
Hanum segera kembali ke kamarnya dan menemani suaminya.
“Non, ini saya buatkan bubur buat tuan” ucap bi Iyem membawakan nampan berisi semangkok bubur
“Eh iya, makasih ya bi” balas Hanum menerima nampan
Hanum membangunkan suaminya untuk makan.
“Mas, makan dulu. Ini sudah dibuatkan bubur” ucap Hanum
“Hhhmmm...” balas Aditya mengambil posisi duduk
“Makan dulu biar sedikit yang penting masuk makanannya” pinta Hanum
Aditya hanya mampu makan beberapa sendok.
“Non, ini obat yang tadi diminta untuk dibelikan” ucap sopir sambil mengetuk pintu
“Iya pak sebentar” balas Hanum membukakan pintu
“Mana?” tanya Hanum
“Ini non” balas sopir mengulurkan kantong kecil
“Makasih ya” ucap Hanum
“Iya non” balas sopir
Hanum segera meminta Aditya untuk meminum obat yang diresepkan dokter.
“Num, aku mau mandi. Tolong siapkan air hangat” pinta Aditya
“Aku lap aja ya badannya, nanti kalau mandi tambah sakit” balas Hanum
“Nggak, aku mandi saja” ucap Aditya
“Iya, tunggu sebentar” jawab Hanum
Selesai menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya, Hanum segera meminta bi Iyem membersihkan ranjangnya dan menggantikan sprei dengan yang baru.
“Drrt.. drrtt.. drrtt” suara ponsel Hanum berdering
“Halo. Iya ma?” ucap Hanum
“Halo. Bagaimana? Apa kata dokter” tanya bu Dena penasaran
“Katanya mas Aditya hanya demam biasa, tadi dokter sudah meresepkan obat. Ini mas Aditya juga sudah meminum obatnya” jelas Hanum
“Hah... syukurlah” balas bu Dena lega
“Apa mama perlu kesana? Membantu mu merawat Aditya?” tanya bu Dena
“Kalau mama mau datang ngga papa ma” balas Hanum
“Nanti mama akan menjenguk Aditya” ucap bu Dena
“Iya ma, Hanum tunggu” balas Hanum
“Kamu mau dibawakan apa?” tanya bu Dena
“Nggak usah repot-repot ma” balas Hanum
Panggilan telepon pun berakhir. Hanum masih menunggu Aditya yang sakit dan belum makan apapun.
“Non Hanum” panggil bi Iyem sambil mengetuk pintu kamar mereka
“Iya bi, masuk aja” jawab Hanum dari dalam
“Non, makan dulu dari pagi non Hanum belum makan” pinta bi Iyem
__ADS_1
“Nanti aja deh bi, saya mau mandi dulu” balas Hanum
Mendengar suara bi Iyem, Aditya segera mengingatkan istrinya untuk makan.
“Kamu makan dulu saja” pinta Aditya
“Nanti deh mas, aku mau mandi dulu” jawab Hanum
“Maaf ya gara-gara aku sakit, kamu jadi kerepotan seperti ini” ucap Aditya
“Ngga papa kok mas, ini sudah jadi tugas ku” balas Hanum
“Sudah kamu tidur saja” lanjut Hanum
Dalam sekejap Aditya sudah tertidur pulas. Hanum segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
“Haahhhh seger banget bisa mandi” ucap Hanum yang baru saja keluar dari kamar mandi
Ia berjalan menuju ruang makan.
“Bi...” panggil Hanum
“Iya non” jawab bi Iyem
“Ayo makan bi” ucap Hanum menawarkan
“Saya sudah makan tadi non” balas bi Iyem
“Biar saya siapkan lagi makanannya” lanjut bi Iyem
“Iya bi” balas Hanum.
Selesai makan Hanum kembali ke kamarnya dan meraih ponselnya.
“Banyak sekali notif. Apa ini?” ucap Hanum pelan
“Aduhhh... kenapa bisa begini” ucapnya panik
Kegelisahan Hanum pun membangunkan suaminya dari tidur.
“Kenapa Num?” tanya Aditya
“Mas, ini” balas Hanum sambil melihatkan layar HP nya
Aditya pun terbelalak, namun tenaganya masih belum pulih, ia hanya kaget.
