
“Num, mas mau ngomong sama kamu” ucap Aditya
“Mau ngomong apa mas?” tanya Hanum sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk
“Sini” ucap Aditya menarik tangan Hanum membawanya duduk
“Ada apa mas?” tanya Hanum
“Kita 2 hari lagi pindah ke rumah baru ya” ucap Aditya
“Rumah yang mana?” tanya Hanum bingung
“Aku belum cerita ya? Rumah ini dulu sebelum menikah pernah kubeli” jelas Aditya
“Aku masih bingung mas. Mendadak banget” ucap Hanum
“Rumah itu sudah ada yang mengurus dan ada perabotannya, jadi kita tinggal masuk, nanti bajumu akan dibantu di packing sama bi Iyem” jelas Aditya
“Tapi kenapa mendadak?” tanya Hanum
“Harus sekarang Num, aku ga mau ada lagi kesalahpahaman antara kita, kalau kita tinggal di rumah itu tidak ada lagi yang mengganggu” jelas Aditya
“Kalau disini kan masih ada Clara nanti kamu dibuat kayak kemarin lagi pas aku nggak ada” tambah Aditya
“Oh, ya sudah aku ngikut saja sih mas” jawab Hanum
“Nanti akan aku tunjukkan rumahnya” ucap Aditya
“Iya” balas Hanum
“Ya sudah sekarang kita turun ke bawah yuk sarapan” pinta Aditya
“Bentar mas aku masih mau ngeringin rambut dulu” ucap Hanum
“Ya sudah aku tunggu” balas Aditya.
...****************...
Aditya dan Hanum turun ke bawah untuk sarapan. Disana sudah ada bu Dena, pak Deri, dan Clara.
Aditya menarik satu kursi dan mempersilahkan Hanum untuk duduk.
“Sini Num” pinta Aditya
Clara segera duduk di sebelah Hanum dan meminta maaf.
“Num, aku minta maaf ya kemarin sudah berbicara seperti itu sama kamu. Aku ngga bermaksud begitu kok” ucap Clara
“Oh, ngga papa kok tenang saja, sudah aku maafkan” ucap Hanum dengan tersenyum
“Makasih ya Num” ucap Clara sambil memeluk Hanum
“Iya “ balas Hanum membalas pelukan Clara
“Nah gitu dong, Clara” ucap Bu Dena
“Maafkan Clara ya Hanum kemarin berbicara seperti itu” tambah bu Dena
“Iya ma” balas Hanum
“Sudah ayo makan” pinta pak Deri
__ADS_1
Suasana makan di ruang makan pun tenang. Namun Clara merasakan harga dirinya yang sudah diinjak-injak oleh Hanum.
“Awas kamu Hanum, oke sekarang aku biarkan kamu menang, aku melakukan ini juga buat kak Aditya kok” batin Clara melirik sinis ke arah Hanum yang sedang makan
“Nih Num, makan yang banyak” ucap bu Dena mengambilkan lauk ke piring Hanum
“Bahkan om dan tante saja perhatian banget sama dia, sehebat apa sih kamu” batin Clara
“Kak Adit, katanya janji buat ngajak aku beli tas, kapan?” tanya Clara
Aditya melihat ke arah istrinya, Hanum memberikan isyarat dengan menganggukkan kepalanya.
“Iya nanti kita ke mall ya, tapi sekalian sama Hanum” ucap Aditya
“Ih kenapa sih apa-apa harus ada Hanum” batin Clara
“Oh iya ngga papa, nanti kita shopping bersama ya” ucap Clara menarik simpati Aditya.
...****************...
Siang hari nya Aditya mengajak Hanum dan Clara untuk memenuhi janjinya.
“Num, ayok ke mall” ucap Aditya
“Ngga ah mas, kamu saja” balas Hanum
“Aku tenang kalau ajak kamu juga” ucap Aditya
“Iya, tapi tunggu sebentar aku siap-siap dulu” ucap Hanum beranjak dari kasurnya.
Hanum memakai dress selutut berwarna cokelat dengan flatshoes, terlihat cantik.
