Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Perhatian Aditya 2


__ADS_3

“Bu Hanum tidak bisa mengkonsumsi obat sembarangan ya pak Aditya, jadi ini saya resepkan obat untuk menurunkan demamnya” jelas dokter


“Baik dok” balas Aditya


“Kalau begitu saya pamit dulu” ucap dokter Temmy


Aditya mengantarkan dokter Temmy sampai ke luar, dan bertemu dengan Bu Dena.


“Eh dokter Temmy, bagaimana kabarnya dok?” tanya bu Dena


“Baik. Bu Dena bagaimana kabarnya?” tanya balik dokter Temmy


“Alhamdulillah sehat juga” balas bu Dena


“Bagaimana kondisi pak Deri?” tanya dokter Temmy


“Baik dok, semenjak operasi dia jarang mengeluhkan sakit di jantungnya, ditambah lagi sedang bahagia karena pernikahan Aditya” jawab Bu Dena


“Alhamdulillah, ya sudah kalau begitu saya pamit dulu ya Bu Dena, pak Adit” pamit dokter Temmy


“Iya hati-hati dok” balas Aditya dan bu Dena.


...****************...


Setelah mengantarkan dokter Temmy pulang, Aditya segera bergegas kembali ke kamar.


“Aku mandi dulu ya Num” ucap Aditya


“Iya mas” balas Hanum


Aditya segera menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Selesai mandi, Ia pun bergegas memakai jasnya, hendak menemui klien dari Singapura. Sementara Hanum tertidur pulas.


Sebelum berangkat Aditya mengecup dahi Hanum yang sedang tertidur.


“Bi Iyem” ucap Aditya mencari keberadaan bi Iyem di dapur


“Iya tuan, sebentar” jawab bi Iyem


“Iya ada apa tuan?” tanya bi Iyem


“Saya nitip Hanum ya bi, dia sedang sakit. Tolong nanti sering cek kondisi nya, kalau ada apa-apa hubungi saya saja” pinta Aditya


“Baik tuan siap” jawab bi Iyem


Aditya segera berangkat ke kantornya, ia meminta sopir untuk mengantarkannya.


...****************...


Sesampainya di kantor, Aditya langsung menuju ke ruangannya.


“Lutfi, hari ini pertemuannya dimana?” tanya Aditya


“Nanti rapat akan diadakan di ruang meeting pak jam 02.00, tapi kita akan menemani mereka makan di restoran Jepang pukul 12.00” jelas Lutfi


“Ya sudah kalau begitu, saya minta belikan beberapa oleh-oleh juga untuk mereka, dan beberapa kain batik, pesankan seperti biasanya” pinta Aditya

__ADS_1


“Baik pak” jawab Lutfi mengerti


“Ada lagi?” tanya Aditya


“Beberapa dokumen sudah saya taruh di meja pak Aditya untuk ditanda tangani” ucap Lutfi


“Oke” balas Aditya.


...****************...


Selesai menjamu klien dari Singapura. Aditya hendak pamit, namun dihalangi oleh klien nya.


“We will go to the big pub here, and you have to join, Sir! (Kita akan pergi ke bar terbesar di sini, kamu harus gabung pak)” pinta klien tersebut


“Bagaimana pak?” tanya Lutfi berbisik


“Biar saya saja yang temani mereka, bapak bisa pulang” lanjut Lutfi


“Jangan, tidak apa-apa saya akan temanin mereka” balas Aditya kasihan jika membiarkan hanya Lutfi yang menjamu mereka


“Sure (pasti)” balas Aditya ke klien nya


“Ok, let’s go! (Oke, mari berangkat)” kata klien nya


Sesampainya di tempat tujuan, kliennya yang berjumlah 4 orang memesan layanan untuk ditemani minum.


