Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Tindakan Aditya membungkam gosip


__ADS_3

“Terus?” tanya Dewi penasaran


“Ya karena perjodohan, dan kebetulan keluarga pak Aditya sangat baik dan membantu keluargaku, awalnya aku mengiyakan” jelas Hanum


Dua orang mahasiswa memasuki toilet, terpaksa obrolan mereka tidak bisa dilanjutkan.


“Sudah ya, aku mau ke ruang dosen dulu” pamit Hanum


Disana Hanum melihat Aditya yang sedang berbincang dengan pegawai administrasi. Hanum mengabaikannya dan memilih duduk menunggu dosen pembimbing keduanya.


“Tuh kan Hanum” ucap mahasiswi berbisik


Melihat kejanggalan tersebut Aditya tidak terima, jika tuduhan tersebut ditujukan ke Hanum dan memutuskan untuk menegur mahasiswi tersebut.


“Kalian membicarakan siapa?” tanya Aditya kepada mahasiswi yang bergosip


“Eh.. nggak pak” balas mahasiswi tersebut


“Kalian kalau ngomong hati-hati ya” ucap Aditya meninggalkan mereka


“Aduh mas Adit, kenapa di ladeni sih” batin Hanum


“Kenapa pak Aditya yang marah ya? Aneh banget” ucap mahasiswa yang bergosip


“Iya. Aneh banget” balas mahasiswa lainnya menanggapi


Selesai menemui dosen pembimbing kedua, Hanum segera pulang. Saat ia menunggu lift dua teman yang tadi bergosip tentangnya menghampiri dan meminta maaf.


“Num” panggil mahasiswi tersebut


“Aduh apaan lagi sih mau menghujat” batin Hanum melihat mereka


“Eh Num, kita mau minta maaf” ucap temannya membuka obrolan


“Ha? Aneh banget?” batin Hanum


“Iya, aku maafin” balas Hanum masih bingung padahal belum ada sejam mereke bergunjing


“Maaf ya Num, kami tidak tau dan menuduh mu yang tidak-tidak” ucap temannya


“Nggak papa aku maafin, lain kali kalau tidak tau yang sebenarnya, jangan sembarang menghujat orang’ balas Hanum


“Iya Num, sampaikan permintaan maaf kami kepada pak Aditya juga ya” ucap temannya


“Ha? Maksdunya?” tanya Hanum bingung


“Iya. Kami paham pak Aditya tadi marah karena kami menghujat istrinya. Jadi sampaikan permintaan maaf kami ya!” pinta temannya


“Kamu tau darimana kalau aku istrinya pak Aditya?” tanya Hanum penasaran


“Iya. Ini” balas mahasiswa tersebut menunjukkan layar ponselnya


Tertulis di artikel tersebut tentang “Pak Aditya (dosen dari prodi hubungan internasional) merupakan suami dari mahasiswi berinisial H”.


“Ha” ucap Hanum mengambil ponselnya dan mengecek notifikasi yang masuk


“Darimana mereka tau kalau aku menikah dengan mas Adit” ucap Hanum bingung


Pintu lift terbuka, Hanum segera memasuki lift. Dia juga menghubungi Aditya berkali-kali. Namun tidak dijawab.

__ADS_1


“Kalau aku menemui nya sekarang, justru akan aneh” ucap Hanum di dalam lift sendirian


“Bagaimana ini? Aduh aku pasti tambah dihujat mahasiswi fans mas Aditya garis keras” ucap nya


“Ting” suara lift terbuka. Ketika Hanum keluar dari lift, langkahnya dihentikan oleh suara Lukas yang memanggilnya.


“Num” panggil Lukas


Hanum menoleh dan menyapa nya kembali.


“Eh kas” balas Hanum


“Bisa kita ngobrol?” ucap Lukas


“Bisa” balas Hanum


“Kita ke kantin saja yuk!” pinta Lukas


Hanum melihat sekelilingnya, ia berpikir jika dia dekat dengan Lukas saat ini pasti isu yang beredar akan semakin memanas.


“Kas, aku nggak bisa kalau di kantin. Kamu mau bicara tentang apa? Kita disitu saja bagaimana?” ucap Hanum menunjuk sudut lantai satu yang terdapat kursi panjang


“Oke deh” balas Lukas


Mereka mengambil posisi duduk namun tidak berdekatan.