“Tok.. tok.. tok” suara ketukan pintu dari luar kamar Clara
“Clara ayok katanya kamu minta dibelikan hadiah” ucap Aditya
“Sekarang kak? Kenapa dadakan, yaudah aku ganti baju dulu, kak Adit masuk saja” ucap Clara memancing Aditya
“Ngga usah, kak Adit tunggu diluar ya” ucap Aditya
“Hhmm ya udah deh” balas Clara
Selesai mengganti bajunya Clara langsung keluar dari kamarnya bergegas menghampiri Aditya.
“Ayok kak” ajak Clara
“Yuk” balas Aditya
“Sebentar aku ambil mobil dulu, kalian tunggu sini”pinta Aditya kepada Hanum dan Aditya.
Hanum dan Clara menunggu bersama. Ketika tidak ada Aditya, Clara bersikap acuh kepada Hanum seolah seperti orang asing.
“Ini orang kenapa lagi? Perasaan tadi masih baik-baik saja” batin Hanum
Mobil Aditya berhenti tepat di depan mereka menunggu Aditya.
Hanum duduk disamping Aditya sementara Clara duduk di belakang.
“Aku harus ngalah dulu, ngga boleh gegabah. Tadi hampir saja, aku diusir. Aku harus bertahan” batin Clara
“Ini kita mau ke mall mana Num?” tanya Aditya
__ADS_1
“Terserah mas aku ngikut saja” balas Hanum
“Kita ke mall XXXXX saja. Disana banyak tas bermerek” ucap Aditya
“Yang di tanyain cuma Hanum saja, emang aku apaan disini” batin Clara
Tiba di mall, mereka bertiga mengunjungi store salah satu brand ternama.
“Kalian pilih saja nanti aku yang bayar” ucap Aditya
Hanum melihat lihat tas di sisi sebelah kiri, sementara Clara di sisi kanan. Aditya duduk dan menunggu mereka yang asyik memilih.
“Gila mahal banget” ucap Hanum pelan melihat harga dengan mata yang terbelalak
“Mending dibuat beli lainnya, fungsinya sama saja murah atau mahal” ucap Hanum
Aditya melihat Hanum yang sedang memilih, ia tersenyum dengan tingkah Hanum yang hanya fokus kepada label harga tas. Aditya pun menghampiri Hanum.
“Ada yang kamu suka? Beli saja” ucap Hanum
“Kayaknya aku ngga usah beli tas disini deh mahal-mahal banget” jawab Hanum
“Aku mampu beliin kok, jadi pilih saja. Kamu ambil sepuluh pun aku bisa bayar kok. Masak kamu nggak pernah mau pakai uangku” ucap Aditya
“Ih sepuluh, satu aja aku masih mikir” balas Hanum
Aditya melihat Hanum sedari tadi memandang tas berwarna putih yang tertata di etalase atas. Ia menyadari Hanum menyukai tas tersebut.
“Kamu mau itu?” tanya Aditya
“Bagus ya?” ucap Hanum
“Mbak, aku mau ambil ini ya” pinta Aditya kepada pegawai store
“Baik pak” ucap pegawai mengambil tas tersebut
“Ih mas, kenapa sih langsung diambil, udah ngga usah, aku ngga mau” ucap Hanum
“Ngga papa lah, lagian aku rasa tas itu bagus juga kalau kamu yang pakai” balas Aditya
Clara melihat Aditya yang sedang berbisik-bisik dengan Hanum, semakin membuat dirinya membenci Hanum.
“Eh aku juga suka tas ini” ucap Clara mengambil tas tersebut dari tangan pegawai store
“Kamu pilih yang lain saja, nggak mungkin kan kalian samaan” balas Aditya
“Ini hanya ada satu di store kami pak” jelas pegawai store
“Tuh kan udah pilih yang lain saja” pinta Aditya kepada Clara
“Yah” ucap Clara sedih
“
Berapa mbak yang ini?” tanya Hanum
“69.000.000 bu” jawab pegawai store tersebut
“Ha? Ngga jadi aja mbak, saya nggak terlalu suka warna nya” ucap Hanum mencari alasan
“Ya udah biar aku ambil saja” ucap Clara
__ADS_1
“Terserah kamu saja” balas Hanum.