
“Bi Iyem, aku minta tolong bawakan makanan ke kamar ya” pinta Hanum
“Iya non” balas bi Iyem segera menyiapkan makanan untuk Hanum dan Aditya
Hanum bergegas menuju kamarnya, disana ia melihat Aditya terbaring di ranjang dengan tangan yang diletakkan diatas dahinya.
“Mas” sapa Hanum setelah memasuki kamar
“Hhhmmm” jawab Aditya hanya berdeham
“Kamu pasti capek banget ya? Ini aku bawakan teh untuk mu, mumpung masih hangat cepat diminum” pinta Hanum
Aditya mengambil posisi duduk bersandar di ranjang dan segera meminum teh buatan istrinya.
“Mas, kita makan di kamar saja ya” pinta Hanum
“Tapi kan ada ayah dan ibu, lebih baik kita makan di ruang makan saja” balas Aditya
“Sudah nggak usah, kita makan disini saja. Tadi aku sudah bilang ke ayah dan ibu kok, mereka memaklumi” jelas Hanum
“Hhhhh, aku capek sekali” ucap Aditya sambil menghela nafas panjang
“Kamu lebih baik istirahat saja, setelah makan” pinta Hanum meletakkan cangkir teh di meja
“Hhmmm” balas Aditya
“Tok tok tok” suara ketukan pintu dari luar
“Masuk” pinta Hanum
“Ini non makanannya” ucap bi Iyem menyodorkan nampan berisi makanan
“Oh iya makasih bi, sama tolong ambilkan lauk lebih ya” pinta Hanum sambil menerima nampan tersebut
“Baik non” balas bi Iyem meninggalkan kamar
“Makan dulu mas” pinta Hanum
“Aku makan nanti saja, masih capek” balas Aditya
“Nggak boleh. Ayok makan! Biar aku suapi kamu” ucap Hanum
“Kamu saja makan dulu, nanti aku setelah kamu” balas Aditya
“Aku nggak mau makan kalau belum melihat kamu makan dulu” ucap Hanum mempertegas
“Biar aku suap... Aaaaaa, buka mulutmu” ucap Hanum
Aditya membuka mulutnya dan menerima suapan dari Hanum.
“Makasih ya, kamu sudah sangat pengertian” ucap Aditya
“Bukankah itu sudah menjadi tugasku sebagai seorang istri” balas Hanum
“Kamu ini” balas Aditya sambil tersenyum
“Aku juga pintar memijat lo. Apa mas Aditya mau ku pijat?” tanya Hanum
“Boleh juga. Eh tapi jangan, kamu kan lagi nggak boleh banyak gerak” balas Aditya mengkhawatirkan kondisi Hanum
“Aku nggak papa kok, lagian juga sudah tidak sakit. Seharian juga tidak melakukan apa-apa. Jadi hari ini aku bisa berikan layanan tambahan gratis” ucap Hanum
“Hhhmmm kamu pintar sekali mengambil hatiku” balas Aditya mencubit pipi Hanum pelan
“Makanya cepat habiskan makanan mu” pinta Hanum
__ADS_1
“Iya” balas Aditya
Sepiring nasi habis dimakan Aditya. Ia yang awalnya tidak nafsu makan berhasil dibujuk oleh Hanum.
“Kamu makan dulu saja” pinta Aditya
“Nggak ah, aku mau pijetin kamu dulu” balas Hanum
“Num, aku nggak mau kalau begitu” ucap Aditya
“Iya deh mas, aku makan dulu kalau begitu” jawab Hanum
Hanum makan tepat di depan Aditya.
“Kamu tuh makannya kayak anak kecil” ucap Aditya sambil membersihkan bibir Hanum
“Eh belepotan” balas Hanum membersihkan bibirnya
Selesai makan Hanum segera memberikan layanan pijat yang ia tawarkan.
“Kurang terasa Num, mending kamu injak saja” pinta Aditya
“Aku berat ya, jangan mengeluh” balas Hanum mulai berdiri dari bersiap menginjak badan suaminya
“Bagaimana?” lanjut Hanum
“Enakan di injak dari pada di pijat, sekarang baru terasa” ucap Aditya.
...****************...
Keesokan harinya Hanum bangun pukul setengah 8 pagi.
