
“Ha, Kamu yakin?” tanya Aditya kaget dengan ucapan Hanum
Aditya juga akhirnya memalingkan wajah nya melihat Hanum.
“Iya aku yakin.” Ucap Hanum
“Kamu tidak akan menyesalinya?” tanya Aditya
“Tidak mas, lagian ini juga kewajibanku” jawab Hanum
“Apa sudah kamu pikirkan matang-matang” tanya Aditya sambil berjalan mendekati Hanum
“Iya. Sudah aku pikirkan. Asal syarat yang kuberikan kamu penuhi untuk tidak membuat ku hamil” ucap Hanum
“Apa kamu mencintai aku?” tanya Aditya
Aditya tidak akan melakukannya apabila Hanum masih belum mencintainya.
“Hhhhmmmm....” Hanum berdeham
“I... ii..ya mas” ucap Hanum meyakinkan dirinya
“Num kamu harus mengatakan “Aku mencintaimu juga” untuk meyakinkan ku” pinta Aditya
“Iya mas, aku mencintaimu, tapi belum sebesar yang kamu harapkan” jawab Hanum jujur
“Tidak apa-apa setidaknya kamu sudah membuka hati mu untuk aku. Selanjutnya aku akan membuatmu makin cinta padaku.” Ucap Aditya
Aditya pun mencoba untuk memegang wajah Hanum dan melayangkan sebuah ciuman ke dahinya kemudian lanjut sampai kebibirnya.
Hanum berusaha tenang, hatinya berdegup kencang. Ini pertama kali baginya melakukan hal seintim ini. Kemudian Aditya membuka kancing baju tidur Hanum, hingga tersisa bra milik Hanum.
Hanum menahan malu melihat pakaian nya sudah tertanggal dari badannya. Tapi ia tetap mencoba untuk menikmati semuanya.
Aditya melayangkan ciuman ke leher Hanum, hingga meninggalkan tanda berwarna merah, tanda kepemilikan Aditya.
Hanum merasakan perasaan yang luar biasa, seperti ada sesuatu yang menjalar dari kaki hingga ke kepala.
Setelah itu turun ke pay****a Hanum.
Perasaan nikmat yang Hanum rasakan, ia terbuai dengan sentuhan Aditya.
Aditya berhasil membuat Hanum tidak memakai apapun. Hanum sudah berkeringat.
“Aku akan pelan, kalau sakit tahan sedikit” ucap Aditya membisikkan ke telinga Hanum
Hanum hanya menganggukkan kepalanya.
“Ahhh” ucap Hanum karena merasa sakit di bagian int*m nya
“Sakit? Apa aku hentikan?” ucap Aditya
“Ngga usah.. ngga papa, lanjutkan saja” ucap Hanum
Aditya pun masih mencoba.
“Hah.. hah.. hah” ucap Aditya menyelesaikan gerakan.
Aditya pun turun dari badan Hanum, dan tergeletak di samping Hanum. Nafasnya tidak beraturan.
Beberapa saat kemudian, ia mendengar tangisan pelan Hanum. Ia langsung menengok ke arah Hanum.
“Kenapa kamu menangis?” tanya Aditya
__ADS_1
“Apa aku melakukan kesalahan?” lanjutnya
Hanum hanya menggelengkan kepala.
“Lalu kenapa?” tanya Aditya penasaran
“Ini pertama kalinya bagiku. Jadi aku merasa harga diriku sudah hilang yang kujaga selama ini?” jelas Hanum
“Jangan menangis.” Ucap Aditya sambil memeluk Hanum
“Terimakasih kamu sudah memenuhi permintaan ku untuk menjadikan dirimu milik ku seutuhnya.” Lanjut Aditya
Aditya pun mengecup dahi Hanum.
“Sudah, jangan menangis lagi” ucap Aditya
“Aku mau ke kamar mandi dulu” ucap Hanum
Aditya tersenyum melihat punggung Hanum dari belakang.
Ketika Hanum hendak berdiri dari tempat tidurnya.
“Ah..”Hanum merasa kesakitan untuk jalan
Jadi Hanum kembali duduk lagi.
“Kenapa?” tanya Aditya
“Aduh sakit. Ga bisa jalan bagaimana ini!” ucap Hanum sambil menangis
Aditya spontan langsung mengangkat Hanum membawanya ke kamar mandi.
“Udah kamu tunggu di luar, aku mau pipis” pinta Hanum
“Ih, aku malu kalau dilihatin.” Pinta Hanum
“Yasudah iya” jawab Aditya sambil berjalan keluar kamar mandi.
