Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Aditya sembuh


__ADS_3

“Silahkan nyonya” ucap bi Iyem mempersilahkan


“Iya bi. Aditya sama Hanum dimana ya?” tanya bu Dena


“Ada di kamar nya nyonya. Saya panggilkan dulu” ucap bi Iyem


“Iya, minta tolong ya bi” balas bu Dena


Bi Iyem segera menuju kamar Aditya dan Hanum untuk memberitahukan kedatangan bu Dena.


“Tok tok tok” suara ketukan pintu dari luar kamar


Namun tidak mendapat respon dari dalam.


Bi Iyem pun membuka sedikit pintu kamar yang tidak dikunci tersebut.


“Tuan permisi, ada nyonya di luar” ucap bi Iyem memasuki kamar


Yang ditemukan adalah Aditya dan Hanum yang tertidur pulas. Bi Iyem tidak tega untuk membangunkannya.


“Nuwun sewu nyonya, tuan sama non Hanum sedang tidur” ucap bi Iyem kepada bu Dena


“Kasihan pasti Hanum kecapekan mengurus Aditya. Nggak papa bi, jangan dibangunkan. Saya mau ke kamarnya saja melihat kondisi Aditya” balas bu Dena


Bu Dena memasuki kamar Aditya dan memeriksa suhu tubuh anaknya, sementara itu diikuti oleh bi Iyem.


“Hhhmmm... syukurlah panas nya sudah reda” ucap bu Dena dengan menempelkan telapak tangannya ke kening Aditya


Menyadari ada orang berbicara di sebelahnya, Hanum terbangun dari tidurnya.


“Eh ma, sudah datang” ucap Hanum beranjak dari ranjangnya


“Iya, sudah kamu istirahat saja. Pasti kecapekan merawat Aditya” ucap bu Dena


“Ngga papa, ma. Hanum juga sudah tidur lumayan lama” balas Hanum dengan mencium punggung tangan mertuanya


“Kalau begitu ayo keluar, nanti membangunkan Aditya lagi” ucap bu Dena


“Iya ma” balas Hanum mengikuti langkah mertuanya


Mereka menuju ke ruang tamu dan mengambil posisi duduk.


“Jadi bagaimana kondisi kehamilan mu Num?” tanya bu Dena


“Alhamdulillah baik, ma bayinya sehat” jawab Hanum


“Alhamdulillah. Apa kamu nggak kesepian kalau ditinggal Aditya kerja, dan di rumah sendiri?” tanya bu Dena


“Awalnya ngerasa sepi sih ma, apalagi pas di tinggal dinas di luar seperti kemarin. Untungnya ada ibu yang nginep disini” jawab Hanum


“Hhhmmm.... orang tua kamu sempat berkunjung ke sini?” tanya bu Dena


“Iya ma, Sabtu minggu lalu ayah, ibu, dan Kelen main kesini” balas Hanum


“Ah kalian ini nggak pernah main ke rumah mama, padahal kan mama merindukan kalian” ucap bu Dena


“Maaf ma, kemarin Hanum juga lagi sibuk mempersiapkan sidang, jadi belum sempat” balas Hanum

__ADS_1


“Kali ini mama maafin, tapi kalian harus sering-sering main ke rumah mama ya” pinta bu Dena dengan bercanda


“Iya ma pasti” balas Hanum


Bi Iyem membawakan nampan berisi dua cangkir teh dan sepiring kue ke ruang tamu.


“Silahkan nyonya, non Hanum” ucap bi Iyem menggeletakkan di atas meja ruang tamu


“Makasih bi” balas bu Dena dan Hanum bersamaan


Aditya terbangun dari tidurnya. Kali ini perasaannya lebih baik setelah meminum obat dan beristirahat, namun dia tidak menemukan keberadaan istrinya di kamar. Ia pun keluar mencari Hanum. Mendengar suara mamanya, ia bergegas untuk menghampiri.


“Ma” sapa Aditya


“Eh Adit, obrolan kami membangunkan mu?” tanya bu Dena


Aditya langsung duduk di sebelah mamanya. Ia begitu rindu dengan mamanya, karena selama pindah tidak pernah bertemu mamanya.


