Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Perhatian Aditya


__ADS_3

“Kasihan mas Adit pasti kecapekan mengurus aku” ucap Hanum pelan mengusap rambut Aditya


Merasakan ada yang menyentuh kepalanya, Aditya pun terbangun.


“Kamu sudah bangun Num?” tanya Aditya


“Sudah mas, makasih ya sudah merawat aku” ucap Hanum dengan senyum


“Bagaimana kondisi kamu sudah membaik?” tanya Aditya memeriksa suhu tubuh Hanum


“Sudah mendingan mas, tapi masih lemes. Kamu pasti sudah telat masuk kantor” ucap Hanum


“Ini jam berapa?” tanya Aditya


Hanum memeriksa HP nya.


“Jam 9 mas” ucap Hanum


“Tapi aku ngga bisa meninggalkan kamu, aku telfon Lutfi dulu” ucap Aditya


Aditya mencari HP nya dan melihat layar HP.


“Panggilan dari dokter Temmy banyak banget” ucap Aditya


“Halo iya Lutfi. Hari ini saya ngga bisa ke kantor, tunda dulu pertemuan dengan klien hari ini” pinta Aditya


“Iya baik pak, tapi hari ini hari terakhir klien dari Singapura berada di Indonesia, jadi mereka minta bertemu dengan pak Aditya hari ini” ucap Lutfi


“Ya sudah kalau begitu, undur saja nanti siang jam 2” pinta Aditya


“Baik pak” jawab Lutfi


“Ya sudah aku tutup dulu kalau begitu” ucap Aditya


“Baik pak” balas Lutfi.


Panggilan telepon berakhir.


“Kamu mau makan apa? Biar aku ambilkan di bawah dulu” ucap Aditya


“Ngga usah mas, aku mau mandi saja badan ku lengket sekali” ucap Hanum


“Jangan, kamu masih sakit” ucap Aditya


“Tapi lengket banget ga enak di badan” pinta Hanum


“Ya sudah makan dulu kalau begitu, nanti biar aku siapkan air hangat di bathup” pinta Aditya


“Iya mas” balas Hanum mencoba duduk.


...****************...


“Bi Iyemmm” panggil Aditya di meja makan


“Iya tuan sebentar” balas bi Iyem berjalan ke luar dapur


“Ada apa tuan?” tanya Bi Iyem


“Bi, aku minta tolong buatkan Hanum susu jahe panas sama kupaskan buah apel ya.” Pinta Aditya


“Baik tuan, tunggu sebentar, nanti saya bawakan ke atas” balas bi Iyem


“Makasih Bi” ucap Aditya

__ADS_1


“Loh Dit, sudah bangun? Tadi mama mengetuk kamar mu tapi tidak ada respon, mama pikir kamu masih tidur, jadi mama biarkan” jelas bu Dena


“Sudah ma, Hanum subuh tadi sakit ma, jadi Aditya merawatnya sampai ketiduran” jawab Aditya menaruh beberapa lauk di piring yang di bawanya


“Sakit apa? Dibawa ke dokter dong Dit” ucap bu Dena


“Sudah ma, tadi aku mau bawa Hanum ke dokter Cuma dia tidak mau” jawab Aditya


“Biar mama lihat kondisi Hanum dulu” ucap Bu Dena khawatir


Bu Dena kemudian naik ke atas, diikuti oleh Aditya dari belakang.


“Num, kamu katanya sakit?” tanya Bu Dena memeriksa tubuh Hanum


“Iya ma, hanya demam saja, tapi sudah mendingan kok” balas Hanum


“Ayo biar mama bawa kamu ke dokter” ucap Bu Dena


“Ngga usah mas, biar dokter Temmy saja ke sini, lagian Hanum masih lemas banget” balas Hanum


“Ya sudah kalau begitu kamu rawat istrimu dulu Dit, biar mama hubungi dokter Temmy” pinta Bu Dena


“Iya ma” jawab Aditya


Bu Dena turun ke bawah dan segera menghubungi dokter Temmy.


“Ini, biar aku suapin” perintah Aditya


Hanum mengubah posisi berbaring ke posisi duduk. Ia makan lebih dari sebelumnya.