“Mahasiswi hamil dari jurusan hubungan internasional, berinisial H” kata-kata dari akun gosip kampus
“Kan aku sudah bilang, harusnya kita umumkan pernikahan kita” ucap Aditya
“Mas, aku bisa dikira kecelakaan kalau mengumumkan pernikahan ku dulu. Terlebih kamu dosen lagi, bisa-bisa reputasi mu hancur. Hubungan antara dosen dan mahasiswa. Dikira aku merayu mu lagi nanti” jelas Hanum
“Aduh bagaimana ini?” ucap Hanum kebingungan
“Ya sudah kita umumkan saja kalau kita sudah menikah” jelas Aditya
“Tapi ini mas?” ucap Hanum menunjukkan artikel lainnya
“Di duga laki-laki yang menghamili mahasiswi berinisial H menghadiri sidang” kata artikel lainnya dengan menyematkan foto Dimas
“Kan apa kataku gosip nya akan merebak kemana-mana jika kamu tidak memberitahukan kondisi sebenarnya” ucap Aditya
“Drrtt... drrtt.. drtt” panggilan dari Dewi teman kampus Hanum
“Aduh, bagaimana ini angkat nggak ya?” ucap Hanum
“Angkat saja” jawab Aditya
“Tapi nanti kalau ditanya perihal ini bagaimana?” ucap Hanum
__ADS_1
“Jawab yang sebenarnya” balas Aditya
“Halo” sapa Hanum kepada Dewi di seberang telepon
“Halo, Num” sapa balik Dewi
“Iya ada apa?” tanya Hanum yang sebenarnya tau apa maksud Dewi
“Apa kamu sudah buka artikel yang lagi rame tentang kamu?” tanya Dewi
“Hhhmmm aku baru saja membukanya” balas Hanum berusaha tenang
“Anak-anak bergosip kalau perutmu membesar jadi...” ucap Dewi tidak melanjutkan perkataannya
“Hhhmmm... emang kenapa? Wajar kan aku sudah menikah, dan aku memang hamil” jelas Hanum
“Hah kamu sudah menikah Num? Sama laki-laki yang kemarin datang ke sidang mu?” tanya Dewi memastikan
“Bukan” balas Hanum singkat
“Terus sama siapa?” tanya Dewi penasaran
“Hhhmmm... aku tidak bisa membukanya sekarang wi” balas Hanum
“Oh yaudah sih ngga papa. Ngga usah dihiraukan juga gosip nya” ucap Dewi menenangkan
“Iya.. makasih ya wi” balas Hanum
“Iya kalau begitu aku tutup ya Num” ucap Dewi
“Iya” balas Hanum mengakhiri panggilan
“Hufftttt...... masih satu anak yang minta penjelasan belum satu kampus. Itu saja aku sudah pusing” ucap Hanum menghela nafas panjang
“Sudah jangan dipikirkan” ucap Aditya menenangkan
“Ga dipikirkan gimana mas? Kalau aku ke kampus pasti semua mata tertuju kepadaku” ucap Hanum
“Kalau kamu mengijinkan. Aku akan mengumumkan bahwa kita sudah menikah. Lebih cepat diumumkan lebih baik” ucap Aditya
“Tapi...” ucap Hanum bimbang
“Apalagi, itu sudah tindakan yang tepat” balas Aditya
“Jangan dulu. Nanti malah tambah aneh lagi” pinta Hanum
“Kalau tidak mau dikasih solusi, jangan gelisah di depanku” pinta Aditya
“Kamu nih istrinya lagi bingung malah di marahin” balas Hanum
“Kan aku sudah kasih solusi, kamu nya yang nggak mau” balas Aditya
“Udahlah aku mau tidur dulu” lanjut Aditya mengakhiri perdebatan kecil ini
Baginya tidak masalah kalau membuka pernikahan nya dengan Hanum, dia justu senang karena tidak lagi menutup-nutupi hubungannya dengan istrinya. Berbeda dengan Hanum, ia takut akan perkataan orang lain tentang dirinya.
...****************...
Pukul 5 sore, bu Dena datang mengunjungi rumah Aditya dan Hanum.
“Assalamualaikum” ucap bu Dena memasuki rumah
“Walaikumsalam” jawab bi Iyem menyambut kedatangan bu Dena
“Eh bi, gimana kabarnya?” tanya bu Dena
“Baik nyonya. Kalau nyonya bagaimana?” ucap bi Iyem
“Alhamdulillah.. aa kangen. Di rumah ngga ada bi Iyem nggak enak” ucap bu Dena sambil merangkul.
__ADS_1