
“Hanum tidak tau kalau aku bekerjasama dengan Diara. Lebih baik aku menelepon di luar saja” ucap Aditya sambil berjalan keluar kamar
“Halo” ucap Aditya menyapa Diara melalui sambungan telepon
“Halo iya Aditya. Tumben kamu hubungi aku duluan” tanya Diara
Diara sangat senang menerima panggilan dari Aditya.
“Kata sekertaris saya, Bu Diara meminta meeting dadakan hari ini? Kalau ada yang mendesak nanti saya akan memerintahkan Pak Bagus dan Lutfi untuk menemui anda” pinta Aditya
“Formal banget sih manggil bu Diara, kita kan lagi ngga di dalam kantor jadi panggil seperti biasanya saja.
Mengenai permintaan meeting dadakan sudah aku infokan ke sekertaris kamu kalau saya minta pak Aditya yang datang langsung” ucap Diara
“Bu Diara, ini namanya melanggar kode etik dalam bekerjasama” ucap Aditya
“Kode etik yang mana? Nilai kerjasama proyek ini cukup besar, aku rasa kamu harus mempertimbangkan apa yang kuminta” ucap Diara mendesak Aditya
“Baik. Hari ini aku akan hadir dalam meeting tapi sore hari. Bagaimana?” ucap Aditya
“Oke baik ngga masalah” jawab Diara puas
...****************...
POV Diara
“Akhirnya Aditya kamu bisa menuruti permintaan ku. Sebentar lagi aku akan menjadikanmu milikku” ucap Diara di dalam kantornya
“Selama ini apa sih yang tak bisa kumiliki. Aku bisa menjadikan kamu milik ku dalam waktu 6 bulan. Ingat itu” lanjutnya.
Diara langsung menghubungi sekertaris Aditya.
“Halo” sapa Diara
“Halo. Iya Bu Diara. Ada apa Bu?” tanya Lutfi
“Hari ini suruh pak Aditya menemui saya sendiri di restoran hotel XXX jam 19.00 ya” pinta Diara
“Baik Bu akan saya sampaikan” jawab Lutfi
“Ingat ya hanya pak Aditya, yang lain tidak boleh ikut, karena saya lebih suka membicarakan pekerjaan ini berdua dengan Pak Aditya” pinta Diara sekali lagi
“Baik Bu.” Ucap Lutfi
Diara menutup sambungan telepon.
...****************...
Aditya memasuki kamar.
“Mas kamu dari mana?” tanya Hanum
“Oh cuman keluar saja tadi mengangkat telepon. Disini jaringan nya tidak terlalu bagus.” Jawab Aditya
“Telepon dari siapa?” tanya Hanum lagi
“Dari klien kerja ku” jawab Aditya
“Oh.” Ucap Hanum singkat
__ADS_1
“Ayok kita sarapan, hari ini juga kita pulang” pinta Aditya
“Baik mas.” Jawab Hanum
Memang hari ini adalah hari liburan terakhir mereka. Hanum sudah mengemas semua baju mereka.
Setelah sarapan mereka bergegas untuk pergi ke airport.
...****************...
Pukul 16.00 mereka sampai rumah.
“Loh kalian sudah balik. Bagaimana liburannya?” tanya Pak Deri
“Seru pah” jawab Aditya
“Ih, papa jangan ditanyain dulu. Biar mereka istirahat dulu” ucap Bu Dena menegur Pak Deri
“Yaudah kalian ke kamar sana” pinta Bu Dena kepada Hanum dan Aditya
“Iya ma, kita ke kamar dulu ya” ucap Hanum
Hanum dan Aditya langsung menuju kamar dan beristirahat.
...****************...
Hanum terbangun dari tidurnya. Ia meraba sebelahnya. Ketika membuka mata ternyata Aditya sudah tidak ada.
