
Bu Dena dan Pak Deri memasuki kamar Hanum dan Aditya, karena ingin menyapa Hanum yang positif hamil.
“Dit ini mama sama papa, kita masuk ya” ucap Bu Dena dengan mengetuk pintu
“Iya ma, ngga di kunci kok” jawab Aditya
Mama dan papa Aditya pun memasuki kamar.
“Wah, Hanum kamu positif hamil ya. Mama dan papa seneng banget lo mendengar kabar ini” ucap Bu Dena mengelus-elus rambut Hanum
“Iya ma, alhamdulillah” balas Hanum
“Kamu harus jaga bayi ini, mulai sekarang jangan kerja yang berat-berat, kalau butuh apa-apa bilang saja ke mama dan papa” pinta Bu Dena
“Iya mulai sekarang kamu juga harus menjaga istrimu lebih baik lagi, Dit.” Tambah pak Deri
“Iya pa ma, Aditya sama Hanum ngerti kok”balas Aditya
“Ya sudah kalau begitu ayo kita keluar ma, mereka juga butuh istirahat” ucap pak Deri
“Iya pa” jawab Bu Dena
Mereka berdua keluar dari kamar Aditya.
...****************...
Keesokan harinya ketika Hanum hendak membantu menyiapkan makanan, bu Dena segera mencegahnya.
“Num, sudah biar Bi Iyem dan mama yang nyiapin. Kamu mending istirahat saja, nanti kalau capek malah kasihan kamunya” pinta Bu Dena
“Ngga papa kok ma” balas Hanum sungkan
“Udah ngga usah, kamu duduk saja” pinta Bu Dena
Hanum hanya membuatkan secangkir teh untuk Aditya dan dibawakan ke kamarnya.
“Mas, ini tehnya” ucap Hanum menyodorkan secangkir teh
“Makasih. Hari ini kamu mau ke kampus?” tanya Aditya
“Iya, lagian aku mau ajuin sidang ku dan mengurus administrasi lainnya” jawab Hanum
“Ya sudah, biar aku antar ya.” Pinta Aditya
“Iya mas” balas Hanum
Selesai menghabiskan minuman nya. Aditya mengajak Hanum ke bawah untuk sarapan.
“Ya sudah ayo turun, kita sarapan dulu” ajak Aditya
Hanum pun mengikuti Aditya, mereka berdua segera menuju ke meja makan untuk sarapan.
“Bi, pesanan ku bubur kemarin sudah siap?” tanya Aditya
“Sudah tuan, biar bibi sajikan dulu” jawab Bi Iyem
“Makasih Bi” ucap Aditya
Bi Iyem menyajikan satu mangkok bubur dan menyodorkannya ke Hanum.
“Ini non Hanum” ucap Bi Iyem
“Iya makasih ya Bi” ucap Hanum
“Iya non” balas Bi Iyem
Hanya beberapa suapan bubur yang masuk ke mulut Hanum, ia tidak sanggup menghabiskan.
“Kenapa Num, kok tidak dihabiskan?” tanya Aditya
“Aduh sudah kenyang mas” jawab Hanum
__ADS_1
“Harus dimakan dong, itu kan cuman bubur” pinta Aditya
“Nanti aja lagi deh, aku mau makan asinan saja” ucap Hanum
“Aku suapin ya” ucap Aditya
“Ngga ah” balas Hanum
“Ya sudah Bi, tolong buatin segelas susu untuk Hanum” pinta Aditya ke Bi Iyem
“Baik tuan” balas Bi Iyem
“Kamu harus makan yang banyak dong Num, atau ada makanan yang ingin kamu makan biar mama suruh Bi Iyem untuk masakan” ucap Bu Dena
“Ngga ma, Hanum cuman mau makan buah” jawab Hanum
“Tapi kamu juga butuh asupan karbohidrat” balas Bu Dena
“Hanum ke kamar dulu ya ma, pa, mas. Mau siap-siap ke kampus” ucap Hanum
“Iya” jawab Bu Dena.
...****************...
Setelah siap, Hanum langsung mengajak Aditya untuk mengantarkan nya ke kampus.
“Mas, ayo nanti telat lo” ujar Hanum
“Iya” jawab Aditya.
...****************
...
Di dalam perjalanan Hanum merasakan mual, Aditya segera memarkirkan mobilnya di bahu jalan.
