
“Oh ya sudah ma, kalau begitu. Hanum sudah tenang” jawab Hanum
“Iya kamu sekarang istirahat saja. Biar mama suruh Aditya untuk menjemputmu besok” pinta Bu Dena
“Baik ma, kalau begitu Hanum tutup dulu ya. Assalamualaikum” ucap Hanum
“Iya. Walaikumsalam” jawab Bu Dena
Sambungan telepon terputus. Hanum merasa sikap Aditya aneh.
“Ada apa dengan mas Aditya? Perasaan tadi pagi baik-baik saja” batin Hanum
Hanum memasuki rumah dan melihat ayahnya yang masih duduk di ruang keluarga seolah sedang menunggu Hanum masuk.
“Sudah hubungi orang tuanya Num?” tanya Ayah
“Sudah yah, katanya mas Aditya sudah di rumah dan sedang tidur” jelas Hanum
“Apa kata ayah, kamu jangan mengkhawatirkan yang berlebihan. Aditya sudah dewasa dan tau bagaimana cara menjaga dirinya sendiri” ucap Pak Rendra
“Iya yah.” Jawab Hanum
“Ya sudah kalau begitu kamu ke kamar sana istirahat. Ini sudah sangat malam” pinta Pak Rendra
“Baik yah” jawab Hanum menurut.
Hanum naik ke kamarnya. Namun di kamarnya ia masih memikirkan apa yang terjadi ke Aditya.
...****************...
Keesokan harinya, Hanum pagi-pagi langsung pamit ke orang tuanya untuk pulang ke rumah mertuanya.
“Tok tok tok” suara ketukan pintu kamar Hanum
Hanum membuka pintunya.
“Nak, kita sarapa dulu yuk” pinta Ibu
“Iya, Bu” jawab Hanum
Hanum turun kebawah. Di ruang makan sudah ada ayah, ibu, dan Kelen.
“Loh kok kamu sudah rapi nak?” tanya Pak Rendra
“Iya yah, Hanum mau langsung pulang setelah sarapan” jawab Hanum
“Oh yasudah kamu makan dulu saja” perintah Pak Rendra
“Iya yah” jawab Hanum
“Kemarin ibu denger dari ayah kamu nunggu Aditya sampai tengah malam ya nak?” tanya Bu Rita
“Iya Bu” jawab Hanum
“Hhhmmm pantesan kamu tadi bangun nya telat, biasanya sebelum sarapan kamu sudah turun ke bawah duluan” ucap Bu Rita
“Iya Bu, Hanum kemarin tidur jam 1 pagi” balas Hanum
“Ini ibu bawakan semur ayam ya, kemarin pas Aditya makan disini dia lahap sekali makan ini” ucap Bu Rita menyiapkan rantang berisi semur ayam
“Iya Bu, makasih” jawab Hanum.
...****************...
__ADS_1
Hanum sampai di rumah mertuanya.
“Assalamualaikum ma pa” sapa Hanum kepada Bu Dena dan Pak Deri sambil mencium punggung tangan mereka
“Walaikumsalam. Eh kamu sudah datang nak” balas Bu Dena
“Iya ma. Ini tadi ibu bawakan semur ayam, kebetulan kemarin pas mas Aditya makan disana ia lahap sekali, jadi ibu buatkan lebih” ucap Hanum menyodorkan rantang yang dipegangnya
“Wah makasih ya nak, Jeng Rita repot-repot banget. Beruntung lo Aditya menjadi menantunya” ucap Bu Dena memuji
“Iya mah. Aditya mana ya ma? Apa masih ada di kamarnya?” tanya Hanum
“Oh dia sudah berangkat ke kantor tadi pagi. Apa dia ngga kabarin kamu?” tanya Bu Dena
“Ngga ma. Yaudah Hanum ke kamar dulu ya” ucap Hanum merasa kecewa
“Iya nak” balas Bu Rita
Hanum pun naik ke kamarnya.
“Mas Aditya ada apa sih? Hari ini juga dia ngga kabarin ke aku. Dia ngga tau apa kalau aku lagi mengkhawatirkan nya!” ucap Hanum kesal di kamarnya
“Kemarin aku juga sudah menelepon nya berulang kali tapi tidak diangkat. Apa dia marah sama aku? Tapi masalah apa?” lanjutnya
“Ya udah deh aku ga mau pusing, mau fokus ngerjain skripsian aja” ucap Hanum sambil membuka laptopnya
Hanum fokus membaca data yang ia kumpulkan.
