
“Oh yasudah” balas Bu Rita
“Yaudah Aditya pamit dulu ya Bu. Assalamualaikum” ijin Aditya sambil mencium punggung tangan Ibu dan ayah
“Walaikumsalam” jawab orang tua Hanum serentak
“Kamu nanti aku jemput ya, kalau mau pulang telfon saja” pinta Aditya sambil berpamitan dengan Hanum
“Iya mas. Hati-hati di jalan ya” jawab Hanum
“Iya” balas Aditya.
...****************...
Di kampus Aditya hanya mengajar satu mata kuliah hari ini, jadi dia berencana setelah itu akan langsung ke kantor. Hari ini ia ada meeting dengan perusahaan Cakra Utama milik keluarga Dipta. Perusahaan Cakra Utama adalah perusahaan ternama yang terkenal akan keberhasilan proyek-proyeknya.
“Lutfi, hari ini janji dengan perwakilan Cakra Utama jam berapa?” tanya Aditya kepada sekertarisnya
“Sekitar jam 02.00 pak” balas Lutfi
“Oke baik, nanti ingatkan saya lagi ya. Berkasnya sudah diurus semua kan?” tanya Aditya
“Sudah saya siapkan pak” jawab Lutfi
Aditya memasuki ruangannya. Ia juga fokus melihat dan membaca dokumen-dokumen yang sudah disusun di depan nya.
Hingga jam 01.45, Aditya bergegas ke ruang meeting. Aditya adalah pribadi yang disiplin, ia selalu datang pertama kali daripada klien nya.
“Lutfi, ayo” perintah Aditya
“Baik pak” ucap Lutfi sambil berjalan mengikuti Aditya
Setelah menunggu sekitar 10 menit, perwakilan Cakra Utama datang. Ada tiga orang yang datang, pemilik perusahaan yaitu Dipta, dan sekertarisnya, kemudian satu orang lagi yang tak asing bagi Aditya.
“Halo pak Aditya, saya Dipta direktur perusahaan Cakra Utama” ucap Pak Dipta dengan menjabat tangan Aditya
“Halo pak, saya Aditya, wakil direktur dari PT Cakrawala Putra” ucap Aditya memperkenalkan
“Wah selama ini yang saya dengar wakil direktur PT Cakrawala masih muda dan tampan. Ternyata berita itu benar adanya” ucap Pak Dipta memuji
“Ah Pak Dipta bisa saja. “ ucap Aditya sambil sedikit tertawa
“Pak hari ini saya bawa anak saya Diara, nantinya apabila proyek ini deal dia yang saya tugaskan untuk menangani kerjasama ini” ucap Pak Dipta sambil memperkenalkan Diara
“Oh iya Pak, Halo saya Aditya” ucap Aditya mengenalkan diri ke Diara
“Diara” sambil membalas jabatan tangan Aditya
“Baik kita mulai ya pak” ucap Aditya
__ADS_1
...****************...
Selesai presentasi dan setuju untuk menandatangani kontrak, mereka saling berjabat tangan.
“Semoga proyek in berjalan dengan baik ya Pak” ucap Pak Dipta
“Iya pak, untuk berkas selanjutnya akan saya kirim ke Perusahaan bapak” balas Aditya
“Baik pak terimakasih, saya pamit dulu” ucap Pak Dipta
“Iya pak, sama-sama” balas Aditya.
Perwakilan dari Cakra Utama pun pulang.
“Bagaimana ini kalau Hanum tau aku akan bekerjasama dengan Diara, dia pasti marah lagi” batin Aditya
“Apakah sebaiknya aku bilang ke Hanum saja?” lanjutnya
“Tidak lebih baik aku diam saja, nanti kalau Hanum tau dia pasti akan kepikiran. Toh aku juga harus profesional tentang pekerjaan.” Ucap Aditya di dalam ruangannya
...****************...
“Ting” suara HP Aditya berbunyi
“Aditya, i’m happy that we are connected by cooperation (saya senang bahwa kita terikat dalam kerjasama)” teks dari Diara yang masuk ke HP Aditya
“Ya, me too (saya juga)” balas Aditya tanda profesional dalam pekerjaan.
