Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Kedatangan sepupu Aditya


__ADS_3

“Ini kita makan dulu ya Num” ajak Aditya


“Iya mas” balas Hanum


“Kamu mau makan apa?” tanya Aditya


“Aku pengen makan rujak mas” balas Hanum


“Ngga, kita makan nasi dulu, nanti setelah itu baru ambil buah pesanan mu mangga muda di kios penjual buah yang aku pesan kemarin” jelas Aditya


“Terserah deh mas, aku ngikut aja” balas Hanum


Sampai di restoran, Hanum bingung memilih menu makanan. Ia serasa ingin makan semuanya.


“Kamu mau pesan apa Num?” tanya Aditya


“Aku mau apa ya, pengen semuanya tapi nanti pasti ga habis” balas Hanum


“Mbak, saya pesan semua menu nya” ucap Aditya


“Ih mas, jangan banyak-banyak nanti nggak habis lo, kan mubazir” ucap Hanum


“Sudah kamu makan saja, nungguin kamu pilih lama banget” balas Aditya


Semua makanan yang dipesan sudah datang. Hanum hanya mengambil beberapa sendok, ia tidak kuat menghabiskan semuanya.


“Aduh kenyang banget” ucap Hanum sambil mengelus-elus perutnya


“Num, kamu cuma makan sedikit lo, ayo makan lagi” pinta Aditya


“Ngga ah mas, tadi kan kamu yang pesan jadi kamu habiskan saja” balas Hanum


“Memang kalau nurutin orang hamil itu susah” ucap Aditya


“Kan kamu yang buat aku begini, ya harus tanggung jawab dong” balas Hanum menggoda


“Ya sudah, aku juga sudah selesai makan. Ayo kita pergi” ucap Aditya


“Makanan masih banyak banget” ucap Hanum


“Terus mau diapakan?” tanya Aditya


“Mbak, saya minta bill ya” ucap Aditya sambil memberikan kode ke pelayan


“Silahkan ini pak totalnya” ucap pelayan memberikan bill


“Saya bayar pakai kartu ya” ucap Aditya


“Baik pak, biar saya ambilkan EDC nya dulu” balas pelayan tersebut


“Mbak, saya minta sisa ini semua dibungkus ya” pinta Hanum ke pelayan


“Baik Bu” balas pelayan tersebut


Pelayan tersebut pergi.


“Kamu kenapa sih minta di bungkus segala. Siapa yang mau makan?” ucap Aditya


“Aku bawa pulang aja, pasti ada yang makan. Lagian masih banyak menu yang belum sempat dimakan. Nanti bisa di bawa pulang oleh pak Giman atau yang lainnya” jawab Hanum


Aditya hanya diam. Selesai membayar pelayan segera memberikan beberapa kantong berisi makanan ke Hanum.


“Silahkan Bu, ini” ucap pelayan


“Iya makasih” balas Hanum hendak meraih kantong

__ADS_1


“Sudah aku saja, kamu lagi hamil ga boleh bawa yang berat-berat” ucap Aditya meraih kantong


“Ih apaan sih ini ngga seberapa juga” balas Hanum


Mereka pun segera pergi dari restoran tersebut menuju ke kios buah.


“Pak sudah ada mangga mudanya?” tanya Aditya


“Sudah pak, biar saya bungkuskan” ucap bapak penjual buah


“Mas, kenapa kamu pesan 5 kilo, siapa yang akan makan sebanyak ini?” tanya Hanum


“Kamu lah siapa lagi!” balas Aditya


Hanum segera meraih satu buah mangga.


“Kamu mau makan sekarang?” tanya Aditya


“Iya mas aku pengen banget” balas Hanum


“Pak saya bisa minta tolong pinjam pisau untuk mengupas buah” ucap Aditya


“Bisa pak, biar saya ambilkan dulu” balas penjual buah


Hanum memakan satu buah mangga seperti makan nasi, lahap sekali.


