Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Hamil?


__ADS_3

“Non Hanum, kenapa non?” ucap Bi Iyem


“Bi minta tolong usap-usap punggung Hanum” pinta Hanum


“Iya Non” balas Bi Iyem sambil mengusap punggung Hanum


“Non Hanum sedang tidak enak badan?” tanya Bi Iyem


“Tadi bangun tidur ngga papa Bi, tapi ngga tau kenapa sekarang mual” jelas Hanum


“Non Hanum pasti kecapekan terus masuk angin. Mending sekarang makan dulu setelah itu nanti saya buatkan teh buat non Hanum” ucap Bi Iyem


“Iya Bi” jawab Hanum


Melihat makanan di depannya, Hanum ingin mual lagi.


“Non, loh mual lagi” ucap Bi Iyem khawatir


Bi Iyem langsung menuju ke ruang keluarga mencari Bu Dena dan Pak Deri.


“Tuan, nyonya, itu Non Hanum muntah terus” ucap Bi Iyem


“Dimana Bi?” tanya Bu Dena


“Di kamar mandi belakang” jawab Bi Iyem


Bu Dena segera memasuki kamar mandi belakang. Melihat kondisi Hanum yang muntah tapi hanya mengeluarkan cairan, tidak ada isinya, ia langsung khawatir.


“Kamu sakit Num?” tanya Bu Dena


“Tadi pagi ngga papa ma, Cuma tadi pas mau makan tiba-tiba mual” jelas Hanum


“Ya udah mama bawa kamu ke rumah sakit ya” pinta Bu Dena


“Ngga usah ma, istirahat bentar nanti juga sembuh” jawab Hanum


“Kamu harus makan dulu, nanti mama bawakan ke kamarmu” ucap Bu Dena


“Ngga usah ma, Hanum mau minta teh hangat saja sama buah” pinta Hanum


“Oh ya sudah kalau begitu biar mama suruh Bi Iyem untuk membuatkan” jawab Bu Dena


“Makasih ma” balas Hanum.


...****************...


Aditya sampai di rumah setelah pulang kerja. Ia langsung masuk ke dalam dan mendapati mama dan papanya sedang di ruang keluarga menonton berita.


“Assalamualaikum” ucap Aditya memasuki rumah


“Walaikumsalam” jawab orang tuanya serentak


“Eh kamu sudah pulang Dit?” tanya pak Deri

__ADS_1


“Iya pa” jawab Aditya mengambil posisi duduk


“Kamu langsung ke kamar sana, liatin Hanum seharian ini dia tidak makan” ucap Bu Dena


“Kenapa ma? Hanum sakit?” tanya Aditya


“Mama cek suhu tubuhnya normal, hanya saja tidak mau makan” jelas Bu Dena


“Ya sudah, Aditya ke atas dulu” pamit Aditya


Aditya memasuki kamarnya mendapati Hanum yang sedang tertidur, ia langsung mengecek suhu tubuh Hanum.


Merasakan ada yang memegang dahinya, Hanum terbangun.


“Eh mas, kamu sudah pulang?” tanya Hanum


“Iya, kamu kenapa? Kata mama seharian tidak mau makan?” tanya Aditya


“Ngga tau nih mas, aku setiap liat makanan mual terus” jelas Hanum


“Tapi kamu harus makan, biar sedikit, nanti malah sakit lo kalau kamu membiarkannya” ucap Aditya


“Memang ga bisa mas, jangankan makan, lihat saja sudah mual” jelas Hanum


“Ya sudah, aku ambilkan makanan, terus aku suapi ya” ucap Aditya


“Ngga usah mas, nanti kalau aku lapar, aku bisa ambil sendiri kok. Lagian mas Aditya pasti capek pulang kerja, jadi mending mas Aditya saja yang makan” pinta Hanum


“Ngga kok mas, tadi pagi aku masih baik-baik saja, hanya saja tidak selera makan” jelas Hanum


“Aku minta maaf ya Num, kemarin sudah terlalu kasar, hingga kamu sakit begini” ucap Aditya


“Ngga papa mas, aku paham. Sudah mandi dulu sana, baru makan” pinta Hanum


“Iya” jawab Aditya


Aditya langsung mandi dan bergegas ke bawah, ia akan membawakan makanan ke atas untuk Hanum.


