
“Mas ini di kampus, ntar kalau ada yang liat bagaimana?” tanya Hanum
“Tidak akan ada yang liat, kita kan di dalam mobil. Lakukan cepat, sebelum orang-orang curiga kita belum keluar” pinta Aditya
“Kamu kalau ada maunya pasti ngga tau tempat” ucap Hanum sebal
“Ya sudah kalau begitu, aku tidak mengijinkan” ucap Aditya
“Iya. Iya mas, baik” jawab Hanum malas berdebat
Hanum keluar duluan dari mobil, ia segera menuju bis yang akan ditumpangi. Setelah semua teman sudah tiba, mereka semua akhirnya berangkat.
Lukas mengambil posisi duduk di sebelah Hanum.
“Kamu sudah dapat ijin dari suamimu?” tanya Lukas
Hanum melirik ke arah Lukas dan langsung bergeser seolah memberi jarak.
“Sudah” jawab Hanum
Lukas hanya tersenyum melirik ke arah Hanum. Hal itu membuat Hanum bingung.
“Kamu kenapa dari tadi melihat ku seperti itu?” tanya Hanum
“Ngga, cuman kamu berbeda Num dari sebelumnya, bahkan sekarang kamu takut dengan keberadaan ku di sekitarmu” jawab Lukas
Setelah berbicara, Lukas lalu meninggalkan Hanum sendirian dan duduk di kursi yang lainnya.
“Aneh banget” ucap Hanum pelan.
...****************...
Sesampainya di puncak ketika Hanum hendak turun dari bis, tiba tiba kakinya tergelicir, namun dicegah oleh Lukas. Adegan itu lantas membuat anak-anak memberi sorakan kepada mereka.
“Jadian aja” celetuk salah satu teman nya
Hanum langsung berdiri dengan tegak dan menepis tangan Lukas yang memegangi pinggangnya.
“Makasih” ucap Hanum
Salah satu teman juga sudah mengambil foto Lukas yang memegangi pinggang Hanum sebagai dokumentasi yang nanti akan mereka ingat.
Lukas mengawasi gerak gerik Hanum, ia takut kalau ada apa-apa dengan Hanum.
Malam api unggun pun tiba, beberapa mahasiswa mengadakan games untuk memeriahkan acara.
“Jadi temen-temen gamesnya adalah, kalian ambil nomer di antara dua kotak ini. Ada dua nomer kembar, nanti kalian akan berpasangan dengan nomer yang sama dengan kalian.” Jelas Dewi
“Huuuuuuu.........” ucap seluruh mahasiswa membuat suasana semakin ramai
“Baik sekarang kalian berbaris” pinta Dewi
“Setelah berbaris langsung angkat nomer kalian dan cari pasangan kalian ya” tambah Dewi
Mereka semua langsung mengambil nomer, Hanum mendapat nomer delapan ia lantas mencari pasangannya. Tak disangka ternyata Lukas juga mendapat nomer 8, Lukas senang Hanum menjadi pasangannya.
“Bagaimana guys, apa sudah menemukan pasangan nya masing-masing?” tanya Dewi
__ADS_1
“Sudah” jawab mereka serentak
“Baik rules permainanya adalah kita punya banyak pertanyaan disini, siapa yang bisa menjawab sampai babak final, nanti akan masuk games selanjutnya, jadi ini babak penyisihan ya” jelas Dewi
Tersisa 20 pasangan termasuk Hanum dan Lukas.
“Oke kebetulan kalian yang tersisa adalah pasangan perempuan dan laki-laki, jadi ada tambahan permainan yaitu dansa untuk menghibur kami semua.” Jelas Dewi lagi
Hanum ingin menolak, tapi tidak mungkin karena semua pasangan yang menang menuruti rules permainannya.
“Kas, kayaknya aku ngga bisa deh” ucap Hanum
“Ya sudah tidak apa-apa kalau begitu akan aku bilang ke Dewi” ucap Lukas
Lukas bicara kepada Dewi, tapi mereka memaksa Hanum, sehingga membuatnya tak nyaman.
“Jadi temen-temen ada satu pasangan yang tidak bisa berdansa” ucap Dewi
“Siapa?” tanya mereka berbisik
“Hanum sedang tidak enak badan, jadi tidak bisa ikut melanjutkan permainannya.” Jelas Dewi
“Yah, ngga seru. Ayo dong” ucap mahasiswa lainnya
“Iya nih, kalian kan cocok banget kalau jadi pasangan” ucap yang lainnya menjodohkan
Hanum pun mengiyakan untuk tetap melanjutkan games, ia tak enak menolak teman-temannya dan mengganggu acara games ini.
