
Hanum dan Kelen asyik main bersama, tiba-tiba Aditya menghampiri mereka.
“Eh, kak Aditya” sapa Kelen
Hanum langsung menoleh ke Aditya.
“Kalian lagi main apaan sih?” tanya Aditya
“Main tebak-tebakan nama kota kak” jawab Kelen
Hanum hanya terdiam seolah tidak menganggap keberadaan Aditya.
“Kamu sudah makan Num?” tanya Aditya mencoba untuk membuka obrolan dengan Hanum
“Sudah.” Jawab Hanum singkat
“Oh.” Jawab Aditya bingung mencari topik
“Kamu makan sama apa tadi?” tanya Aditya terlihat konyol
“Bakso” jawab Hanum
“Aku juga mau dong. Ibu bikin bakso ya?” tanya Aditya
“Ngga, aku tadi makan diluar.” Jawab Hanum
“Yah kasian kak Aditya laper ya?” tanya Kelen
“Iya nih, mana kakak kamu ngga peka lagi” ucap Aditya mencoba untuk bercanda
Ibu dan ayah masuk, mendengar kata Aditya yang lapar.
“Dit, tadi ibu masak ayam goreng sama tumis kangkung. Kamu makan ya?” ucap Ibu menawarkan
“Eh.... iya Bu.” Jawab Aditya
“Num, kamu layani suami kamu dulu sana, kasian kan laper” perintah Pak Rendra
“Baik yah” jawab Hanum sambil berdiri dan berjalan menuju dapur
Aditya sebenarnya sudah makan, cuman ia mencoba untuk mencairkan suasana. Terlebih apabila orang tuanya tau mereka tidak akur pasti akan sedih.
Hanum menyiapkan makanan untuk Aditya dengan diam. Pandangan Aditya hanya tertuju pada Hanum. Setelah menyiapkan makanan Hanum hendak kembali ke ruang keluarga tempat ibu dan ayahnya berkumpul. Namun tangan Hanum ditahan oleh Aditya.
“Kamu nemenin aku makan ya Num” ucap Aditya sambil menarik kursi di sampingnya mempersilahkan Hanum
Hanum hanya mengikuti Aditya, ia duduk di sebelah nya.
“Enak sekali Num ayam gorengnya” ucap Aditya mencoba menelan makanannya karena ia sudah kenyang
“Hhhmmm” Hanum berdeham
Aditya selesai makan.
“Sudah piringnya yang cuci aku saja, kamu istirahat saja” ucap Aditya
“Ngga usah biar aku saja” jawab Hanum
“Udah aku saja” ucap Aditya membawa piringnya ke dapur
Hanum memutuskan untuk masuk ke kamarnya tanpa menunggu Aditya.
__ADS_1
Melihat di sekitarnya sudah tidak ada Hanum, Aditya pergi ke kamar Hanum. Di kamar Hanum sudah berbaring dan memainkan ponsel nya. Aditya langsung mengambil posisi tidur di sebelah Hanum.
“Mas, kamu mending pulang saja” pinta Hanum
“Kamu kenapa sih Num masih marah?” tanya Aditya
“Aku mau menenangkan diri mas, aku mau sendiri, makanya aku ke rumah ayah ibu” jelas Hanum sambil mengambil posisi duduk
“Kamu daripada menyiksa dirimu sendiri mending marah ke aku Num, kamu boleh mencaci maki aku sepuas mu atau mau memukulku juga tidak apa-apa tapi jangan mendiamkan ku seperti ini Num, aku juga merasa tersiksa” jelas Aditya
“Aku capek ngomong mas. Aku berusaha untuk bersikap dewasa, aku tidak mau orang tuamu dan orang tuaku tau hal ini, aku mencoba menutupi nya tapi ternyata hatiku yang lebih sakit. Jadi aku minta pengertian mu” ucap Hanum
Aditya langsung mengambil posisi bersimpuh memohon di hadapan Hanum.
“Maafin aku Num.” Ucap Aditya lirih
Hanum melihat Aditya tidak tega, ia langsung mencoba membuat Aditya berdiri.
“Apa yang kamu lakukan mas, aku mau kamu berdiri” ucap Hanum
“Aku ngga akan berdiri, sebelum kamu maafin aku” jawab Aditya
“Iya mas aku maafin” sambil merangkul tubuh Aditya.
