Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Diara lagi


__ADS_3

“Mah aku berangkat ya” pamit Aditya sambil mencium punggung tangan mamanya


“Iya hati-hati” jawab mamanya.


Melihat mobil Aditya yang sudah keluar gerbang. Mereka berdua pun masuk rumah.


“Num, besok kan hari libur, kamu mau pergi shopping ngga? Temenin mama” tanya Bu Dena


“Mau kemana ma?” tanya balik Hanum


“Ke mall XX, kita belanja, lagian kan besok kan weekend, daripada kamu dirumah saja jadi mending ikut mama” ucap Bu Dena


“Iya ma” jawab Hanum


“Hari ini kamu mau ke kampus kan?”


“Iya ma. Hanum mau ke perpustakaan kampus. Ini Hanum mau keatas ambil tas” jawab Hanum


“Oh ya sudah. Kamu hati- hati ya.” Ucap Bu Dena


“Baik, ma” ucap Hanum sambil mencium punggung tangan Bu Dena


...****************...


“Num, kamu ambil saja apa yang kamu suka” ucap Bu Dena


“Iya, ma” jawab Hanum


Mereka berdua menghabiskan waktu berdua untuk berbelanja. Hanum hanya mengambil satu rok.


Kemudian ia melihat ada kemeja yang sangat bagus. Pasti akan pantas jika Aditya yang memakainya. Ia melihat –lihat kemeja tersebut. Bu Dena melihat Hanum dari kejauhan, dan mengetahui maksud Hanum, langsung mendatanginya.


“Bagus Num, buat siapa?” tanya Bu Dena


“Iya mah”Hanum kaget melihat mama Aditya


“Buat Aditya ya?” tanya Bu Dena


“Hhmm pasti bagus jika Aditya yang pakai ma” jawab Hanum


“Iya dia pasti suka” ucap mama


“Hanum bayar dulu ke kasir ya ma” ucap Hanum


“Ini pakai kartu mama” sambil mengulurkan kartu


“Ngga usah ma, pakai ini saja. Kemarin mas Aditya sudah memberikan uang belanja buat Hanum di dalam kartu ini” jawab Hanum


“Oh yasudah kalau begitu” jawab Bu Dena.


Selesai berbelanja Bu Dena mengajak Hanum makan.


“Num, mama seneng deh kamu nikah sama Aditya. Mama dari dulu pengen punya anak perempuan yang bisa diajak belanja seperti ini. Tapi menantu perempuan juga sudah cukup sekarang” ucap Mama


“Iya ma”

__ADS_1


“Kamu tau ngga, Aditya sering lo nemenin mama belanja sampai dia bosan.” Ucap mama


“Iya mah?”


“Iya. Mama suka ngajak Aditya kalau dia tidak ada kegiatan apa-apa di rumah. Dia juga tidak pernah mengeluh ke mama, padahal nungguin mama belanja lama banget” ucap Bu Dena


Mendengar mama bercerita membuat Hanum ingin lebih tau lagi tentang Aditya.


“Mas Aditya suka nya apa ya ma?” tanya Hanum


“Oh dia, kalau makanan dia tidak suka makanan yang terlalu berminyak. Makanan favorit nya kalau western steak, tapi kalau makanan Indonesia dia suka semuanya. Dia ngga pernah pilih-pilih makanan” jawab Bu Dena


“Oh begitu ma!” ucap Hanum


“Sedikit banyak aku harus mengetahui tentang Aditya, karena aku kan istrinya” batin Hanum


...****************...


Selama 3 hari Aditya tidak menghubungi Hanum sama sekali. Hanum sebenarnya ingin mengetahui bagaimana kabar Aditya disana. Apakah dia sedang baik baik saja. Namun, ia gengsi untuk memulai duluan.


Sampai pada akhirnya seminggu berlalu, Aditya pulang ke rumah. Sementara Hanum belum pulang dari kampus. Aditya langsung mandi dan istirahat hingga tertidur.


“Mas!” ucap Hanum pelan membangunkan Aditya


Namun tidak ada respon dari Aditya, tidurnya begitu lelap. Hanum pun mendekati Aditya dan mengelus lengan tangan Aditya.


“Mas, mas bangun sudah mahgrib”ucap Hanum pelan


“Hhhmmm...” jawab Aditya setengah sadar


Aditya membuka matanya lalu segera menarik Hanum dalam dekapan nya.


