Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Kekhawatiran Aditya


__ADS_3

“Eh ngga usah repot-repot Dit” ucap bu Rita


“Nggak papa Bu, lagian memang makanan sudah disiapkan dari tadi kok” ucap Aditya meninggalkan mereka di dalam kamar


Aditya pun keluar dan segera meminta bi Iyem membuatkan minuman untuk orang tua Hanum.


“Bi, saya minta tolong ya, buatkan minuman untuk ayah dan ibu. Siapkan makanan juga” pinta Aditya


“Baik tuan” balas bi Iyem


Orang tua Hanum merasa tidak enak karena mereka, Hanum menjadi jatuh seperti ini. Aditya pun memasuki kamar dan mengajak orang tua Hanum ke ruang tamu untuk minum.


“Yah, bu, minumannya sudah siap di ruang tamu” ucap Aditya


“Ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja di kamar, ayah dan ibu keluar dulu” ucap bu Rita


“Kelen disini saja ya menjaga Kak Hanum” pinta Kelen


“Kak Hanum nggak papa kok, kamu mending ikut ibu aja ke ruang tamu, nanti disini gangguin lagi” ucap bu Rita


“Yah. Ya udah deh” balas Kelen


“Num, ayah sama ibu keluar dulu ya” ucap pak Rendra


“Iya yah” balas Hanum


Aditya tidak enak bila harus membiarkan orang tua Hanum sendirian di ruang tamu, mereka juga baru datang perlu disambut.


“Silahkan yah” ucap Aditya mempersilahkan ayah dan ibu duduk


“Kamu temani Hanum saja Dit, biar ayah dan ibu bersantai disini” pinta pak Rendra


“Oh, Aditya sudah meminta kepada ART untuk menjaganya kok yah” jawab Aditya


“Jadi ayah sama ibu tadi apa macet ke arah sini?” tanya Aditya


“Iya, macetnya sebentar kok, ngga lama” jawab pak Rendra


“Ini dit, ibu bawakan kue kesukaan Hanum” ucap bu Rita


“Makasih Bu, Hanum pasti suka. Tapi jangan repot-repot, ayah dan ibu kesini saja, kami sudah sangat senang” ucap Aditya


“Nggak merepotkan kok” balas bu Rita


“Rumahnya asri ya Dit” ucap pak Rendra sambil melihat sekelilingnya


“Iya yah, mau Adit temani untuk melihat rumah?” ucap Aditya menawarkan


“Ngga usah, nanti biar ayah sendirian saja” ucap pak Rendra


“Kak Hanum sama kak Adit sudah menyiapkan hadiah untuk Kelen lo” ucap Aditya sambil mengelus rambut Kelen


“Ye, mana kak? Apa hadiahnya?” tanya Kelen bersemangat


Aditya segera menuju kamarnya dan mengambilkan sebuah robot yang sudah dikemas rapi.


“Ini” ucap Aditya mengulurkan kotak robot tersebut


“Ye” ucap Kelen kegirangan


“Tapi ini kan mahal Dit, lebih baik kamu belikan yang murah saja” ucap pak Rendra

__ADS_1


“Nggak papa yah sekali kali” balas Aditya


“Kak Adit, Kelen sayang sama kak Adit” ucap Kelen sambil mencium pipi Aditya


“Iya, kak Adit juga sayang kok sama Kelen” balas Aditya


“Tuan, makanannya sudah siap” ucap bi Iyem


“Iya” balas Aditya


“Yah, Bu, ayok kita makan dulu” ajak Aditya


“Nanti saja kita masih kenyang kok” balas bu Rita


“Ayo bu, Hanum juga sudah memasakkan ibu dan ayah juga lo” ucap Aditya


Mereka pun berjalan menuju ruang makan dan menikmati hidangan bersama.


Selesai makan, Aditya mempersilahkan pak Rendra dan bu Rita untuk istirahat di kamar tamu.


“Bu, yah, kalau capek istirahat saja” pinta Aditya


“Iya Dit” balas Pak Rendra


“Mari, Adit tunjukkan kamarnya” ucap Aditya sambil mengantarkan mertuanya ke kamar tamu


“Ya sudah kalau begitu Aditya tinggal dulu ya yah bu. Kalau butuh apa-apa minta saja ke bi Iyem” ucap Aditya


“Iya. Sudah kamu kembali ke kamar saja temani Hanum” balas pak Rendra


Aditya pun kembali ke kamarnya.


