
“Assalamualaikum” suara ayah memasuki rumah
“Eh Num, kamu disini?” tanya Pak Rendra mengambil posisi duduk
“Iya yah” jawab Hanum sambil mencium punggung tangan ayahnya
“Jadi gimana Num kuliahmu?” tanya pak Rendra
“Alhamdulillah Hanum sudah ACC untuk sidang bulan ini yah, doain ya” ucap Hanum
“Alhamdulillah pasti ayah doakan” jawab Pak Rendra
“Wah bentar lagi kak Hanum lulus”ucap Kelen
“Iya dong, nanti kalau kak Hanum wisuda kamu ikut ya!” ucap Hanum
“Pasti dong kak” balas Kelen senang.
...****************...
Suara mobil Aditya terdengar oleh Hanum, ia bergegas menyambut suaminya di depan.
“Eh mas, sudah pulang?” tanya Hanum
“Sudah dong, ini mas bawain buah buat ayah dan ibu” balas Aditya
“Masuk yuk mas” ajak Hanum
“Eh, Kak Aditya sudah pulang. Bawa apa itu Kak?” ucap Kelen melihat kantongan yang dibawa Aditya
“Ini buah” ucap Aditya meletakkan buah diatas meja
“Kamu kok repot-repot terus sih Dit” ucap pak Rendra
“Iya nih, lain kali kalau kesini ga usah bawa apa-apa, kalian main aja ayah dan ibu sudah senang” tambah Bu Rita
“Ngga papa kok bu, kebetulan tadi Aditya perjalanan pulang banyak melihat kios buah. Lagian Hanum akhir-akhir ini juga suka makan buah” ucap Aditya
“Ya sudah ajak suami kamu istirahat dulu di kamar Num, buatkan teh juga. Kasihan pasti capek” ucap Bu Rita
“Siap Bu” jawab Hanum.
...****************...
Hanum membawakan secangkir teh ke Aditya.
“Mas, ini tehnya” ucap Hanum menyodorkan segelas teh
“Makasih ya” jawab Aditya
“Jadi gimana mas? Kita bilang ke ibu dan ayah sekarang?” tanya Hanum
“Nanti saja setelah makan malam, mas akan ngomong ke mereka” balas Aditya
“Oke deh mas” balas Hanum
“Mas mau mandi dulu!” ucap Aditya
“Iya mas, nanti biar aku pinjamkan baju ayah” balas Hanum.
...****************...
“Kelen, panggil kakak mu dan kak Aditya makan” pinta Bu Rita
“Iya Bu” jawab Kelen
“Tok tok tok” ketukan pintu dari luar kamar Hanum
“Kak Hanum, ibu minta kak Aditya dan kak Hanum turun untuk makan malam” ucap Kelen
“Iya sebentar lagi kakak turun” jawab Hanum dari dalam kamar
Kelen segera turun ke bawah.
__ADS_1
“Kata kak Hanum iya bu, habis ini akan turun” ucap Kelen ke ibunya
“Ya sudah, ibu minta tolong ambilkan gelas di rak dapur” pinta Bu Rita menyiapkan makanan
“Siap bu” ucap Kelen sambil hormat ke Bu Rita
Hanum dan Aditya turun ke bawah, Hanum mencium aroma masakan kesukaannya yaitu sate.
“Wah ibu masak sate?” tanya Hanum
“Ngga, tadi ayah mu yang belikan. Sini Aditya makan” pinta Bu Rita
“Iya bu” ucap Aditya sambil menari kursi
Hanum mengambilkan makanan untuk Aditya.
“Bu, buatkan acar dong. Hanum pengen makan acar” pinta Hanum
“Iya besok akan ibu buatkan kalau kalian ke sini lagi.
Makanya kalau mau ibu buatkan acar, telfon ibu dulu biar ibu siapkan” ucap Bu Rita
“Siap bos” jawab Hanum bersemangat
“Ini sate kesukaan kamu lo Num” ucap ayah menyodorkan sepiring sate ke Hanum
“Iya yah makasih” ucap Hanum sambil mengambil dua tusuk sate
“Lah kenapa cuma ambil dua?” tanya pak Rendra
“Hanum lagi ngga berselera makan yah, maunya cuma makan yang kecut-kecut” balas Hanum
“Dulu kamu kalau tidak doyan makan, asal ada sate aja makan mu lahap” ucap Pak Rendra
“Hehehe iya ya” balas Hanum
Selesai makan Hanum mengupaskan buah yang dibawa Aditya tadi. Ia membawakan dua piring buah ke ruang keluarga tempat keluarganya berkumpul.
