
“Iya gue minta maaf Kas, gak bisa nerima. Gue yakin banyak gadis di luar sana yang bisa membuat lu bahagia melebihi gue. Gue udah nyaman dengan lu hanya sebagai teman. Tidak lebih” ucap Hanum
Mendengar ucapan Hanum, seketika Lukas langsung merasakan sesak di dada. Rasanya ia ingin meyakinkan Hanum bahwa tidak ada yang bisa mencintai Hanum sebesar dia mencintai nya.
Lukas langsung membuang muka di hadapan Hanum, ia terdiam sejenak tanpa merespon kata Hanum. Bagaimana pun ini adalah kekecewaan terbesar selama hidup Lukas. Baru pertama kali ia menyatakan perasaan nya, namun pertama kali juga merasa patah hati.
“Kas, kas, kas!!!” kata Hanum menggunggah Lukas dalam diam nya
“Jujur aku kecewa sama kamu Num. Setelah yang aku lakuin selama ini ke kamu. Tapi hanya penolakan yang aku terima” balas Lukas menawan marahnya
“Kas, dengerin gue dulu. Ibu dan Ayah udah ngejodohin gue sama pria lain. Sekarang gue juga bingung dengan keadaan ini. Gue harap lu ngerti” Hanum mencoba menjelaskan
“Apa?? “ tanya Lukas kaget
“Iya dan kalau lu tau siapa yang bakal di jodohin sama gue. Lu pasti kaget” jawab Hanum
“Siapa?” nada suara Lukas melemah
Lukas berpikir memang sudah tidak ada jalan lagi untuk mendapatkan Hanum
“ Pak Aditya. Ibu dan Ayah berpikir dia yang terbaik bagi gue. Lagian keluarga dia juga udah nge bantu Ayah selama ini. Jadi gue terpaksa mau” jawab Hanum pasrah
“Terus kamu mau aja di nikahin dengan dia? Lukas seolah bingung dengan gelagat Hanum yang pasrah
“Atau memang kamu suka sama Pak Aditya?” tambah Lukas
“Ih ngga lah. Ngapain coba. Lagian kan lu tau selama ini gue ngga kayak cewek cewek yang sengaja mencari perhatian Aditya” Jawab Hanum kesal
Lukas masih tidak percaya kenapa Hanum seolah hanya mengikuti perintah orang tua nya.
Menurut Lukas, Hanum pantas memilih, bukan ditentukan. Di zaman yang modern ini tradisi seperti perjodohan adalah hal yang kuno.
Terlebih Hanum adalah wanita dengan pendidikan yang mumpuni sehingga Lukas yakin ia pasti masih bisa menentukan hidupnya sendiri dengan alasan logis yang mungkin bisa dimengerti orang tuanya.
...****************...
Ketika berbicara dengan Lukas, Hanum melihat orang yang dikenalnya menghampiri mereka. Arah duduk Hanum menghadap ke arah pintu masuk. Jadi Hanum bisa melihat siapa yang datang.
“Aaaddiiitttt” ucap Hanum pelan
__ADS_1
Mengikuti tatapan Hanum, Lukas menoleh ke belakang melihat sumber dari pandangan Hanum. Ia kaget Aditya datang.
Aditya langsung menatap dan menuju ke arah mereka. Ia langsung duduk di sebelah Hanum.
“Ka... ka...mu ngapain disini?” tanya Hanum menatap Aditya
“Aku nemenin calon istri lah. Lain kali kamu tidak diperbolehkan untuk keluar dengan lelaki mana pun. “ sambil menatap Lukas merasa puas
“Kan, aku sudah pamit tadi” jawab Hanum
Lukas melihat mereka sudah dekat, seolah tidak ada jarak lagi antara Hanum dan Aditya. Ia merasa sakit, namun tidak mau terlihat lemah apalagi di depan Aditya yang mengambil Hanum dari nya.
