
“Iya ma” jawab Aditya dengan mengambil posisi duduk di sebelah Hanum
Dari awal pulang Aditya selalu melihat ke arah Hanum. Berbeda dengan Hanum yang mencoba mengabaikan Aditya.
“Kupikir dia akan pulang ke rumah orang tuanya.” Batin Aditya
Setelah makan Hanum langsung ijin ke mertuanya untuk kembali ke kamar.
“Pa, ma, Hanum ke kamar dulu ya” ijin Hanum
“Iya, kamu ngga makan buah dulu? Apa mama suruh mbok Iyem untuk mengantarkan buah ke kamar mu?” mama menawarkan
“Ngga usah ma, Hanum mau langsung istirahat saja” ucap Hanum
“Oh ya sudah kalau begitu” jawab Bu Dena
Hanum langsung ke kamarnya, diikuti oleh Aditya di belakangnya. Ketika masuk kamar, Hanum langsung merebahkan diri.
“Num, aku minta maaf ya atas kejadian tadi” ucap Aditya
Hanum terdiam tanpa mengeluarkan kata sepatah pun.
“Num, sebenarnya aku dengan Diara sedang ada proyek bersama, maka dari itu kita sering bertemu. Awalnya aku pikir kalau aku memberitahumu aku takut kamu akan khawatir dan membebanimu, kamu juga harus fokus ke skripsimu. Jadi keputusan yang tepat adalah aku tidak memberitahumu” jelas Aditya
Hanum masih tetap diam. Ia mencoba untuk memahami Aditya, tapi hatinya masih sakit melihat mereka berdua tadi di kafe.
“Num, aku minta maaf” ucap Aditya sekali lagi
“Mas, harusnya kamu memberitahuku di awal kalau memang kamu sedang kerjasama dengan Diara. Bukankah harusnya ada keterbukaan antara kita berdua? Kamu justru malah membuat aku salah paham. Dan juga kalau memang kalian kerjasama, itu semua bisa dibicarakan di kantor. Kenapa harus di kafe?” tanya Hanum
“Iya Num aku tahu aku salah, tapi tidak ada niat ku untuk membuatmu salah paham seperti ini.” Jelas Aditya
“Kamu mau memaafkan aku kan Num” tambah Aditya
“Mas, aku masih kecewa sama kamu. Jadi aku belum bisa dengan mudah melupakan kejadian tadi” jawab Hanum
“Aku akan tetap mencoba Num untuk membuatmu percaya lagi padaku” balas Aditya
Aditya pun menyusul tidur di sebelah Hanum.
Bayang-bayang akan kejadian tadi sore masih berkutat di pikiran Hanum. Lantas ia langsung beranjak dari tempat tidurnya dan tidur di sofa.
“Kamu kenapa pindah Num?” tanya Aditya
“Ngga papa” jawab Hanum singkat
Aditya merasa Hanum masih kesal kepadanya hingga tidak mau tidur seranjang dengan Aditya.
...****************...
Sikap Hanum selama beberapa hari ini sungguh berbeda dengan sebelumnya.
“Maaf pak Adit, bapak salah tanda tangan dokumen.” Ucap Lutfi
“Oh, mana? Maaf” ucap Aditya membubarkan lamunannya
Semenjak sikap Hanum dingin, itu membuat Aditya berpikir kacau juga. Ia tidak fokus pada pekerjaannya.
__ADS_1
“Hanum masih tetap diam. Bagaimana aku bisa membuatnya seperti dulu lagi yang ceria. Dia hanya seperti patung selama aku di rumah” batin Aditya
Tidak ada komunikasi antara mereka berdua seperti biasanya. Hari ini Aditya berencana untuk menjemput dan mengajak Hanum makan malam di luar.
“Num, kamu masih di kampus?” pesan teks yang dikirim oleh Aditya
Pesan Aditya tidak dibalas sama sekali. Aditya menatap layar HP nya terus, hingga membuatnya tidak sabar. Ia pun menghubungi Hanum.
“Halo” suara Hanum di seberang telepon
“Num, kenapa kamu tidak membalas pesan ku. Apa baru kamu baca?” tanya Aditya
Hanum hanya terdiam.