“C’mon sir, so much pretty women here, you can take what you want (Ayolah pak, banyak wanita cantik disini, kamu bisa pilih mana yang kamu mau)” ucap kliennya yang sudah ditemani oleh beberapa wanita


“Sorry i’m here just to accompany you, not to find a women to chill with (maaf, saya disini hanya ingin menemani anda, bukan untuk mencari perempuan)” jawab Aditya


“No, she is believe in me. Its about commitment and loyalty (Tidak, dia percaya dengan saya. Ini tentang komitmen dan kesetiaan)” jelas Aditya


“So, do you wanna drink whiskey (jadi, apa kamu mau minum wiski)” ucap klien nya


“No, thanks (tidak terimakasih)" balas Aditya


Klien nya terus memaksa Aditya untuk minum, namun Aditya menolak hingga ia marah.


“So, i think this enough, i should to leave (Jadi, saya pikir ini cukup, saya harus pergi)” ucap Aditya


“Ok, may i ask something (oke, boleh saya minta sesuatu)?" Tanya kliennya


“Sure, what (pasti, apa)?” tanya kembali Aditya


“Leave your secretary here (tinggalkan sekertarismu disini)?” pinta Aditya


Tanpa pikir panjang Aditya berdiri dan melayangkan tinju ke kliennya.


“She is my secretary, not a woman you can chill with (Dia adalah sekertarisku, bukan wanita yang bisa menemani mu)” jelas Aditya


Salah satu kilen yang sudah lama berkerja dengan Aditya langsung meminta maaf.


“I’m sorry, sir. I will make sure this will not happen again (Saya minta maaf, pak. Saya akan pastikan ini tidak akan terjadi lagi)” ucap satu anggota klien


“ I warn you, If this happened again, i will cancel the contract (Saya peringatkan kamu, jika ini terjadi lagi, aku akan membatalkan kontraknya)” ucap Aditya memperingati

__ADS_1


“Yes sir (Baik pak)” jawab anggota klien tersebut


Aditya dan Lutfi segera meninggalkan pub tersebut.


“Pak, nanti kalau kontraknya dibatalkan bagaimana?” tanya Lutfi khawatir


“Sebenarnya tadi bapak biarkan saja saya menemani mereka” lanjutnya


“Lutfi, kamu disini bekerja dengan saya, jadi hanya saya yang boleh menyuruhmu. Dan tadi mereka memintamu di luar job desk pekerjaan mu. Jadi saya sebagai pimpinan harus bisa melindungi pegawai” jelas Aditya


“Makasih pak” ucap Lutfi terharu


“Lain kali kalau ada klien yang mengajakmu di luar jobdesk mu jangan sungkan untuk menolak” perintah Aditya


“Baik pak” jawab Lutfi.


...****************...


Aditya sampai di rumahnya pukul 10 malam. Ia segera menuju ke kamarnya. Rumah juga dalam kondisi sepi, sepertinya semua orang rumah sudah masuk ke kamarnya masing-masing.


“Klek” suara pintu terbuka


Mengetahui suaminya telah pulang, Hanum segera menyapa.


“Mas, kamu kok pulangnya telat?” tanya Hanum


“Iya tadi aku ada klien dari Singapura, jadi harus menemani mereka dulu” jelas Aditya


“Oh” balas Hanum singkat


“Gimana kondisi kamu?” tanya Aditya memeriksa suhu tubuh Hanum


“Mendingan sih mas” balas Hanum


“Sudah makan kan?” tanya Aditya


“Belum, aku tadi memang nunggu kamu pulang” jawab Hanum


“Minta disuapin lagi?” tanya Aditya


“Ngga usah deh mas Aditya pasti capek banget” jawab Hanum


“Mas, tau kok kalau kamu sengaja menunggu untuk minta disuapin” ucap Aditya bercanda dengan Hanum


“Mas, tau saja. Makan ku lahap banget kalau dari tangan mas Aditya” balas Hanum menanggapi Aditya bercanda


“Ya sudah kalau begitu biar mas ambilkan makan dulu ya” ucap Aditya


“Aku aja yang ambil makanannya, mas Aditya mandi saja” pinta Hanum


“Pengertian banget sih istri aku ini” ucap Aditya mencubit pipi Hanum


“Ya sudah mandi sana!” balas Hanum dengan pipi yang kemerah-merahan akibat malu


Aditya segera menuju kamar mandi, sementara Hanum turun mengambil makanan untuk dimakan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2