
Hari-hari berlalu, hingga tak terasa sudah dua hari tidak ada kabar dari Aditya.
“Bu, temenin Hanum periksa kandungan ya sore ini” pinta Hanum setelah makan siang
“Iya” jawab bu Rita
“Hanum kok pengen makan soto banjar ya bu” ucap Hanum
“Masak sekarang sih Num, kan habis makan” balas bu Rita
“Nanti sore saja deh setelah memeriksakan kandungan bu” ucap Hanum
Selesai makan siang Hanum istirahat di kamarnya.
POV Bu Rita
“Drrtt.. drrtt... drtt” suara HP bu Rita berdering
“Tante ini Dimas, hari ini apa tante di rumah?” isi teks pesan Dimas
“Oh nak Dimas, ini tante ada di rumah Hanum. Ada apa?” balasan pesan dari bu Rita
“Drrttt... drrttt... drrttt” suara HP Bu Rita berdering
“Loh kenapa menelepon” ucap Bu Rita melihat layar ponselnya
“Iya, halo, Dimas” ucap bu Rita menyapa
“Assalamualaikum. Halo tante” balas Dimas
“Walaikumsalam” balas bu Rita
“Tante, Dimas hari ini mau berkunjung ke rumah tante rencananya” ucap Dimas
“Aduh maaf nak Dimas, tante sedang di rumah Hanum. Tapi kalau kamu mau main ke rumah ada ayahnya Hanum kok” balas bu Rita
“Tante repot nggak? Atau Dimas main saja ke rumah Hanum?” ucap Dimas
“Kita rencananya nanti mau keluar, besok juga Hanum sidang jadi lagi sibuk. Maaf ya Dimas” jelas bu Rita
“Eh ngga papa tante, jadi besok Hanum sidang?” tanya Dimas
“Iya” balas bu Rita
“Soalnya Dimas sudah mencoba menghubungi nomer Hanum tapi tidak direspon tante. Kalau begitu besok kalau Dimas datang ke sidang Hanum tidak apa-apa kan tante” ucap Dimas
“Hhhmmm nggak papa sih, tapi coba kamu tanyakan Hanum lagi” balas Bu Rita
“Nggak surprise dong tante, kalau bilang ke Hanum mau datang ke sidangnya. Tante kalau bisa jangan beri tau Hanum dulu kalau besok aku mau datang ke kampusnya” pinta Dimas
“Iya baik” balas bu Rita
“Ya sudah, Dimas tutup dulu ya tante. Terimakasih” ucap Dimas
“Iya sama-sama” balas bu Rita menutup telepon.
...****************...
__ADS_1
Sore harinya bu Rita bersama Hanum bersiap untuk menuju ke rumah sakit. Di dalam mobil mereka berbincang.
“Num, tadi ibu di telfon sama Dimas, katanya kamu tidak merespon panggilannya” ucap Bu Rita
“Oh iya bu, Hanum kemarin melihat panggilan masuk dari nomer yang tidak dikenal, Hanum pikir orang iseng jadi tidak mengangkatnya” jelas Hanum
“Hhhmm pantes” balas bu Rita
Hanum memeriksa ponselnya dan menghela nafas panjang.
“Iya ini ada pesan dari Dimas, ya sudah nanti coba Hanum hubungi” ucap Hanum
“Hanum nggak mau sering memeriksa HP bu, soalnya mengingatkan Hanum sama mas Aditya yang tidak memberikan kabar” tambahnya
Tiba di rumah sakit Hanum langsung menuju ke poli Obgyn.
“Kandungan nya sehat Bu, sudah 8 minggu ya” ucap dokter Temmy
“Alhamdulillah" ucap bu Rita
"Kemarin sempat jatuh dok, takut kalau ada apa-apanya” lanjut bu Rita
“Loh jatuh dimana? Bagaimana bisa?” tanya dokter Temmy
“Di rumah, Hanum tidak sengaja menabrak kaki meja ruang tamu” balas bu Rita
“Oh, lain kali hati-hati bu Hanum. Ini biasanya pak Aditya yang temenin” ucap dokter Temmy
“Lagi ada di luar kota dok” jawab Hanum
Selesai memeriksakan mereka mencari warung soto banjar.