“Num, aku balik duluan”pamit Lukas menatap Hanum dan Aditya tak suka
“Loh, kas kenapa buru-buru” jawab Hanum
Lukas langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
“Ini gara- gara kamu, Lukas jadi salah paham tentang semua nya. Harusnya kamu ngga dateng” ucap Hanum kesal
“Kamu aku peringatkan lagi ya. Aku tidak suka kamu keluar dengan pria, tidak peduli apa status nya aku akan menghukum kalian berdua jika aku memergoki nya. Dan aku tidak mentolerir perselingkuhan dalam bentuk apapun” balas Adiya tegas
“Aku ingin tau apa yang kamu bicarakan tadi dengan nya?” tanya Aditya penasaran
“Udah aku malas menjelaskan, kita pulang saja” jawab Hanum kecewa dengan sikap Aditya
“Tunggu, kamu tidak akan bisa pulang sebelum menjelaskan” ucap Aditya dengan memegang tangan Hanum
“Tadi kan aku sudah kirim pesan ke kamu, ngga bisa baca? Kata Hanum sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Aditya di pergelangan tangan nya
“Hanya itu? Mana mungkin. Aku tidak percaya” jawab Aditya
“Kamu kenapa sih ga percayaan banget. Kamu mau bukti apa. Jangan bertingkah kayak anak kecil yang merengek. Aku tidak suka” balas Hanum
“Oh begitu? Oke sepertinya kamu masih memberikan batas untuk hubungan kita yang sebentar lagi menikah” kata Aditya sambil berdiri dari tempat duduknya
“Aku antar kamu pulang” tambah Aditya seolah marah
“Ga usah, aku naik ojek aja” jawab Hanum
__ADS_1
“Kalau kamu tidak nurut, aku akan bilang ke ayah mu” ancam Aditya
Selama perjalanan pulang tidak ada obrolan antara mereka berdua. Mereka seolah sama- sama menyembunyikan kekesalan.
...****************...
Sesampainya di rumah, Hanum langsung masuk duluan meninggalkan Aditya. Tapi Aditya meskipun marah dengan Hanum, masih memiliki adab kesopanan. Dia mampir masuk menemui orang tua nya untuk berpamitan, meskipun waktu keluar ia tidak bersama Hanum tapi tetap bertanggung jawab mengantar Hanum selamat sampai rumah.
“Om, tante, Aditya pulang dulu ya” pamit Aditya sambil menyalami orang tau Hanum
“Loh kan baru datang, ngapain buru- buru. Sini tante buatkan minuman dulu” pinta Bu Rita
“Tidak usah tante, Aditya juga ada janji, jadi mau langsung kesana” jawab Aditya
“Oh ya sudah kamu hati-hati ya di jalan” ucap Pak Rendra
“Iya. Assalamualaikum” pamit Aditya
“Walaikumsalam” balas Pak Rendra dan Bu Rita
Setelah mengantarkan keluar. Pak Rendra dan Bu Rita merasakan ada yang aneh antara mereka berdua, karena meskipun secuek apapun Hanum, ia tidak akan meninggalkan tamu sendirian dan bersikap tidak sopan seperti itu.
“Bu, Ayah merasa mereka ada sesuatu yang disembunyikan” tanya Ayah ke Ibu
“Udah lah Yah, mereka paling bertengkar layaknya orang pacaran. Sudah tenang saja. Biar mereka selesaikan sendiri” jawab Ibu tidak mau ayah memikirkan sesuatu, ia takut penyakit Ayah akan kambuh
“Tapi. Ayah khawatir kalau mereka ada apa- apa” ucap Ayah
“Yah kita sudah banyak mengurusi masalah mereka jadi lebih baik biar mereka yang menentukan selanjutnya. Asal Hanum mau menikah dengan Aditya saja, harusnya kita sudah bersyukur” jawab Ibu meyakinkan
Sebenarnya Ibu juga merasa ada yang aneh, tapi ia mencoba menenangkan Ayah. Nanti nya Ibu akan menanyakan nya langsung ke Hanum.
“Oh ya sudah Bu. Ayah harap tidak ada apa-apa” ucap Ayah.
...****************...
Di dalam kamar Hanum langsung merebahkan badan nya.
“Dasar cowok posesif, belum apa-apa saja ia sudah ikut campur dan ingin mengatur hidupku. Siapa yang akan bisa bertahan dengan nya bila memiliki sifat seperti ini” gerutu Hanum
__ADS_1