
Aditya pun berangkat ke kantornya. Ia segera menyelesaikan semua pekerjaan nya.
“Lutfi, masuk ke ruangan saya” kata Aditya sambil memegang telepon nya
“Iya baik pak” balas Lutfi
“Tok.. tok.. tok” suara ketukan pintu dari luar
“Masuk” jawab Aditya dari dalam pintu
“Iya pak ada apa?” tanya Lutfi
“Lutfi kamu tau kan besok saya akan pergi ke Lombok selama 1 minggu. Untuk pekerjaan yang sangat mendesak nanti langsung kirimkan saja ke email saya. Dan juga untuk beberapa meeting yang sudah diatur dalam seminggu kedepan akan ditangani oleh pak Bagus. Jadi seminggu kedepan kamu bantu dia untuk menyiapkan dokumen yang diperlukan” pinta Aditya
“Baik pak” jawab Lutfi mengerti.
...****************...
Selesai mengerjakan pekerjaan nya, Aditya pun bergegas untuk pulang.
“Lutfi saya pulang dulu ya” ucap Aditya kepada Lutfi yang duduk di meja depan ruangannya
“Iya pak. Hati-hati” jawab Lutfi
Sesampainya di rumah Aditya langsung berjalan menuju kamarnya. Disana sudah tersedia dua koper, satu milik Hanum, satu lagi milik Aditya.
“Mas sudah pulang” tanya Hanum
“Iya. Sudah siap semua?” tanya Aditya
“Sudah mas.” Jawab Hanum
“Ya sudah aku siap-siap dulu” ucap Aditya
Setelah selesai, mereka turun ke bawah.
“Kita makan dulu, sudah saatnya makan siang juga” pinta Aditya
“Mas aja deh. Aku masih kenyang” jawab Hanum
“Makan Hanum, kamu mau ntar masuk angin gara-gara belum makan.” Tanya Aditya
“Iya deh iya” balas Hanum
Selesai makan mereka langsung menuju airport. Aditya yang membawakan dua koper tersebut, dan tidak mengijinkan Hanum membawa koper mereka kecuali di kondisi tertentu.
...****************...
Sesampainya di lokasi, mereka langsung menuju hotel tempat menginap. Mereka terlihat capek.
“Kamu mau makan?” tanya Aditya
“Ngga deh, aku mau istirahat dulu” jawab Hanum
__ADS_1
“Yasudah kalau begitu, nanti malam kita baru jalan- jalan cari makanan sekalian.” Ucap Aditya
“Iya.” Jawab Hanum sambil membaringkan tubuhnya
Mereka berdua tertidur hingga waktu menunjukkan sudah jam 6 malam.
“Num, bangun” ucap Aditya membangunkan Hanum
“Hhhhmmm... iya” jawab Hanum
“Kita belum makan. Apa mau pesan saja makanan dari penginapan?” tanya Aditya
“Iyadeh mas kita pesan saja” jawab Hanum
“Ya sudah kalau begitu” ucap Aditya
Setelah mereka berdua selesai mandi. Makanan yang dipesan tiba.
“Mas kamu pesen banyak banget, kan cuma buat dua orang” tanya Hanum
“Iya ngga papa lah. Sudah sana makan” jawab Aditya
Mereka berdua sudah selesai makan. Hanum ingin jalan-jalan disekitar pantai yang berada tepat di depan hotel penginapan mereka.
“Mas kita jalan-jalan yuk!” ajak Hanum
“Mau kemana malam-malam begini?” jawab Aditya
“Ayok kita jalan-jalan di pantai sana!” ucap Hanum sambil menunjuk ke arah jendela
Hanum dan Aditya berjalan ke arah pantai.
“Ah akhirnya aku bisa ke Lombok” ucap Hanum pada dirinya sendiri
Aditya yang melihat Hanum bahagia ikut bahagia juga.
“Besok kita mau kemana mas?” tanya Hanum
“Kamu ada tempat yang ingin dikunjungi?” tanya Aditya
“Aku ngikut aja sih mas, nyampai Lombok aja udah seneng banget. Tujuan ku memang di Gili ini. Pantainya biru sekali kalau pagi, kita ngga akan nemu begini kan di Jakarta” ucap Hanum
Hanum sangat menikmati pemandangan malam pantai, kebetulan malam ini bulan bersinar terang, membuat pemandangan makin indah.
Mereka memutuskan untuk duduk di dekat pantai.
