Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Dipaksa 2 kali


__ADS_3

“Mas, kamu mau apa?” tanya Hanum


“Aku mau ikut mandi sekalian” jawab Aditya


“Ih, kamu ntar aja, aku duluan, janji cuman 10 menit” ucap Hanum


“Udah bareng saja, lagian ini sudah malam, jangan berdebat” ucap Aditya


Hanum pasrah dengan Aditya, tapi ia masih sungkan untuk tidak memakai apa-apa di depan Aditya. Ia pun memutuskan untuk keluar, tapi tangan nya ditahan oleh Aditya.


“Mau kemana?” tanya Aditya menahan langkah Hanum


“Kamu mandi duluan saja deh mas, aku nanti saja setelah kamu” jawab Hanum


“Num, kita sudah menikah, mandi bersama itu wajar. Kenapa kamu masih tetap malu?” ucap Aditya


“Iya mas, iya” jawab Hanum malas mendebat Aditya


Dengan terpaksa Hanum segera mandi. Aditya yang melihat Hanum tanpa busana di depan matanya, langsung menarik pinggang Hanum. Ia mencium bibir istrinya, awalnya Hanum menolak tapi lama kelamaan ia juga menikmati. Selesai ******* bibir Hanum, ciuman memanas turun ke leher.


“Mas, kamu mau melakukan nya disini?” tanya Hanum


“Hhhmmmppp” jawab Aditya tanpa melepas ciuman nya


Kali ini karena sudah lama Aditya tidak melakukan adegan in*im sejak terakhir kali liburan mereka, ia pun melakukan nya dengan panas. Selesai melakukan selama 20 menit, mereka langsung membersihkan diri masing-masing.


“Gila, Aditya kuat banget tenaganya” batin Hanum


“Ayok turun, kita makan.” Pinta Aditya


“Iya.” Jawab Hanum.


...****************...


“Loh kalian sudah bangun?” tanya Bu Rita


“Iya Bu” jawab Hanum


“Tadi ibu minta Kelen untuk memanggil kalian makan, tapi katanya masih tertidur, jadi sengaja ibu biarkan. Sudah sini makan dulu” pinta Ibu


“Num, kamu hangatkan sayur lagi ya buat suami mu, ibu mau istirahat dulu” tambah Bu Rita


“Baik Bu” jawab Hanum


Selesai menghidangkan makanan. Hanum mengambil posisi duduk di depan Aditya.


“Kenapa kamu duduk di situ? Sini layani aku!” pinta Aditya


“Layani apa mas?” tanya Hanum


“Suapi aku, tanganku masih sedikit kram karena mengangkat kakimu tadi di kamar man....” ucap Aditya tidak menyelesaikan bicara nya karena dibungkam Hanum


“Mas, kamu jangan sembarangan. Nanti kalau di dengar ayah sama ibu bagaimana?” ucap Hanum masih membungkam mulut Aditya


Aditya segera melepas tangan Hanum.


“Makanya duduk disebelah ku, aku mau di suapi” ucap Aditya


“Nanti kalau dilihat orang bagaimana. Kamu semakin liar” ucap Hanum


“Kenapa? Aku kan juga mau di manja istriku” jawab Aditya

__ADS_1


Hanum mengambil posisi duduk di sebelah Aditya, ia lantas menyuapi Aditya dengan sabar.


“Sudah kenyang kan?” tanya Hanum


“Sudah, sekarang ganti kamu yang makan” jawab Aditya


“Ya sudah kamu kembali sana ke kamar. Aku akan makan” pinta Hanum


“Aku mau melihatmu makan. “ jawab Aditya


“Ya sudah terserah” balas Hanum


Selama Hanum makan, Aditya menatap Hanum dengan senyuman.


“Kamu lama-lama aneh mas, sering tersenyum sendiri” ucap Hanum


“Aku sedang mengagumi istriku, masa tidak boleh?” ucap Aditya berbisik di telinga Hanum


Hanum segera mendorong tubuh Aditya.


“Mas, kamu menggodaku terus. Lagian tadi kan sudah. Masak mau minta lagi” ucap Hanum


“Aku ngga minta itu. Apa jangan-jangan kamu yang menginginkannya. Baik sebagai suami aku harus memuaskan mu.” Balas Aditya


“Bukan itu maksud ku” jawab Hanum


“Bahaya, mas Aditya semakin tidak terkendali. Lebih baik aku diam saja” batin Hanum


“Semakin lama aku melihatnya semakin aku jatuh cinta. Kenapa kamu bisa sebodoh ini Aditya. Mana Aditya yang dulu, yang bahkan tidak pernah serius dengan wanita.” Batin Aditya


Selesai makan, Hanum dan Aditya kembali ke kamar.


