Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Mengabulkan permintaan Diara


__ADS_3

“Oh, ngga terasa sebentar lagi kamu akan lulus.” Ucap Aditya


“Iya doain ya mas. Besok juga aku akan tes plagiarisme” ucap Hanum


“Iya pasti aku doakan” jawab Aditya.


...****************...


Sampai rumah Aditya bergegas untuk mengganti bajunya dan menuju kantor.


“Ting” suara lift dalam kantor Aditya terbuka


Melihat Aditya keluar dari lift, Lutfi langsung berdiri dan menghampiri Aditya.


“Pak, hari ini Bu Diara menunggu di ruang meeting” jelas Lutfi sambil membawakan tas Aditya


“Baik saya akan segera kesana.” Jawab Aditya


Aditya segera menuju ruang meeting, disana Diara hanya menunggu sendiri.


“Apa yang perlu didiskusikan?” ucap Aditya sinis


Diara melirik ke arah Lutfi.


“Apa kita tidak bisa bicara berdua saja? Aku ingin melanjutkan pembicaraan kita yang kemarin” jawab Diara


“Kalau pembicaraan tentang pekerjaan, segera laporkan. Lutfi yang akan membuat catatan” jelas Aditya


“Jadi mengenai kita di hotel...” ucap Diara menggoda Aditya agar segera memberi kode untuk Lutfi keluar


“Lutfi” ucap Aditya


Lutfi mengerti perintah Aditya, langsung mengundurkan diri untuk keluar ruangan.


“Kamu mau apa lagi? Jangan sering temui aku, apalagi untuk membicarakan masalah seperti ini. Jelas-jelas ini di luar kerjasama kita” jelas Aditya


“Aditya aku mau kamu menceraikan Hanum” pinta Diara jelas


“Jangan sembarangan kamu. Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan Hanum” ucap Aditya


“Kalau kamu tidak menceraikan Hanum, aku akan pastikan foto kita akan beredar luas” ancam Diara


“Memang cara yang kamu lakukan murahan Diara, itu menggambarkan dirimu yang sekarang. Laki-laki manapun pasti akan memandangmu dengan tatapan kasihan, karena memaksakan apapun yang kamu inginkan. Menjijikkan!” ucap Aditya


“Oh, jadi kamu benar-benar sudah mencintai perempuan rendahan itu?” tanya Diara dengan menggebrak meja


“Iya, dia istriku. Aku menikahinya karena aku mencintainya” jawab Aditya


“Oke baiklah. Aku sudah memperingatkan mu sebelumnya, jika benar foto ini tersebar, jangan salahkan aku” ucap Diara mengancam


“Kamu pikir aku akan membiarkan mu melakukan hal sebodoh itu? Kalau foto tersebut tersebar, kamu tau kan proyek kerjasama antara ayahmu dan aku? Aku pastikan batal” ancam Aditya


“Aku sempat lupa kalau aku tidak bisa melawanmu, tapi tunggu suatu saat kamu akan kehilangan Hanum yang sangat kamu cintai itu” ucap Diara


“Kamu jangan menunggu Diara, hal semacam itu tidak akan terjadi.” Jawab Aditya


“Baiklah, aku sudah jauh-jauh kesini, jadi kalau kamu tidak bisa menceraikan Hanum, aku akan bernegosiasi untuk hal lain. Tidak mungkin kan aku pulang dengan tangan kosong” jelas Diara

__ADS_1


“Aku tegaskan Diara, kamu tidak berhak mengatur aku.


Jadi lebih baik sekarang kamu pergi dari kantorku, karena aku sudah selesai bicara” jelas Aditya


“Hmm, rupanya kamu tidak takut dengan ancamanku.” Balas Diara


“Seperti yang kamu lihat” jawab Aditya singkat


“Aku minta kamu mengabulkan permintaan ayah ku untuk menambahkan pihak ketiga. Dengan kamu menyetujuinya, aku janji akan menghapus foto kita” pinta Diara


Aditya berpikir. Bukannya ia takut dengan ancaman Diara, tapi ia mengasihani Diara yang rela berbuat apapun untuk mencapai tujuan ayahnya. Dia juga memikirkan bahwa Diara adalah teman baiknya kuliah dulu, bahkan pernah terlibat perasaan antara mereka berdua.


“Baik, kalau itu yang kamu inginkan” jawab Aditya


Diara puas mendengar jawaban Aditya.


