Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Rumah-Piano


__ADS_3

“Lagian kita lama banget nemenin dia belanja, ini juga sudah sore, lebih baik kita buru-buru lihat rumah, kalau tidak nanti bisa pulang kemalaman” jawab Aditya


Aditya dan Hanum sampai di rumah yang akan ditempati. Rumah berlantai dua dengan desain klasik dan halaman nya dipenuhi tumbuhan terlihat asri.


“Num, ini rumahnya” ucap Aditya memasuki gerbang


“Wah bagus banget mas, apa nggak kegedean kalau cuman ditinggali berdua?” tanya Hanum dengan pandangan takjub


“Nantinya disini aku akan membawa bi Iyem dan satu ART lagi, dirumah ini juga ada tukang kebun yang merawat tumbuhan. Tapi memang agak jauh dari kampusmu” jawab Aditya


“Ayo masuk” ucap Aditya mengajak Hanum memasuki rumah


Pertama kali melihat rumah ini, Hanum sudah jatuh cinta. Desain ruang tamu yang luas dengan dua kamar di bawah, ruang keluarga serta dapur yang menyatu dengan ruang makan. Tersisip juga piano di sudut rumah.


“Mas Aditya bisa main piano?” tanya Hanum


“Bisa” jawab Aditya


“Oh, aku juga bisa mas, dari dulu aku pengen banget punya piano” jelas Hanum


“Kalau begitu coba mainkan” pinta Aditya


“Oke” ucap Hanum mengambil posisi duduk dan segera memainkan piano


Hanum lagi-lagi terlihat cantik saat melakukan hal yang dia senangi. Aditya masih merasa Hanum mampu membuat nya selalu jatuh cinta.


Memainkan satu lagu piano usai.


“Plok.. plok... plok” suara tepukan tangan Aditya ketika Hanum selesai memainkan lagunya.


“Bagus banget, kamu siapa yang ajari?” tanya Aditya


“Aku sempet les sih mas, karena dari kecil aku suka banget melihat orang memainkan piano. Tapi kan harganya mahal jadi aku nggak berani minta ke ayah dan ibu” jelas Hanum


“Karena sekarang sudah punya, kamu bisa kapanpun memainkan piano” ucap Aditya


“Iya mas” jawab Hanum menganggukan kepala


“Ya sudah, ayo mas tunjukkan yang lainnya” ajak Aditya


Hanum mengikuti langkah Aditya yang menuju satu ruangan.


“Ini kamar utama nya Num” ucap Aditya membuka pintu kamar


“Wah bagus mas, sudah lengkap lagi, bed nya juga empuk banget” balas Hanum kegirangan


“Mau lihat atas?” tanya Aditya


“Iya” jawab Hanum


Sementara bangunan lantai dua terdapat dua kamar, balkon, dan tempat bersantai seperti karaoke room.


“Wah” ucap Hanum tidak berhenti memuji isi ruangan rumah tersebut


“Apa kamu mau menambahkan sesuatu?” tanya Aditya


“Nggak mas, disini sudah lengkap semua” jawab Hanum


“Ya sudah, ayo kita ke bawah” ajak Aditya


“Iya mas” jawab Hanum

__ADS_1


“Mulai lusa kita akan menempati rumah ini” ucap Aditya


“Besok biar bi Iyem bantu packing baju-bajumu” lanjut Aditya


“Iya mas” balas Hanum


Puas melihat isi rumah, Aditya dan Hanum bergegas pulang ke rumah orang tuanya.


...****************...


Mereka berdua sampai di rumah pukul 7 malam.


“Assalamualaikum” ucap Aditya dan Hanum memasuki rumah


“Walaikumsalam” balas pak Deri dan bu Dena di ruang tengah


“Loh, Clara mana?” tanya bu Dena


“Bukannya sudah pulang duluan ma?” tanya Hanum


“Belum, mama pikir dia bersama kalian” ucap bu Dena


“Iya tadinya sama kami ma, cuman kita mau melihat kondisi rumah dulu, Aditya tadi menawarkan untuk mengantarkan Clara sampai rumah, tapi dia menolak dan minta pulang sendiri” jelas Aditya


