Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Berbaikan


__ADS_3

“Ibu paham perasaan mu. Tapi kamu sudah menikah nak kamu harus lebih dewasa menyikapi segala sesuatu. Kalau kamu melarikan diri setiap ada masalah ke depan nya kamu juga akan melakukan hal ini. Pernikahan itu menyatukan dua pikiran, jadi kamu juga harus bisa memahami Aditya. Ayah dan Ibu dulu juga seperti itu. Tapi bagaimana sampai saat ini bisa langgeng, karena kami saling memahami dan percaya” jelas Bu Rita menasehati Hanum


“Hanum mau nenangin diri dulu Bu disini.” Ucap Hanum


“Ibu membebaskan mu kapan saja berkunjung. Ya sudah kalau begitu kamu pikirkan lagi apa kata Ibu. Kalau menurut Ibu kamu harus kembali ke rumah Aditya Num. Bicarakan baik-baik.” Minta Ibu


...****************...


Keesokan harinya adalah hari Senin, Hanum memutuskan untuk pergi ke kampus, namun semua barangnya masih di rumah Aditya termasuk laptop. Ia memutuskan untuk ke rumah Aditya untuk mengambilnya, lalu langsung berangkat ke kampus. Ia pun pamit ke Ibu nya.


“Bu, Hanum mau ke kampus hari ini” ucap Hanum


“Iya nak. Apa kamu sudah memutuskan untuk kembali ke rumah Aditya?” tanya Bu Rita


“Sudah Bu.” Jawab Hanum


“Keputusan yang tepat Nak, semoga kamu segera berbaikan dengan Aditya” ucap Ibu


“Yaudah Hanum pamit ya Bu. Nanti tolong sampaikan salam Hanum ke Ayah” pamit Hanum


“Iya, kamu hati- hati ya di jalan.” Jawab Ibu


...****************...


Sesampainya di rumah Aditya ternyata Pak Deri dan Bu Dena sudah sampai rumah. Melihat Hanum baru pulang, Bu Dena pun menanyai Hanum.


“Loh Num, kamu sudah pulang?” tanya Bu Dena


“Iya ma, Hanum kemarin tidur di rumah orang tua Hanum. Mereka titip salam sama mama dan papa” ucap Hanum


“Iya nak, bagaimana kabar Pak Rendra dan Bu Rita” tanya Pak Deri


“Baik pa” jawab Hanum singkat


Disana juga ada Aditya, namun ia diam hanya melirik sekilas ke arah Hanum.


“Kamu kok ga jemput Hanum sih Dit, terus ngga nemenin dia nginep di rumah orang tuanya lagi” tanya Bu Dena


“Eh, ma memang kemarin Hanum yang minta mas Aditya untuk pulang saja, karena mas Aditya banyak kerjaan. Jadi dia harus mengerjakan di ruang kerjanya ma.” Ucap Hanum bohong


“Tapi kenapa kamu juga tidak menjemput Hanum?” tanya Pak Deri


“Hanum bilang bisa pulang sendiri pa” jawab Aditya


“Ngga bisa gitu dong nak, perempuan harus dimengerti, kalau dia bilang tidak itu artinya bukan tidak yang sebenarnya. Ia menunggu kepekaan darimu.” Ucap Pak Deri


“Aditya memang kurang pengalaman pa. Lain kali kamu belajar dari papa mu Dit” ucap mama sambil bercanda


“Iya ma” jawab Adit


“Oh iya ma, pa, Hanum ke atas dulu ya mau ngambil tas sama laptop.” Ucap Hanum

__ADS_1


“Iya” jawab Bu Dena


Hanum menata peralatan nya ke dalam tas yang akan ia gunakan untuk ke kampus.


Aditya masuk kamar dan melihat Hanum.


“Aku antar kamu ke kampus” ucap Aditya


“Iya makasih” jawab Hanum.


...****************...


Aditya pun mengantarkan Hanum ke kampus. Di dalam mobil mereka masih canggung. Hanum merasa kata-kata Ibunya benar. Jadi, ia memutuskan untuk memulai percakapan.


“Mas aku minta maaf ya, kemarin udah nuduh kamu” ucap Hanum


“Iya ngga apa- apa. Mas juga minta maaf tidak bisa memahami kamu” balas Aditya


“Aku tau aku salah.” Ucap Hanum


...****************...