“Ya sudah aku bersedia” ucap Hanum kepada Dewi
“Baiklah karena teman-teman memaksa, jadi Hanum bersedia” ucap Dewi
Hanum tidak bisa berdansa, namun Lukas meyakinkan dia hanya perlu melemaskan badannya dan mengikuti gerakan Lukas saja.
“Ngga papa, kamu jangan gugup” pinta Lukas
“Iya” jawab Hanum
Sementara HP Hanum berdering sejak tadi.
...****************...
POV Aditya
“Kenapa tidak diangkat? Aku sudah menelepon lebih dari 20 kali. Apa terjadi sesuatu dengan Hanum” batin Aditya
“Apa aku telfon Dewi saja? Dia kan jadi salah satu pengurus acara farewell party ini” lanjut Aditya
Aditya pun menghubungi Dewi.
“Halo iya Pak Aditya, ada apa?” tanya Dewi
“Tidak apa-apa. Saya hanya mau menanyakan apa acara nya berjalan dengan baik?” tanya Aditya
“Pak Aditya aneh banget dia kan selalu cuek, kenapa ini dia menanyakan acaranya?” batin Dewi
“Iya pak berjalan lancar” jawab Dewi
__ADS_1
“Oh. Boleh kah saya melihat acaranya?” tanya Aditya
“Boleh pak” jawab Dewi
“Kalau begitu bisa kita video call, dan arahkan kamera ke acara tersebut!” pinta Aditya
“Baik pak” jawab Dewi sambil mengarahkan kamera belakang HP ke acara yang berlangsung.
Aditya kaget karena Hanum sedang berdansa dengan Lukas. Ia pun langsung berdiri dari posisi duduknya.
“Apa-apaan ini” ucap Aditya
Mendengar suara Aditya, Dewi langsung mengalihkan kamera belakang ke kamera depan HP nya.
“Ada apa ya pak?” tanya Dewi
“Kalian sedang memainkan apa? Kenapa acara dansa seperti itu?” tanya Aditya
“Oh ini bagian acara gamesnya pak, jadi kebetulan 20 peserta final diminta untuk berdansa” jelas Dewi
“Kalian dimana? Saya mau menyusul” ucap Aditya
“Kami sedang ada di villa XXXXXX” jawab Dewi
Aditya bergegas menuju ke villa tersebut.
...****************...
Hanum mengecek HP nya, sebanyak 27 panggilan dari Aditya tidak terjawab. Ia lantas menghubungi Aditya kembali.
“Kenapa tidak diangkat? Dia sedang dimana? Apa ada yang penting?” ucap Hanum pelan
Ketika, Hanum bersama teman-temannya sedang menikmati keseluruhan acara, tiba-tiba Aditya sudah ada di hadapannya.
“Mari kita sambut pak Aditya yang bersedia untuk memeriahkan acara ini” sambut Dewi kepada Aditya
Hanum kaget dengan keberadaan Aditya.
“Kenapa dia bisa sampai disini?” batin Hanum
Lukas yang berada di samping Hanum langsung melirik ke arah Hanum.
“Suami mu kenapa bisa menyusul sampai ke sini?” tanya Lukas
“Aku juga tidak tau” jawab Hanum
“Anak-anak bisa tau kalau kamu sudah bersuami” ucap Lukas
Sikap Aditya masih santai, seolah tak mengenal Hanum.
“Games selanjutnya adalah jadi tangan kalian akan diikat di belakang, dan kalian diminta untuk menggiring balon sampai ke garis finish dengan berjoget, siapa yang sampai duluan akan menang” jelas Dewi
Permainan pun usai. Semua peserta yang tersisa gugur kecuali Hanum dan Lukas, mereka memenangkan permainan. Hanum terlihat bahagia karena memenangkan games. Ia lantas tidak sengaja memeluk Lukas. Menyadari Aditya melihat, Hanum langsung melepaskan tangannya dan menjauh dari Lukas.
“Akhirnya pemenang kita adalah Lukas dan Hanum” ucap Dewi
Semua anak bersorak.
__ADS_1
“Jadi temen-temen hadiahnya adalah kalian mendapatkan hadiah sepasang hoodie unisex” ucap Dewi
Aditya masih melihat pertunjukkan dengan keadaan tangan yang mengepal.