“Hhhmm.... di mana mas Aditya?” ucap Hanum setengah tersadar dari tidurnya
“Jam berapa ini?” lanjutnya sambil meraih HP nya
“Loh kamu sudah bangun Num?” tanya Bu Dena
“Sudah ma, Hanum tadi sangat capek jadi ketiduran” jawab Hanum
“Iya mama tau” balas Bu Dena
“Aditya kemana ya ma? Hanum cari di kamar nggak ada, dibawah juga nggak ada” tanya Hanum
“Oh Aditya tadi keluar jam setengah tujuh. Dia bilang jangan bangunkan kamu dulu karena masih capek” jawab Bu Dena
“Kemana ma?” tanya Hanum
“Tadi sih katanya mau ketemu klien” jawab Bu Dena
“Oh ya sudah ma. Hanum khawatir, soalnya mas Aditya tadi juga tidak bilang kalau mau keluar” ucap Hanum
“Ya sudah. Ayo kita makan malam dulu. Mama minta tolong panggilkan papa untuk makan malam.” Pinta Bu Dena
“Baik ma” ucap Hanum sambil menuju ke ruang keluarga.
“Pa, makan malam sudah siap” ucap Hanum
“Oh iya” jawab Pak Deri sambil mengikuti Hanum dari belakang menuju ke dapur.
Selesai makan, Hanum membantu bibi untuk membersihkan meja makan, kemudian mengupas beberapa buah untuk disajikan sebagai makanan penutup ke Bu Dena dan Pak Deri.
...****************...
__ADS_1
Hanum kembali ke kamarnya. Ia penasaran siapa klien Aditya yang mengajaknya untuk bertemu di malam hari. Sepertinya ia sudah mempunyai firasat kalau Aditya sedang menyembunyikan sesuatu.
“Aneh malam-malam begini dia menemui klien” ucap Hanum pelan
“Siapa klien nya?”
“Mending aku hubungi dia sekarang.” Lanjutnya.
Hanum meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Aditya. Namun, Aditya tidak mengangkatnya.
“Kenapa tidak di angkat?” batin Hanum
“Ini juga sudah jam 9 malam. Masak mas Aditya meeting sampek larut malam.” Gumamnya khawatir.
...****************...
POV Aditya
Aditya sampai di restoran hotel yang sudah dipesan oleh Diara. Ia langsung masuk, disana ia menunggu sekitar 10 menit, kemudian Diara datang.
Diara memakai dress berwarna merah, mereka tidak terlihat seperti meeting tapi seperti makan malam antara dua orang kekasih.
“Aditya, kamu sudah sampai? Aku ngga telat kan? Aku sudah bilang ke sekertaris mu untuk menemui ku pukul 7 malam.” Ucap Diara sambil tersenyum
“Ngga, aku cuman nunggu kira-kira sekitar 10 menit.” Sambil melihat arloji di tangannya
“Oh iya, aku baru ingat kalau kamu adalah orang yang tepat waktu dalam setiap hal.” Ucap Diara
“Kita langsung saja ya! Ini dokumen nya mana yang harus diperbaiki?” tanya Aditya sambil menunjukkan dokumen di depannya
“Sebentar dulu dong Aditya, kita makan malam dulu. Lagian ini kan waktunya makan malam” ucap Diara untuk mengulur-ulur waktu
“Ya sudah kalau begitu” jawab Aditya sambil menutup lagi dokumennya.
Diara memanggil waiters untuk memesan makanan.
“Kamu mau makan apa Adit?” tanya Diara
“Aku mau steak saja tapi masaknya medium rare ya” pinta Aditya berbicara dengan waiters tersebut
“Baik nona tuan ditunggu sebentar ya pesanannya” ucap waiters
Selama menunggu makanan datang, Diara memandangi wajah Aditya yang fokus terhadap dokumen dokumen di depannya.
“Kemarin kalian liburan ke Lombok?” tanya Diara
“Iya.” Jawab Aditya singkat
“How is Lombok? Is it good? (Bagaimana Lombok? Apakah menyenangkan?” tanya Diara
“Ya, Lombok is a beautiful island (Lombok adalah sebuah pulau yang cantik)” jawab Aditya.
Makanan yang dipesan datang. Mereka berdua menikmati hidangan mewah tersebut.
Selesai makan, Aditya menyegerakan niatnya untuk segera merevisi dokumen yang diminta Diara.
“Jadi mana yang akan di revisi?” tanya Aditya
“Kata papa besok kamu diminta untuk menemui beliau dikantornya. Meeting akan diadakan jam 9 pagi besok.” Jelas Diara.
__ADS_1