“Bener?” tanya Diara meyakinkan jawaban Aditya


“Besok kamu kirim saja berkasnya, nanti akan aku tanda tangani” ucap Aditya


“Makasih Dit” jawab Diara


“Hemm” jawab Aditya singkat


"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu" ucap Diara


Diara bergegas keluar dari ruang meeting, namun baru saja ingin membuka pintu ucapan Aditya menghentikan langkahnya.


“Diara, kamu dulu adalah gadis yang pintar dan baik. Kita juga sangat akrab dulu, aku menganggap mu sebagai teman ku. Jadi aku minta, kamu jangan berbuat hal kotor seperti ini lagi, yang akan merusak citramu” pinta Aditya


Aditya langsung menghampirinya dan menopang tubuhnya untuk berdiri.


“Aku mencintaimu Dit, sebelumnya aku belum pernah merasakan hal seperti ini. Kenapa kamu tidak bisa menungguku?” tanya Diara


“Semua sudah terjadi. Aku harap kamu bisa menemukan laki-laki yang baik” jawab Aditya


Diara segera keluar dari ruang meeting.


...****************...


Aditya kembali ke ruangannya. Ketika di depan ruangannya, ia kemudian berhenti.


“Lutfi, kamu segera ke ruangan saya” pinta Aditya


“Baik pak” ucap Lutfi mengikuti langkah Aditya


“Duduk” pinta Aditya


“Baik pak” jawab Lutfi mengambil posisi duduk


“Mungkin besok pihak pak Dipta akan datang mengirimkan berkas, saya minta kamu cek semuanya, dan buat salinannya” pinta Aditya


“Baik pak” jawab Lutfi mengerti


“Dan kita akan memenuhi permintaan kontrak dari pihak Pak Dipta untuk menambahkan pihak. Saya minta kamu selidiki semua latar belakang perusahaan yang akan ditambahkan, kemudian laporkan ke saya secepatnya” pinta Aditya


“Baik pak.” Jawab Lutfi

__ADS_1


“Ya sudah kamu boleh keluar” ucap Aditya


“Baik pak” jawab Lutfi.


...****************...


Pulang dari kantor, Aditya langsung menuju ke kamarnya. Ia melihat Hanum sedang fokus dengan laptopnya.


“Serius banget, sampai suami pulang tidak disambut” ucap Aditya


“Eh mas, iya nih aku harus ngejar untuk bisa sidang periode ini. Kamu mau aku buatkan teh?” tanya Hanum


“Kopi saja.” Pinta Aditya


“Oke. Tunggu sebentar” ucap Hanum sambil berdiri dari duduknya


Hanum ke bawah membuatkan kopi Aditya, ia juga menata beberapa kue dipiring untuk diberikan ke Aditya.


“Ini mas” ucap Hanum menyodorkan kopi dan sepiring kue


“Makasih” jawab Aditya


“Mas minggu depan aku akan ikut farewell party teman-teman seangkatan” ucap Hanum meminta ijin


“Apa saja acaranya?” tanya Aditya


“Kita akan ke puncak dan menginap 2 hari satu malam” jawab Hanum


“Oh, sebenarnya kalau kamu ngga ikut tidak apa-apa kan?” tanya Aditya


Aditya takut nanti disana bila Hanum tidak diawasi akan ditemani oleh Lukas lagi seperti dulu.


“Mas, ini kan aku mau lulus. Jadi mereka mengadakan acara ini untuk seenggaknya kita punya kenangan dan menghabiskan masa bersama sebelum lulus.” Jelas Hanum


Sebenarnya Aditya ingin ikut namun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.


“Ya sudah kalau begitu, terserah kamu” jawab Aditya menjadi posesif


“Makasih mas, sudah mengizinkan” ucap Hanum mencium pipi Aditya


“Iya, tapi kamu hati-hati ya. Kalau ada apa-apa hubungi aku” pinta Aditya


“Siap bos” jawab Hanum.


...****************...


Hari ini Aditya mengantar Hanum ke kampus. Teman seangkatan Hanum menggunakan bis untuk pergi ke puncak termasuk Hanum.


“Kamu hati-hati ya” ucap Aditya berat melepas Hanum


“Iya mas, pasti.” Jawab Hanum


“Ada yang kurang!” ucap Aditya


“Apa?” ucap Hanum bingung


“Kamu ngga cium aku dulu?” tanya Aditya.

__ADS_1


__ADS_2