Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku
Hasrat


__ADS_3

“Aku sadar kok ngga bisa menjadi wanita yang setara dengan mas Aditya” ucap Hanum kembali


“Kamu terlalu memikirkan hal yang tidak penting. Bagi mas Adit, kamu adalah wanita yang sempurna. Kamu bisa mengubahku dalam beberapa perspektif. Aku juga kagum sama kamu, beberapa karakteristikmu tidak dimiliki orang lain. Kamu berbeda dengan yang lain Num” jelas Aditya


“Mas” ucap Hanum memeluk Aditya


“Sudah makanya kamu jangan sedih terus. Ayok makan, tadi kamu belum habisin makananmu” pinta Aditya


“Baik mas” ucap Hanum menurut


Aditya pun menyuapi Hanum dengan telaten. Setelah selesai ia membawa piring bekas makanannya ke bawah. Ia melewati kamar Clara dan mendengar suara Clara yang menangis di dalam kamarnya.


“Apa aku terlalu kasar dengan Clara?” ucap Aditya pelan di depan kamar Clara


“Besok aku akan mencoba untuk berbicara dengannya ketika dia sudah tenang” ucap Aditya lagi


Aditya segera menuju kamarnya, ia melihat Hanum yang sudah mengganti bajunya dengan baju tidur yang sangat tipis dengan kulit terlihat mulus.


“Loh kamu kan masih sakit? Kenapa pakai baju setipis itu?” ucap Aditya


“Aku gerah mas” jawab Hanum


“Astaga Hanum jangan salahkan mas kalau terjadi apa-apa” ucap Aditya menggoda Hanum


Hanum segera masuk dalam selimutnya dan hendak tidur. Aditya tidak mampu menahan gejolak hasratnya melihat punggung Hanum. Ia langsung membalikkan tubuh Hanum dan membuatnya berada dalam dekapan Aditya.


Respon Hanum tidak seperti biasanya. Kali ini malah dia yang merayu Aditya. Ia bahkan menciumi leher Aditya.


Saat ini Aditya juga sudah berada pada puncak hasratnya. Hanum malah mengambil inisiatif berada di atas tubuh Aditya. Ia segera membuka bajunya dan hanya tersisan ****** ***** dan bra. Hanum bahkan yang membuka celana milik Aditya.


Aditya segera sadar kalau Hanum sedang hamil.


“Sebentar, apa kita bisa melakukan ini? Kamu kan sedang hamil” ucap Aditya sedikit mendorong tubuh Hanum


“Bisa mas” jawab Hanum berbisik pelan di telinga Aditya


Seketika itu juga Hanum yang menggoyang Aditya dan berhasil meguasai suaminya dalam kungkungan badannya yang kecil. Aditya sangat menikmati pergerakan Hanum kali ini sampai membuatnya keluar beberapa kali.


“Hmm hmm hmm” ucap Aditya


“Ah.. ah.. ah” ucap Hanum .


Kecapekan melakukannya sampai beberapa ronde, membuka mereka tertidur pulas.


...****************...


Keesokan harinya Aditya terbangun lebih dulu daripada istrinya. Ia menelisik wajah cantik Hanum dan mengecup dahinya.

__ADS_1


“Kasihan dia pasti kecapekan” ucap Aditya pelan


“Aku buatkan segelas susu dulu buatnya” ucap Aditya segera beranjak dari kasurnya


Ketika di dapur, disana sudah ada orangtuanya dan Clara.


“Pagi ma, pa” sapa Aditya


“Pagi. Adit kamu duduk sini dulu, papa mau ngomong!” ucap pak Deri


“Ada apa pa? Adit mau minta bi Iyem membuatkan susu untuk Hanum dulu” ucap Aditya


Aditya segera mencari bi Iyem di dapur dan memintanya membuatkan segelas susu untuk Hanum.


“Bi, buatin susu untuk Hanum ya” pinta Aditya


“Baik tuan” jawab bi Iyem


Aditya langsung keluar dari dapur dan menuju ruang makan.