“Klek” suara pintu terbuka


“Istirahat” balas Aditya singkat


“Kamu sudah makan?” tanya Hanum


“Sudah” balas Aditya singkat


“Sepertinya mas Aditya marah, tapi masalah apa? Kalau jatuh kan juga tidak ku sengaja” batin Hanum


Aditya berjalan menuju kamar mandi dan membanting pintu.


“Astaghfirulloh mas Adit kenapa kasar begitu sih” ucap Hanum pelan


Aditya sudah hampir sejam tidak keluar dari kamar mandi, Hanum pun mengkhawatirkan suaminya. Ia segera beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi.


“Mas, mas” panggil Hanum sambil mengetuk pintu kamar mandi


Tidak ada jawaban dari dalam, membuatnya semakin khawatir, ia pun mencoba lagi.


“Mas, kamu nggak papa kan di dalam?” tanya Hanum masih dengan mengetuk pintu kamar mandi


“Mas, kenapa kamu nggak keluar-keluar, ini sudah hampir satu jam kamu di dalam” lanjutnya


Masih belum ada respon dari dalam kamar mandi.


“Mas, kamu keluar dong, aku khawatir nih” ucap Hanum


“Mas buka pintunya” lanjutnya sambil mencoba membuka pintu kamar mandi

__ADS_1


Aditya pun keluar dari kamar mandi, ia hanya menatap Hanum tanpa berbicara dan menuju ke arah lemari.


“Mas” panggil Hanum


Hanum mengikuti langkah Aditya.


“Mas, kamu kenapa?” tanya Hanum


“Kamu marah ya sama aku? Kenapa diam saja?” tanya Hanum


“Mas, aku bicara sama kamu lo” ucap Hanum


“Kamu sama sekali tidak mengerti letak kesalahan mu?” tanya Aditya balik


“Makanya kasih tau aku, supaya aku mengerti” jawab Hanum


“Kamu tau nggak betapa khawatirnya aku tadi waktu kamu jatuh?” tanya Aditya balik


“Kamu marah hanya karena itu?” tanya Hanum


“Apa kamu bilang, hanya karena itu. Jadi bagimu tadi bukan apa-apa” ucap Aditya


“Kan aku juga nggak papa mas” jawab Hanum


“Kamu tau nggak kalau sampai terjadi apa-apa pada anak kita bagaimana? Aku pasti akan menyalahkan diriku seumur hidup karena tidak bisa menjagamu” jelas Aditya


Mengerti perasaan Aditya, ia pun langsung memeluk suaminya.


“Mas, maaf mas. Aku janji kejadian tadi tidak akan terulang lagi” ucap Hanum


“Maaf telah membuat mu merasakan hal sedemikian rupa” tambahnya


Aditya pun membalas pelukan Hanum dan menangis. Ini kali pertamanya Aditya meneteskan air mata. Hanum berpikir sebegitu mencintainya Aditya kepada Hanum dan anaknya.


“Aku takut terjadi apa-apa padamu” ucap Aditya


“Maafkan aku mas, aku egois tidak memikirkan perasaan mu” balas Hanum


Mereka pun berbaikan. Hanum semakin mencintai Aditya, cara suaminya mencintai dan menjaganya sudah menunjukkan betapa Aditya menyayanginya.


...****************...


Malam pun tiba, Aditya mengajak mertuanya untuk makan malam bersama.


“Yah, bu” panggil Aditya sambil mengetuk pintu kamar mereka


Bu Rita membukakan pintu kamar.


“Masih tidur yah, bu? Maaf menganggu, waktunya makan malam” ucap Aditya


“Iya, sebentar biar ibu bangunkan ayah dulu” balas bu Rita


“Ayah pasti kecapekan. Aditya tunggu di ruang makan ya bu” uca Aditya


“Iya” balas bu Rita


Di ruang makan, Bu Rita dan pak Rendra sudah disambut oleh Hanum dan Aditya.


“Bagaimana Num keadaan mu?” tanya pak Rendra


“Sudah mendingan yah” balas Hanum

__ADS_1


“Tapi kamu masih tetep harus istirahat ya” pinta pak Rendra.


__ADS_2