Hanum langsung menarik selimut. Namun Aditya merangkulnya di balik selimut, ia mengelus-elus punggung Hanum.


“Kamu kayaknya memang pengen lagi ya, aku cuman pegang begitu saja, kamu sudah sangat tergoda” ucap Aditya


“Siapa yang tergoda? Aku bilang geli” jawab Hanum


“Oh” jawab Aditya senang menggoda Hanum


“Udah kamu mending tidur deh” pinta Hanum


“Aku mana bisa tidur sesore ini, apalagi tadi habis tidur lama” ucap Aditya


Aditya membalikkan badan Hanum, ia kemudian naik di atas badan Hanum.


“Mas, Ya Allah.... mau apa lagi?” tanya Hanum


“Aku mau mengulang yang tadi, aku masih belum puas” jawab Aditya


“Aduh tapi aku sudah capek, pinggang ku sakit” ucap Hanum meminta belas kasihan


“Kamu ngga usah ngapa-ngapain biar aku yang melakukannya.” Ucap Aditya


Hanum hanya bisa pasrah.


“Ahhh” erangan suara Hanum


“Hmmm.... hmmm.. hmmm” balasan Aditya menikmati


Selesai melakukan, Aditya masih menopangkan badan nya di atas istrinya. Hanum merangkulnya.

__ADS_1


...****************...


Keesokan harinya, Hanum dan Aditya pamit pulang setelah sarapan dengan orang tuanya.


“Kalian hati-hati ya, kalau ada waktu main kesini lagi” ucap Bu Rita


“Iya Bu” jawab Aditya


“Yah kak Hanum sudah pulang, rumah pasti sepi lagi deh” ucap Kelen sedih


“Kakak pasti akan sering-sering main kesini lagi kok. Kalau kakak kesini kamu mau dibawain apa?” tanya Hanum


“Aku ga mau apa-apa, asal kakak sering datang, Kelen udah seneng banget kok” jawab Kelen


“Kelen, dulu kamu sering mengganggu kak Hanum sekarang kamu merindukannya” ucap Pak Rendra menggoda


Hanum merangkul Kelen, sementara Aditya mencium punggung tangan ayah dan ibu. Mereka pun pergi.


...****************...


“Drrtt... drrrttt... drrrtt” HP Aditya berdering


Tertulis nama Lutfi di layar HP nya.


“Mas, HP kamu nih ada yang telfon” ucap Hanum


“Siapa?” tanya Aditya fokus mengemudikan mobilnya


Hanum meraih HP Aditya dan melihat.


“Lutfi, mas!” ucap Hanum


“Oh” jawab Aditya sambil meraih HP nya dari tangan Hanum


“Halo, iya. Ada apa?” tanya Aditya


“Pak, hari ini tiba di kantor jam berapa?” tanya Lutfi


“Saya pulang dulu untuk berganti baju dan langsung pergi ke kantor.” Jelas Aditya


“Baik pak, saya tunggu soalnya ada Bu Diara yang sedang menunggu bapak.” Ucap Lutfi


Aditya melirik ke arah Hanum, takut kalau Hanum mendengarnya.


“Baik, tunggu saya akan segera datang” balas Aditya


Sambungan telepon terputus.


“Kenapa mas? Apa ada pekerjaan mendadak?” tanya Hanum


“Iya, Diara lagi menungguku di kantor” jawab Aditya jujur


“Oh ya sudah, ngga papa. Aku senang kamu jujur.” Jawab Hanum


“Aku bekerjasama dengan perusahaan milik papa Diara, Num. Jadi sepertinya kerja sama kita akan berlangsung lama. Apa kamu bisa mengerti?” tanya Aditya


“Iya mas, aku ngerti kok, yang penting kamu jujur, aku bisa memaklumi” jawab Hanum


“Makasih Num, sudah mau mengerti” ucap Aditya


“Iya mas, memang sudah kewajibanku.” Jawab Hanum

__ADS_1


“Oh iya sebentar lagi gelombang sidang akan dibuka, apa skripsimu sudah selesai?” tanya Aditya


“Sudah mas, cuman akan masih proses cek ulang sih penulisan ku dan menambahkan data yang dibutuhkan.” Jawab Hanum.


__ADS_2