“Kamu ngga papa Num? Aku bawa periksa ke rumah sakit ya” pinta Aditya
“Udah ngga usah mas, mual biasa kok” balas Hanum
“Iya mas, nanti aku cuman sampai jam 12 saja kok” balas Hanum
“Nanti biar mas suruh sopir jemput kamu” ucap Aditya.
...****************...
Sampai di kampus Hanum segera ke lab komputer untuk memeriksa plagiarisme skripsinya.
“Hasilnya cuma 2%? Rendah banget” ucap teman sekampus Hanum
“Alhamdulillah sih dengan begini aku bisa segera sidang” balas Hanum
“Ya sudah kalau begitu aku ke perpustakaan dulu ya Num” ucap temannya
“Iya, aku mau ngurus administrasi persyaratan skripsi di lantai 1 dulu” balas Hanum
Mereka pun berpisah.
“Num” ucap Lukas dengan menepuk bahu Hanum
“Eh Kas, kamu ngapain disini?” tanya Hanum
“Aku ngurus administrasi persyaratan sidang” balas Lukas
“Eh sama dong, kamu ikut sidang gelombang bulan ini juga?” tanya Hanum
“Iya” balas Lukas
“Mengenai suami mu, apakah kemarin kalian baik-baik saja?” tanya Lukas memastikan tidak terjadi apa-apa
“Aman kok, tenang saja” jawab Hanum
__ADS_1
“Oh ya sudah, aku sempat khawatir kalau terjadi pertengkaran antara kalian gara-gara aku” ucap Lukas
“Ngga kok” balas Hanum
“Ya sudah, habis ini kita ke kantin bareng yuk!” ajak Lukas
“Hhmmm aku masih kenyang Kas, kamu aja” ucap Hanum menolak
“Kenapa? Kan kamu bisa minum saja disana. Ayolah” ajak Lukas lagi
“Ngga deh, aku selesai ini harus konsul lagi ke dosen pembimbing dua ku. Jadi lain kali saja ya” ucap Hanum
“Ah lain kali juga belum tentu kamu mau” balas Lukas meninggalkan Hanum.
...****************...
“Drrtt... drttt... drrttt” suara HP Hanum berdering
Panggilan masuk dari Aditya. Hanum segera mengangkatnya.
“Halo, iya mas” ucap Hanum
“Sudah selesai?” tanya Aditya
“Belum mas bentar lagi, ini aku belum menemui dosen pembimbing kedua untuk minta tanda tangan” ucap Hanum
“Kalau begitu aku suruh sopir jemput kamu sekarang saja ya, lagian pasti macet jam segini, nanti biar dia sampai di kampusmu tepat waktu” ucap Aditya
“Ya udah mas” balas Hanum
“Kamu jangan lupa makan siang” ucap Aditya mengingatkan
“Iya mas, kamu juga jangan telat makan siangnya” balas Hanum
“Ya sudah aku tutup telpon nya ya” ucap Aditya
“Iya mas” balas Hanum
“Assalamualaikum” ucap Aditya
“Walaikumsalam” balas Hanum
Panggilan telepon terputus, kebetulan dosen pembimbing dua yang ditunggu sudah datang, Hanum segera menemuinya.
“Kamu jadi ikut sidang bulan ini Num?” tanya dosen pembimbing kedua tersebut
“Jadi Bu” jawab Hanum
“Good luck ya” ucap dosennya
“Iya Bu makasih” balas Hanum
Selesai semua urusannya Hanum, segera keluar dari gedung kampusnya, ia menuju tempat dimana sopirnya menunggu.
“Pak, antar saya ke rumah orang tua saya dulu ya” pinta Hanum
“Baik non Hanum” balas sopir tersebut.
...****************...
“Assalamualaikum, ayah, ibu” ucap Hanum memasuki rumahnya
“Ibu di belakang Num” sahut Bu Rita
Hanum segera menghampiri ibunya.
“Bu, ayah mana?” tanya Hanum
“Ayah masih di tokonya, kamu pasti belum makan? Biar ibu siapkan ya” ucap Bu Rita
“Iya Bu” balas Hanum
__ADS_1
Hanum lupa untuk mengabari Aditya, ia segera mengirim pesan.
“Mas, aku ini di rumah ayah, kamu aku tunggu disini ya. Kita kan belum memberitahu mereka tentang kehamilanku. Maaf tadi belum pamit” ucap Hanum.