Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Mas boleh aku minta sesuatu


__ADS_3

“Ada apa?” jawab Aditya


“Kalau aku selesai sidang boleh aku minta sesuatu?” tanya Hanum dengan tatapan yang membuat Aditya meleleh


“Apa? Kamu minta sekarang saja pasti juga aku kasih kok, nggak perlu nunggu setelah sidang” balas Aditya dengan wajah memerah akibat tatapan Hanum


“Aku mau kamu belikan aku bunga seperti pasangan pada umumnya” pinta Hanum


“Ya ampun terakhir kali aku belikan bunga Hanum waktu dia sidang sempro nya, dan itu sudah ada 4 bulanan yang lalu. Memang aku laki-laki yang tidak bisa diharapkan” batin Aditya


“Iya pasti Num. Oh iya kamu suka cokelat juga kan?” tanya Aditya


“He’em aku suka banget. Jadi pengen coklat” ucap Hanum


“Aku beliin dulu ya ke minimarket” ucap Aditya


“Makasih mas” balas Hanum


“Kamu mau ikut?” tanya Aditya


“Ngga ah, aku di rumah saja” jawab Hanum


“Ya sudah kalau begitu aku keluar dulu ya” ucap Aditya


“Pakek jaket mas, diluar juga sedang hujan” pinta Hanum


Aditya meraih jaket dan memakainya. Ia kemudian turun ke bawah


“Dit, habis ini makan malam ya” pinta Bu Dena


“Iya ma” ucap Adit


“Kamu mau kemana?” tanya bu Dena


“Mau ke minimarket depan komplek, mama mau nitip?” tanya Aditya


“Iya, mama nitip sekalian belikan buah juga ya di kios depan” pinta Bu Dena


“Aku ikut kak” ucap Clara


“Ajak saja Dit” perintah mama nya


“Ya udah ayok” balas Aditya


“Kamu mau pakek celana pendek begitu saja?” ucap Aditya protektif


“Kan Cuma di depan terus mau pakai apa lagi?” tanya Clara


“Ganti, pakai celana panjang. Lagian hujan di luar sana” perinta Aditya


“Iya kak, tapi tungguin bentar ya” pinta Clara


“Iya aku tunggu di luar” balas Aditya.


...****************...


Sesampainya di tujuan, Aditya dan Clara langsung memasuki minimarket yang di tuju.


“Mas Adit ambil cokelat banyak banget. Buat siapa? Pasti buat aku ya” ucap Clara percaya diri

__ADS_1


“Ye PD banget, kak Adit beliin ini buat Hanum kok, dia kan lagi ngidam” balas Aditya


“Apa Hanum hamil?” ucap Clara tak percaya


“Iya, maka dari itu kak Adit harus ekstra menjaga Hanum sekarang” ucap Aditya


“Dulu kak Adit selalu perhatian sama aku, sekarang bahkan posisi istrinya mampu mengalihkan sikap pedulinya terhadap ku” batin Clara kecewa


“Kamu kenapa bengong? Mau cokelat? Ambil saja” ucap Aditya


“Kalau bukan kak Adit yang ambilin, aku ngga mau” ucap Clara


“Ya sudah kamu mau berapa?” tanya Aditya


“Aku mau satu aja, kak Adit masih inget kan cokelat kesukaan ku yang mana?” tanya Clara menguji Aditya


“Masih lah, dulu kamu sering banget minta di beliin ini” balas Clara


“Sebenernya bukan cokelat itu yang ku suka kak, tapi coklat merek ini adalah cokelat pertama yang kamu berikan ke aku.” batin Clara


“Iya, aku seneng banget kak Adit masih inget tentang aku” ucap Clara senang


Aditya juga mengambil banyak camilan untuk Hanum.


“Kak ambil jajan nya banyak banget?” tanya Clara lagi


“Iya buat Hanum” balas Aditya


“Orang hamil ngga boleh banyak makan jajanan ber MSG seperti ini. Gitu aja ngga tau” ucap Clara


“Kamu bener juga, eh tapi tetap ku ambil saja, nanti kalau Hanum ngga mau, aku kan bisa makan. Soalnya dia sulit banget makan, aku jadi bingung mau beliin apa” jelas Aditya


“Ya sudah yuk, kalau ngga ada yang kamu ambil lagi kita ke kasir, Hanum pasti nungguin” pinta Aditya


“Iya” balas Clara menurut.