“Iya makasih” balas Bu Rita
“Wah pir nya manis mantep banget” ucap Kelen
“Makan yang banyak kalau begitu” ucap Aditya sambil mengusap rambut Kelen yang duduk di sebelahnya
“Iya kak Adit” balas Kelen sambil menganggukan kepala
“Hhhmm.. jadi yah bu, Aditya mau bicara” ucap Aditya serius
“Ada apa Dit?” tanya Pak Rendra melihat ekspresi Aditya serius
“Jadi Hanum sekarang sedang mengandung yah, bu” ucap Aditya
“Alhamdulillah” jawab ayah dan ibu serentak
“Sudah usia ke berapa Num kandunganmu?” tanya Bu Rita
“Kata dokter sih jalan 6 minggu” balas Hanum
“Semoga lancar sampai persalinan” ucap Pak Renra
“Amin” jawab Hanum dan Aditya serentak
Selesai berbincang Hanum dan Aditya berpamitan untuk pulang.
“Yah Bu, Aditya sama Hanum pamit pulang dulu ya” pamit Aditya
“Loh, ayah pikir kalian akan menginap disini” balas Pak Rendra
“Ngga yah, lagian besok Aditya juga harus mengajar kelas pagi, Hanum juga berangkat pagi ke kampus” jelas Aditya
“Ya sudah kalau begitu kalian hati-hati ya” ucap Pak Rendra
“Iya yah pasti” jawab Aditya
__ADS_1
Mereka berdua pun pulang.
...****************...
Keesokan harinya Hanum dan Aditya bergegas pergi ke kampus.
“Aku hari ini ngga ke kantor, dan ngisi 3 kelas. Jadi kamu pulangnya bareng aku saja” pinta Aditya
“Iya mas” jawab Hanum
“Sebentar, kamu mau keluar begitu saja?”tanya Aditya
“Iya lah mas mau apalagi?” balas Hanum
“Cium aku dulu” pinta Aditya
“Ya Allah, iya” balas Hanum sebal
“Kok ngga ihklas gitu?” tanya Aditya
“Ihklas kok” balas Hanum
“Iya ya udah kalau begitu kamu duluan masuk sana” ucap Aditya
“Oke mas, aku keluar dulu ya” jawab Hanum
Seperti biasanya Hanum segera mengurus seluruh administrasi persyaratan sidang yang belum terselesaikan, sementara Aditya mengajar.
“Drrtt.. drttt... drttt” suara HP Aditya berbunyi
“Mama, ada apa?” batin Aditya melihat layar HP
“Halo, iya ma!” ucap Aditya
“Dit, hari ini mama ada arisan, sepupu mu Clara mau datang, jadi minta tolong nanti jemput ya?” pinta Bu Dena
“Oh iya ma, nanti biar Adit hubungi Clara” balas Aditya mengerti
“Oke kalau begitu mama tutup dulu ya!” ucap Bu Dena
“Iya ma” balas Aditya.
...****************...
Selesai urusan kampus Hanum dan Aditya segera bergegas pergi.
“Bagaimana Num? Kamu dapat jadwal sidang kapan?” tanya Aditya
“Hari Jum’at minggu depan mas” jawab Hanum
“Oh” balas Aditya
“Loh mas, ini kan bukan jalan arah kita pulang.” Tanya Hanum bingung
“Iya, aku disuruh mama jemput sepupuku Clara, dia hari ini ke Jakarta” jelas Aditya
“Yang mana sih mas? Aku kok baru tau” ucap Hanum
“Iya memang dia kan kuliah di Inggris jadi baru berkesempatan pulang” jelas Aditya
“Oh, begitu” balas Hanum
Aditya menghubungi Clara menanyakan waktu kedatangannya.
“Halo Clara, kira-kira jam berapa kamu bisa keluar bandara?” tanya Aditya
“Mungkin sejam lagi kak Adit” balas Clara
“Oh ya sudah kalau begitu nanti kakak hubungi lagi” ucap Aditya
“Iya kak” balas Clara menutup telepon
Panggilan telepon berakhir.
__ADS_1