Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Kiss


__ADS_3

Ternyata Papa dan Aditya sedang bermain catur.


“Serius amat, pantas tidak terdengar suaranya” ucap mama


“Mana camilan nya?” tanya papa


“Tunggu bentar pa, masih panas” balas mama


Setelah makan siang, mama langsung menyuguhkan brownies buatan mereka.


“Enak banget ma” puji Pak Deri


“Iya dong. Misi kita berhasil Hanum” ucap mama bangga


“Iya ma” jawab Hanum


“Aditya diam tapi sudah habis banyak. Puji dong kemampuan istrimu” ucap mama menyindir Aditya.


...****************...


Besok Hanum akan sidang seminar proposal. Ia terlihat sangat gelisah.


“Udah jangan gelisah mulu, kamu pasti bisa besok untuk sidang seminar proposal” ucap Aditya


“Aduh gimana kalau besok aku tidak lulus?” ucap Hanum khawatir


“Kamu pasti lulus kalau ikut saran dariku selama ini” kata Aditya


Hanum sibuk mondar mandir di depan Aditya.


“Mending kamu belajar presentasi, aku coba akan liat bagaimana penyampaian topik mu nanti” ucap Aditya


“Oh iya juga ya. Tapi itu namanya tidak adil kalau cuman aku yang berkesempatan untuk melatih presentasiku di depan dosen” ucap Hanum


“Aku hanya akan mendengar, tidak untuk berkomentar. Jadi kurasa oke-oke saja” balas Aditya.


“Baiklah” ucap Hanum


Latihan presentasi Hanum selesai.


“Bagaimana?” tanya Hanum


“Katamu tidak boleh berkomentar?” jawab Aditya


“Ah iya aku lupa.”


“Sudah istirahat sana.” pinta Aditya


“Ih aku ga bisa tidur disaat seperti ini” ucap Hanum


“Mau semalaman gelisah terus? Kamu justru akan tidak fokus besok” ucap Aditya.


Hanum mencoba tidur tapi tidak bisa. Ia sibuk membolak-balikan posisi tidurnya. Sementara melihat Hanum seperti ini Aditya mencoba menidurkannya dengan mengelus-elus kepala Hanum.


Hanya dalam waktu lima menit saja Hanum sudah bisa tertidur pulas.


“Dasar anak bayi, minta dielus-elus terus” ucap Aditya pelan dengan senyuman di bibirnya.


...****************...


“Selamat pagi Pak Aditya selaku pembimbing pertama saya, dan Bu Lia sebagai pembimbing kedua saya, serta teman-teman yang telah menyempatkan waktunya untuk menghadiri sidang seminar proposal saya. Hari ini saya akan mempresentasikan skripsi saya yang berjudul......” Hanum dalam presentasi nya


Setelah selesai presentasi. Semua audience dipersilahkan untuk memberikan pertanyaan. Beberapa orang mengajukan pertanyaan. Hanum bisa menjawab semuanya.

__ADS_1


“Jadi kalau menurut saya penyampaian presentasi kamu sudah cukup baik. Untuk isinya saya akan menambahkan beberapa bagian....” ucap Bu Lia


Sidang seminar proposal selesai. Hanum bernapas lega. Aditya sengaja terakhir meninggalkan ruangan. Ketika Hanum fokus menata kertas-kertas di depannya, Aditya menghampiri.


“Bagus” goda Aditya sambil membisikkan di dekat telinga Hanum


“Aditya, ini kampus jangan macam-macam. Kalau ada yang lihat bagaimana?” Hanum menjauh


Aditya langsung keluar dari ruangan dengan senyum puas menggoda Hanum.


...****************...


Puas akhirnya menyelesaikan seminar proposal nya, Hanum pun menghibur dirinya dengan melanjutkan menonton drama Koreanya di TV kamar.


“Krek” suara pintu kamar terbuka


Aditya memasuki kamar. Hanum tetap fokus dengan drama yang dilihat.


“Sudah makan?” tanya Aditya


“Sudah, kamu mas?” tanya Hanum balik


“Belum” jawab Aditya


“Mau makan atau mandi dulu?” tanya Hanum


“Mandi dulu. Minta tolong bawain makanan ke kamar saja ya, aku males buat turun lagi” minta Aditya


“Iya.” Jawab Hanum


Sementara Aditya mandi, Hanum mengambilkan makanan serta membuatkan teh untuk Aditya.


Selesai mandi, Aditya sudah melihat makanan dan segelas teh di meja sebelah kiri kamarnya.