“Num kamu setelah kuliah. Rencana mau melakukan apa?” tanya Aditya
“Aku masih bingung mas. Mau kerja tapi juga mau kuliah lagi” jawab Hanum
“Kalau kuliah mau dimana?” tanya Aditya
“Aku pengen nya keluar negeri” jawab Hanum
__ADS_1
“Kalau keluar negeri kita bakalan LDR dong!” ucap Aditya
“Itu mimpi ku dulu. Tapi aku sadar kok kalau sudah bersuami. Jadi kalau kamu ngga mengijinkan, aku juga tidak akan berangkat” balas Hanum
“Maaf ya Num, gara-gara menikah sama aku, kamu jadi mengorbankan cita-citamu!” ucap Aditya
“Eh ngga usah merasa bersalah mas.Lagian memutuskan untuk menikahi mas Aditya ku lakukan juga karena ingin berbakti dengan orang tua. Ayah sangat menginginkannya.” Jawab Hanum
Aditya diam sejenak mendengar ucapan Hanum.
“Oh jadi kamu sampai saat ini masih berpikir bahwa pernikahan kita dalah bentuk berbakti mu pada orang tua?” tanya Aditya
“Iya, waktu itu mama sama papa juga sudah melakukan banyak hal untuk keluarga kami. Terlebih waktu ayah sakit, papa lah yang mencari dokter terbaik untuk menyembuhkan ayah” jawab Hanum
Aditya merasa bahwa Hanum hanya menjalankan tugasnya sebagai anak. Tidak ada perasaan mencintai Aditya sedikit pun. Padahal Aditya sudah melakukan apapun untuk meluluhkan hati Hanum.
“Num, aku mau tanya sesuatu” tanya Aditya
“Apa mas?” tanya Hanum balik
“Ehhhmmm... kamu masih belum mencintaiku?” tanya Aditya
“Ehh... gini mas....” jawab Hanum terhenti
“Kamu tau Num, aku sudah menunggu mu, tapi tidak ada sedikitpun perasaan mencintai ku darimu.” Ucap Aditya dengan hati yang berdesir sakit
“Mas, jangan bicara begitu. Kasih Hanum waktu” pinta Hanum
“Mau sampai kapan Num?” tanya Aditya
“Aku tidak meminta mu untuk mencintai ku sepenuhnya. Setidaknya yang aku lakukan selama ini berhasil meluluhkan sebagian hatimu” ucap Aditya
“Mas, tenang. Kamu tau kan kalau aku kaget dengan perjodohan ini. Aku juga kehilangan sahabat karena perjodohan ini. Banyak sekali perubahan sebelum dan sesudah menikah. Aku masih beradaptasi” jelas Hanum
“Oh jadi maksudmu kamu menyesali semuanya? Ternyata kamu suka dengan Lukas? Jadi kamu tidak rela melepaskan Lukas karena perjodohan ini?” ucap Aditya emosi
“Mas, aku ngga mau kamu salah paham. Liburan ini harusnya menjadi berkesan bukan pertengkaran.” Jawab Hanum
“Num, apa kamu pikir mudah bagiku bersama mu tapi sama sekali tidak menyentuhmu?” ucap Aditya
“Lalu? Maksudmu apa aku harus memaksakan semua yang tidak aku inginkan?” tanya Hanum
“Terserah kamu. Aku mau kembali ke kamar” ucap Aditya kesal menjelaskan
Aditya pun meninggalkan Hanum sendiri di pantai.
“Ih apa-apaan sih ga jelas. Tiba-tiba marah. Dia juga yang tanya, tapi di jawab malah marah” ucap Hanum berbicara sendiri
Aditya di dalam kamar mencoba untuk menenangkan pikirannya. Ia masih marah dengan Hanum yang sama sekali tidak memahaminya.
“Mau sampai kapan begini terus. Selalu aku yang mencoba memahami. Tapi dia tidak pernah memahamiku sedikit saja. Semua ku lakukan untuk menarik perhatian nya” ucap Aditya di kamar penginapan.
Sudah satu jam Hanum belum kembali juga. Aditya khawatir terjadi apa-apa dengan Hanum. Tapi dia juga malu mencari Hanum, harusnya Hanum yang mencarinya dan mencoba menghibur tapi lagi-lagi dia lagi yang harus mengalah.
__ADS_1
“Kenapa dia belum balik” ucap Aditya hendak keluar dari kamarnya mencari Hanum.