...****************...


“Pak buah nya apel, pir, dan jeruknya 2 kilo ya masing-masing” pinta Aditya kepada penjual buah


“Iya mas Adit” balas penjual buah karena hafal dengan Aditya


“Pilihin yang bagus-bagus ya pak, nanti mama marah lagi kalau ngga bagus” ucap Aditya


“Iya mas” balas penjual buah


Selesai membelikan buah Aditya berniat untuk pulang.


“Kak Adit, tadi kamu janji malam ini mau ajak aku jalan-jalan” ucap Clara


“Jangan sekarang dong, Hanum pasti nungguin cokelat nya, besok aja ya” ucap Aditya


“Ah kak Adit ingkar janji, udah ngga dateng ke wisuda aku” ucap Clara mengeluarkan jurusnya untuk memaksa Aditya


“Ya udah nanti ya setelah kita makan malam bagaimana?” tanya Aditya


“Kalau setelah makan malam, pasti sudah kenyang. Kan kita mau ke restoran langganan kita dulu” ucap Clara


“Terus bagaimana dengan pesanan mama juga, takutnya kalau aku bawa nanti, Hanum sudah tidak mood untuk memakannya” balas Aditya

__ADS_1


“Gimana kalau kita ojekin aja pesanan mereka, biar diantarkan ke rumah. Ya kak ya...” pinta Clara


“Gimana ya? Aku telfon mama dulu” ucap Aditya


Aditya segera menghubungi mamanya.


“Ma, ini pesanan mama sama Hanum aku kirim pakek ojek aja ya. Clara minta ditemenin jalan-jalan keluar, dia mau makan di restoran kesukaannya” ucap Aditya pada mamanya


“Lah, makan di rumah saja, kan sudah disiapin juga” balas Bu Dena


“Nih Clara, mama suruh kita makan di rumah saja” ucap Aditya ke Clara


Clara segera meraih HP Aditya dan berbicara dengan Bu Dena


“Tante, aku pengen banget makan di restoran XXXX langganan aku sama mas Aditya dulu. Boleh ya tante” pinta Clara dengan manja


“Ya sudah kalian pulangnya jangan malam-malam ya” pinta Bu Dena


“Makasih tante sayang. Muah” ucap Clara


“Iya. Ya sudah tante tutup dulu ya.” Ucap Bu Dena


“Iya tante” balas Clara


Sambungan telepon berakhir.


“Ayok kak, sudah mendapat ijin dari tante” ucap Clara senang


“Kamu ini kalau ada maunya minta diturutin mulu, kayak anak kecil saja” balas Aditya


“Lagian salah sendiri janji” ucap Clara.


...****************...


Sampai di restoran Aditya dan Clara segera memesan beberapa menu.


“Hhmmm enak banget, lama ngga makan, nikmat banget” ucap Clara setelah memakan beberapa suapan


“Udah puas-puasin makannya” ucap Aditya


“Oke kak Adit” balas Clara


Clara makan dengan lahap ia melihat Aditya hanya makan beberapa suapan.


“Kak Adit makannya dikit banget” tanya Clara


“Aku makan di rumah saja, nanti kalau Hanum tidak ditemani makan, bisa-bisa ngga makan lagi” ucap Aditya memikirkan Hanum


“Hanum lagi Hanum lagi” ucap Clara


“Dia kan istri ku apalagi sedang hamil anak ku jadi aku khawatir” balas Aditya


Mendengar kata Hanum, Clara sudah tidak berselera lagi untuk makan.


“Loh kamu kenapa nggak makan? Tadi padahal pengen banget sampek kayak orang ngidam” tanya Aditya


“Ngga papa, ayok kita pulang saja” ajak Clara


“Aneh banget kamu Clara masih banyak makanan juga masak ditinggalkan begitu saja” ucap Aditya.

__ADS_1


__ADS_2