Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Menunggu kabar dari Aditya


__ADS_3

Mereka bertiga pun akhirnya makan di foodcourt mall tersebut.


“Jadi bagaimana kabar papa dan mama mu Dim?” tanya bu Rita


“Alhamdulillah mama sehat tante, tapi kalau papa sudah ngga ada” jawab Dimas


“Innalillahi... maaf tante nggak tau” balas bu Rita


“Ngga papa kok tante” jawab Dimas


Dimas hanya menatap Hanum diam-diam, menurutnya Hanum masih seperti dulu, kecantikan dan kebaikan hatinya mampu membuat senyuman lebar merekah di bibir Dimas yang sekian lama tidak pernah tersenyum setelah kepergian papanya.


“Kamu sekarang kuliah atau kerja Num?” tanya Dimas


“Oh aku kuliah, ini sudah mau sidang. Kalau kamu sendiri bagaimana?” balas Hanum


“Aku sekarang nerusin usaha papa” balas Dimas


“Oh, jadi sekarang kamu juga sudah jadi bos ya” ucap Hanum bercanda


“Ngga kok, itu kan milik papa” balas Dimas


“Kalau kabar om Rendra bagaimana tante?” tanya Dimas


“Alhamdulillah baik, eh kamu kapan-kapan main ke rumah ya. Ajak sekalian mama mu. Sudah lama kita tidak bertemu” ucap bu Rita


“Dengan senang hati tante, bisa aku minta nomer telepon tante?” pinta Dimas


“Tentu” balas bu Rita dengan memberikan nomer telepon nya


Mereka bertiga terlihat akrab banyak yang diceritakan setelah sekian lama tidak berjumpa.


“Kalau begitu tante tinggal ke toilet dulu ya” ucap bu Rita


“Iya tante” balas Dimas


Hanum hanya berfokus pada HP nya, seolah membiarkan Dimas sendiri. Berbeda dengan Dimas yang masih tidak percaya bahwa wanita di hadapannya adalah cinta pertama yang selama ini dia cari.


“Mas Aditya kok nggak ngabarin ya, padahal aku sudah kirim pesan juga. Bikin khawatir saja” batin Hanum dengan mengotak atik HP nya


“Num” panggil Dimas


Tidak ada sautan dari Hanum.


“Num” panggil Dimas lagi


“Eh bagaimana? Maaf maaf” ucap Hanum menggeletakkan HP nya


“Kamu sibuk dengan ponsel mu terus, aku diabaikan” ucap Dimas


“Maaf, gimana?” tanya Hanum


“Boleh aku minta nomer telepon mu?” ucap Dimas


“Gimana ya...” jawab Hanum bercanda


“Masak nggak dikasih sih?” ucap Dimas


“Iya, aku kasih kok. Jangan nangis dong” balas Hanum

__ADS_1


“Siapa yang nangis” balas Dimas


Bu Rita kembali dari toilet dan segera bergabung dengan mereka.


“Kalau begitu kita balik dulu ya Dimas” pamit Hanum


“Oh iya, makasih ya tante, Hanum” ucap Dimas


“Iya sama-sama. Tante tunggu di rumah ya” balas bu Rita


“Baik tante, pasti saya segera kesana” balas Dimas


“Kalau begitu kamu juga pulangnya hati-hati ya” ucap bu Rita


“Iya tante” balas Dimas.


...****************...


Di dalam perjalanan pulang Hanum terlihat gelisah, ia juga berulang kali memeriksa ponselnya.


“Kamu kenapa sih Num dari tadi bingung sendiri” tanya bu Rita


“Ini bu, mas Adit masak sampai sekarang belum ngabarin, kalau sudah sampai kan seenggaknya telfon kek” ucap Hanum


“Ya Allah belum juga sehari, kamu sudah bingung. Aditya pasti baik-baik saja. Mungkin dia sekarang sedang sibuk” ucap bu Rita menenangkan Hanum


“Tapi harusnya dia menyempatkan waktu untuk ngabarin, apa susahnya sih, chat aku juga ngga sampai 2 menit” balas Hanum


“Ya sudah jangan cemberut begitu, udahlah nanti pasti juga ngabarin” balas bu Rita


“Haahhh... mas Adit” ucap Hanum menghela nafas panjang


Sesampainya di rumah Hanum masih terlihat gelisah.


