuk mengganti sprei. Ia juga menutupi sebagian wajahnya agar tak terlihat. Berbeda dengan Aditya yang cuek.

__ADS_1


“Pak sudah saya bersihkan. Saya pamit dulu” ucap pegawai hotel


“Tunggu.” Pinta Aditya sambil membuka dompetnya


Aditya mengeluarkan sepuluh lembar uang seratus ribu.


“Ini. Minta tolong bersihkan spreinya” ucap Aditya sambil menyodorkan uang


“Maaf pak kebanyakan ini” balas pegawai hotel


“Ngga papa. Maaf kalau nanti kalian kesulitan membersihkan” ucap Aditya


“Baik pak. Terimakasih” balas pegawai hotel pamit dengan senyum ramah.


...****************...


“Hari ini kita tidak bisa keluar kemana-mana! Kamu masih sakit kan?” tanya Aditya


“Iya. Ngga usah dulu. Berjalan aja kesusahan.” Jawab Hanum


“Maaf ya gara-gara aku kamu hari ini tidak bisa menikmati liburannya” ucap Aditya meminta maaf


“Ngga papa. Besok saja jalan-jalannya. Hari ini kita staycation saja di hotel.” Ucap Hanum


“Ya sudah aku gendong kamu ya, mending kamu berbaring di tempat tidur” ucap Aditya


“Iya, makasih mas” balas Hanum


“Oh iya kita belum sarapan. Kamu mau makan apa?” tanya Aditya sambil menggendong Hanum


“Aku terserah saja sih.” Ucap Hanum


“Layanan hotel saja. Aku juga tidak bisa turun. Jadi suruh antarkan saja ke kamar.” Pinta Hanum


“Oke” jawab Aditya


Makanan sudah dibawakan oleh pegawai hotel.


Hanum yang memang lapar langsung menyantapnya.


“Aduh aku kekenyangan” ucap Hanum mengeluh karena terlalu banyak makan


“Ya kamu sih makannya rakus banget. Nanti kalau sakit perut bagaimana?” tanya Aditya


“Habisnya aku laper banget” balas Hanum


...****************...


“Halo Lutfi. Ada apa, saya lihat ada panggilan tak terjawab darimu” ucap Aditya


“Iya pak. Hari ini saya pergi untuk menemui perwakilan Cakra Putra. Tapi mereka bilang mau tanda tangan kalau ada Pak Aditya.” Jelas Lutfi


“Kamu sudah bilang kalau saya sedang berada di luar kota?” tanya Aditya


“Sudah pak, bahkan Bu Diara bilang dia akan menyusul dan menemui bapak di luar kota, baru mau menandatangani berkasnya” jawab Lutfi


Aditya tidak mau Hanum mendengar, jadi berjalan menjauh dari Hanum.


“Kamu bilang saja, saya sedang tidak mau diganggu. Nanti kalau saya pulang baru saya temui” ucap Aditya

__ADS_1


“Baik pak, akan saya sampaikan.” Balas Lutfi mengerti.


Aditya kembali ke kamar dan mendekati Hanum, dia ikut merebahkan tubuhnya di sebelah Hanum.


“Kenapa mas? Ada kerjaan kantor yang mendesak?” tanya Hanum


“Ngga, cuman Lutfi mengabari kalau ada klien yang tidak mau menandatangi dokumen jika aku tidak ada” ucap Aditya masih menutupi


“Aneh banget.” Jawab Hanum


...****************...


Seharian mereka tidak keluar kamar, Hanum melanjutkan menonton drama korea nya sementara Aditya masih berkutik dengan laptopnya.


Aditya menghampiri Hanum yang berbaring.


“Kamu tidak bosan?” tanya Aditya


“Ngga. Lagian aku mana bisa keluar” jawab Hanum


“Iya juga. Liburan kita kurang 4 hari lagi. Kamu ada tempat yang ingin dikunjungi?” tanya Aditya


“Belum sih. Aku ngikut saja” jawab Hanum


“Kamu pernah naik kapal?” tanya Aditya


“Belum pernah sih mas. Tapi sepertinya seru juga, kapan-kapan aku akan mencobanya” jawab Hanum.


Sore itu cuaca sangat bagus. Pemandangan sunset bisa dilihat dari kamar Hanum dan Aditya. Hanum pun melihat dari ranjangnya. Sementara Aditya membantu membuka tirai kamarnya.


“Wah indah sekali ya” ucap Hanum sambil menikmati pemandangan


“Iya, sangat indah” jawab Aditya bukan tertuju pada pemandangan melainkan wajah Hanum yang sedikit terkena sinar berwarna oranye kemerah-merahan


“Aku beruntung sekali bisa kesini dan menikmati pemandangan ini” ucap Hanum bersyukur


“Iya” jawab Aditya


Aditya tidak bisa memalingkan pandangan nya dari wajah Hanum.


“Kapan-kapan kita kembali ke sini ya mas” ucap Hanum


“Kapan pun kamu mau berkunjung, aku akan menemanimu” balas Aditya


Hanum menyadari Aditya yang melihat ke arahnya.


“Mas, kamu kenapa liatin nya begitu banget sih” tanya Hanum sambil menatap Aditya


“Ah ngga...” jawab Aditya sambil memalingkan wajahnya ke arah lain


“Kamu pasti menyadari kecantikan ku yang hakiki kan” Hanum bercanda


“Hahaha” Aditya tertawa menutupi rasa malunya.


“Udah pesen makanan sekarang aja. Lagian aku sudah laper banget nih” pinta Hanum


“Kamu mau makan apa?” tanya Aditya


“Aku mau nasi goreng ya!” jawab Hanum.

__ADS_1


__ADS_2