Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Rumah baru (masakan Hanum)


__ADS_3

Sebenarnya Aditya hendak jujur kalau ayam goreng Hanum keasinan, cuman ia tidak mau menyakiti perasaan Hanum yang lelah memasak untuknya.


Hanum pun mencoba makanannya, dia merasakan asin sekali ayamnya.


“Mas, kamu kok ga mau jujur. Asin banget ayamnya” ucap Hanum


“Enak kok kalau dimakan sama nasi” balas Aditya


“Aku nggak papa kali mas kalau di kritik masakan ku. Ngga akan marah kok. Aku akan coba memperbaiki lagi kemampuan memasakku” ucap Hanum optimis


Aditya yang melihat Hanum semangat, tersenyum dan mengelus-elus rambut istrinya.


“Sudah makan sana, aku aja sudah senang banget kamu mau memasak untukku” ucap Aditya


“Mas, ngga usah dimakan lagi kalau nggak enak. Ini ada lauk lainnya. Bi Iyem yang masak” ucap Hanum


“Nggak papa, ini juga enak kok” balas Aditya tetap memakan ayam Hanum


Selesai makan Hanum dan Aditya segera kembali ke kamarnya.


Aditya fokus dengan pekerjaannya, sementara Hanum fokus kepada skripsinya. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Aditya yang melihat Hanum masih terjaga pun segera memintanya untuk tidur.


“Num sudah malam, tidur sana” pinta Aditya


“Sebentar mas” balas Hanum


“Ada yang belum diselesaikan?” tanya Aditya menghampiri Hanum dan melihat ke arah laptop Hanum


“Aku masih mempersiapkan PPT untuk sidang” ucap Hanum


“Kamu mau aku bantu?” tanya Aditya


“Ngga usah deh mas, itu artinya aku tidak mampu jika dibantu” balas Hanum


“Ya sudah kalau begitu. Jangan sampai malam, kalau capek istirahat” pinta Aditya


“Iya. Memangnya pekerjaan mu sudah selesai?” tanya Hanum


“Sudah” balas Aditya dengan mengambil sebuah novel di rak kamarnya


Aditya pun duduk di ranjang dan membaca novel milik Agatha Christie.


“Hah. Kenapa ini dengan laptop ku? Kenapa tiba-tiba hilang PPT ku... Haaaaa......” ucap Hanum panik


Teriakan Hanum membuyarkan konsentrasi Aditya yang lagi asyik membaca novel.


“Kenapa Num?” tanya Aditya


“Mas, laptop ku ini kenapa? Belum di save lagi, harus mengulangi dari awal lagi masak? Huaaaaa.....” ucap Hanum


“Tenang Num” balas Aditya mengambil laptop Hanum


“Masak aku harus mengulangi lagi, aku sudah mengerjakan 3 jam lebih” ucap Hanum mengeluh


“Coba biar ku lihat dulu” ucap Aditya mengotak atik laptop Hanum


“Emang kamu bisa? Kamu kan bukan lulusan IT, aaahhhhh aku capek” ucap Hanum


Aditya melihat Hanum panik dan hampir menangis dengan bicara terus menerus pun risih, ia langsung menyumbat mulut Hanum dengan kue kering yang memang dipersiapkan untuk camilan. Seketika Hanum diam, dan memakan kue kering tersebut.


“Nih” ucap Aditya yang mengotak atik laptop Hanum tidak sampai sepuluh menit

__ADS_1


“Hah sudah kembali? Cepat banget? Kamu apakan ini mas?” tanya Hanum sambil memeriksa layar laptopnya


Aditya hanya menatapnya yang masih tidak percaya.


“Hehe... maaf mas, habisnya aku ngerjain susah payah. Masa hilang begitu saja” ucap Hanum menatap Aditya


“Kamu begitu meremehkan kemampuan ku” ucap Aditya


“Bukan begitu mas...” ucap Hanum


“Mau aku buktikan aku bisa melakukan apa saja?” tanya Aditya


“Eh aku percaya kok” balas Hanum


“Aku minta bayaran karena telah memperbaiki laptopmu” ucap Aditya


“Kan mas Adit uangnya sudah banyak, masa mau minta ongkos memperbaiki sih” ucap Hanum masih memeriksa laptopnya


“Bukan uang tapi hal lainnya” balas Aditya


“Eh beneran tangan mas Adit ajaib, tidak ada yang berkurang sedikit pun PPT ku” ucap Hanum


“Num, kamu nggak dengerin aku?” tanya Aditya


“Eh maaf mas. Apa?” tanya Hanum beralih pandangan ke Aditya


“Aku minta kamu mencium ku” ucap Aditya


“Itu saja?” tantang Hanum


“Oh jadi kamu mau yang lainnya” balas Aditya


“Ya sudah lakukan kalau begitu” pinta Aditya


“Oke siapa takut” balas Hanum


Hanum segera duduk mengkungkung tubuh Aditya dan mengambil inisiatif pertama mencium bibir Aditya. Sementara suaminya hanya menuruti permainan Hanum.


