
Hanum menyanyikan lagu milik Adele berjudul someone like you.
Suara Hanum sangat berantakan Aditya hanya bisa tersenyum melihat tingkah Hanum yang sedang bernyanyi.
Seharian mereka manghabiskan waktu liburan di kapal dengan sangat bahagia.
“Num, ayok” pinta Aditya di dalam kamar
“Apa mas?” tanya Hanum yang rebahan di samping Aditya
“Masak kamu ngga ngerti-ngerti sih?” tanya Aditya
“Iya apa?” ucap Hanum yang terlihat mengantuk
“Aku minta jatah” ucap Aditya sambil merangkul tubuh Hanum
“Ah, ngga ah mas. Aku ngantuk” jawab Hanum
“Udah kamu diam saja, biar aku yang beraksi” balas Aditya
“Ah kamu nih, udah besok aja aku janji” ucap Hanum
“Kamu ngga tau laki-laki sih. **** merupakan kebutuhan” balas Aditya merengek
“Iya besok ya mas” rayu Hanum sambil mencium pipi Aditya.
...****************...
Malam ini adalah malam terakhir Hanum dan Aditya liburan. Besok mereka akan pulang ke Jakarta. Hanum merasa liburan nya sangat menyenangkan, namun waktunya cuman satu minggu. Setelah makan malam, Hanum melihat pemandangan sekitar kapal.
“Hufftt besok sudah pulang” ucap Hanum berbicara sendiri
Tiba-tiba Aditya menyusul Hanum.
“Num kamu ngelamunin apa?” tanya Aditya
“Ngga mas, aku cuman mau menikmati pemandangan sekitar. Besok kan kita sudah pulang” jelas Hanum
“Tapi diluar anginnya kencang lo Num, ayok masuk. Ini juga sudah malam” pinta Aditya
“Iya mas” jawab Hanum sambil berdiri.
Aditya langsung menggendong Hanum dan membawanya menuju ke kamar.
“Mas, nanti kalau diliatin sama pegawainya gimana? Malu lo” ucap Hanum meminta turun
“Ngga papa, sah-sah saja kita kan sudah menikah.” Ucap Aditya senang menggoda Hanum
“Ih mas..” jawab Hanum malu dan melihat sekitar.
Didalam kamar, Aditya langsung merebahkan tubuh Hanum di ranjang. Ia mencium kening Hanum.
“Num, i love you” bisik Aditya ke telinga Hanum
“I love you too, mas” jawab Hanum
Mendengar jawaban Hanum, perasaan dalam hati Aditya pun bergejolak.
Aditya melancarkan aksinya, ia membuka baju Hanum.
__ADS_1
“Mas, pelan ya” pinta Hanum
“Pasti” jawab Aditya berbisik di telinga Hanum.
...****************...
Keesokan harinya Aditya bangun duluan. Dia memandangi wajah Hanum yang cantik, kemudian membelai lembut pipi Hanum.
“Aku tidak menyangka bisa mencintai mu sebesar ini.” Ucap Aditya pelan sambil mencium kening Hanum
Sentuhan Aditya membuat Hanum bangun.
“Hhhhmmm” Hanum terbangun dari tidurnya dan membuka mata nya pelan-pelan
Aditya berpura-pura tidur mengetahui Hanum yang bangun. Hanum melihat wajah Aditya yang sangat tampan. Ia menyentuh wajah Aditya, mulai dari alisnya hingga ke bibirnya.
“Bagaimana bisa bulu mata nya sangat panjang lentik sekali.” gumam Hanum
“Hidungnya mancung dan bibirnya yang mungil” lanjut Hanum
Aditya tidak kuat menahan kepura-puraannya. Ia langsung membuka matanya. Hanum seketika kaget.
“Mas kamu udah bangun?” tanya Hanum
“Iya.” Jawab Aditya sambil memeluk Hanum
“Jangan jangan dia tadi dengar lagi apa yang aku ucapkan” batin Hanum
“Mas, apa kamu mendengar kata-kataku tadi?” tanya Hanum lagi
“Semuanya sudah kudengar” jawab Aditya sambil tersenyum puas
“Kenapa kamu pura-pura tidur?” tanya Hanum
“Memang kenapa? Aku mau melihat respon istriku ketika aku tidur. Ternyata kamu juga mengagumiku” jawab Aditya menggoda Hanum
“Ih, kamu nyebelin banget deh” jawab Hanum sambil menutup mukanya
“Kamu kenapa malu?” tanya Aditya
“Ah, kamu!!” ucap Hanum malu dan ingin segera beranjak dari tempat tidurnya
Aditya menahan Hanum dan merangkul Hanum sekali lagi sambil menggelitik pinggang Hanum.
