
Mendengar perkataan Aditya, tanpa menjawab Hanum keluar dari kamar mendahului suaminya. Aditya berjalan di belakang Hanum.
“Sini nak makan dulu” ucap bu Rita mempersilahkan Hanum
“Iya bu” jawab Hanum mengambil posisi duduk di sebelah ibunya
“Loh, kalau kamu duduk disini, siapa yang mau melayani Aditya?” tanya bu Rita
“Ah Hanum malas gerak bu, terlanjur duduk sini” jawab Hanum
“Udah nggak papa bu, Aditya bisa kok ambil sendiri” ucap Aditya
“Hanum.. Hanum” ucap Bu Rita sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
Aditya kali ini hanya makan beberapa sendok, bu Rita yang melihat Aditya tidak nafsu makan, lantas menawarkan lauk lainnya.
“Kamu sudah makannya Dit?” tanya bu Rita
“Sudah bu, Aditya kenyang” jawab Aditya
“Adit balik ke kamar dulu ya bu, mau istirahat” lanjutnya pamit ke bu Rita
“Iya” balas bu Rita
Aditya berjalan meninggalkan ruang makan.
“Kamu nih Num, kasihan kan suamimu makannya sedikit, tidak kamu layani sih” ucap bu Rita berbisik
“Habis makan buatkan dia air madu hangat” perintah bu Rita
“Hanum malas bu” balas Hanum
“Gimana sih kok malas? Lagian tadi kamu diatas ngapain?” tanya bu Rita
“Hanum kan pengen mencoba kamar lainnya, masa ga boleh” jawab Hanum
“Tidak terjadi apa-apa kan antara kalian berdua?” tanya bu Rita memastikan
“Nggak ada apa-apa kok bu” balas Hanum menutupi yang sebenarnya terjadi
“Hhhmmm... oh iya Num, besok ibu akan pulang, lagian suami mu juga sudah ada di rumah kan” ucap bu Rita
“Kalau begitu malam ini aku tidur sama ibu ya” pinta Hanum
“Lalu suamimu bagaimana?” tanya bu Rita
“Ayolah bu, plis... Hanum kan masih kangen sama ibu. Ijinin Hanum tidur sama ibu ya” pinta Hanum merengek
__ADS_1
“Kamu bicara dulu sama suamimu, kalau mendapatkan ijin, kamu boleh tidur dengan ibu” balas bu Rita
“Makasih bu” ucap Hanum senang
Selesai makan Hanum segera menuju kamarnya, ia mengganti baju nya dengan piyama tidur. Aditya sedang berbaring dengan kepalan tangan yang disandarkan di keningnya, seolah banyak beban, dengan mata tertutup.
“Aku tidur di kamar ibu” ucap Hanum berjalan keluar kamar
Aditya hanya diam, meski ia mendengarkan ucapan Hanum.
...****************...
POV Aditya
“Sudah beberapa hari ini tidurku tidak nyenyak, hanya 4 jam per hari” batin Aditya
“Sekarang aku pulang ingin melepaskan penatku, malah bertengkar dengan Hanum. Rasanya tidak enak sekali” lanjutnya
“Ternyata berumah tangga adalah yang paling sulit yang pernah ku hadapi” ucap nya pelan membuka mata
Malam ini adalah malam yang sangat panjang bagi Aditya, ia serumah dengan istrinya namun tidur secara terpisah. Ia merasa kesepian tanpa Hanum disampingnya.
...****************...
