Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Kagum


__ADS_3

Aditya mengikuti langkah Hanum memasuki ruang baca yayasan tersebut. Disana sudah ada pengurus dan pemilik yayasan.


“Kak Hanumm” teriak anak-anak di dalam ruang baca


“Hei kakak kangen banget sama kalian” ucap Hanum


“Kami juga kak.” Jawab mereka serentak


Salah satu anak dengan keterbatasan menghampiri Hanum dan memeluknya.


“Kak kenapa baru sekarang datang?” tanya anak tersebut


“Kakak lagi sibuk Dio. Kakak janji mulai sekarang akan sering berkunjung” jawab Hanum


“Oh iya anak-anak kak Hanum membawakan kalian buku lo” ucap Dea


“Makasih kak Hanum” jawab anak-anak serentak


Aditya melihat Hanum memiliki jiwa yang tak dimiliki semua wanita yang dikenalnya selama ini. Sebelumnya ia mengajak makan satu meja pengawal ku, sekarang dia mengejutkanku dengan sering membantu anak-anak.


“Benar-benar Hanum memiliki jiwa sosial yang tinggi” batin Aditya


Aditya membantu sukarelawan lainnya membawa masuk buku-buku yang dibawanya. Di dalam Hanum sedang membacakan buku dongeng kepada anak-anak. Aditya menatap kagum ke arah Hanum.


“Cantik sekali” batin Aditya tersenyum ke arah Hanum


“Kak Hanum, itu siapa?” tanya salah satu anak menunjuk Aditya


“Oh itu namanya Kak Aditya” jawab Hanum sambil melihat Aditya


“Temannya kak Hanum?” tanya anak tersebut


“Dia suami kak Hanum” jawab Hanum


Ucapan Hanum membuat Aditya bangga telah dikenalkan sebagai suaminya. Aditya pun menghampiri anak tersebut dan mengenalkan dirinya.


“Halo nama ku Aditya” ucap Aditya memperkenalkan diri


“Halo kak Aditya” ucap anak-anak serentak


Selesai membacakan buku, Hanum menyempatkan diri untuk berbincang dengan pemilik dan pengurus yayasan tersebut.


“Bu, bagaimana kabarnya?” tanya Hanum pada pemilik yayasan


“Baik mba Hanum” jawab pemilik yayasan tersebut


“Bu Sari masih tetep awet muda ya” puji Hanum


“Aduh sudah tua mba. Makanya ibu bingung nanti siapa yang akan melanjutkan ini semua. Saya sekarang juga sering sakit-sakitan” ucap Bu Sari


Pemilik dan pengurus yayasan sudah akrab dengan Hanum, jadi terbiasa cerita masalah pribadi satu sama lain.


“Ibu jangan bilang gitu. Ibu harus sehat.” Pinta Hanum


“Iya mbak” jawab Bu Sari


“Mbak Hanum ini suaminya ya?” tanya Bu Sari melihat ke arah Aditya


“Iya bu, bagaimana ibu tau?” tanya Hanum


“Sudah bisa dilihat kok mbak mengikuti mbak Hanum terus dari tadi.” Jawab Bu Sari


“Iya Bu, kenalin ini Aditya” ucap Hanum memperkenalkan Aditya


Aditya menjabat semua tangan pemilik dan pengurus yayasan.

__ADS_1


“Mbak Hanum ini menikah tapi tidak mengabari” ucap Bu Sari


“Iya mbak Hanum parah, kita kayak orang lain saja” tambah pengurus lainnya


“Bukan begitu Bu, saya menikah nya dadakan, dan mempersiapkan dalam waktu singkat jadi tidak sempat mengundang banyak orang” jelas Hanum


Selesai mengobrol Hanum hendak pamit ke mereka semua.


“Bu, Hanum pamit dulu ya” pamit Hanum


“Iya, lain kali mampir lagi ya mbak” ucap Bu Sari


“Pasti Bu, ini sudah seperti rumah saya sendiri. Saya nitip ini ya Bu untuk kebutuhan anak-anak” ucap Hanum meyodorkan amplop berisi uang


“Iya terimakasih banyak mbak” jawab Bu Sari


Bu Sari dan pengurus lainnya mengantarkan Aditya dan Hanum keluar.


...****************...


Di dalam mobil Aditya mengajak Hanum ke kafe untuk bersantai sebentar sebelum pulang.