“Aku harus memaksanya makan, kalau membiarkannya seperti itu bisa jadi dia tambah sakit” ucap Aditya


Aditya membawa makanan dan segelas susu untuk Hanum lalu ia segera membangunkan Hanum dari tidurnya.


“Num, bangun Num” ucap Aditya pelan


“Ha, kenapa mas?” tanya Hanum


“Makan dulu, biar aku suapin” ucap Aditya


“Ngga mau mas” jawab Hanum


“Num, ayo coba dulu” ucap Aditya


Hanum menuruti perkataan Aditya, ia terpaksa makan.

__ADS_1


“Huekk... huekk.. huekk” Hanum berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan makanannya


Aditya segera melatakkan piring yang dia bawa dan menyusul Hanum ke kamar mandi.


“Ayo, aku bawa kamu ke rumah sakit” pinta Aditya


“Udah ngga usah mas” jawab Hanum


“Ya sudah kalau begitu biar kupanggilkan dokter saja” ucap Aditya mencari ponselnya


“Halo, iya dokter Temmy, apakah bisa mampir ke rumah? Istri saya sepertinya sakit. Saya minta untuk diperiksa dulu” pinta Aditya kepada orang di seberang telepon


“Baik Pak Aditya, saya akan langsung kesana.” Ucap dokter Temmy


“Baik, saya tunggu” jawab Aditya.


...****************...


Setelah dokter Temmy memeriksa kondisi Hanum, ia segera melaporkan hasilnya kepada Aditya.


“Saya periksa kondisi nya normal, hanya saja ketika saya tanya tadi, apa Bu Hanum menstruasi nya lancar, beliau bilang kalau sudah tidak haid bulan kemarin. Untuk selanjutnya saya pinta besok untuk ke rumah sakit cek kondisi lebih lanjut. Kemungkinan dilihat dari gejala, Bu Hanum hamil pak” jelas dokter Temmy


Mendengar perkataan dokter Temmy, Hanum serasa hancur dan tidak siap hamil.


Aditya mengantarkan dokter keluar rumah.


“Terimakasih ya dok. Besok saya akan bawa istri saya ke rumah sakit” ucap Aditya


“Baik pak, saya tunggu” jawab dokter Temmy


Aditya segera kembali ke kamarnya, ia melihat Hanum yang menangis sesenggukan.


“Kamu kenapa Num? Apa ada yang sakit?” tanya Aditya khawatir


“Ngga mas, aku hanya tidak siap kalau hamil, hari ini saja sudah cukup menyiksa ku, bagaimana selanjutnya” ucap Hanum sambil menangis


“Num, ini rejeki dari Allah, kamu harus menerima ini semua dengan rasa syukur. Tidak semua wanita diberikan kepercayaan untuk mempunyai momongan” jelas Aditya menenangkan Hanum


“Mas, aku masih harus menyelesaikan kuliah ku. Kalau aku hamil begini, anak-anak pasti semua akan tau kalau aku sudah menikah” ucap Hanum


“Terus kenapa kalau mereka tau? Toh kamu kan bukan hamil di luar nikah. Mereka pasti mengerti” jelas Aditya


“Aku ngga mau mas, aku belum siap. Aku mau lulus dulu baru punya anak. Sebelumnya kan aku sudah bilang kalau tidak ingin punya anak dulu sebelum lulus” jelas Hanum


“Num, lagian kamu kan memang sebentar lagi lulus, dan juga skripsi kamu kan memang sudah selesai, hanya tinggal sidang” jelas Aditya


“Iya memang mas, tapi kalau perut aku membesar bagaimana?” tanya Hanum


“Sudah kamu tenang dulu, hasilnya baru bisa dipastikan besok. Aku sendiri yang akan mengantarkan mu ke rumah sakit. “ ucap Aditya sambil merangkul dan berusaha menenangkan Hanum.


Aditya kemudian merebahkan badan Hanum, ia mengusap lembut tangisan Hanum dan mencoba menenangkannya sampai ia terlelap tidur.


Melihat Hanum tidur, Aditya segera turun kebawah untuk makan malam. Ia bahkan belum sempat makan dari siang.

__ADS_1


__ADS_2