“Makasih ya Num” ucap Aditya membalas pelukan Hanum
“Iya mas. Tapi jangan diulangi lagi ya” balas Hanum
“Iya Num” jawab Aditya.
...****************...
Keesokan harinya Hanum dan Aditya bangun pagi, karena weekend, Aditya mengajak Hanum untuk jalan-jalan keluar.
“Ah, aku bukan tipe orang yang suka belanja baju mas, mending uangnya dipakai yang lain” jawab Hanum
“Uangku banyak Num, kamu jangan memikirkan kebutuhan yang lain. Kalau kurang kamu minta saja” pinta Aditya
“Uang yang kamu kirim setiap bulan di rekeningku masih sangat banyak mas” balas Hanum
“Iya tapi aku senang kalau kamu bisa memanjakan dirimu sendiri dengan uangku.” Ucap Aditya
“Oh, aku baru keinget, daripada kita ngabisin uang untuk shopping. Gimana kalau kamu ikut aku ke suatu tempat” pinta Hanum
“Kemana?” tanya Aditya
“Udah ikut saja. Nanti kamu juga tahu” jawab Hanum
Hanum pun turun ke bawah untuk membantu ibu menyiapkan sarapan, semetara Aditya masih di kamar.
“Bu, masak apa? Tanya Hanum
“Ini ibu mau buat sop sama ikan goreng” jawab Bu Rita
“Apa yang bisa dibantu Hanum?” tanya Hanum
“Udah kamu buatin dulu teh buat suamimu” pinta Bu Rita
“Siap Bu” jawab Hanum
Hanum membuatkan teh Aditya dan menyuruh Kelen untuk memanggil Aditya diatas.
__ADS_1
“Tok tok tok” suara ketukan dari luar
“Iya” jawab Aditya sambil membukakan pintu
“Kak Aditya kata kak Hanum suruh turun kebawah, Kak Hanum sudah buatin teh buat kak Aditya” pinta Kelen
“Oh iya” ucap Aditya sambil mengikuti langkah Kelen.
...****************...
Jam menunjukkan pukul 10 pagi, Hanum sudah rapi dan siap pergi bersama Aditya.
“Ayok mas” ajak Hanum
“Sudah selesai?” tanya Aditya
“Udah” jawab Hanum
Selama perjalanan Aditya masih bingung Hanum mau kemana.
“Ini kita mau kemana Num?” tanya Aditya
“Ke toko buku dulu mas” jawab Hanum
“Baiklah” jawab Aditya
Mereka berdua sampai di toko buku paling besar yang ada di Jakarta.
“Mba, apakah ada buku baca ataupun buku aritmatika buat anak-anak ya?” tanya Hanum kepada pegawai toko buku
“Ada Kak, silahkan sebelah sini.” Jawab pegawai toko
“Saya mau 2 jenis buku ini masing-masing 50 buku ya” pinta Hanum
“Baik kak, Biar kami ambilkan di gudang dulu” jawab pegawai toko
“Oh iya mba, sama saya minta 50 perlengkapan alat tulis juga” tambah Hanum
“Iya” jawab pegawai toko
Aditya melihat Hanum banyak memesan buku lantas bertanya.
“Num, kamu beli buku ini buat apa?” tanya Aditya
“Udah ikut aku saja. Tadi kata mas Aditya mau mengajakku belanja kan? Nah sekarang aku minta belikan ini saja” pinta Hanum
Aditya menuruti permintaan Hanum. Ia mengeluarkan kartunya untuk membayar di kasir.
“Mas kita mampir di yayasan ruang baca Kasih sana ya mas” pinta Hanum
Kebingungan Aditya terjawab sudah, Hanum pasti membelikan semua ini untuk diberikan kepada yayasan tersebut.
Setelah sampai salah satu sukarelawan disana menyambut Hanum.
“Eh kak Hanum, bagaimana kabarnya?” tanya sukarelawan tersebut
“Eh Dea, alhamdulillah baik. Bagaimana kabar mu juga?” tanya Hanum
“Baik kak” jawab Dea
“Aku bawa buku buat anak-anak” ucap Hanum
__ADS_1
“Wah anak-anak pasti suka kak Hanum berkunjung kesini. Ayo masuk kak” pinta Dea
“Ayok” ucap Hanum.