Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Ngidam


__ADS_3

Keesokan harinya sebelum berangkat ke kantor, Aditya menyempatkan diri untuk mengantar Hanum ke rumah sakit.


“Silahkan atas nama Bu Hanum ke poli OBGYN” ucap salah satu pegawai administrasi rumah sakit


Hanum dan Aditya segera memasuki ruangan. Dokter melakukan pengecekan perut Hanum.


“Bagaimana dok?” tanya Aditya


“Selamat pak Aditya, Bu Hanum hamil dan sudah jalan 6 minggu.” Ucap dokter


“Mas...” ucap Hanum menatap Aditya


Selesai pemeriksaan Hanum dan Aditya keluar dari ruangan. Aditya mengurus pembayaran, sementara Hanum menunggu di ruang tunggu. Hanum melihat sepasang pasangan di sebelahnya. Wanita tersebut terlihat bahagia sambil mengelus-elus perutnya yang sudah membesar, suami wanita tersebut menggandeng tangannya.


“Mas, semoga bayi kita sehat terus ya. Lancar juga persalinannya” ucap wanita tersebut


“Amin, makanya kamu harus menjaganya dengan baik sampai melahirkan. Jangan capek-capek” balas pria tersebut


“Num, ayok” ucap Aditya yang mampu mengalihkan pandangan Hanum dari pasangan di sebelahnya


“Sudah mas?” tanya Hanum


“Sudah” jawab Aditya


Selama dalam perjalanan Hanum hanya diam, pikirannya sedang bergejolak.


“Apakah aku bisa lulus kuliah, rasanya sekarang saja tubuhku sudah lemas” batin Hanum


“Num, kamu mikirin apa?” tanya Aditya membuyarkan lamunan Hanum


“Ah. Aku cuman bingung mas, bagaimana membesarkan anak ini. Belum lagi sekarang tubuhku lemas, kelak aku tidak bisa sering ke kampus.” Ucap Hanum


“Kamu jangan mikir yang terlalu panjang dulu Num, jalani saja yang ada di depan mu. Aku yakin kamu pasti bisa” jelas Aditya


“Iya mas” jawab Hanum


“Kalau aku kabarin mama sama papa pasti senang sekali akan mendapatkan cucu” ucap Aditya menghibur Hanum


“Iya mas, aku juga akan memberi tahu ayah dan ibu” balas Hanum


“Ini kamu aku antar pulang dulu ya. Aku mau ke kantor dulu” ucap Aditya


“Iya mas, aku juga capek” balas Hanum


“Kamu mau makan apa? Nanti pulang kantor pasti akan aku belikan” ucap Aditya


“Aku mau mangga muda” ucap Hanum bersemangat


“Kamu lagi ngidam ya” ucap Aditya


“Ih mas, kamu kan yang nawarin” balas Hanum


“Iya nanti aku carikan” jawab Aditya


Aditya mengantarkan Hanum pulang dan langsung berangkat ke kantor.


...****************...

__ADS_1


“Pak Aditya, saya sudah memeriksa latar belakang perusahaan yang akan tergabung dengan proyek bapak bersama pak Dipta” ucap Lutfi


“Jadi seperti apa?” tanya Aditya


“Ini pak berkas nya” ucap Lutfi mengulurkan dokumen


“Jadi, perusahaan tersebut sedang dalam masa pailit, bahkan tidak mampu membayarkan uang ketenagakerjaan karyawannya sendiri. Beberapa eksekutifnya juga terlibat masalah penggelapan uang” lanjut Lutfi


“Tapi tenang saja pak, kita tidak akan rugi, karena meskipun terlibat dengan kerjasama ini, tapi kemarin sudah dipisahkan pembagian profit dipotongkan dari profit perusahaan pak Dipta” tambah Lutfi


“Oh, jadi maksudnya jika mereka bergabung dalam proyek ini akan menyelamatkan citra perusahaan mereka kembali seperti dulu dan mendapatkan kepercayaan” ucap Aditya


“Sepertinya begitu pak, terlebih lagi perusahaan yang ini merupakan kerabat dari pak Dipta” jelas Lutfi


“Pantas saja, dia mau membantu” ucap Aditya


“Ya sudah kamu pantau terus dan laporkan jika ada yang tidak beres” perintah Aditya


“Baik pak” jawab Lutfi.