“Mas, kenapa?” tanya Hanum


“Sebentar saja. Kita sudah satu minggu tidak bertemu.” Pinta Aditya sambil merangkul Hanum


Hanum menuruti ucapan suaminya. Selama dua menit lamanya mereka berpelukan, Aditya kemudian melepaskan tangan nya.


“Sholat dulu” ucap Hanum lagi


“Iya” jawab Aditya sambil bangun dari posisi tidurnya


Setelah sholat Aditya turun ke bawah. Di meja makan, Hanum membantu bibi untuk menyiapkan makanan.


“Mana mama dan papa?” tanya Aditya ke Hanum sambil menarik kursi meja makan


“Oh, Mama sama papa kemarin berangkat ke Yogyakarta” ucap Hanum


“Kenapa mereka tidak bilang padaku” tanya Aditya


“Kemarin mereka bilang kalau mas nanyain bilang saja ke Yogyakarta, ke rumah nenek.” Jawab Hanum


“Oh” jawab Aditya singkat


Seperti sebelumnya Hanum mengambilkan makanan Aditya. Mereka berdua makan dengan lahap. Selesai makan Hanum dan Aditya masuk ke kamar. Aditya kembali ke ruang kerja nya sementara Hanum duduk di tepi ranjang memainkan HP nya.

__ADS_1


“Drrt... drrttt.. drrt” suara HP bergetar


Hanum pun meraih HP Aditya yang diletakkan di meja lampu sisi kiri ranjang. Disana sudah tertulis pesan dari Diara.


“Kamu sudah sampai rumah?.....” isi pesan singkat dari Diara yang bisa terbaca oleh Hanum


Melihat hal ini hati Hanum sakit. Bagaimana bisa Diara tau kalau Aditya habis pulang dari luar kota. Ia hendak menanyai Aditya, namun mengurungkan niat nya. Aditya pasti mengira bahwa ia cemburu.


“Drrt.. drrt.. drrt” HP bergetar lagi


“Adit, are you okay?” isi pesan singkat dari Diara di layar HP Aditya


Hanum melihatnya, hatinya berdesir.


“Ah.. terserah kalian. Aku mau tidur saja” ucap Hanum pelan sambil menarik selimutnya.


Aditya selesai bekerja di ruang kerja nya, ia langsung memasuki bilik kamar sebelah kanan. Melihat Hanum sudah tidur ia juga ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Hanum.


...****************...


Keesokan harinya ketika bangun, Aditya sudah tidak mendapati Hanum di sebelahnya lagi. Ia mencari di sekeliling ruangan kamar hingga turun ke bawah, namun tidak ada.


“Bi, Hanum kemana ya?” tanya Aditya


“Oh non Hanum sudah berangkat tadi pagi” jawab bibi


“Kemana ini kan hari libur” tanya Aditya


“Wah kurang tau tuan, soalnya tadi bibi mau tanya tapi kelihatan buru-buru” jawab bibi


Aditya khawatir, tidak biasanya Hanum bersikap begini pergi tanpa pamit. Ia pun langsung mencoba menghubungi nomer Hanum tapi tidak aktif. Aditya kemudian menghubungi orang tua Hanum.


“Halo, Assalamualaikum. Yah Hanum ada disana” tanya Aditya panik


“Walaikumsalam. Iya. Hanum disini” jawab Pak Rendra


“Oh iya yah. Boleh Aditya ngobrol sama Hanum? Soalnya HP Hanum tidak aktif” ucap Aditya


“Sebentar. Biar ayah ke kamar Hanum.” Jawab Ayah sambil berjalan ke kamar Hanum


“Eh tidak usah yah, Biar Aditya saja yang kesana nanti” ucap Aditya


“Oh yasudah kalau begitu”jawab Ayah


Sebenarnya ayah juga merasa kalau mereka sedang ada masalah. Hanya saja ayah tidak mau ikut campur dalam permasalahan mereka. Biar mereka sendiri yang menyelesaikan nya.


Tapi Ayah meminta Ibu untuk berbicara dengan Hanum.


Di kamar Hanum, Ibu mencoba berbicara dengan nya.


“Num, kamu kenapa pagi- pagi sudah kesini?” tanya Ibu sambil membelai rambut Hanum


“Hanum kangen rumah Bu” jawab Hanum


“Iya ngga apa- apa kalau kamu kesini Ibu dan Ayah juga senang. Tapi apa Aditya tau?” tanya Bu Rita

__ADS_1


__ADS_2