Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Aditya cemburu (2)


__ADS_3

“Selamat ya” ucap dosen satu persatu meninggalkan ruangan


Aditya memilih keluar ruangan terakhir, namun sebelum Aditya mendekati Hanum.


“Num, ada bucket bunga nih dari someone” ucap temannya memasuki ruangan dengan bucket bunga mawar yang terlihat mewah


“Hhhmmm dari siapa?” tanya Hanum


“Coba keluar deh, lihat dulu!” ucap temannya menarik tangan Hanum keluar


Mereka berdua hanya melewati Aditya.


“Surprise” ucap Dimas dan teman-teman Hanum


“Eh...” jawab Hanum bingung


Dimas sudah membawakan boneka teddy bear besar dan tidak lupa beberapa bucket berisi coklat. Ia pun memberikannya kepada Hanum.


“Num, ini” ucap Dimas dengan mengulurkan hadiahnya


“Hhhmmm makasih” balas Hanum


Dimas menatap dalam Hanum, sementara itu Aditya melihat laki-laki yang bahkan belum pernah dilihatnya sebelumnya sedang tertarik dengan istrinya.


“Siapa lagi dia? Kenapa banyak sekali pria yang menyukai Hanum. Sudah terlihat jelas tatapannya kepada Hanum” batin Aditya melihat mereka


“Hhmmm... bagaimana kamu tau kalau hari ini aku sidang?” tanya Hanum


“Rahasia dong” balas Dimas


“Cie Hanum” ucap teman-temannya bersorak


“Selamat ya!” ucap Dimas mengulurkan tangan


“Iya, makasih” balas Hanum membalas jabatan tangan Dimas


Hanum menoleh ke arah belakang, melihat Aditya yang melangkah meninggalkan mereka.


“Bagaimana kalau mas Adit marah” batin Hanum


“Ya sudah kalau begitu, aku pulang dulu ya” pamit Hanum


“Kita kan belum sempat berfoto. Bagaimana kalau kita ambil foto dulu?” pinta Dimas


“Hhhmmm” ucap Hanum tidak enak menolak


“Ya udah deh” lanjutnya


Setelah berfoto, Hanum pamit untuk pulang.


“Ya sudah kalau begitu aku balik dulu ya” pamit Hanum


“Biar aku antar bagaimana?” ucap Dimas menawarkan


“Eh ngga usah tadi aku dianter sopir kok” balas Hanum segera pergi


“Num, boneka nya” panggil Dimas


“Oh... mana?” ucap Hanum kembali mengambil bonekanya


“Kamu tidak bisa membawa ini sendirian, bagaimana kalau aku bantu bawakan ke mobilmu” ucap Dimas


“Iya sih sepertinya tidak bisa kubawa sendirian. Minta tolong ya kalau begitu” balas Hanum


Mereka berdua segera menuju ke parkiran.


“Makasih ya” ucap Hanum

__ADS_1


“Iya sama-sama” balas Dimas


“Eh iya aku lupa ambil kertas ujian ku di administrasi jurusan” ucap Hanum


“Ya sudah kamu pulang saja, aku ke administrasi jurusan dulu” lanjutnya meninggalkan Dimas yang masih menatapnya


Hanum menuju ke lantai 4, di dalam lift ternyata ada Aditya. Di dalam lift mereka terlihat seperti orang asing yang saling tidak mengenal. Hanum masih kesal kepada Aditya, sementara suaminya cemburu melihatnya bersama pria lain.


“Siapa laki-laki tadi?” tanya Aditya membuka obrolan


“Bukan siapa-siapa” balas Hanum


Lift terbuka, mereka sama –sama menuju ke ruang administrasi jurusan.


“Pak saya mau minta surat sidang saya yang sudah ditandatangi” pinta Hanum kepada pegawai administrasi


“Oh, kamu sidang jam berapa tadi? Atas nama siapa?” tanya pegawai tersebut


“Jam 9 pagi, Anindita Hanum” jawab Hanum


Pegawai tersebut mencari surat yang diminta Hanum dalam tumpukan berkas.


“Oh belum diberikan ke pihak administrasi, kamu coba minta dosen pembimbing” jelas pegawai tersebut


“Hmmm.... ya udah deh pak terimakasih infonya” jawab Hanum


Hanum menuju ruang kubikel dosen, namun tidak ada Aditya.