...****************...


Pulang kerja, Aditya sibuk mencari mangga muda, ia bahkan sudah berkeliling di penjuru ibukota tapi tidak menemukan satupun penjual mangga.


“Pak apa ada mangganya?” tanya Aditya


“Ngga ada pak, ini juga bukan musim mangga” jawab bapak penjual buah


“Dimana ya kira-kira ada?” tanya Aditya


“Wah sulit pak kalau bukan musimnya, tapi lusa akan ada pengiriman buah dari desa, biasanya saya pesan. Coba nanti saya tanyakan apa ada” ucap si penjual


“Iya, lusa coba kesini saja pak” balas si penjual


Aditya di dalam mobilnya mencoba mencari apa makanan yang cocok untuk menggantikan mangga muda, ia kemudian memutuskan untuk membelikan rujak buah, manisan dan asinan buah.


...****************...


Sampai di rumah, Aditya segera menuju ke kamarnya.


“Loh Dit sudah pulang?” tanya Bu Dena


“Sudah mah” jawab Aditya


“Kamu bawa apa itu?” tanya Bu Dena


“Ini rujak buah, asinan sama manisan buat Hanum, ma!” jawab Aditya


“Oh, Hanum minta ke kamu?” tanya Bu Dena


“Iya ma!” jawab Aditya


“Hanum kayak orang ngidam saja?” tanya Bu Dena penasaran


“Iya ma emang Hanum hamil.” Jawab Aditya


“Alhamdulillah” jawab Bu Dena dan pak Deri

__ADS_1


“Akhirnya ma, kita akan punya cucu” ucap Pak Deri bahagia


“Iya pa, kalau begitu sekarang kita harus ekstra menjaga Hanum lagi” ucap Bu Dena


“Iya ma.” Jawab Pak Deri mantap


Aditya segera ke dapur dan minta tolong ke bi Iyem untuk menata rujak buah, asinan, dan manisannya di tata di piring.


“Bi, minta tolong ini ditata di piring ya dan bawakan ke kamar ku” pinta Aditya


“Baik tuan” jawab Bi Iyem sambil meraih kantong yang diberikan Aditya


Aditya naik ke kamarnya, ia melihat Hanum sedang fokus dengan laptop nya.


“Sudah pulang mas? Mana mangga muda nya?” tanya Hanum berharap


“Aku tadi sudah cari kemana-mana tapi tidak ada. Jadi aku belikan rujak buah, asinan, dan manisan sebagai gantinya” jawab Aditya


“Oh rujak buah juga ga papa kok mas.” Balas Hanum


“Sebentar lagi juga di bawakan bi Iyem ke atas. Tapi sudah kupesankan mangga muda ke penjual buah jika ada” ucap Aditya


“Suami ku memang bisa diandalkan” ucap Hanum memuji


“Ya sudah aku mandi dulu ya” balas Aditya


“Iya mas” balas Hanum.


...****************...


“Tok tok tok” suara ketukan pintu kamar Aditya dari luar


Bi Iyem memasuki kamar dengan membawa nampan berisi rujak, asinan, dan manisan buah.


“Ini non” ucap Bi Iyem


“Wah, makasih ya Bi” ucap Hanum senang sekali


“Iya non, apa non Hanum butuh lainnya?” tanya Bi Iyem


“Ngga bi, ini sudah cukup kok” jawab Hanum


Hanum segera menyantap makanan di depannya, ia sangat lahap.


Selesai mandi Aditya melihat piring rujak buah yang sudah bersih, habis di makan oleh Hanum.


“Kamu makan buah nya jangan banyak-banyak. Ini sudah malam” ucap Aditya dengan menggosokkan handuk ke rambutnya


“Habisnya enak banget” jawab Hanum


“Sudah makan nasi?” tanya Aditya


“Belum mas, aku ngga bisa kalau makan nasi. Tapi sudah makan roti kok” jelas Hanum


“Ih, harus makan nasi dong, nanti kalau kamu sakit bagaimana?” balas Aditya


“Aduh muntah kalau makan nasi” ucap Hanum

__ADS_1


“Besok aku minta bi Iyem untuk membuatkan bubur ke kamu, dan mas mau lihat langsung kamu makan” ucap Aditya


“Iya mas” jawab Hanum sambil makan manisan.


__ADS_2