
“Tidak jelas katamu. Oke baik. Mulai sekarang aku tidak akan mengurusi urusan mu lagi. Dan satu hal jangan kasih harapan ke aku seperti yang kamu bilang sebelumnya bahwa kamu juga tidak akan selingkuh” jelas Hanum
“Kamu egois Num, tanpa ada bukti kamu menuduh aku. Percuma juga aku jelasin. Kamu juga tidak akan percaya. Tapi asal kamu tau aku tidak pernah melakukan tindakan yang kamu tuduhkan.” Ucap Aditya sambil menenteng jaket nya bersiap untuk pergi.
Hanum menangis melihat Aditya pergi dengan masalah yang belum terselesaikan itu. Egonya masih terlalu tinggi, karena masih muda, ini juga pertama kali baginya.
Melihat Pak Rendra dan Bu Rita masih duduk menonton TV di ruang keluarga. Aditya kemudian pamit kepada mereka untuk pulang.
“Yah, Bu, Aditya pulang dulu ya!” pamit Aditya
“Loh kamu ngga nginep sini” tanya Bu Rita
“Ngga Bu, tapi Aditya sudah mengijinkan Hanum untuk tidur disini” ucap Aditya
“Loh kenapa sendiri- sendiri. Udah nginep sini saja” pinta Bu Rita
“Iya bu kapan- kapan Aditya akan nginep sini. Ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan” ucap Aditya menutupi keadaan sebenarnya
“Aditya pergi dulu ya Bu, Yah” tambah Aditya sambil mencium punggung tangan Pak Rendra dan Bu Rita.
...****************...
Selama perjalanan pulang, pikiran Aditya penuh dengan kekecewaan nya pada sikap Hanum yang tidak mempercayainya. Aditya memutuskan untuk berbicara lagi setelah Hanum tenang.
Sesampainya di rumah ia langsung masuk di kamarnya dan beristirahat. Namun malam itu Aditya merasakan perasaan yang tidak tenang.
“Aku tidak tau Num, kenapa sulit sekali meyakinkan mu. Sudah berulang kali aku menjelaskan tapi kamu tetap tidak mengerti” ucap Aditya yang berbicara sendiri dengan pandangan ke langit- langit kamarnya.
...****************...
Di sisi lain, Hanum di kamarnya, matanya telah membengkak akibat tangisan nya. Ia juga sebenarnya salah terlalu curiga dengan Aditya. Namun perasaan cemburu sebenarnya yang bergejolak di pikiran nya.
“Kenapa pernikahan rasanya seperti ini.”
“Kenapa kamu ngga ngerti perasaan ku sih Mas. Kamu yang sudah berjanji juga tidak akan selingkuh. Kenapa kamu melakukan nya.”
“Atau jangan- jangan aku sudah jatuh cinta padamu, hingga membuatku berbuat seperti ini”
“Iya sepertinya aku sudah jatuh cinta sama Aditya. Tapi kenapa kamu seperti ini Num. Kamu harus sadar dari awal kamu berniat untuk memberikan batasan kepada Aditya, kenapa sekarang kamu yang menuntutnya.”
“Lagi pula kamu juga belum menjalankan kewajiban sebagai istri. Kamu juga salah Num”
Semua adalah ucapan Hanum berbicara sendiri.
...****************...
Keesokan harinya Hanum tidak keluar kamar. Ibunya khawatir, lalu langsung mendatangi kamar Hanum.
__ADS_1
“Hanum, nak kamu sudah bangun?” sambil mengetuk pintu kamar Hanum
“Hhmm iya Bu.” Ucap Hanum dari dalam kamar
“Keluar ya nak, ibu tunggu dibawah untuk sarapan” perintah Bu Rita
“Iya Bu” jawab Hanum
Sementara di dalam kamar Hanum sedang bingung.
“Haduh, bagaimana ini mata ku masih bengkak. Nanti kalau aku turun Ibu dan Ayah pasti tau kalau aku habis menangis.” Ucap Hanum
“Mereka pasti akan bertanya ada apa.” Tambah Hanum
Pak Rendra melihat Bu Rita pun turun ke bawah.
“Hanum belum bangun Bu?” tanya Ayah
“Sudah yah, sebentar lagi juga turun” jawab Ibu
Setelah menunggu selama 30 menit Hanum tak kunjung turun. Lalu Ibu meminta Kelen untuk memanggil kakak nya.