“Oh ini istri bapak?” tanya penjual buah


“Iya pak, ini istri saya” jawab Aditya


“Kalau lagi ngidam perempuan memang begitu pak, istri saya dulu juga begitu” ucap penjual buah


“Sudah kan?” tanya Aditya ke Hanum


“Ya sudah, ayo kita ke bandara, mungkin Clara sudah bisa keluar” ajak Aditya


“Ayo” balas Hanum


“Ya sudah pak. Makasih ya” ucap Aditya ke penjual buah


“Siap pak, sama-sama” balas penjual buah.


...****************...


Hanum dan Aditya menuju ke bandara. Disana ia mencari keberadaan Clara sepupunya.


“Mana mas sepupu mu?” tanya Hanum


“Sebentar biar aku hubungi dulu” ucap Aditya sambil melihat sekelilingnya


Tiba-tiba ada yang memeluk dari belakang.


“Kak Adit” ucap seorang wanita memeluk dari belakang


Aditya segera melepas pegangan nya dan menengok ke belakang.


“Clara” ucap Adit


“Lama sekali ngga ketemu” ucap Clara kembali memeluk Aditya


“Iya” sapa Aditya menyambut pelukan dari Clara


Melihat kejadian tersebut sempat terbesit kecemburuan di hati Hanum, namun ia mencoba meredakannya karena tau Clara hanya sepupu suaminya.


“Kak! Ini pasti kak Hanum istri kakak?” tanya Clara melihat ke arah Hanum yang berada di samping Aditya

__ADS_1


“Iya, ini istri kakak, namanya Hanum” ucap Aditya memperkenalkan


“Oh, halo kak, aku Clara. Maaf ya kemarin pas menikah aku tidak bisa hadir” ucap Clara mengulurkan tangan


“Iya ngga papa kok. Aku Hanum” sapa Hanum menjabat tangan Clara


“Bawaan kamu banyak banget” ucap Aditya


“Iya lah kak namanya juga dari luar negeri” balas Clara


“Ya sudah mana aku bantu bawain” ucap Aditya meraih koper


“Makasih kak” balas Clara


Hanum membuka pintu samping kiri depan mobil Aditya, namun segera di digeser dengan Clara.


“Kak aku duduk depan ya!” pinta Clara kepada Aditya


Aditya melirik ke arah Hanum.


“Ya sudah ngga papa, kamu depan saja” ucap Hanum mengalah


“Ye! Makasih kak Hanum” balas Clara


Di dalam mobil Aditya asyik berbicara dengan Clara, sementara Hanum hanya sebagai nyamuk diantara mereka berdua.


“Ih kak Adit, masak kemarin aku wisuda ngga dateng” ucap Clara cemberut


“Yah kakak kan lagi sibuk kerja jadi ngga sempet dateng” balas Aditya


“Ih, kado nya juga ngga ada, padahal aku nungguin lo” ucap Clara merengek


“Kamu mau kado apa?” tanya Aditya


“Aku apapun yang di kasih kak Adit pasti seneng” jawab Clara


“Nanti aku beliin” balas Aditya


“Ih kenapa ngga sekarang saja?” pinta Clara


“Kamu kan pasti capek, jadi istirahat dulu, besok baru kakak belikan. Lagian mama sudah nungguin kamu dirumah” balas Aditya


“Oh ya udah deh kalau gitu. “ balas Clara


“Bagaimana kabar om dan tante, Clara?” tanya Aditya


“Baik kok kak, kemarin mereka ke Inggris dateng ke acara wisuda aku” jawab Clara


“Nah kenapa kamu pulangnya ngga bareng aja?” tanya Aditya


“Ngga ah, aku masih ngurus segala persyaratan lulus lainnya disana, jadi tidak bisa pulang bersama. Lagian papa kan sibuk jadi nggak bisa lama-lama di luar negeri” jelas Clara


Aditya berusaha melibatkan Hanum dalam setiap obrolan.


“Umurmu sama dengan Hanum, jadi kalian bisa akrab, dan bercerita satu sama lain. Iya kan Num” ucap Aditya


“Iya mas” jawab Hanum


“Aku manggilnya langsung nama aja ya kalau gitu” ucap Clara ke Hanum yang duduk di belakang


“Terserah kamu saja” balas Hanum


“Hanum, kamu belum lulus ya?” tanya Clara


“Belum, aku masih mau sidah minggu depan” balas Hanum.

__ADS_1


__ADS_2