“Mas?” ucap Hanum meraba ranjang di sebelahnya setengah sadar
“Kok nggak ada, dimana dia?” lanjutnya sambil mengucek mata
“Loh kamu sudah bangun Num?” sapa bu Rita
“Makan sini” lanjut bu Rita
“Ma, mas Adit mana ya?” tanya Hanum menghampiri ibunya
“Adit tadi pagi sudah berangkat, katanya mau keluar kota. Ibu kira dia sudah pamit denganmu” ucap bu Rita
“Ha, kok nggak dibangunin aku” ucap Hanum
“Tadi katanya kamu masih tidur, jadi tidak tega membangunkan kamu. Aditya benar-benar suami yang pengertian. Dia tadi juga bilang titip suruh jagain kamu” jelas bu Rita
“Gimana sih mas Adit, masa berangkat begitu saja” ucap Hanum
“Sudah, nanti juga menghubungi mu, sekarang ayo makan dulu” pinta bu Rita
“Iya bu” balas Hanum
Selesai makan Hanum merasa kesepian di kamar sendiri, ia pun mengajak ibunya untuk jalan-jalan.
“Bu, kita keluar yuk!” ajak Hanum
“Mau kemana?” tanya bu Rita
“Bagaimana kalau kita ke mall?” jawab Hanum
“Kamu istirahat saja dulu, mending di rumah saja. Nanti kecapekan lagi” jelas Bu Rita
“Yah, Hanum bete bu di rumah terus, apalagi tidak ada mas Aditya” jawab Hanum
__ADS_1
“Ayolah bu...” pinta Hanum merengek
“Ya sudah tapi tidak boleh lama-lama ya” ucap bu Rita
“Siap bos” balas Hanum
“Tapi kamu pamit suamimu dulu” pinta bu Rita
“Iya” balas Hanum.
...****************...
Sesampainya di mall Hanum melihat perlengkapan bayi yang sangat lucu-lucu. Ia pun tertarik untuk membelinya.
“Bu, ini sepertinya lucu” ucap Hanum
“Ya beli lah, tapi secukupnya saja, jangan berlebihan” pinta bu Rita
“Baik bu” balas Hanum
Asyik melihat-lihat tiba-tiba bu Rita disapa oleh seorang pria yang dulunya adalah teman masa kecil Hanum sekaligua tetangga rumah lama bernama Dimas.
“Tante Rita, apa kabar?” ucap laki-laki tersebut menyapa
“Hhhhhmmm” ucap bu Rita belum mengenali
“Sudah lupa tante? Saya Dimas yang suka main ke rumah tante” ucap Dimas
“Oh kamu anak Bu Hani, Ya Allah sudah lama makin ganteng. Maaf ya tante tidak mengenali mu” ucap bu Rita
“Ah wajar tante, namanya juga lama tidak bertemu. Kesini sama siapa tante?” tanya Dimas
“Sama Hanum, tuh dia” ucap bu Rita sambil menunjuk ke arah Hanum
“Num, sini deh” panggil bu Rita
“Iya bentar bu” ucap Hanum masih fokus kepada pakaian bayi di tangannya
Dimas menatap dalam Hanum, baginya Hanum adalah cinta pertama yang selalu diingatnya.
“Ada apa bu?” tanya Hanum menghampiri mereka
“Kamu masih ingat ini siapa?” tanya bu Rita
“Siapa bu?” jawab Hanum melihat ke arah Dimas
Dimas hanya tersenyum masih terpana melihat Hanum. Pertemuan ini merupakan sesuatu yang sangat diinginkan oleh Dimas setelah sekian lama.
“Ini Dimas, teman masa kecil mu dulu, tetangga kita” jelas bu Rita
“Eh Dimas” ucap Hanum tidak percaya
“Bagaimana kabarmu? Lama tidak berjumpa” lanjut Hanum
“Alhamdulillah baik, bagaimana juga kabarmu?” tanya Dimas
“Alhamdulillah baik juga” balas Hanum
“Bagaimana kalau kita makan bersama, sudah lama juga tidak bertemu” ucap Dimas menawarkan
“Hhhmm...” ucap Hanum belum memberikan jawaban
“Ayolah tante, kita sudah lama tidak bertemu” pinta Dimas
“Iya, baik... ayo Num, lagian juga tidak baik menolak rejeki” ucap bu Rita
__ADS_1
“Ya sudah deh bu” balas Hanum.