“Num, aku nggak nyangka kamu suka mengunjungi yayasan anak-anak” ucap Aditya di dalam mobil


“Aku dulu waktu SMA , kan jadi pengurus OSIS terus sering ada kegiatan amal. Nah disanalah aku bisa mengenal yayasan ini” jelas Hanum


“Oh begitu.” Jawab Aditya mengerti


“Semakin kesini kamu semakin menarik Num” batin Aditya


“Mas, ini kita mau kemana lagi?” tanya Hanum


“Kamu mau kemana, aku ngikut saja” jawab Aditya


“Yaudah kalau gitu aku mau ajak kamu ke kafe aja. Kita bisa pesan minuman dan kue kesukaan mu” pinta Aditya


“Oke.” Jawab Hanum bersemangat


...****************...


Sampai di kafe, mereka langsung memilih tempat duduk.


“Selamat datang kak, mau pesan apa?” ucap waiters menawarkan


“Aku mau cappucinno saja sama choco lava cake” pinta Hanum


“Baik, kalau mas nya?” tanya waiters kepada Aditya


“Saya americano saja sama croissant” jawab Aditya


“Baik, silahkan ditunggu sebentar ya” ucap waiters ramah kepada mereka


Pesanan mereka datang. Hanum sangat menikmati kue yang dipesan tadi.


“Kamu suka choco lava cake Num?” tanya Aditya


“Iya mas, enak banget. Aku suka yang manis-manis” jawab Hanum


“Hhhmmm” Aditya berdeham sambil tersenyum


“Enak ngga mas croissant nya?” tanya Hanum dengan coklat yang menempel di bibir bagian atasnya


Aditya melihat itu kemudian mengambil tisu dan mendekatkan wajahnya ke wajah Hanum.


“Eh mas kamu mau ngapain? Ini di tempat umum lo” tanya Hanum

__ADS_1


Melihat Aditya, Hanum memejamkan matanya.


“Ini kamu makan nya berantakan” ucap Aditya sambil menyeka bibir Hanum dengan tisu


“Ih mas..” jawab Hanum sambil menahan malu


“Kamu mikirnya aneh-aneh terus” ucap Aditya menggoda Hanum


“Lagian kamu sih, kan tinggal bilang saja kalau ada yang nempel” ucap Hanum sambil menyeka mulutnya


Pemandangan Hanum yang menyeka mulutnya membuat Aditya menelan ludah tergiur untuk mencium bibir Hanum.


“Mas, kamu ngeliatin nya kok gitu” tanya Hanum


“Ngga papa” jawab Aditya berusaha membuyarkan hasrat nya.


...****************...


Tiba di rumah, Hanum langsung menyodorkan kantong berisi buah dan 2 kotak kue lapis ke Bu Rita.


“Ini Bu” ucap Hanum


“Kenapa repot-repot” ucap Bu Rita


“Tadi mas Adit yang membelikannya.” Balas Hanum


“Kalian darimana?” tanya Pak Rendra


“Dari yayasan yah” jawab Hanum


“Oh, ya sudah kalian duduk dulu, biar ibu bikinkan teh” ucap Bu Rita


“Ngga usah Bu, tadi Aditya sama Hanum sudah mampir kok ke kafe buat minum dan makan” jawab Aditya


“Oh ya sudah kalau begitu” balas Bu Rita


“Bu, Hanum mau ke kamar dulu ya!” ucap Hanum


“Iya” jawab Bu Rita


Mereka berdua masuk ke kamar.


“Ah capeknya” ucap Hanum sambil merebahkan tubuhnya di kasur


“Tapi menyenangkan juga” lanjut Hanum


Mereka merebahkan badan di ranjang. Selang satu menit kemudian mereka sudah terkapar ketiduran.


Malamnya Hanum terbangun pukul 8 malam. Ia langsung membangunkan Aditya.


“Mas, bangun mas” ucap Hanum pelan


“Hhmm...” jawab Aditya


“Udah malem mas udah jam delapan malam” ucap Hanum


Aditya pelan-pelan membuka matanya.


“Kamu mau makan atau mandi dulu?” tanya Hanum


“Aku mau mandi dulu saja” jawab Aditya


“Aku duluan ya, bentar aja kok badan ku juga lengket semua nih tadi pulang dari luar belum ganti baju dan mandi” pinta Hanum


Hanum berjalan ke kamar mandi. Ketika ia hendak menutup pintu, tiba-tiba ada dorongan dari luar pintu, ternyata Aditya ikut masuk.

__ADS_1


__ADS_2