“Tok tok tok” suara ketukan pintu kamar
“Bu, Hanum masuk ya” ucap Hanum sambil membuka pintu
“Bu, jangan pulang dong” ucap Hanum
“Nggak bisa Num, ibu sudah lama disini. Kasihan adikmu kan juga butuh ibu” balas bu Rita
“Hhmm.. aku suka bau ibu, tubuh ibu juga hangat dipeluk” ucap Hanum
“Num, kamu jujur sama ibu. Ada apa antara kamu sama Aditya?” tanya bu Rita
“Nggak ada apa-apa kok bu” jawab Hanum
“Num, kalaupun kamu nggak cerita karena takut membuat ibu khawatir ngga papa. Tapi saran ibu, kamu harus lebih dewasa, pertengkaran sering terjadi antara suami dan istri. Marah boleh, tapi segera selesaikan” saran bu Rita
“Ahhh ibuu.... Hanum jadi pengen nangis” balas Hanum menahan air mata nya jatuh
“Dulu ibu waktu muda juga sering egois, tapi bagaimana ibu dan ayah bisa bertahan sampai sekarang, ya karena kita harus saling mengerti, saling menjaga perasaan, dan menyelesaikan masalah apapun berdua” tambah bu Rita
“Hanum, masih sebel bu sama mas Adit, karena dia tidak mengabari Hanum selama 3 hari, bahkan seenaknya membuang barang Hanum” ucap Hanum mulai membuka permasalahannya
“Num, Aditya itu orang yang sangat sibuk, jadi kamu harus tau kondisinya. Mengenai barang yang dibuang, memang barang seperti apa yang dibuang?” tanya bu Rita
__ADS_1
“Coklat pemberian Dimas, itu kan kesukaan Hanum masak dibuang seenaknya saja” jelas Hanum
“Aditya nggak salah kalau menurut ibu, hanya cemburu. Dia hanya tidak mau pria lain mendekati wanitanya. Sama halnya kamu juga tidak mau kan melihat Aditya dekat dengan wanita lain?” ucap bu Rita
“Tapi kan Hanum ngga minta bu, lagian kalau ditolak juga nggak enak. Daripada dibuang kan mending dimakan” ucap Hanum
“Num, ibu paham kamu masih sangat muda, jadi masih ada keegoisan dalam dirimu yang tak mau mengalah. Tapi jangan sampai rumah tangga mu hancur. Kamu harus memikirkan kedepannya. Apalagi kamu kan sudah mau punya anak, semua sikap egois harus dihindari” jelas bu Rita
Sejenak Hanum memikirkan wejangan dari ibunya.
“Baik bu, Hanum mengerti” balas Hanum
“Mengenai Dimas, nanti biar ibu yang kasih tau kalau kamu sudah menikah” ucap bu Rita
“Iya bu” balas Hanum
“Kalau begitu sekarang tidurlah, ibu harap besok kamu bisa berbaikan dengan Aditya lagi, seperti biasanya” ucap bu Rita
Hanum pun mencoba tidur dengan mendekati ibunya. Namun malam itu dia juga tidak bisa tidur nyenyak.
“Aku harus menyelesaikan ini dengan baik-baik” batin Hanum
“Apa aku harus bicara dengan mas Aditya sekarang? Tapi pasti dia sudah tidur” batinnya
Selama 3 jam di kamar bu Rita, Hanum tak kunjung tidur. Ia membolak-balikkan posisi tidurnya.
“Aku ambil buku di kamar saja, mungkin dengan membaca bisa membuat ku tidur” batin Hanum
Ia melangkah keluar dari kamar ibunya dan menuju ke kamar miliknya. Hanum membuka pelan pintu kamar agar tidak membangunkan Aditya. Namun ternyata suaminya juga masih terjaga. Ketika pintunya terbuka pandangan Aditya tertuju ke pintu kamar.
“Eh” ucap Hanum mengetahui Aditya masih duduk di sofa kamarnya
Hanum hendak keluar lagi, namun ia memberanikan diri untuk masuk. Hanum melangkah menuju rak buku, dan mengambil satu novel. Ketika mau keluar kamar, langkah di hentikan oleh suara Aditya.
“Aku ngga bisa tidur” ucap Aditya masih dalam pandangan nya yang kosong
“Oke, fine. Num kamu harus dewasa” batin Hanum
“Kamu mau dihangatkan susu?” tanya Hanum
“Yes please” pinta Aditya sambil menoleh ke arah Hanum
“Tunggu sebentar kalau begitu” ucap Hanum meninggalkan kamar
Hanum menuju dapur dan segera menghangatkan dua gelas susu untuk mereka berdua. Setelah selesai, ia segera masuk ke kamarnya dengan nampan berisi dua gelas susu.
“Ini” ucap Hanum sambil menempatkan nampan nya di meja
__ADS_1
“Makasih” balas Aditya mengambil segelas susu
Mereka pun meneguk susu masing-masing.