“Num, kamu masih mendengarkan aku kan?” tanya Aditya
“Iya” jawab Hanum singkat
“Kamu masih di kampus?” tanya Aditya lagi
“Iya” jawab Hanum
“Kamu pulang jam berapa? Aku akan menjemputmu” tanya Aditya
“Ngga usah mas. Aku bisa pulang sendirian kok” jawab Hanum
“Num, aku mau mengajakmu makan malam untuk menebus kesalahan ku. Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaikinya” pinta Aditya
“Aku nanti mau pulang ke rumah orang tuaku. Ayah juga nanti akan menjemputku jadi tidak usah jemput aku mas” ucap Hanum
“Iya. Mungkin 2 hari. Aku rindu bermain bersama Kelen.” Jawab Hanum
“Baiklah kalau begitu nanti aku akan menyusulmu” ucap Aditya
Hanum diam lagi. Ia seolah tak mengiyakan permintaan Aditya.
“Mas, aku tutup dulu ya. Aku mau lanjut mengerjakan skripsi ku lagi” ucap Hanum sambil mematikan sambungan telepon.
Hanum bahkan memutus sambungan telepon Aditya yang belum selesai berbicara.
...****************...
Pak Rendra menjemput Hanum di kampusnya sekalian mampir memesan stok untuk kebutuhan toko nya.
“Yah, Hanum seneng deh, udah lama ayah tidak menjemput Hanum seperti ini” ucap Hanum
“Iya, kan kamu sekarang sudah bersuami. Jadi Aditya yang menggantikan peran ayah” jawab Pak Rendra
“Tapi Hanum rindu masa-masa dulu yah” balas Hanum
Pak Rendra hanya tersenyum mendengarkan Hanum.
“Yah, untuk sekarang ayah bisa sehat saja Hanum sudah sangat bahagia, meskipun rumah tangga Hanum sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja” batin Hanum
“Kamu mau mampir buat makan bakso di situ ngga Num” ucap ayah menawarkan
“Mau yah” jawab Hanum antusias
__ADS_1
Penjual bakso sudah mengenal Hanum dan ayahnya. Dulu semasa Hanum belum menikah mereka selalu mampir untuk makan bakso.
“Pak bakso 2 ya seperti biasa” ucap Hanum memesan bakso
“Eh mbak Hanum lama ngga liat mbak kemana saja?” tanya penjual bakso
“Dia sekarang sudah menikah Pak, jadi saya sudah tidak menjemputnya lagi sekarang, tapi suaminya” jawab Pak Rendra
“Loh sudah menikah to mbak? Wah selamat ya!” ucap Bapak penjual bakso
“Ah, bapak sih ngga datang” ucap Hanum bercanda
“Hehehe.. saya kan ngga mbak Hanum undang” ucap penjual bakso bercanda
Dua mangkok bakso diantarkan, Hanum segera meraciknya.
“Hhmmm.. enak banget yah” ucap Hanum pada suapan pertama
“Iyalah kamu kan lama ngga makan ini, jadi pertama makan langsung nikmat” jawab ayah.
Setelah selesai makan, mereka berdua pulang.
“Assalamualaikum” ucap Hanum memasuki rumahnya
“Walaikumsalam” jawab Ibu
“Ini bakso bu, tadi Hanum dan ayah mampir ke bakso langganan kita” ucap Hanum
“Wah, yes bakso” ucap Kelen kegirangan
Kehangatan keluarganya mampu membuat Hanum melupakan segala permasalahannya dengan Aditya.
...****************...
“Assalamualaikum” ucap Aditya
Ayah sedang duduk di kursi panjang di teras rumah.
“Walaikumsalam” jawab Pak Rendra
“Habis pulang kerja Dit?” tanya ayah
“Dari rumah yah, Adit sudah pulang dari kantor tadi sore, terus mandi dan kesini deh” jelas Aditya
Mendengar suara orang berbicara di luar, lantas membuat Ibu penasaran ayah sedang berbicara dengan siapa.
“Ayah mu lagi ngobrol sama siapa Num?” tanya Ibu
“Ngga tau Bu” jawab Hanum
“Ya sudah ibu lihat dulu di luar” ucap Bu Rita
Hanum dan Kelen sedang bercanda dan main tebak-tebakan di ruang keluarga.
“Ih kak Hanum curang. Tadi kan Kelen sudah jawab duluan” ucap Kelen kesal
“Eh namanya main ga boleh marah” jawab Hanum.
__ADS_1