“Mas, lepasin geli” pinta Hanum
“Ngga akan aku lepasin sebelum kamu bilang mencintaiku dulu” balas Aditya sambil masih menggelitik Hanum
“Ih kamu cari-cari kesempatan deh” ucap Hanum
Aditya terus menggelitik Hanum.
“Iya mas iya.. Aku mencintaimu” ucap Hanum
Aditya tersenyum puas dan sudah tidak menggelitik Hanum lagi tapi masih merangkulnya.
“Mas lepasin. Aku kan sudah bilang apa yang kamu mau tadi” ucap Hanum sambil mencoba membuka ikatan tangan Aditya di pinggangnya
“Kan ucapan itu untuk tidak menggelitikmu lagi, kalau kamu mau aku lepaskan cium aku dulu” ucap Aditya
__ADS_1
“Ih kamu banyak maunya deh” jawab Hanum
“Ya udah ga bakalan aku lepasin” ucap Aditya
“Iya iya. Kalau begitu lepasin dulu. Bagaimana aku bisa menciummu kalau kamu masih merangkul ku begini.” Pinta Hanum
Aditya percaya dan melepaskan ikatan tangannya dari pinggang Hanum.
Hanum langsung membalikkan badannya dan menghadap ke Aditya.
“Tutup mata kamu dulu tapi.” Pinta Hanum
“Oke” ucap Aditya menuruti Hanum
Aditya menutup mata nya. Namun tak kunjung mendapat kiss dari Hanum. Ia langsung membuka matanya. Aditya melihat Hanum sudah berdiri di depan nya dengan menyilangkan tangan.
“Wek wek wek.. kena tipu” Hanum menggoda Aditya dengan menjulurkan lidahnya
Aditya kesal dan hendak menarik tubuh Hanum lagi. Hanum langsung lari ke kamar mandi.
“Awas ya kamu Hanum” ucap Aditya
“Ngga takut” ucap Hanum dengan badan yang bersembunyi di belakang pintu kamar mandi, hanya kepala nya saja yang mengintip keluar kamar mandi
Aditya hendak berlari ke kamar mandi, namun Hanum segera mengunci pintunya.
Hanum di kamar mandi sudah lebih dari 15 menit.
“Kenapa kali ini tidak sesakit yang kemarin ya!” ucap Hanum berbicara pada dirinya sendiri di kamar mandi
“Ya meskipun masih tetap ada sedikit rasa nyeri sih” lanjutnya.
Sementara Aditya masih diluar.
“Ting” bunyi HP Aditya
Aditya mengecek HP nya.
“Selamat pagi pak. Maaf mengganggu waktunya. Hari ini Bu Diara meminta meeting dengan Pak Aditya” pesan singkat dari Lutfi
Aditya langsung menghubungi Lutfi.
“Halo” ucap Aditya menyapa orang diseberang telepon
“Iya pak.” Jawab Lutfi
“Kenapa kamu baru bilang sekarang kalau ada meeting dan mengharuskan saya datang?” tanya Aditya
“Mohon maaf pak. Bi Diara tadi baru menghubungi saya kalau meminta mengatur pertemuan dengan bapak hari ini karena ada beberapa dokumen yang harus dibicarakan” jelas Lutfi
“Kenapa dadakan sekali kalau membuat jadwal pertemuan tanpa persetujuan?” tanya Aditya
“Saya kurang tau Pak, tadi sudah saya jelaskan kalau Pak Aditya belum kembali dari liburannya. Namun Bu Diara bilang tidak akan segera memulai proyeknya sebelum membicarakan beberapa dokumen dengan Bapak.” Jelas Lutfi
“Dia tidak bilang bagian mana yang mau dibicarakan bukannya kemarin mereka setuju saja dengan kontraknya.” Tanya Aditya
“Saya sudah sampaikan itu sebelumnya ke Bu Diara, Pak. Bagian mana yang mau dibicarakan, saya beserta Pak Bagus akan mencoba membenahi dan akan mengirimkannya langsung ke Bapak. Tapi Bu Diara tidak mau kalau bukan Pak Aditya yang datang” jelas Lutfi
“Baik kalau begitu akan saya hubungi beliau” ucap Aditya sambil mematikan panggilan.
__ADS_1