Bahkan waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Ia tetap berkutat dengan laptopnya.
“Drrrt... drrrttt... drrrttt” suara HP Hanum berdering
Terdapat tulisan Anin di layar HP nya.
“Halo, Num. Kita keluar yuk! Kamu lagi sibuk ngga?” tanya Anin
“Hhhmmm gimana ya nin.” Jawab Hanum
“Ayolah, lagian kamu ngga lagi sibuk kan?” tanya Anin
“Aku lagi ngerjain skripsi ku” jawab Hanum
“Alahhh... ayolah yuk.. Kita lama juga ga jalan-jalan bareng” pinta Anin
“Yaudah deh iya. Tapi aku ini dirumah mas Aditya. Kita mau ketemu dimana?” tanya Hanum
“Kirim aja alamatnya, nanti aku kesana” jawab Anin
“Yaudah, oke ku kirim alamatnya” balas Hanum
Sambungan telepon terputus.
“Eh pamit mas Aditya ngga ya? Atau ngga usah saja? Lagian telepon dariku kemarin aja ngga di respon. Yaudah deh ngga usah” ucap Hanum berbicara sendiri.
...****************...
Anin sudah datang di rumah Aditya. Ia pun segera menghubungi Hanum. Di depan ia disambut oleh satpam rumah.
“Selamat sore mba. Mau nyari siapa ya?” sapa Pak Nur satpam Aditya
“Iya, saya mau cari Hanum.” Ucap Anin
“Oh nona Hanum, silahkan masuk.” Pak Nur mempersilahkan
__ADS_1
Anin memasukkan mobilnya dan memarkirkannya.
Sementara Pak Nur ke dalam memanggilkan Hanum.
“Mbok, nona Hanum ada di atas? Tolong panggilin ada orang mencarinya” pinta Pak Nur kepada ART keluarga Aditya
“Biar mbok keatas dulu” jawabnya
“Tok.. tok.. tok” ketukan suara pintu kamar Aditya dari luar
“Iya” jawab Hanum sambil membukakan pintu
“Non, ada yang nyariin di bawah” ucap mbok Iyem
“Oh itu teman saya mbok. Suruh masuk saja sama
minta tolong ya buatkan secangkir minuman” pinta Hanum yang sedang bersiap-siap
“Baik Non.” Ucap mbok Iyem paham
Mbok Iyem turun ke bawah lagi. Ia kemudian langsung menghampiri Anin.
“Non silahkan masuk dulu” ucap Mbok iyem mempersilahkan Anin
“Non Hanum masih siap-siap” lanjutnya sambil mengarahkan Anin ke ruang tamu
“Iya Bu” jawab Anin
Anin pun mengikuti mbok Iyem dari belakang.
“Wah rumahnya besar sekali, gila ini sih namanya Hanum menikahi konglomerat” batin Anin kagum dengan rumah milik Aditya
“Saya tinggal ke belakang dulu ya Non” pamit mbok Iyem
“Oh iya Bu” jawab Anin
Anin takjub dengan apa yang dilihatnya. Mulai dari gerbang depan sudah terlihat rumah yang mewah dan sangat kokoh. Di depan juga terparkir deretan mobil yang super mewah.
“Bahkan ruang tamunya saja sebesar ini” sambil melihat sekelilingnya
“Koleksi keramiknya. Pasti mahal-mahal” ucap Anin lirih
“Beruntung sekali Hanum, bisa menikah dengan Aditya, ia bagai paket lengkap” tambahnya
Mbok Iyem datang dengan membawa satu gelas jus jeruk.
“Ini non, silahkan diminum” ucap Mbok Iyem menyodorkan minuman
“Iya makasih ya mbok” ucap Anin berterima kasih
“Iya, mbok tinggal dulu ya” pamit mbok Iyem
Anin hanya menganggukkan kepala.
Beberapa menit menunggu, Hanum pun turun ke bawah dan menghampiri Anin.
“Maaf ya nin nungguin lama” ucap Hanum dari belakang tempat duduk Anin.
Anin langsung menoleh ke arah suara berasal.
“Oh iya ngga papa Num, santai saja” jawab Anin
“Udah santai aja. Kamu habiskan dulu minuman mu” pinta Hanum.
__ADS_1