“Terus dimana dia?” ucap bu Dena


“Sudah hubungi dia saja ma!” pinta pak Deri


“Iya pa” jawab bu Dena meraih handphone di meja


“Tuuttt... ttuuuttt.... tttuuuttt” suara panggilan yang belum diangkat


“Kamu juga Adit, harusnya jangan biarkan dia pulang sendirian, kalau ada apa-apa bagaimana?” ucap Bu Dena


“Maaf ma, Adit pikir Clara akan langsung pulang ke rumah” jawab Aditya


“Coba papa yang telfon, barangkali diangkat” pinta bu Dena ke suaminya


“Ya sudah, Adit tolong ambilkan HP papa di dalam kamar” pinta pak Deri


“Iya pa” jawab Aditya beranjak dari duduknya menuju kamar orang tuanya


Mendapatkan HP papanya, Aditya segera menuju ke ruang keluarga.


“Ini pa” ucap Aditya dengan mengulurkan HP


Pak Deri meraih HP dan mencoba menghubungi Clara. Sama seperti istrinya, panggilan pak Deri tidak diangkat oleh Clara.


“Tetap ma, tidak diangkat” ucap pak Deri


Hanum merasa tidak enak kepada orang tua Aditya, karena membiarkan Aditya memperbolehkan Clara pulang sendirian.


“Ma, pa, maaf ya karena Hanum sama mas Aditya, mama sama papa jadi khawatir begini” ucap Hanum


“Bukan salah kamu kok Num” ucap pak Deri


Melihat kondisi Hanum yang capek pak Deri segera meminta Aditya mengantarkan Hanum istirahat di kamarnya.


“Dit, kamu cepat antarkan istrimu untuk istirahat dulu di kamar” ucap pak Deri


“Iya pa” ucap Aditya

__ADS_1


“Nggak usah mas, aku bisa kok ke kamar sendiri, tapi nanti saja” ucap Hanum tidak enak untuk membiarkan mereka khawatir sendirian


“Dit, mending kamu yang telfon Clara deh, siapa tau diangkat” pinta bu Dena


“Iya ma” jawab Aditya mengeluarkan HP dari saku celananya


Panggilan pertama Aditya langsung diangkat oleh Clara.


“Halo...” ucap Clara dari seberang telpon


“Halo, Clara kamu dimana?” tanya Aditya


“Kenapa? Sekarang kak Adit baru nyariin aku? Bukannya tadi meninggalkan aku sendirian” ucap Clara


“Kamu dimana? Biar kak Adit jemput” ucap Aditya


“Ngga usah, aku mau sendiri saja” ucap Clara dengan nada seperti orang mabuk


“Kamu lagi mabuk ya?” tanya Aditya


“Ngga usah sok peduli sama aku, urusin saja istri kesayangan kak Adit” ucap Clara semakin ngawur


Aditya menutup telpon nya dan langsung menghubungi koneksi nya agar melacak keberadaan Clara.


“Halo, aku minta bantuanmu” ucap Aditya kepada seseorang di seberang telepon


“Iya ada apa Dit?” tanya temannya


“Tolong cari keberadaan sepupu ku di seluruh bar yang ada di Jakarta ini” pinta Aditya


“Siap, ada fotonya?” tanya temannya


“Ada, akan segera ku kirimkan” jelas Aditya menutup panggilan


Aditya ijin ke mama papanya dan bergegas untuk mencari Clara.


“Ma pa, Aditya coba cari Clara dulu ya!” pamit Aditya


“Iya mama juga khawatir” ucap Bu Dena


“Nanti kalau sudah menemukan keberadaan Clara segera hubungi papa” ucap pak Deri


“Iya pa” balas Aditya


“Num, mas cari Clara dulu ya, kamu cepetan tidur. Jangan tunggu mas, kalau butuh apa-apa minta ke bi Iyem saja” pesan Hanum kepada Aditya


“Iya mas, hati-hati ya” balas Hanum.


...****************...


Sudah dua jam Aditya keliling mencari keberadaan Clara ditemani dua pengawalnya.


“Drrtt... drttt... drrrtt” suara HP Aditya berdering


Aditya segera mengangkatnya.


“Bagaimana sudah ketemu?” tanya Aditya kepada temannya


“Sudah, dia sekarang berada di bar XXXXX, apakah mau diamankan dulu?” tanya temannya


“Jangan, dia akan membuat heboh jika sampai ketahuan” ucap Aditya.

__ADS_1


__ADS_2