“Ma, udah dari tadi? Kenapa nggak bangunin Adit?” tanya Aditya


“Kamu kan lagi tidur, kasian kalau dibangunin. Lagian kamu juga sakit. Mama hanya khawatir jadi mampir kesini” jelas bu Dena


“Iya ma, Aditya demam. Tapi sekarang sudah mendingan, berkat Hanum yang merawat Aditya” ucap Aditya


“Hhmmm... iya percaya kalau istri kamu memang hebat” ucap bu Dena bercanda mengundang tawaan antara mereka bertiga


“Papa kenapa nggak ikut kesini ma?” tanya Aditya


“Papa mu sibuk, katanya mau nyusul nanti” balas bu Dena


“Mama besok mau ke Bandung sama papa. Jadi ngga bisa nginep” balas bu Dena


“Yah” balas Aditya


“Kamu ini Adit juga tidak pernah mampir dan menanyakan kabar mama” ucap bu Dena


“Adit lagi sibuk ma, weekend ini akan berkunjung ke rumah” balas Aditya


“Baiklah mama tunggu” balas bu Dena


Obrolan mereka sangat seru, ditambah dengan kehadiran pak Deri.


...****************...


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Aditya mempersilahkan orang tuanya untuk makan malam.


“Ma, pa, ayok makan dulu” pinta Aditya


Mereka pun menuju ke ruang makan bersama. Hanum membantu bi Iyem menyiapkan makanan di dapur.


“Silahkan ma, pa” ucap Hanum menata makanan di meja


“Masakannya banyak sekali” ucap bu Dena


“Iya nyonya, kata non Hanum untuk nyonya dan tuan harus spesial” ucap bi Iyem mengundang tawa


“Menantu kita memang yang terbaik ya pa” ucap bu Dena memuji Hanum

__ADS_1


“Iya” balas pak Deri


“Hhmmm enak banget tumis kangkung nya” puji bu Dena


“Hanum itu yang masak ma” balas Aditya


“Wah kamu pinter masak juga ya Num” puji bu Dena


“Alhamdulillah deh kalau mama suka. Hanum memang suka sekali sama tumis kangkung ma” jawab Hanum


Selesai menyantap makan malam, bu Dena dan pak Deri pamit untuk pulang.


“Ya sudah kalau begitu papa mama pamit pulang dulu ya!” ucap pak Deri


“Loh kok buru-buru banget ma pa?” tanya Aditya


“Iya ini kan sudah malam. Pasti macet” balas pak Deri


“Yah, makan buah dulu pa, masih dikupasin sama Hanum” pinta Aditya


“Ya sudah deh, tapi bentar saja ya. Nanti sampai rumah bisa kemaleman” balas pak Deri


Mereka bertiga menuju ruang keluarga untuk berbicang. Selesai mengupas buah, Hanum menawarkannya sebagai makanan penutup ke mertua dan suaminya.


“Silahkan ma, pa, mas” ucap Hanum menaruh piring berisi buah


“Iya, makasih” ucap pak Deri


“Bagaimana Num? Apa kamu siap untuk menghadiri acara charity?” tanya pak Deri


“Acara charity pa?” tanya Hanum bingung


“Iya” balas pak Deri


“Adit belum kasih tau Hanum pa tentang acara charity” ucap Aditya


“Bagaimana sih kamu Dit” balas pak Deri


“Soalnya kemarin sepulang dari kantor, Aditya sakit pa. Jadi belum sempat menanyai Hanum” jelas Aditya


“Oh.. jadi begini Num. Ini merupakan acara charity setahun sekali. Disana akan banyak sekali dihadiri oleh pengusaha-pengusaha, dengan kamu hadir mendampingi Aditya bisa sekaligus menjadi momen memperkenalkan kamu sebagai istrinya” jelas pak Deri


“Oh begitu pa” ucap Hanum mnegerti


“Jadi, bagaimana kamu bersedia kan?” tanya pak Deri


“Iya pa. Acara nya kapan?” tanya Hanum


“Jumat ini” balas pak Deri


“Eh, kamu harus berpenampilan yang mewah Num” ucap bu Dena antusias


Mendengar ucapan istrinya, Pak Deri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan memberi kode ke Aditya.


“Mama akan pesankan semua gaunnya. Oh iya kosongkan jadwalmu seharian. Nanti mama ajak kamu ke salon untuk perawatan” tambah bu Dena


“Ma, ngga usah yang mewah. Kita kan disana untuk acara charity” ucap Aditya

__ADS_1


__ADS_2