“Num aku mencintaimu” ucap Aditya berbisik ke telinga Hanum


“Aku juga mas, aku mencintaimu” balas Hanum segera melancarkan aksinya lebih liar lagi


Aditya merasa kalah dengan permainan Hanum kali ini, tanpa disuruh Hanum sudah mampu membuatnya puas.


“Hhhmmm... hmmm.. hhmmm” ucap Aditya merasakan kenikmatan


Hanum senang melihat suaminya yang puas dengan permainannya.


“Num, aku mau keluar” ucap Aditya memeluk erat tubuh Hanum


“Keluarkan saja” pinta Hanum


Selesai melakukan ritual suami istri. Aditya merasakan kemampuan Hanum semakin hebat.


“Kemampuan mu semakin meningkat saja Num” puji Aditya


“Iya lah, Hanum kok” ucap Hanum


“Darimana kamu bisa belajar hal seperti ini?” tanya Aditya penasaran


“Aku belajar dari google, bukannya aku juga harus menjadi istri yang bisa diandalkan?” ucap Hanum bangga

__ADS_1


“Iya aku akui kemampuan mu. Cari lah lagi yang belum kita coba” ucap Aditya menggoda


“Enak aja. Kalau kamu bisa membuatku kagum lagi, baru aku tunjukkan kemampuan ku” ucap Hanum


“Oh jadi kamu membuat kemampuan di ranjangmu sebagai traksaksi antara kita berdua?” ucap Aditya mengerti


“Hehehe... tepat sekali” balas Hanum


“Aku bisa melakukan apa saja. Kamu pasti akan kualahan” ucap Aditya berbisik ke telinga Hanum


“Kalau begitu tunjukkan lain kali” balas Hanum


kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri


Aditya melihat punggung Hanum dari belakang yang sangat mulus, ia merasa senang.


...****************...


Pagi harinya Aditya bangun duluan, ia memandangi wajah Hanum yang terlihat cantik ketika tidur.


“Aku benar-benar bisa dibuat gila olehnya” ucap Aditya pelan membelai wajah Hanum


Hanum terbangun dari tidurnya.


“Hmmm mas, kamu sudah bangun?” ucap Hanum


“Iya” balas Aditya dengan mengecup kening Hanum


Aditya segera beranjak dari tempat tidurnya dan melakukan pemanasan olahraga hanya menggunakan celana tanpa baju yang menutupi badannya.


Hanum lagi-lagi terpesona dengan Aditya, pemandangan seperti ini seperti surga baginya. Tubuh atletis suaminya berhasil membuatnya semakin bergairah.


“Kamu dari tadi lihat mulu” ucap Aditya


Hanum hanya diam, seolah tidak mendengarkan ucapan Aditya.


“Num, aku minta dibuatkan kopi” ucap Aditya membuyarkan lamunan Hanum


“Hah apa mas?” tanya Hanum


“Kopi” balas Aditya dengan tersenyum


“Oh iya bentar” jawab Hanum


“Kenapa kamu mengagumi tubuhku ya?” ucap Aditya menggoda


“Apaan sih mas” balas Hanum


“Kamu boleh memegangnya kok kalau mau?” ucap Aditya


“Ah aku buatin kopi dulu” ucap Hanum menghindar hendak beranjak dari ranjangnya


Langkah Hanum di hentikan Aditya.


“Kamu jawab dulu? Kamu berhasrat kan pada ku?” tanya Aditya


“Mas kamu jangan memancing aku lagi, kemarin saja kamu kualahan menghadapi aku, dan tidur duluan” ucap Hanum meremehkan kekuatan Aditya


“Kamu kira aku tidak bisa membuat mu puas juga? Kamu mau mencobanya?” ucap Aditya menekan


Hanum berjalan mundur hingga ke tembok kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2