“Eh iya bu” balas Hanum bersemangat melupakan suaminya sesaat


“Lihat nih Bu, cantik kan?” tanya Hanum menunjukkan baju-bajunya


“Hanum juga mau beli stroller yang tadi, tapi harganya mahal banget” lanjut Hanum


“Kenapa tidak beli? Kalau ada uangnya beli saja” ucap Bu Rita menanggapi


“Iya sih, eh nanti kalau diambil orang bagaimana bu?” ucap Hanum


“Ya makanya kenapa ngga diambil kalau memang nanti akan dibutuhkan” balas Bu Rita


“Ya sudah kalau begitu besok kita ke mall lagi yuk bu” ajak Hanum


“Ibu capek Num, masak setiap hari harus ke mall” balas bu Rita


“Yah tapi nanti kalau diambil orang bagaimana?” ucap Hanum


“Ya sudah besok akan ibu temani” balas bu Rita.


...****************...


Makan malam tiba, Hanum masih belum mendapatkan kabar dari suaminya.


“Ini kenapa masih belum ngabarin sih?” ucap Hanum gelisah

__ADS_1


“Kamu kenapa Num?” tanya bu Rita


“Ini mas Adit belum juga ngabarin” balas Hanum


“Ya sudah coba telepon saja, dari pada kamu nungguin terus” ucap bu Rita


“Nggak mau ah, Hanum gengsi” ucap Hanum


“Kenapa gengsi, kan wajar kalau istri menanyakan keberadaan suaminya” balas bu Rita


“Mas Adit saja diam, masak harus Hanum yang mulai” ucap Hanum


“Kamu ini aneh, mintanya selalu diperhatiin terus. Bisa jadi Adit juga mikir kalau kamu sedang sibuk, jadi mungkin kamu tidak membutuhkan kabarnya” ucap bu Rita


“Ahhh.. gimana yaaa... Ya udah deh nanti aku coba telepon setelah makan” balas Hanum.


...****************...


“Tut... tut.. tut” suara panggilan Hanum yang belum dijawab oleh Aditya


“Kenapa ngga diangkat sih, ini kan sudah malam masak masih sibuk” ucap Hanum


Sudah sebanyak tiga kali Hanum mencoba menghubungi ponsel suaminya, namun tidak ada jawaban.


“Terserah kamu deh mas, mau ngabarin atau nggak” ucap Hanum sambil membuang ponselnya ke ranjang


“Aku harus mengalihkan pikiran ku, lebih baik fokus pada sidang ku” lanjutnya.


...****************...


Keesokan harinya setelah sarapan, Hanum hendak pergi ke kampus untuk melihat jadwal ruangan yang akan digunakan untuk sidang, dia juga menyiapkan segala hal dan menjadi sibuk.


“Bagimana Num? Apa Aditya sudah memberi kabar?” tanya ibunya


“Belum bu, Hanum capek nungguin kabar mas Aditya terus. Hanum stress mikirin sidang yang tinggal tiga hari lagi” balas Hanum


“Ibu yakin Aditya pasti baik-baik saja. “ jawab bu Rita


“Bu, setelah sarapan Hanum mau ke kampus ya!” ucap Hanum


“Iya. Nanti pulang jam berapa?” tanya Bu Rita


“Kayaknya sore deh bu” jawab Hanum


“Ibu bareng kamu ya, mau pulang sekalian” ucap bu Rita


“Terus Hanum sendiri lagi dong bu, mas Aditya belum pulang” ucap Hanum manja


“Kamu tenang saja, ibu balik lagi kesini, nanti biar sopir mu yang menjemput ibu. Kasihan Kelen, ibu mau menengoknya” balas bu Rita


“Oh iya deh bu, nanti pas aku pulang biar aku suruh sopir menjemput ibu dulu” ucap Hanum.


Setelah makan sopir mengantarkan mereka berdua.


“Pak, nanti minta tolong antarkan ibu saya ke rumah ya” pinta Hanum


“Baik non Hanum” balas sopir


“Ya udah, Hanum turun dulu ya bu, hati-hati pulangnya, titip salam sama ayah dan Kelen” ucap Hanum

__ADS_1


“Iya, nanti ibu sampaikan” balas bu Rita


Hanum turun dari mobil dan segera menuju gedung fakultas nya.


__ADS_2