“Dimana dia?” batin Hanum sambil menunggu


Tidak lama kemudian, Aditya datang dan melirik ke arah Hanum yang duduk di kursi depan meja kubikel nya.


“Ada apa?” tanya Aditya


“Pak saya mau minta surat sidang saya” ucap Hanum


“Hhmm.. sebentar biar saya cari dulu” jawab Aditya sambil membuka laci mejanya.


“Ini” ucap Aditya menyerahkan


“Makasih pak” jawab Hanum masih penasaran


Hanum keluar dari kubikel dan bergegas pulang.


...****************...


“Itu tadi isinya apa ya?” ucap Hanum pelan


“Tapi kalau memang itu untuk aku kenapa tidak diberikan langsung?” tambahnya


“Lagian dia sama sekali tidak mengucapkan selamat secara langsung” lanjutnya


“Bu, ada apa ya?” tanya sopir


“Eh ngga kok. Jangan dihiraukan” jawab Hanum


Sampai di rumah, Hanum disambut oleh ibunya.


“Bu” sapa Hanum keluar dari mobil


“Bagaimana tadi sidangnya?” tanya bu Rita


“Alhamdulillah lulus bu” jawab Hanum


Ibunya lega mendengarkan jawaban Hanum.


“Alhamdulillah, selamat ya nak! Akhirnya perjuangan mu terbayarkan” ucap Bu Rita merangkul Hanum

__ADS_1


“Iya bu” balas Hanum


“Kalau begitu ayok makan” pinta bu Rita


Hanum hanya menganggukkan kepalanya.


“Bu, mas Adit apa sempet pulang?” tanya Hanum


“Nggak, belum. Apa dia sudah pulang?” tanya balik bu Rita


“Iya, tadi Hanum ketemu di kampus. Hanum pikir dia sempat pulang” balas Hanum


Obrolan mereka pun disela oleh sopir.


“Bu Hanum, ini boneka sama buket nya mau ditaruh mana?” tanya sopir sambil membawakan boneka teddy bear yang sangat besar


“Taruh di situ saja” pinta Hanum sambil menunjuk ke sudut ruang keluarga


“Baik bu” balas sopir


“Dari Aditya bonekanya, Num?” tanya bu Rita


“Bukan. Tapi dari Dimas bu” balas Hanum masih lahap dengan makan


“Apa? Dia membawakan boneka sebesar itu untukmu? Kalau Aditya tau bagaimana?” ucap bu Rita panik


“Sudah tau kok bu, dia juga diam saja” balas Hanum santai


“Kamu bagaimana sih? Harusnya kamu jangan menerimanya” ucap bu Rita menepuk lengan Hanum


“Hanum sungkan kalau menolaknya bu, apalagi di depan teman-teman Hanum, nanti dikira tidak menghargai lagi” balas Hanum


“Kalau begitu cepat taruh gudang saja, Aditya bisa marah lagi” balas bu Rita


“Lagian, aku ngga pernah ngasih tau jadwal sidang ku. Kenapa Dimas bisa tau?” ucap Hanum


“Memang ibu yang memberitahukannya, tapi ibu tidak berpikir kalau dia akan memberikan hadiah sebanyak itu” balas Bu Rita


“Berarti salah ibu dong” ucap Hanum bercanda


“Apa mungkin dia tidak tau kalau kamu sudah bersuami” ucap bu Rita


“Nggak tau juga” balas Hanum


“Ya sudah ya bu, Hanum mau istirahat dulu, capek” ucap Hanum


“Iya” balas bu Rita


“Pak, minta tolong coklatnya ditaruh di kulkas ya” pinta Hanum kepada sopir yang membawakan buket-buket tersebut


“Baik non” balas sopir tersebut.


...****************...


Pukul 4 sore Hanum terbangun dari tidurnya.


“Hhhhmmm” ucap Hanum dengan meregangkan badannya


Ia melihat di kursi kamar sudah ada Aditya yang duduk sambil melihat ke arahnya.


“Eh, sudah pulang?” ucap Hanum buru-buru mengambil posisi duduk


Aditya hanya diam tak menjawab.


Hanum beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.


“Ditanyain malah diem aja” batin Hanum

__ADS_1


“Harusnya kan aku yang marah” lanjutnya


Selesai mengambil air wudhu, ia segera menunaikan sholat ashar. Aditya sama sekali tidak beranjak dari posisi duduknya.


__ADS_2