“Maksudnya?” tanya Hanum


“Tanpa diminta kamu sudah membuatkan teh. Aku memang mau minuman yang hangat setelah mandi” ucap Aditya


“Hhmmm” Hanum berdeham sambil melanjutkan melihat drama koreanya.


Setelah selesai menyantap makanan, Aditya mengembalikan piring bekas makan nya ke bawah.


Kembali ke kamar Hanum masih tetap serius dengan apa yang dilihatnya.


“Nih” Aditya menyodorkan cokelat kepada Hanum


“Apa ini?” tanya Hanum tidak mengerti maksud Aditya


“Cokelat” jawab Aditya


“Iya aku tau. Maksudku kenapa kamu tiba-tiba melakukan ini?” tanya Hanum


“Kamu kan habis seminar proposal, aku lihat beberapa mahasiswa akan memberikan hadiah setelah sidang seminar proposal. Jadi aku belikan saja cokelat.” Ucap Aditya


“Hahaha” Hanum ketawa dengan apa yang dilakukan Aditya


“Apanya yang lucu?” tanya Aditya


“Ngga ada. Cuman orang seperti kamu bisa memperhatikan detail yang lain juga” ucap Hanum


Sebenarnya Hanum juga terharu tapi menurutnya ini juga hal yang lucu.


“Ah.. kamu” ucap Aditya malu

__ADS_1


“Tapi makasih ya, aku suka banget sama cokelat.” Ucap Hanum


“Iya sama-sama” jawab Aditya


Aditya pun ikut menonton drama yang dilihat Hanum. Ia awalnya berpikir terlalu lebay tapi setelah mengikuti menurutnya seru juga.


Adegan kiss drama membuat mereka canggung. Hanum menggaruk-garuk kepalanya sementara Aditya langsung membuat muka ke sisi lain.


“Uhuk...uhukk” Aditya kaget dengan adegan yang semakin panas.


Hanum langsung mencoba mencari remot. Tapi tanpa sengaja posisi mencarinya malah menghadang posisi Aditya yang melihat TV. Tatapan mata tidak bisa dihindari. Aditya langsung menarik pinggang Hanum.


Hanum terdiam, tidak ada penolakan. Ia telah terbuai oleh suasana. Aditya langsung melayangkan ciuman ke bibir Hanum. Adegan ciuman berlangsung selama beberapa detik, setelah itu Hanum tersadar.


“Ah, maaf” ucap Hanum sambil menutup bibirnya


“Kenapa” Aditya bingung


“Aku ke kamar mandi dulu” ucap Hanum sambil berjalan cepat ke kamar mandi


“Apakah dia masih belum bisa menerima aku!” batin Aditya


Sementara Hanum di dalam kamar mandi.


“Aaaaa apa yang barusan aku lakukan” ucap nya


“Bagaimana aku bisa menghadapi Aditya selanjutnya.


"Ah harusnya tadi aku langsung mengelak” lanjutnya


“Aduh aku malu untuk menemuinya saat ini.”


“Klek” suara pintu kamar mandi terbuka


Hanum melihat Aditya sudah tertidur.


“Ah selamat, setidaknya aku bisa terselamatkan malam ini” ucap Hanum.


...****************...


Paginya Hanum bangun dan meraba sampingnya, namun kosong. Ternyata Aditya telah berolahraga seperti biasanya di dalam kamar dekat jendela.


“Wah pemandangan yang indah lagi” batin Hanum menatap Aditya


“Sadar Hanum sadar, aku mandi dulu saja” ucap Hanum pelan.


Setelah selesai mandi Hanum langsung bersiap-siap. Hari ini dia berencana untuk kerumah orang tuanya. Ia pun pamit kepada Aditya.


“Mas, aku hari ini mau main ke rumah Ibu dan Ayah ya!” ijin Hanum


“Iya, aku antar kalau begitu.” Jawab Aditya


“Oke. Makasih mas” ucap Hanum


Sebenarnya Aditya penasaran kenapa Hanum masih menolaknya, setelah kejadian kemarin. Ia hendak bertanya, tapi takut kalau Hanum menganggapnya aneh. Padahal menurutnya sudah lama ia menahan tidak menyentuh Hanum. Tapi Hanum belum luluh juga.


Sampai di rumah orang tua Hanum. Mereka berdua langsung masuk.


“Assalamualaikum” ucap Hanum dan Aditya sambil berjalan masuk ke dalam rumah


“Walaikumsalam” jawab orang tua Hanum secara bersamaan


“Eh Hanum sama Aditya, sini ibu buatkan teh ya” ucap Bu Rita

__ADS_1


“Satu saja bu buat Hanum, soalnya Aditya masih harus ke kampus” ucap Aditya


__ADS_2