“Kak, buka.” Ucap Kelen
“Ada apa?” tanya Hanum dari dalam kamar
“Iya udah aku habis ini turun. Kamu ke bawah dulu saja” perintah Hanum
Kelen pun turun.
“Mana kakak kamu Kelen?” tanya Bu Rita
“Katanya sebentar lagi turun Bu” jawab Kelen
“Apa yang dilakukan kakak mu di kamarnya?” tanya Ayah
“Tidak tau yah. Kakak tidak membukakan pintunya. Hanya bicara dari dalam kamar” jawab Kelen.
Lima belas menit kemudian, Hanum turun ke bawah. Ia langsung menuju meja makan, disana masih ada Ayah, Ibu, dan Kelen.
“Kamu lama banget sih Num. Ngapain di kamar?” tanya Ibu tanpa memperhatikan wajah Hanum
“Ngga ngapa- ngapain Bu” balas Hanum
Ketika Hanum duduk di depan Ibu dan ayahnya untuk makan. Ibu baru menyadari mata Hanum yang bengkak seperti baru menangis.
“Kamu ada apa Num? Kenapa mata mu bengkak? Habis nangis?” tanya Bu Rita
__ADS_1
Ayah ikut melihat ke arah Hanum ketika Ibu berkata begitu.
“Ngga kok Bu, mata Hanum sakit.” Ucap Hanum sambil mengucek – ucek mata nya
“Kamu kalau ada apa- apa cerita ke Ibu” pinta Bu Rita
“Iya Bu” jawab Hanum singkat.
Ibu tidak berani menanyai lanjut karena ada Kelen disitu. Ia masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah orang dewasa.
...****************...
Melihat ada yang tidak beres dengan anaknya. Ibu dan ayah berunding. Seperti biasanya ayah minta kepada Ibu untuk berbicara dengan Hanum.
“Num, boleh Ibu masuk?” ucap Ibu dari luar kamar Hanum sambil mengetuk
“Iya Bu. Masuk saja, tidak dikunci.” balas Hanum dari dalam kamar
Ibu mengambil posisi duduk dekat dengan Hanum.
“Num, kamu habis nangis ada apa? Ibu tidak tenang. Cerita saja, barangkali Ibu bisa membantu.” Tanya Bu Rita
“Ngga ada apa- apa kok Bu.” Balas Hanum
“Kamu jangan bohong. Ibu tau kamu habis menangis. Ada apa?” tanya Bu Rita
“Bu, tapi jangan cerita ke ayah ya! Hanum takut kalau cerita nanti ayah kaget dan penyakitnya bisa kambuh” ” pinta Hanum ke Ibunya
“Iya” jawab Ibu dengan wajah yang penasaran
“Hanum sama mas Aditya lagi berantem Bu. Semalam Hanum menangis gara- gara itu” ucap Hanum sambil menahan tangisnya yang mau jatuh lagi
“Masalah apa?” tanya Bu Rita
“Hanum melihat pesan singkat dari wanita lain di HP mas Aditya” ucap Hanum
“Isinya apa?” tanya Bu Rita
“Kemarin mas Aditya baru pulang dari dinas di luar kota selama seminggu. Wanita itu menanyakan apakah Aditya sudah sampai rumah. Bagaimana dia bisa tau kalau mas Aditya baru pulang dari luar kota, kalau bukan mas Aditya yang memberitahu atau jangan- jangan mereka malah pergi berdua” jelas Hanum
“Sudah kamu tanyakan ke Aditya?” tanya Ibu
“Sudah Bu. Kata mas Aditya dia juga tidak tau darimana wanita itu tau. Hanum tidak percaya Bu, karena terakhir kali bertemu dengan wanita itu, dia sangat terlihat akrab dengan mas Aditya. Mereka pasti berselingkuh Bu di belakang Hanum” jelas Hanum
“Nak, apa kamu punya bukti tentang perselingkuhan mereka? Kamu jangan sembarang menuduh, itu dosa juga pencemaran nama baik. Aditya juga sudah menjelaskan kalau dia tidak tau. Kamu harus mencoba mempercayai suami kamu nak” jelas Bu Rita
“Ah ibu malah ngebelain mas Aditya bukan Hanum yang anak ibu sendiri” ucap Hanum kesal.
__ADS_1