“Ada apa pa?” tanya Aditya dengan mengambil posisi duduk


“Kamu apain Clara?” tanya pak Deri


“Ngga Aditya apa-apain kok pa!” ucap Aditya


“Ngga kok pa, Aditya cuman minta Clara kembali ke kamarnya, itu saja” jawab Aditya


“Terus kenapa bisa dia nangis, kalau hanya kamu suruh keluar dari kamarmu?” tanya pak Deri


“Begini pa ma, jadi Hanum kan beberapa hari ini ngga makan, Aditya berusaha membuat Hanum makan dengan menyuapi Hanum, kalau ada Clara, Hanum bakal ngga mau untuk disuapin. Lagian Clara juga keterlaluan masak dia mengomentari skripsi Hanum dengan berlebihan seperti itu” jelas Aditya


“Maksudnya?” tanya bu Dena


“Iya ma, dia bilang skripsi Hanum kalau di luar negeri nggak bakal lulus, kan itu sama saja dia merendahkan Hanum” jelas Aditya


“Benar kamu bilang gitu Clara?” tanya pak Deri


“Eh, kan Clara ngomongnya pelan masak Hanum sakit hati. Aku cuman ngasih saran kok” ucap Clara dengan wajah memelas


“Kamu kan tau Hanum lagi hamil apalagi dia baru saja sakit, kalau dia terlalu mikir itu bakal ngaruh ke kandungannya” jelas Aditya


Sebelum bu Dena dan pak Deri memberikan nasehat kepada Clara, ia langsung meminta maaf kepada Aditya.


“Clara minta maaf kak Adit, Clara ngaku salah, tapi nggak maksud kayak gitu kok” ucap Clara dengan menangis


“Kamu salah kalau minta maaf aku, kan salahnya sama Hanum” jelas Aditya

__ADS_1


“Ih males banget kalau minta maaf sama Hanum. Pasti dia merasa menang” batin Clara


“Iya deh aku bakal minta maaf sama Hanum” ucap Clara


“Iya Clara. Kamu salah jadi kamu harus berani mengakui kesalahan mu” ucap bu Dena


Pak Deri memikirkan sesuatu karena melihat kedekatan Clara dan Aditya bisa menyebabkan Hanum sakit.


“Clara bagaimana kalau kamu pulang dulu ke rumah mu, papa dan mama mu pasti juga merindukanmu” pinta pak Deri


“Kenapa? Apa om juga menganggap aku serius berbicara begitu dengan Hanum?” tanya Clara


“Iya pa jangan begitu, Clara juga nggak bermaksud kok. Dan juga dia berjanji tidak akan mengulangi lagi” ucap bu Dena


“Kalau om boleh jujur ini demi kebaikan kalian berdua. Lain kali kamu boleh kesini lagi” jelas pak Deri


“Tante, Clara bagaimana ini? Masak Clara harus pulang!” ucap Clara meminta bantuan.


“Adit kamu ikut papa” pinta pak Deri


“Iya pa” jawab Adit mengikuti papanya dari belakang


Aditya dan papanya memasuki ruang kerja pak Deri.


“Apa kamu mau segera tinggal di rumah yang kamu beli?” tanya pak Deri


“Belum sekarang sih pa, Aditya masih nunggu Hanum setelah sidang. Lagian tidak ada juga yang menjaga Hanum, kan dia lagi hamil” jelas Aditya


“Saran papa kamu sementara ini tinggal disana saja, nanti biar papa yang urus semua yang dibutuhkan termasuk perabotan rumah, dan papa akan minta bi Iyem menemani kalian. Bukan maksud papa mengusir kalian tapi papa juga tidak bisa membatasi perilaku Clara” ucap pak Deri


Aditya berpikir sejenak.


“Baik pa, aku menuruti saran papa saja” ucap Aditya


“Kalau begitu Aditya ke kamar dulu ya pa, Aditya diskusikan ini dengan Hanum” lanjutnya.


...****************...


Memasuki kamarnya, Aditya menunggu Hanum yang sedang mandi. Susu yang dibuatkan juga belum diminum dan masih di meja.


“Klek” suara pintu terbuka


Hanum keluar dari kamar mandi.


“Ini minum dulu” pinta Aditya membawakan segelas susu untuk Hanum


“Iya mas, makasih” balas Hanum meraih gelas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2