“Kenapa makan dari tangan mu terasa enak mas” ucap Hanum


“Baguslah kalau begitu, semenjak hamil kamu hanya makan sedkit, biasanya tiga suapan juga sudah” ucap Aditya


“Tampaknya Hanum memang butuh perhatian lebih dariku semenjak hamil” batin Aditya


“Mulai sekarang, kalau makan aku akan suapin kamu” ucap Aditya


“Makasih mas” ucap Hanum sambil tersenyum


“Bahkan senyumnya saja mampu menjatuhkan hatiku berkali-kali” batin Aditya


“Ini minum dulu airnya, biar aku siapin air hangatnya buat mandi” perintah Aditya


“Mas” ucap Hanum memegang baju Aditya tidak membiarkannya pergi


“Kenapa?” tanya Aditya


“Kamu makan saja, biar aku siapin air hangatnya sendiri” ucap Hanum


“Ngga usah, biar aku saja. Nanti kamu jatuh lagi di kamar mandi” ucap Aditya


Selesai mengisi bathup untuk mandi Hanum, Aditya segera bergegas keluar dan mendapati Hanum yang tertidur.


“Num, Num” ucap Aditya membangunkan Hanum


“Hhmm” balas Hanum dengan mata yang masih tertutup


“Air nya sudah siap, sana kamu mandi” perintah Aditya


“Iya mas” ucap Hanum bangun dari tidurnya dan beranjak ke kamar mandi


Aditya menyiapkan baju Hanum, ia memilihkan piyama yang enak dipakai.

__ADS_1


“Tok tok tok” suara ketukan dari luar kamar


“Tuan ini susu jahenya sudah siap” ucap bi Iyem dari luar kamar


“Masuk saja bi” jawab Aditya masih mengacak-acak lemari


“Taruh meja situ aja Bi” perintah Aditya


“Iya baik tuan” balas bi Iyem.


...****************...


“Num, aku masuk ya. Aku bawakan baju buat dipakai” ucap Aditya sambil mengetuk pintu kamar mandi


“Iya mas” balas Hanum


Aditya memasuki kamar mandi dan menaruh baju Hanum di lemari kecil tempat handuk disimpan di kamar mandi.


“Mandinya jangan lama-lama, nanti masuk angin lagi” perintah Aditya


“Iya” balas Hanum menikmati air hangat bathup dengan mata tertutup


Aditya keluar dan segera ke bawah untuk sarapan.


“Kak Adit” sapa Clara


“Eh Clara” balas Aditya menengok ke arah Clara


“Tadi pagi kok nggak sarapan bareng sama kita?” tanya Clara


“Hanum sakit, jadi kakak harus merawatnya” jawab Aditya


“Kasihan kak Aditya, jam segini baru sarapan, pasti capek ya mengurus istri yang lagi hamil” ucap Clara


“Nggak kok, kak Adit malah seneng merawat Hanum” ucap Aditya


“Hhmm nah kan, kak Adit bucin banget, sudah tidak berdamage lagi seperti dulu” ucap Clara


“Lagian kalau sekarang kak Adit juga tidak perlu menjaga image, beda kalau dulu kan belum ada pasangan” jelas Aditya


Clara hanya diam, ia terlihat tidak senang dengan hadirnya Hanum di dalam kehidupan Aditya.


...****************...


“Silahkan dokter Temmy, ke kamar saya” pinta Aditya menyambut kedatangan dokter Temmy


“Baik pak” jawab dokter Temmy dengan senyuman


Pemeriksaan dilakukan oleh dokter Temmy.


“Oh hanya demam biasa saja kok pak, asupan makanan nya harus tetap dijaga, dalam kondisi hamil tubuh memang lemah, maka dari itu perlu asupan makanan yang kompleks” jelas dokter Temmy


“Denger kan Num?” ucap Aditya melihat Hanum


“Dia tidak mau makan dok, susah banget, maunya Cuma makan buah, nasi hanya beberapa sendok” jelas Aditya


“Sudah dicoba jenis karbohidrat lain pak? Seperti kentang, ubi” jelas dokter Temmy


“Sudah dok, tapi tetap tidak mau. Bandel sih” jelas Aditya


“Bu Hanum di dalam kondisi hamil seperti ini anda harus sering memperhatikan asupan makanan, itu akan mempengaruhi pertumbuhan janin” jelas dokter Temmy


“Baik dok” balas Hanum.

__ADS_1


__ADS_2