“Ada apa Kas?” tanya Hanum


“Kamu nggak papa?” tanya Lukas balik


“Hhmmm nggak papa kok Kas” balas Hanum


“Eh kas, aku mau nanya tapi kamu jangan marah ya” ucap Hanum


Sekilas tersirat di pikiran Hanum bahwa yang membuka pernikahan antara Aditya dan Hanum adalah Lukas, karena hanya dia yang tau kebenarannya.


“Gini, apa kamu yang sebarin kalau aku menikah dengan Aditya, isu tersebut baru keluar” tanya Hanum


“Nggak Num, aku mana berani, apalagi tanpa persetujuan mu” jawab Lukas


“Lalu siapa?” ucap Hanum pelan


“Aku juga kaget beredar berita seperti itu, tapi syukurlah kamu cukup kuat untuk menghadapinya. Menurutku juga bagus kalau pernikahan antara kamu dengan pak Aditya terungkap setidaknya gosip kalau kamu wanita yang tidak benar adalah salah” ucap Lukas


“Iya juga sih” balas Hanum


“Ya sudah ya Kas. Aku mau balik dulu” pamit Hanum


“Eh tunggu dulu” ucap Lukas dengan membuka tas nya


Lukas mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


“Ini” ucap Lukas memberikan novel dengan dihiasi pita berwarna hitam


“Apa ini?” tanya Hanum


“Kemarin kan kamu sidang. Aku maunya bawa bunga. Cuma melihat mu sudah mempunyai suami, rasanya tidak etis jika memberikan bunga kepada istri orang. Jadi aku belikan novel karya novelis kesukaanmu” ucap Lukas


“Oh, makasih ya Kas” balas Hanum mengambil novel tersebut

__ADS_1


“Kalau begitu aku cabut dulu ya” lanjut Hanum meninggalkan Lukas


“Iya” balas Lukas


Lukas memperhatikan Hanum yang meninggalkannya dari belakang.


“Akhirnya, aku harus benar-benar merelakannya” batin Lukas


Berjalan keluar kampus, Hanum di kagetkan dengan suara klakson mobil Aditya.


“Loh mas” ucap Hanum melihat Aditya yang membuka kaca bagian kiri mobil


Hanum melihat sekeliling, ia takut ada yang memperhatikan.


“Masuk” pinta Aditya


Hanum segera memasuki mobil dan melihat sekitarnya.


“Kamu kenapa? Cari apa?” tanya Aditya melihat tingkah istrinya


“Nggak. Aku Cuma takut kalau dilihat oleh mahasiswa” ucap Hanum


“Haaaahhh” ucap Aditya menghela nafas panjang


“Num, kenapa harus takut ketahuan. Kan memang sudah ketahuan” ucap Aditya


“Iya sih” balas Hanum sudah tidak melihat ke kanan dan ke kiri


“Tapi aneh deh mas, dalam waktu sekejap berita tersebut muncul” lanjut Hanum masih bingung


“Ngga usah bingung. Memang aku yang umumkan” ucap Aditya


“Ha? Mas. Kamu kenapa ngga bilang aku dulu” ucap Hanum


“Kamu mau terus-terusan jadi bulanan mahasiswa?” tanya Aditya


“Ya nggak mau, tapi kalau kamu ungkap begini, aku lebih takut lagi dengan fans garis kerasmu” balas Hanum


“Siapa fans ku?” ucap Aditya bingung


“Ya mahasiswi-mahasiswi yang mengejarmu” jawab Hanum


“Kamu ada-ada saja. Dengan begini mereka tidak akan berani untuk menganggu mu lagi” ucap Aditya


“Pengaruh mas Aditya memang hebat, hanya berjarak belum sejam saja sudah mampu membungkam gosip tersebut” batin Hanum


“Tapi, bagaimana bisa kamu melakukannya dalam sekejap mas?” tanya Hanum dengan bodohnya


“Num, katakan apa yang tidak bisa aku lakukan?” balas Aditya sombong


“Ih, aku nanya serius malah, dijawab begitu!” balas Hanum cemberut


“Aku bisa melakukan apa pun Num. Hanya karena masalah sepele seperti ini, bukan Aditya kalau tidak bisa menyelesaikannya” balas Aditya


“Iya deh percaya, kamu kan punya segalanya. Jadi bisa berbuat apa-apa” balas Hanum


“Bukan masalah itu Num, aku hanya tidak mau omongan orang menyakiti mu” jawa Aditya


“Ahh... lagi-lagi dia menunjukkan pesonanya” batin Hanum

__ADS_1


“Kamu mau makan apa?” tanya Aditya


“Aku mau.....” ucap Hanum bingung.


__ADS_2