Setelah beberapa saat, Aditya mengetuk kamar mandi Hanum.
“Num sudah belum?” tanya Aditya dari luar pintu
“Sudah” jawab Hanum sambil mencoba berjalan dengan memegang dinding kamar mandi
Aditya pun masuk ke dalam kamar mandi.
“Kamu kenapa jalan? Biar aku gendong saja” pinta Aditya
“Aku mau coba jalan, masak minta tolong kamu terus” jawab Hanum
Melihat Hanum berjalan pelan, Aditya langsung mengangkat Hanum, dan menidurkannya di tempat tidur.
“Sudah kamu tidur, sudah malam.” Pinta Aditya
“Iya” balas Hanum menurut
Seperti biasanya Aditya mengelus-elus rambut Hanum agar segera tidur. Bedanya kali ini Aditya memeluk Hanum. Setelah mengetahui Hanum tertidur, Aditya melayangkan ciuman di dahi Hanum lagi.
“Kasian, pasti capek sekali. Maaf ya gara-gara aku kamu jadi kesakitan. Aku janji akan merawatmu selamanya.” Ucap Aditya pelan seperti sedang berbisik.
...****************...
Keesokan harinya. Hanum hendak ke kamar mandi. Ketika mau berdiri, bagian int*m nya terasa sakit.
__ADS_1
“Aaaaa... mau sampai kapan seperti ini, kenapa sakit sekali. Aku bahkan tidak bisa jalan” ucap Hanum sambil menangis
Aditya terbangun mendengar suara Hanum menangis.
“Num, ada apa?” ucap Aditya sambil mengucek matanya
“Mas, kenapa sakit sekali, kapan sembuhnya ... huaaa... aku ga bisa jalan” Hanum sambil menangis
“Kenapa bisa masih sakit. Apa kemarin aku terlalu kuat?” ucap Aditya yang belum sadar dari tidurnya
“Kamu nih, katanya pelan, harusnya ngga sesakit ini kan.” Ucap Hanum
“Kamu mau di bawa ke rumah sakit saja?” ucap Aditya menawarkan
“Ngga ah. Nanti malah malu-maluin, ke rumah sakit karena hal seperti ini” ucap Hanum menolak
“Lalu gimana dong?” tanya Aditya balik
“Cepat antar aku ke kamar mandi, aku mau pipis sama mandi” pinta Hanum
“Iya bawel.” Ucap Aditya sambil menarik selimut yang dipakai
Aditya langsung menggendong Hanum menuju kamar mandi.
“Kita mandi bareng saja ya” pinta Aditya
“Ah ngga mau aku malu!” ucap Hanum menolak
“Kenapa malu, aku kan sudah melihat semuanya. Hal yang paling int*m juga sudah kami lakukan” Ucap Aditya
“Tapi beda ini kan mandi, kalau kemarin kan masih tertutup selimut.” Ucap Hanum dengan polosnya
“Bareng aja, nanti aku bantuin kamu ambil apa-apa. Kamu lagian kan belum bisa berdiri. Kalau mau ambil sampo, sabun gimana?” ucap Aditya
Hanum berpikir, memang dia belum bisa banyak bergerak.
“Ya sudah kalau begitu.” Ucap Hanum
Aditya pun segera menanggalkan celananya di depan Hanum.
“Aaaaa mas.. ih kamu ngga malu?” tanya Hanum sambil menutup matanya dengan tangan melihat pemandangan yang baru dilihatnya itu.
“Kenapa?” jawab Aditya tidak tahu kenapa Hanum menjerit
“Itu. Tutupin dulu. Kalau mau mandi bareng, pakek kain tipis untuk menutupi bagian bawahmu” minta Hanum
“Bukannya kemarin kamu sudah melihat semuanya?” tanya Aditya
“Aku mana bisa melihat semua nya, kemarin kan aku memejamkan mata” jelas Hanum
“Lalu bagaimana aku membersihkan tubuhku jika menutupi sebagian tubuhku” ucap Aditya meminta saran Hanum
“Ya sudah begini saja. Kita mandinya saling membelakangi dengan begitu kita tidak akan melihat satu sama lain.” Ucap Hanum
“Iya.” Jawab Aditya
...****************...
Selesai mandi, Aditya langsung mengambil baju Hanum di kopernya. Melihat ranjang di depannya terdapat bercak merah darah.
“Ha, Hanum benar-benar masih suci. Beruntung aku mendapatkannya.” Ucap Aditya sambil tersenyum
“Mas kenapa lama banget ambil bajunya!” tanya Hanum sedikit berteriak dari dalam kamar mandi.
__ADS_1