Setelah sampai di kampus, seperti biasa Hanum langsung menuju ke perpustakaan. Di seberang meja yang ditempati ada Lukas yang sedang fokus dengan laptop nya. Tampaknya Lukas sudah terlihat baik, tapi Hanum merasa sepi, karena di kampus dulu selalu ada Lukas yang menemaninya.


Lukas sebenarnya mengetahui keberadaan Hanum, hanya apabila dia mendekati Hanum seperti dulu dia takut tidak bisa melupakan perasaan nya terhadap Hanum. Jadi menurutnya lebih baik menjaga jarak.


Selama Hanum fokus terhadap laptop di depan nya, Lukas masih menatap Hanum seperti dulu. Bedanya sekarang ia tidak dapat mendekati Hanum seperti dahulu.


...****************...


Tertulis nama Aditya disana. Hanum langsung keluar dari perpustakaan untuk mengangkat telpon dari Aditya.


“Iya halo mas!” ucap Hanum


“Num, sudah selesai?” tanya Aditya


“Iya, ini mau pulang. Kenapa?” tanya Hanum


“Aku mumpung di kampus. Kita pulang bareng aja” pinta Aditya


“Oke. Aku tunggu kamu di depan kampus ya!” jawab Hanum


Telepon tertutup, Hanum langsung mengemasi barang- barangnya. Ia kemudian jalan menuju depan kampus yang tidak jauh dari lokasi perpustakaan.


...****************...


Di dalam mobil.


“Num, sebentar lagi liburan semester. Kita pergi liburan yuk!” ajak Aditya


“Boleh” jawab Hanum

__ADS_1


“Kamu ada tempat yang mau dikunjungi?” tanya Aditya


“Hhhmm mana ya!” jawab Hanum sambil berpikir


“Terserah kamu sih boleh di dalam atau luar negeri” ucap Aditya


“Aku mau ke luar negeri. Hanya untuk sekarang pasti repot kesana. Aku masih harus mengurus passport dan visa. Pasti akan memakan waktu juga.” Ucap Hanum


“Kamu mau kemana kalau keluar negeri?” tanya Aditya


“Aku mau ke Swiss. Aku mau lihat pedesaan yang ada di luar negeri pasti berbeda dengan disini vibes nya” ucap Hanum


“Kita bisa kesana kalau kamu mau.” Balas Aditya


“Ngga deh. Aku ini kan semester akhir. Jadi harus segera menyelesaikan skripsi ku. Lagian semua teman- teman ku di kampus pasti juga tidak libur tetap konsultasi” ucap Hanum


“Ya sudah kalau begitu kita liburan dalam negeri saja”


“Bagaimana kalau kita ke Lombok. Aku pengen banget kesana” ucap Hanum


“Boleh, nanti kita kesana ya.” Janji Aditya


“Oke.” Jawab Hanum dengan ekspresi sangat senang.


...****************...


“Hanum mama minta tolong antarkan bekal ini ke kantor Aditya ya nak” minta mama Dena


“Oh iya mah” balas Hanum


“Ini” sambil menyodorkan tempat bekal


“Nanti makan itu bersama Aditya ya. Temani dia makan. Mama sudah siapkan dua porsi untuk kalian” ucap Mama Dena


“Siap ma, yaudah Hanum siap-siap dulu ya Ma” ucap Hanum


Hanum bergegas ke atas untuk mengganti bajunya. Ia memilih memakai rok span 3/4 berwarna maroon serta kemeja berwarna hitam dilengkapi dengan flatshoes hitam. Meskipun simpel tapi terlihat cocok Hanum memadu padankan.


Kemudian ia langsung menuju ke kantor Aditya.


“Ah sudah lama tidak berkunjung” ucap Hanum pelan sambil menatap gedung di depan nya.


Hanum memasuki gedung tersebut dan bertemu beberapa karyawan yang dulu dikenalnya”


“Hi Num, kamu apa kabar” tanya Bu Ratna


“Baik Bu. Ibu juga gimana kabarnya?” tanya Hanum


“Baik juga. Kamu kesini pasti mau menemui pak wakil direktur ya!” ucap Bu Ratna


“Iya.” Balas Hanum dengan senyum

__ADS_1


“Wah romantis sekali ya dibawakan bekal” goda Bu Ratna sambil melihat kotak bekal makanan yang dipegang Hanum.


__ADS_2