“Hanum sedih bu, sudah tiga hari tidak ada kabar dari mas Aditya, padahal biasanya di temani setiap cek kondisi kehamilan, besok Hanum mau sidang, tapi sampai sekarang belum ada kabar” ucap Hanum
“Kamu jangan sedih begitu dong, kasian bayinya di dalam perut merasakan kesedihan mamanya” ucap bu Rita
“Iya bu” balas Hanum.
...****************...
“Drrtt... drrtt.. drttt” suara ponsel Hanum berbunyi
“Aduh siapa lagi?” ucap Hanum sambil meraih ponselnya yang diletakkan di meja riasnya
“Lutfi? Ada apa?” ucap Hanum pelan
“Iya halo Lutfi” sapa Hanum
“Bu Hanum, ini saya Lutfi, saya diperintahkan pak Aditya untuk memberitahukan kabar pak Aditya baik-baik saja. Saat ini pak Aditya tidak bisa diganggu karena sedang sibuk rapat dan kunjungan ke lokasi proyek” jelas Lutfi
“Kenapa dia tidak memberitahukan secara langsung” batin Hanum
“Bu Hanum” sapa Lutfi
“Oh ya sudah, saya tau” balas Hanum
“Dan juga pak Aditya bilang Bu Hanum harus jaga kesehatan dan makan teratur” tambah Lutfi
__ADS_1
“Iya” balas Hanum
“Apa ada yang mau disampaikan ke pak Aditya bu?” tanya Lutfi
“Nggak ada” balas Hanum kecewa dengan sikap suaminya
“Kalau begitu saya tutup ya bu” ucap Lutfi
“Iya” balas Hanum mengakhiri panggilan.
...****************...
Keesokan harinya Hanum berangkat pagi buta ke kampus.
“Mas Adit, harusnya datang pagi ini” ucap Hanum pelan menuju ruang sidang
Di dalam Hanum sibuk menyiapkan segalanya untuk sidang.
“Mau dibantu?” ucap suara yang sangat dikenalnya
“Mas Adit” ucap Hanum sambil menengok ke arah datangnya suara
Melihat suaminya ada di depannya, ia sebenarnya sangat senang. Namun masih marah karena Aditya sama sekali tidak menghubunginya selama 3 hari.
Aditya hendak menyapa Hanum dan berbincang namun langkahnya dihentikan suara dosen penguji yang memasuki ruangan.
“Selamat pagi” ucap dosen penguji
“Selamat pagi pak, bu” sapa Hanum kepada para penguji
“Bagaimana sudah siap?” tanya dosen penguji
“Sudah pak” balas Hanum
Para dosen mengambil posisi duduk, sementara Hanum menyiapkan power point untuk sidangnya.
“Kalau begitu sudah bisa dimulai ya?” tanya Aditya
“Iya pak” jawab Hanum
“Selamat pagi, sidang skripsi atas nama Anindita Hanum dengan judul........” ucap Aditya selaku pembimbing membuka sidang
Selama Hanum menjelaskan materi skripsinya, Aditya hanya diam memendam perasaan rindunya yang sudah 3 hari tidak bertemu istrinya. Rasanya ia ingin memeluk istrinya, tapi tidak bisa dilakukan.
Hanum mengetahui pandangan suaminya hanya tertuju padanya, namun ia tidak berani menatap mata suaminya.
Aditya yang melihat Hanum terlihat cantik dalam penyampaian skripsinya, tanpa disadari sudah berhasrat dan memegangi bibirnya sendiri, membayangkan ciuman bersama istrinya sebelumnya.
“Sekian skripsi saya, mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah atau tidak berkenan. Terimakasih” ucap Hanum mengakhiri presentasinya
Semua dosen di ruangan menunggu Aditya untuk membuka sesi tanya jawab, namun tak kunjung dilakukan karena sedang berfokus pada wajah istrinya.
“Pak Adit” ucap dosen penguji membuyarkan lamunan Aditya
“Eh, iya..” jawab Aditya malu
“Dengan ini saya buka sesi tanya jawab, silahkan dosen penguji memberikan pertanyaan maupun saran” ucap Aditya mempersilahkan
__ADS_1
Sesi tanya jawab berlangsung selama 20 menit. Hanum dinyatakan lulus, ia merasa bahagia karena akhirnya perjuangannya selama ini berakhir juga untuk mendapatkan gelar sarjana.