“Apa dia membalasnya begini. Artinya dia memberikan peluang juga terhadapku” batin Diara yang masih di dalam mobil
“Baik kalau dia memberiku jalan seperti ini berarti aku memang harus masuk dalam kehidupan nya. Mungkin dia tidak bahagia dengan istri barunya, jadi dia memberiku kesempatan.” batin Diara
Diara duduk tepat di sebelah Pak Dipta.
“Diara, apakah tadi adalah Aditya yang pernah kamu bicarakan dengan papa sebelum nya. Dulu kamu sering sekali bercerita tentang Aditya” ucap papa nya
“Iya pa, dia Aditya” balas Diara
“Oh, masih muda dan sangat berkompeten. Papa yakin perusahaannya akan sangat maju kelak bila dia yang memegang” puji Pak Dipta
“Iya pa, dulu waktu kuliah saja dia dapat tawaran dari profesor di Inggris untuk menjadi asisten dosen nya, belum lagi ia juga ditawari untuk menjadi dosen juga di kampus kita dulu” ucap Diara
“Pantas. Tapi papa dengar dia sudah menikah?” tanya Pak Dipta
“Iya pa, dia sudah menikah. Tapi kelihatannya perjodohan Pa. Diara lihat wanita itu tidak sepadan dengan Aditya” ucap Diara
“Bagaimana kamu tau? Apakah kamu pernah melihatnya secara langsung?” tanya papanya
“Iya kemarin, Diara bertemu mereka waktu makan pagi di hotel. Namanya Hanum, dia seperti gadis biasa yang tidak punya kemampuan sama sekali. Terus sangat posesif, kemarin waktu Diara menyapa dia terlihat cemburu dan langsung meninggalkan kami berdua.” Jelas Diara
__ADS_1
“Pernikahan karena perjodohan. Itu berarti perempuan itu juga memiliki latar belakang sepadan dengan Aditya. Mungkin ia anak dari pemilik perusahaan ternama juga” ucap Pak Dipta
“Ih, ngga pa, yang Diara dengar dari teman-teman Aditya, wanita itu berasal dari keluarga biasa.” Jelas Diara
“Oh. Ya sudah papa harap kamu bisa menangani proyek ini dengan baik. Kalau kita bisa bekerja sama dengan perusahaan milik Aditya, pasti perusahaan kita juga banyak yang melirik untuk bekerjasama. Kamu paham kan maksud papa!” ucap papanya
“Paham pa” jawab Diara.
...****************...
“Hanum, aku sebentar lagi pulang. Jadi tunggu di rumah Ibu dan ayah. Aku akan menjemputmu” pesan teks yang di kirim Aditya ke Hanum
“Iya, hati-hati dijalan” balas Hanum
Sepulang kantor, Aditya langsung menuju ke rumah orang tua Hanum. Ia berniat untuk membawakan orang tua Hanum oleh-oleh. Aditya mampir ke stand toko buah, dan membelikan parcel buah.
Sesampainya di rumah Hanum, Aditya langsung masuk.
“Assalamualaikum” ucap Aditya berjalan masuk ke dalam rumah
“Walaikumsalam” jawab serentak Ibu, ayah, Hanum dan Kelen
“Ini Bu” sambil menyodorkan parcel buah
“Eh Aditya kenapa repot-repot. Kamu kayak berkunjung ke rumah orang lain saja membawakan oleh-oleh segala.” Ucap Bu Rita
“Ngga papa Bu. Tadi kebetulan Aditya melewati stand toko buah, jadi sekalian dibeliin” ucap Aditya
“Oh ya sudah, makasih ya” balas Bu Rita
“Iya Bu sama-sama” ucap Aditya sambil mengambil posisi duduk sebelah Hanum
“Num, kamu buatin teh buat Aditya sana” pinta pak Rendra
“Iya pa. Bentar ya mas aku buatin teh dulu” ucap Hanum sambil beranjak dari tempat duduknya
“Iya” jawab Aditya
“Bagaimana pekerjaan kamu Dit?” tanya ayah
“Alhamdulillah yah berjalan baik” balas Aditya
“Kamu memang bisa diandalkan oleh papa mu. Masih muda tapi mampu mengelola perusahaan dan menjadi dosen” puji Pak Rendra
“Ah jangan memuji terus yah, nanti Aditya jadi besar kepala” ucap Aditya bercanda
Hanum membawa secangkir teh.
“Mas teh nya” ucap Hanum
__ADS_1
“Makasih” ucap Aditya.